Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
EMPAT BELAS


__ADS_3

●●●


Elmira yang baru datang melihat Cira keluar dari dalam kamarnya,namun raut wajah Cira yang terlihat lesu itu mengusik perhatian Elmira.


"Tante mau kemana?"Tanya Elmira.


"Eh,,ini Tante mau berangkat kerja El "Jawab Cira dengan senyum yang dipaksakan.


"Em,Tante sedang ada masalah ya?"Tanya Elmira penasaran.


Sejenak Cira menghela napas pelan.


"Sebenarnya ini bukan masalah Tante aja,tapi ini adalah masalah bagi semua orang yang tinggal disini "Jawab Cira.


"Maksud Tante?"Tanya Elmira lagi yang benar-benar tidak mengerti apa maksud dari perkataan Cira barusan.


"Kamu yang sabar ya,sepertinya dalam waktu dekat tempat ini bakalan digusur El "Jawab Cira menerangkan.


Elmira membeliak kaget.


"APA,,??digusur Tan?siapa yang bilang seperti itu?"Tanya Elmira beruntun,dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika tempat ini digusur.


Kemana dia harus pindah?.


Bahkan dirinya juga belum genap sebulan tinggal disini.


"Tadi pemilik kontrakan ini yang bilang El,awalnya dia menolak tapi orang yang mau membeli tanah ini mengancam dirinya,akhirnya pemilik kontrakan ini pun menjual tanahnya .Lagian siapa sih yang berani menentang keinginan dari pemilik AXA Group?dia itukan penguasa dikota ini"Jawab Cira.


"Emang buat apa orang itu beli tanah disini Tan?"Tanya Elmira.


"Tante juga kurang tahu El,sebaiknya kita siap-siap aja kalau sewaktu-waktu tempat ini digusur "Jawab Cira.


Elmira pun mengangguk lesu.


Sedangkan Cira pamit pergi untuk berangkat kerja.


Elmira masuk kedalam kamarnya kemudian terduduk lemas,dia masih membayangkan kemana dirinya harus pergi.Dia tidak tahu dimana lagi ada tempat tinggal yang murah.


Saat hendak merebahkan dirinya dikasur lipat tiba-tiba ponsel jadulnya berdering,Elmira pun mengambil ponselnya dan melihat panggilan tersebut berasal dari ayahnya.


"Hallo Yah,,apa kabar?"Tanya Elmira begitu panggilannya tersambung.


"Kabar Ayah baik Nak,kamu sendiri gimana kabarnya?kuliahnya lancar?"


"Kabar aku baik-baik aja Yah,kuliah aku juga lancar "Jawab Elmira sendu,kini dia merindukan sosok ayahnya yang begitu menyayangi dirinya.


"Kamu kenapa Nak?kenapa suaramu terdengar sedih ?"


"Gak apa-apa kok Yah,aku cuma merindukan Ayah "Jawab Elmira.


Sejenak mereka ngobrol,sampai kemudian sambungan telfon pun terputus.


Elmira meletakkan ponsel jadulnya disembarang tempat,kemudian dia merebahkan tubuhnya yang ingin beristirahat sejenak sebelum berangkat kerja ke Cafe.


●●●


Arion yang sudah sampai dimansionnya langsung masuk kedalam setelah dia memarkirkan mobilnya digarasi.


Pelayan yang kebetulan berpapasan dengan dirinya menyapa dengan hormat,namun Arion hanya acuh tak acuh sambil terus berlalu.


Sampai diruang tengah dia berpapasan dengan mamanya yang baru datang dari arah dapur,ditangannya membawa piring yang entah apa isinya Arion tidak tahu.

__ADS_1


"Rion,,kamu sudah pulang?"Tanya Tari lembut,dia berusaha bersikap hati-hati karena dia tahu kalau putranya itu membenci dirinya.


"Mama liatkan aku udah disini,jadi itu artinya aku sudah pulang"Jawab Arion ketus tanpa menghentikan langkahnya.


Tari pun hanya bisa mengelus dada.


"Mama habis bikin puding susu kesukaanmu Rion,apa kamu gak ingin mencicipinya?"Tanya Tari.


Arion yang sudah menapaki dua anak tangga langsung menoleh dengan sengit.


"Udah berkali-kali aku bilang,mama gak usah sok peduli sama aku,aku tahu mama hanya pura-pura perhatian sama aku "Kata Arion,tanpa menunggu jawaban dari mamanya dia langsung berlari menuju kamarnya.


Mendengar perkataan anaknya,Tari hanya terduduk lemas diatas sofa.


Dia menyadari jika dirinya memang bersalah.Sewaktu Arion masih bayi,Tari tidak pernah mau mengurusnya karena dia terkena syndrom baby blues.Jadi setiap dia melihat bayinya,bawaannya selalu marah dan ingin menyakiti bayi tersebut.Bahkan dia samasekali tidak mau menyusui anaknya itu.


Sampai akhirnya Arion tumbuh dalam asuhan seorang babysitter yang kini sudah resign.


Tetapi lama kelamaan Tari menyadari jika apa yang dia lakukan itu salah,tidak seharusnya dia mengabaikan anak yang dilahirkannya itu.Namun sayangnya semua itu sudah terlambat,Arion sudah terlanjur tidak mau dekat dengan dirinya.Ditambah dengan setiap Arion dihukum oleh papanya,Tari tidak pernah bisa membela anaknya itu.Makanya Arion pun menjadi benci pada wanita yang sudah melahirkannya itu.


