Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
TUJUH


__ADS_3

"Rion,dari tadi aku itu penasaran banget,kamu yakin mau sekelompok sama tuh cewek?"Tanya Felix,setelah keluar dari kelas mereka berdua memutuskan untuk pergi ke kantin.


"Yakin,emang kenapa?"Arion balik nanya.


"Ya gak apa-apa sih,tapikan kamu tahu sendiri kalau dikampus ini gak ada orang yang mau deket sama tuh cewek,lah kamu sendiri malah menawarkan diri buat sekelompok sama dia"Jawab Felix.


"Kamu liat aja nanti "Ucap Arion sambil tersenyum smirk.


Melihat reaksi sahabatnya Felix hanya mengendikkan bahunya,dia tidak bertanya lebih lanjut karena mereka berdua telah sampai dikantin.


Arion dan Felix melihat kedua sahabat mereka sudah stay duluan dikantin.


Seperti biasa Felixlah yang memesan makanan, sedangkan Arion melenggang menuju tempat duduk Dafa dan Brady.


"Kalian setelah ini masih ada kelas gak?"Tanya Arion sambil duduk didepan Brady,kemudian tangannya mencomot kentang goreng milik pria berkacamata tersebut.


"Aku sih udah gak ada jadwal lagi "Jawab Dafa sambil mengunyah burgernya.


"Aku juga "Sambung Brady.


Arion pun manggut-manggut,sebenarnya dia masih ada jadwal kuliah lagi satu namun tiba-tiba aja dia merasa malas untuk ikut kelas.


Tak lama kemudian Felix pun datang,dia langsung mengambil posisi duduk disebelah Arion.


"Fel,bolos yuk,aku lagi males banget nih "Ujar Arion.


"Ayok,,"Felix mengiyakan dengan semangat.


"Kalian punya rencana?"Tanya Brady sambil menatap temannya satu persatu.


Belum sempat salah satunya menjawab,tiba-tiba tiga orang gadis dengan dandanan glamour menghampiri meja mereka berempat.


Keempat pria tampan itu menatap ketiga gadis tersebut dengan pandangan penuh tanda tanya,sedikit tidaknya mereka tahu siapa mereka bertiga,terutama gadis yang bodynya paling paling dan semua barang yang dikenakannya bermerk.


Selain itu Dafa bisa mengenali Fani karena mereka satu Fakultas.


"Arion,,aku boleh nanya gak?"Tanya Shire dengan senyum dibuat semanis mungkin.


Arion menatap Shire dengan kesal dan satu alisnya terangkat,dia tahu jika gadis yang berbicara itu adalah putri dari salah satu pemilik rumah sakit yang terkenal dinegara tersebut.


"Apa bener kamu sekarang dekat sama gadis miskin itu?"Tanya Shire to the point,dia dan kedua sahabatnya sudah mendengar tentang rumor Arion yang mau berkelompok dengan Elmira.


Namanya saja gosip,pasti mereka yang menceritakan telah melebih-lebihkannya.


"Apa urusannya sama kamu?"Arion balik nanya,sebenarnya ingin sekali dia membanting gadis tersebut karena sudah ikut camput urusan pribadinya.


"Jelas ada Rion,gadis itu gak selevel sama kamu,kamu itu berasal dari keluarga terpandang kenapa kamu malah dekat sama gadis miskin seperti dia "Ujar Shire dengan nada manja.


Arion hanya berdecih kesal.


"Memangnya kenapa kalau aku dekat sama dia?kamu cemburu?kamu suka sama aku?kenapa?apa karena aku tampan dan juga kaya?"Cerca Arion dengan tajam.


Shire dan kedua sahabatnya tampak terkejut melihat reaksi Arion.Sedangkan Dafa dan Brady yang belum paham duduk perkaranya hanya bisa saling pandang,dan Felix hanya duduk santai sambil melipat tangannya di depan dada.


"Bu,,bukan begitu Rion,aku hanya ngingetin,,,"


"Cihh,,,kamu itu menjijikan "Arion berdecih kesal kemudian beranjak pergi,selera makannya sudah hilang saat melihat wajah Shire muncul dihadapannya.

__ADS_1


Melihat Arion pergi ketiga sahabatnya pun mengikuti.


Shire yang berniat untuk mengingatkan Arion menghentakkan kakinya karena kesal,apalagi setelah melihat penghuni kantin yang menatap seperti mengejek dirinya.


"Apa liat-liat "Bentak Shire sambil menyapukan pandanganya.Kemudian bergegas dia meninggalkan area kantin dengan diiringi oleh kedua sahabatnya.


Mahasiswa lainnya yang melihat hal tersebut hanya tertawa kecil setelah Shire menghilang dari pandangannya.


"Kayaknya saiangan kamu berat banget buat dapetin Arion "Ucap salah seorang mahasiswi pada temannya.


"Ck,aku cuma mengagumi aja kok,lagian saingan aku juga banyak sekelas Shire,tapi tetap aja rasanya gak rela kalau Arion deket sama si beasiswa itu "Jawab temannya.


"Tapi menurut aku ya,kayaknya cewek itu cuma dimanfaatin sama Arion "Ujar temannya yang lain.


Sekelompok mahasiswi yang terdiri dari empat orang itu sibuk menggosipkan Arion dan juga Elmira.


