Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
TIGA PULUH ENAM


__ADS_3

Besoknya seperti biasa Arion pergi ke kampus, sedikit pun dia tidak ada niat untuk menjenguk kakeknya ke rumah sakit.


Arion dan Elmira baru saja sampai dikampus, setelah turun dari mobil mereka berdua berjalan beriringan menuju fakultas.


"Arionn,,,,"


Sontak Arion dan Elmira menoleh ke sumber suara, terlihat Shire dengan berlari kecil menghampiri mereka berdua.


"Ada apa?." Tanya Arion dengan ketus.


Shire terlihat mengatur napasnya.


"Rion, kakek kamu ingin bertemu sama kamu. Semalam aku jenguk beliau ke rumah sakit, dan kondisinya juga sudah mulai membaik." Ujar Shire dengan raut wajah serius, untuk pertamakalinya dia tidak menunjukkan sikap pecicilan di depan Arion.


"Aku gak peduli." Kata Arion datar.


Tapi saat dirinya hendak beranjak pergi, langkah Arion kembali terhenti saat mendengar perkataan Shire.


"Kakek mu itu sangat menyayangimu Rion, begitu juga dengan Papamu. Mungkin cara mereka mendidikmu yang sedikit keras, tapi percayalah semua itu untuk kebaikanmu Rion." Ujar Shire sambil menatap punggung Arion. Sedikit tidaknya gadis itu tahu bagaimana selama ini Arion di didik dengan begitu keras oleh orangtuanya, karena semalam Kakek Gibson sempat membahas sedikit hal tersebut.


Entah kepala Shire habis kebentur atau salah makan, mendadak wanita tersebut tiba-tiba bicaranya jadi bijak seperti itu.


Sedangkan Elmira yang tidak mengerti arah pembicaraan mereka berdua terlihat kebingungan.


"Nanti sepulang kuliah aku mau ke rumah sakit lagi, kakekmu berada diruang VVIP nomor 01. Aku hanya memberitahu saja, siapa tahu nanti kamu berubah pikiran." Ucap Shire.


Tanpa berucap sepatah kata pun, Arion melangkah pergi sambil menggenggam tangan kekasihnya.


Melihat hal tersebut, Shire mati-matian menahan rasa jengkelnya di dalam hati.


Mama dan Papanya memberi nasihat pada Shire, jika ingin mendekati Arion maka dirinya harus bersikap bijak dan dewasa. Siapa tahu dengan cara seperti itu hati Arion jadi luluh.


Dan Shire pun bertekad mulai hari ini dia akan berusaha menunjukkan perubahan sikap, walaupun itu hanyalah sikap pura-pura dan dia harus berusaha mengendalikan diri jika tiba-tiba emosinya terpancing.


"Shire,, ngapain kamu bengong disini?."


Sebuah suara mengagetkannya.


"Itu, aku habis ngobrol sama Arion." Jawab Shire pada Anggia yang baru sampai di kampus.


"Emang kamu bicara masalah apa sama dia?." Anggia terlihat penasaran.


Lalu Shire pun menceritakan tentang kakek Arion yang masuk rumah sakit sambil berjalan menuju fakultas kedokteran.


"Wahh,, kalau gitu, ini kesempatan emas buat kamu Re, kamu bisa memberi kakeknya Arion perhatian sehingga mereka jadi bertambah kagum sama kamu." Ujar Anggia mengelurkan idenya.


"Aku udah ngelakuin hal itu kok, selain itu Papa aku juga udah ngasi pelayanan yang terbaik untuk kakeknya Arion. Kali ini aku yakin jika hati Arion pasti akan luluh." Ucap Shire sambil tersenyum dengan penuh percaya diri.


"Iya, aku doakan semoga usahamu gak sia-sia Re." Kata Anggia yang selalu mendukung apapun rencana temannya itu.


"Oh ya, kamu gak ketemu sama Fani?." Tanya Shire yang tiba-tiba teringat dengan temannya lagi satu.


"Gak, aku gak ada ketemu sama dia. Aneh juga sih, beberapa hari belakangan ini dia jarang kumpul sama kita, kalau ditanya alasannya dia selalu bilang ada tugas." Jawab Anggia setengah menggerutu.