Didalam kamarnya Arion tidur telentang,matanya nanar menatap plafon kamarnya yang berwarna putih.


Dia kembali terbayang dengan gadis bernama Elmira tersebut,semakin dia berusaha menghapus bayangannya makin menjadi-jadi bayangan gadis itu menari dibenaknya.


"Sepertinya aku sudah gila,,"Gumam Arion seorang diri.


Tidak lama kemudian dia memejamkan mata untuk beristirahat sejenak.


●●●


Dengan wajah yang terlihat lesu Elmira datang ke Cafe tempatnya bekerja.


Kenzi yang merupakan teman satu shiftnya keheranan melihat sikap Elmira yang tidak seperti biasanya.


"Aku gak apa-apa kok kak "Jawab Elmira menyembunyikan kegelisahannya.


Tapi Kenzi bisa melihat jika juniornya itu tidak sedang baik-baik saja.


"Aku tahu kamu bohong,udah cerita aja sama aku,siapa tahu nanti bisa bantu"Desak Kenzi.


Elmira menghembuskan napasnya.


"Kayaknya bentar lagi area rusun itu bakalan digusur kak "Ucap Elmira lesu.


Kenzi mengerutkan alisnya.


"Kok bisa?emang siapa yang ngegusur?"Tanya Kenzi.


"Katanya sih dari perusahaan AXA Group kak,pemilik rusun itu diancam kalau tidak mau menjual tanahnya "Jawab Elmira "Merekakan udah ngancam kayak gitu,emang gak bisa dilaporkan ke polisi kak?"Tanyanya lagi.


Kenzi menggeleng pelan.


"Kalau udah AXA group yang bertindak,tidak ada yang berani melawan mereka El,mereka semua tidak tersentuh hukum "Ujar Kenzi "Emangnya kamu tidak pernah dengar tentang mereka?mereka sering juga kok muncul di TV "lanjutnya.


Elmira menggeleng lemah,dia benar-benar tidak tahu mengenai mereka semua.Jangankan nonton TV,benda yang berbentuk kotak itu aja dia tidak punya.


Elmira pun meminta Kenzi untuk menceritakan semua tentang AXA group,entah kenapa gadis itu merasa tertarik untuk mendengar lebih banyak tentang perusahaan yang sudah merajai dunia bisnis di negara tersebut.


Kemudian Kenzi pun menceritakan sebatas yang dia tahu,sampai akhirnya pelanggan pertama pada sore itu datang yang membuat cerita Kenzi terhenti.


Tiga orang gadis masuk kedalam Cafe,tampilan mereka yang modis membuat gampang menebaknya jika mereka berasal dari keluarga yang berada.

__ADS_1


Tetapi alangkah terkejut Elmira ketika melihat pelanggan yang datang adalah Shire dan kedua temannya.


Melihat Elmira yang berdiri menyambut mereka dengan menggunakan seragam Cafe,membuat Shire menyunggingkan senyum mengejek.


"Heh gembel ngapain kamu disini?"Tanya Shire sambil melipat tangan didepan dadanya.


Anggia dan Fani juga ikut menatap Elmira dengan tatapan merendahkan.


"Aku kerja disini,kalian kalau mau pesan silahkan duduk "Ucap Elmira berusaha untuk ramah.


"Cih,liat kamu disini membuat perutku mual,aku gak akan pernah sudi menyentuh minuman yang kamu buat "Ujar Shire.


Kenzi yang melihat sikap Shire begitu sombong ingin sekali rasanya dia menghajar gadis tersebut.


"Nona-nona sekalian,kalau tidak mau pesan tidak apa-apa,silahkan keluar dari Cafe ini daripada membuat keributan disini "Ujar Kenzi sambil berdiri disebelah Elmira.


Shire yang merasa dirinya diusir langsung menggeram marah.


"Heh,aku gak buat keributan ya,lagian aku juga memang ingin pergi,gak level aku dilayani sama pelayan seperti dia "Ujar Shire sambil menunjuk kearah Elmira yang hanya menunduk.


Kemudian dengan menghentakkan kaki dia keluar diikuti oleh kedua temannya.


"Heh,kamu emang pantes ya jadi pelayan rendahan,sekalian aja kamu melayani om-om yang kesepian,biar bayarannya lebih besar "Ucap Fani dengan sinis sebelum dia pergi.


"Heh bocah,jaga ya omongan lo,jangan sembarangan kalau bicara "Teriak Kenzi,dia tidak terima jika Elmira diperlakukan seperti itu.


Tapi sayangnya Fani tidak menghiraukan perkataan Kenzi,dia meneruskan langkahnya keluar dari Cafe.


Elmira yang mendengar perkataan Fani dan juga Shire hanya bisa menahan tangisnya.


"Maaf ya kak,gara-gara aku mereka tidak jadi belanja disini "Ucap Elmira merasa bersalah.


"Tidak apa-apa kok,bentar lagi pasti datang pelanggan yang lain "Kata Kenzi menghibur gadis imut tersebut "Tapi mereka itu siapa?"Tanyanya lagi.


"Mereka semua satu kampus sama aku kak,tapi beda fakultas "Jawab Elmira.


Kenzi pun manggut-manggut mendengarnya.


Dan benar saja,tidak lama kemudian pelanggan yang lain pun datang satu persatu membuat Cafe tersebut ramai.


Elmira dan Kenzi pun melayani semua tamu dengan semangat empat lima.


...----------------...


...----------------...


TO BE CONTINUE,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift

__ADS_1


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹


__ADS_2