Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
ENAM


__ADS_3

Jam delapan pagi Elmira sudah sampai didepan pintu gerbang kampusnya,sepagi ini dia sudah berkeringat karena jarak yang dia tempuh dari kontrakannya lumayan jauh.


Niatnya ingin mencari tempat untuk beristirahat,namun dia mengurungkan niatnya karena Shire dan kedua sahabatnya datang menghampiri dirinya.Elmira pun menghentikan langkahnya


"Guys,coba liat,nih gembel kayaknya gak mandi deh "Ujar Shire sambil menelisik penampilan Elmira yang menurutnya berantakan.Belum lagi keringat yang membanjiri dahinya membuat surai rambutnya terlihat lepek.Hal itu membuat Shire terlihat jijik berada didekat Elmira.


"Iya,,mana bau asemnya kecium lagi sampai sini"Ucap Anggia sambil mengibaskan tangannya didepan hidung.Mendengar perkataan kedua sahabatnya, Fani hanya tersenyum sinis menatap gadis yang menjadi target perundungan gengnya.


Sedangkan Elmira hanya bisa menundukkan kepalanya,dia samasekali tidak berani membalas perkataan mereka bertiga.


Perundungan bukanlah hal asing lagi bagi Elmira,dia sudah terbiasa mengalami hal tersebut sejak masih sekolah dasar.


"Bi,,biarkan aku lewat "Kata Elmira sedikit ketakutan.


Shire pun tertawa mengejek.


"Gak semudah itu"Shire tersenyum licik,kemudian dia memberi kode pada Anggia.


Gadis berambut pirang itupun langsung paham,dengan segera dia menarik tas selempang milik Elmira.


"Kalian mau apa?"Tanya Elmira berusaha mempertahankan tas satu-satunya yang sudah lusuh itu.


"Gak usah banyak tanya "Bentak Anggia yang sudah berhasil merebut tas tersebut,lalu segera dia menumpahkan seluruh isi tas lusuh tersebut.


Tidak sampai disitu saja,bahkan Anggia langsung memasukkan tas tersebut kedalam tong sampah.


Sedangkan Elmira hanya bisa menahan tangisnya sambil memunguti isi tasnya yang berserakan.


"Dah beres,yuk kita cabut "Ujar Anggia yang sudah selesai membuang tas Elmira ketempat sampah,kini dia tengah membersihkan tangannya menggunakan tisu basah.


"Yuk,lama-lama deket dia bisa-bisa kita ketularan miskin"Ucap Shire sambil bergidik geli.


Tanpa rasa bersalah mereka bertiga meninggalkan Elmira begitu saja.Bahkan Fani masih sempat menendang sebuah pulpen milik Elmira yang kebetulan berada dekat kakinya,pulpen itupun langsung terlempar beberapa meter.


Banyak mahasiswa lain yang menyaksikan hal tersebut,namun satupun tidak ada yang memiliki niat untuk menolong Elmira atau menegur Shire.


Bahkan mereka menganggap kejadian itu sebagai tontonan yang menarik.


Dengan menghela napas pelan Elmira bangun kemudian mencari pulpen miliknya,setelah mencari-cari beberapa saat akhirnya dia menemukannya kembali,setelah itu dia mengambil tasnya yang berada ditempat sampah.


Elmira membersihkan kotoran yang menempel di tasnya,setelah itu dia memasukkan buku dan alat-alat tulisnya.

__ADS_1


Lalu dengan bergegas dia berjalan menuju fakultasnya,karena dia ada jadwal kuliah jam setengah sembilan pagi.


Sepanjang perjalanan banyak mahasiswa yang menatapnya dengan pandangan jijik dan juga menghina,bahkan saat dia melewati sekelompok pria yang semuanya berpakaian mahal,Elmira dilempar dengan menggunakan botol air mineral yang masih terisi setengah.


"Heh culun,ngapain lo lewat sini,bikin udara sekitar kita jadi tercemar aja "Seru salah seorang dari mereka.


Elmira yang kepalanya terkena lemparan botol hanya bisa terdiam,dia mengusap-usap bekas lemparan tersebut yang terasa sedikit nyeri.


Akhirnya sampai juga Elmira didepan fakultasnya dan langsung masuk keruang kelasnya.