●●●


Elmira yang baru selesai mengikuti mata kuliah terakhir bergegas keluar dari ruang kelasnya,dia berniat untuk segera pulang dan beristirahat sejenak.


Namun semua itu tidak terjadi dengan mudah,Shire dan gengnya tidak melepaskan Elmira begitu saja setelah mereka mendengar gosip tentang Arion yang satu kelompok dengan gadis yang dibencinya.


"Kalian mau apa lagi?"Tanya Elmira dengan raut wajah cemas.


"Masih nanya kenapa?kamu emang gak tahu apa pura-pura gak tahu?"Bentak Shire sambil menatap tajam kearah Elmira.


Beberapa mahasiswa yang kebetulan lewat didekat mereka tampak acuh tak acuh,sebagian besar penghuni kampus sudah tahu siapa sebenarnya Shire Arabella.


Dikampus orangtua Shire menempati posisi kedua sebagai donatur,sedangkan posisi pertama ditempati oleh orangtua Arion.


"Tapi aku benar-benar tidak tahu apa mau kalian"Ucap Elmira sambil mencengkram erat tali tasnya.


"Anggia,Fani,seret dia ketoilet "Titah Shire pada kedua sahabatnya.


Anggia dan Fani pun langsung menarik kedua tangan Elmira,gadis malang itu mencoba meronta untuk melepaskan diri namun usahanya sia-sia.


Begitu sampai ditoilet fakultas ekonomi yang kebetulan sepi,Anggia dan Fani langsung menghempaskan tubuh Elmira kepojok.


"Tolong,,biarkan aku pergi "Ucap Elmira memelas,dia terlihat meringis karena punggungnya terasa sakit sehabis membentur tembok.


"Tidak semudah itu,aku sudah memperingatkanmu untuk menjauhi Arion,tapi apa?kamu malah sengaja dekat-dekat dengan dalih tugas kelompok,cih,memalukan "Kata Shire dengan sorot mata penuh kebencian.


Anggia dan Fani hanya menyaksikkan sembari mencuci tangan,mereka benar-benar menganggap Elmira gudang virus dan juga bakteri.


"Tapi bukan aku yang mau,dia sendiri yang mau satu kelompok denganku"Jawab Elmira sambil menunduk,rambut yang panjangnya sepinggang tampak acak-acakkan.


"Kamu pikir aku percaya hah ?"Tanya Shire geram.


Anggia yang telah selesai mencuci tangannya menatap sinis kearah Elmira.


"Udah,bilang aja kalau kamu seneng bisa deket sama pria paling populer dikampus ini,dasar miskin "ucap Anggia.


"Biasanya orang miskin kayak kamu itu,pasti punya berbagai cara buat dapetin mangsanya,licik "Ujar Fani dengan tatapan merendahkan.


"Semua yang kalian bilang itu tidak benar "Ucap Elmira dengan bibir bergetar.


Shire pun hanya mendengus kesal,kemudian dia mengeluarkan gunting dari dalam tasnya.

__ADS_1


Dengan tersenyum devil dia berjalan kearah Elmira.


"Guys,pegang kedua tangannya "Ujar Shire pada kedua sahabatnya.


Anggia dan Fani pun saling pandang seolah-olah mereka berkata,baru aja selesai cuci tangan udah disuruh megang sumber virus lagi.


Dengan terpaksa mereka menuruti perintah Shire.


Anggia memegang tangan kiri Elmira,sedangkan Fani memegang tangan kanannya.


"Kalian mau apa?"Tanya Elmira yang kini merasa ketakutan,apalagi setelah melihat gunting yang dipegang oleh Shire.


"Memberi kamu pelajaran karena sudah mengabaikan peringatan yang kita berikan"Jawab Shire sambil tertawa mengejek.


"Jangan,,,tolong lepaskan aku,,aku janji gak akan dekat-dekat dengan Arion,,,hiks,,hiks,,aku mohon lepaskan aku "Elmira terisak saking takutnya.


"Hahaha,,,dia nangis guys,tapi gak ada ampun bagi orang yang sudah mengusik milik seorang Shire Arabella "Ucap Shire.


Lalu,,,,


Kresss,,,,kresss,,,kresss


Rambut hitam dan halus milik Elmira pun berjatuhan,tanpa sedikit pun rasa kasihan Shire memotong rambut gadis malang tersebut .


"Tidaakkk,,,,"Jerit Elmira sambil meronta,air matanya pun semakin deras mengalir dipipinya.


Setelah puas melihat Elmira tersiksa,Shire dan kedua temannya pun pergi setelah kembali mencuci tangan.


Sedangkan Elmira terduduk lemas sambil meratapi rambutnya yang berserakan dilantai toilet.


"Hiks,,hiks,,"


Elmira hanya bisa menangis,dia meraba-raba rambut dikepalanya yang kini panjangnya tinggal sebahu dengan keadaan compang camping.


Perlahan Elmira bangkit namun mendadak kepalanya pusing,dia kembali duduk untuk meredakan rasa pusingnya.


Selain lelah fisik karena rutinitasnya yang padat,sepertinya batin Elmira juga ikut merasakan lelah.


••••••••


TO BE CONTINUE,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2