"Udah biarin aja, siapa tahu dia emang beneran ada tugas." Ucap Shire santai.


"Apa jangan-jangan dia udah tidak mau berteman dengan kita lagi Re?."


"Gak usah khawatir, dia harus mikir dua kali lipat kalau mau mutusin pertemanan denganku." Ucap Shire datar.


Anggia pun mengangguk paham.


****


Arion dan Elmira tengah sarapan di kantin, itu karena Arion yang tidak ingin sarapan dirumah gara-gara males bertemu dengan papanya.


"Emm,, Rion, aku boleh nanya?." Tanya Elmira dengan nada hati-hati.


Arion pun menatap kekasihnya sejenak, kemudian dia menganggukkan kepalanya sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


"Itu,, yang dibilang sama Shire tadi, em,, memangnya kakek kamu kenapa?." Tanya Elmira dengan raut wajah penasaran.


"Dia masuk rumah sakit kemarin, gak tahu sih gara-gara apa." Jawab Arion cuek.

__ADS_1


"Terus nanti kamu gak mau jenguk?." Tanya Elmira lebih lanjut.


Arion hanya menggelengkan kepalanya, lalu dia minum air mineral karena dia sudah menghabiskan sarapannya.


"Rionn,,," Elmira menyentuh tangan Arion yang ada diatas meja.


Arion menatap kekasihnya.


"Kenapa?."


"Apa gak sebaiknya kamu jenguk kakekmu? bagaimanapun juga dia itu anggota keluargamu sendiri." Ujar Elmira mencoba menasehati kekasihnya. Gadis itu tahu jika kekasihnya itu tidak menyukai sikap kakek dan juga Papanya.


Arion tampak tercenung.


"Aku gak mau lihat kamu jadi anak yang durhaka Rion." Elmira menatap kekasihnya dengan tatapan memohon.


Arion menghela napas pelan.


"Baiklah, kalau bukan kamu yang maksa aku gak bakalan mau ngejenguk kakek tua itu." Akhirnya Arion terpaksa mengiyakan, entah kenapa dia tidak bisa menolak permintaan kekasihnya itu.


Dan Elmira pun langsung tersenyum sumringah saat Arion mau memenuhi permintaannya.


"Kamu mau ikut gak?." Tanya Arion tiba-tiba.


Dengan cepat Elmira menggelengkan kepalanya.


"A,,aku belum siap ketemu keluarga kamu, maaf ya." Jawab Elmira merasa bersalah.


Arion pun langsung tersenyum sambil mengusap rambut kekasihnya yang kini sudah panjang dan bisa dikuncir.


"Iya gak apa-apa, tapi lain kali kamu harus mau ya ketemu sama keluarga aku." Ujar Arion memaklumi.


Elmira pun tersenyum tipis sambil menganggukan kepalanya.


Tidak lama kemudian mereka berdua pun pergi dari kantin, dan berjalan beriringan menuju kelas.


****


Setelah mengantar Elmira pulang, lalu Arion pun berangkat ke rumah sakit Alteza.


Sampai dirumah sakit dia langsung menuju ruang VVIP. Begitu sampai dia langsung membuka pintu, dan ternyata disana sudah ada Shire yang sedang duduk disebelah ranjang kakeknya.


Pria tua itu juga terlihat sedang duduk bersandar dengan selang infus yang tertancap di tangan kanannya.


Sedangkan Tari terlihat sedang duduk di sofa sambil mengupas buah-buahan, sangat terlihat jika Mamanya Arion itu tidak menyukai kehadiran Shire disana.


"Hayy,,,Rion, aku pikir kamu gak bakalan datang." Sapa Shire sambil tersenyum.


Tapi sayangnya Arion terlihat tidak acuh, dia terus melangkah mendekati sisi ranjang yang lain.


"Gimana keadaan Kakek?." Tanya Arion basa basi.


"Duduklah dulu, masak kamu mau ngobrol sambil berdiri." Ujar Gibson tanpa mempedulikan raut wajah cucunya yang datar.


Dengan terpaksa Arion menarik kursi yang ada didekatnya, kemudian duduk tanpa mempedulikan Shire yang terus menatapnya.


"Keadaan kakek sudah membaik Rion, bagaimana kuliahmu?." Tanya Gibson yang memang jarang ngobrol dengan cucunya itu.