Ruangan yang semula gaduh berubah senyap saat melihat Elmira masuk,semua penghuni kelas menatap dirinya dengan berbagai expresi,ada yang jijik,menghina,dan ada juga yang acuh tak acuh.


Elmira berjalan dengan dengan kepala menunduk menuju tempat duduknya yang berada paling pojok.Dia langsung duduk dan mengeluarkan bukunya untuk dia baca.


Beberapa saat kemudian,kembali terdengar bisik-bisik diruang kelas tersebut.


Arion dan juga Felix yang kebetulan sudah ada diruangan tersebut tampak acuh tak acuh,mereka asyik memainkan ponsel masing-masing.


Tidak lama kemudian dosen yang mengisi mata kuliah pun masuk kedalam kelas,seketika seluruh isi kelas duduk dengan rapi dan siap mendengarkan dosen tersebut ngoceh untuk dua jam kedepan.Sedangkan Arion malah menguap dengan malas saat dosen itu mulai menerangkan materinya.


Diakhir materi dosen itupun memberi tugas kelompok yang beranggotakan dua orang,hal itu membuat seisi kelas menjadi gaduh.


"Pak saya gak mau satu kelompok sama dia "Ucap gadis tersebut sambil cemberut.


"Alasannya apa?dia orangnya juga pintar kok"Tanya Dosen tersebut sambil menekuk alisnya tanda keheranan.


"Saya gak peduli dia pintar atau gak,tapi yang jelas saya gak mau satu kelompok sama dia Pak"Jawab gadis itu ngotot.


"Lalu kamu maunya satu kelompok dengan siapa?"


Gadis itu langsung senyum-senyum sambil melirik kearah Arion.


"Sama Arion pak "Jawabnya dengan malu-malu.


Seluruh kelas pun langsung menyorakinya,sedangkan Arion memutar bola matanya dengan malas.


Elmira yang duduk di pojok hanya bisa pasrah seandainya kali ini dia tidak mendapatkan kelompok.


"Kalau begitu siapa yang mau satu kelompok dengan Elmira ?"Tanya Dosen tersebut sambil mengedarkan pandangannya.


Tak satupun ada yang mau,mereka saling menoleh satu sama lain.

__ADS_1


Dosen itupun menghela napas kasar,dia tidak mengerti kenapa semuanya tidak ada yang mau satu kelompok dengan Elmira.


Tiba-tiba Arion mengangkat tangannya dan mengucapkan sesuatu yang membuat seisi kelas menatapnya dengan heran


"Pak,biar saya aja yang satu kelompok sama dia"


Kata Arion sambil menunjuk Elmira,kebetulan dia belum mendapat kelompok karena pembagiannya memang diacak.


Felix yang duduk disebelahnya pun menatap tidak percaya kearah sahabatnya itu,dalam hati dia bertanya-tanya apakah kepala Arion habis terbentur sehingga membuat pikiran sahabatnya itu kacau.


"Baiklah kalau begitu,jadi Arion satu kelompok sama Elmira"Ucap Dosen tersebut, kemudian melanjutkan pembagian untuk kelompok berikutnya.


"Ingat,tugasnya kalian kerjakan berkelompok dalam bentuk powerpoint,nanti masing-masing kelompok melakukan presentasi didepan "Ujar dosen tersebut sebelum keluar dari ruang kelas.


Begitu dosen keluar suasana kelas langsung gaduh,terutama para cewek-cewek yang heboh membahas Arion yang satu kelompok dengan Elmira.


"Iiihh,,sebel deh,kenapa sih Arion milih satu kelompok sama gadis miskin itu,kenapa gak sama aku aja"Seorang gadis dengan penampilan menor ngedumel dengan teman-temannya.


Yang lainnya pun juga tidak beda jauh dengan gadis menor tersebut,mereka semakin benci pada Elmira.


Sedangkan Elmira bukannya merasa senang,dia justru merasa tertekan karena satu kelompok dengan pria populer tersebut.Apalagi dia menyadari kalau Arion adalah pria yang diincar oleh Shire,dan gadis manja itu sudah memperingatkan dirinya untuk menjauhi Arion,tapi kini dia malah satu kelompok dengan pria itu.Elmira hanya bisa memasrahkam nasibnya,dia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti jika Shire tahu dirinya satu kelompok dengan Arion.


●●●


TO BE CONTINUE,,,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2