"Lancar Kek." Jawab Arion singkat.


"Kapan kamu ujian tengah semesternya?."


"Dua minggu lagi."


"Kakek harap ujiannya lancar dan kamu dapat nilai yang bagus, jangan sampai kamu mempermalukan nama AXA group." Ujar Gibson.


Arion hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkomentar apapun.


"Kakek tenang saja, Arion pasti bisa kok dapet nilai yang bagus." Ucap Shire sambil tersenyum menatap Arion dan Gibson bergantian.


"Haha,, kamu bisa saja menenangkan hati orang lain." Balas Gibson sambil tertawa pelan.


Tari pun datang mendekat sambil membawa sepiring apel yang sudah di potong-potong.

__ADS_1


"Ini Pah, makan dulu apelnya."Ujar Tari pada Papa mertuanya.


"Em, Tante, biar saya saja yang menyuapinya." Kata Shire sambil meraih piring yang dibawa oleh Tari.


"Baiklah."


Setelah itu Tari pun kembali ke sofa untuk membereskan sampah diatas meja.


"Kakek kenapa bisa sampai masuk rumah sakit?." Tanya Arion.


"Jantung kakek bermasalah, tapi selain itu karena faktor usia juga."Jawab Gibson, lalu dia menerima buah yang disodorkan oleh Shire.


" Ohhh,,,," Hanya itu yang diucapkan oleh Arion, dan setelah itu dia pun tidak bertanya lagi.


"Rionn,,, kamu udah makan siang?." Tanya Tari dari arah sofa.


"Udah Ma." Balas Arion singkat, walaupun sebenarnya dia belum makan siang karena tadi di langsung meluncur kerumah sakit usai nganter Elmira.


"Ya sudah kalau gitu, Mama pikir kamu belum makan." Ucap Tari, sebenarnya dia ingin mengajak putranya itu makan siang bareng, tapi apalah daya ternyata putranya itu sudah makan.


Arion sudah merasa jenuh ada disana, dia pun berniat untuk pergi karena dia merasa sudah cukup melihat keadaan kakeknya.


Namun baru saja hendak beranjak bangun, tiba-tiba pintu terbuka dan munculah Roger dengan mengenakan pakaian kantornya.


Melihat Papanya datang Arion hanya memasang wajah datar, lalu dia beranjak bangun hendak keluar ruangan.


"Mau kemana kamu?."Tanya Roger.


"Mau pulang, ngapain juga aku disini." Jawab Arion tak acuh.


"Kalau gitu sekalian kamu anter Shire pulang."Titah Roger.


Arion menatap Papanya dengan sengit.


"Ngapain aku harus anter dia Pa? dia juga bawa mobilkan?." Tanya Arion yang merasa sangat keberatan jika harus mengantar gadis itu pulang.


"Hari ini aku gak bawa mobil kok Rion, tadi juga aku kesini naik taxi." Shire menyela sambil tersenyum.


"Yaudah, kalau gitu kamu pulangnya naik taxi aja." Ucap Arion cuek.


"Rion,,, kamu gak boleh gitu, Shire itu gadis yang baik jadi apa salahnya kalau kamu anter dia pulang, lagipula dia itu calon tunanganmu kan?." Gibson pun ikut membujuk Arion.


"Tapi Kek,,,"


"Jangan membantah Rion, dan rendahkan nada suaramu. Apa kamu mau kalau sampai penyakit jantung kakekmu itu kambuh? lagian apa sulitnya sih cuma nganter Shire pulang?." Tanya Roger dengan nada tegas.


Tampak Shire tersenyum puas karena semua orang memihak dirinya, kecuali Tari yang semenjak tadi hanya diam di sofa memperhatikan mereka berempat.


Arion mendengus kesal karena lagi-lagi dirinya harus menuruti perintah Papa dan juga Kakeknya.


"Ck, ya udah aku anter dia pulang." Kata Arion dengan wajah yang ditekuk.


Hampir saja Shire bersorak kegirangan, tapi cepat-cepat dia menahan dirinya.


Lalu dia pun berpamitan pada Roger, Gibson dan juga Tari. Setelah itu dia mengikuti Arion keluar ruangan sambil tidak henti-hentinya mengulas senyum.


TO BE CONTINUE,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2