
Elmira yang baru memasuki area kampus merasa sedikit heran dengan tatapan para mahasiswa lainnya.Sebagian ada yang menatapnya dengan pandangan sinis dan merendahkan,ya walaupun hal seperti itu sudah dia alami sejak pertamakali dia menginjakkan kakinya dikampus ini.Tapi pagi ini sepertinya ada yang berbeda,mereka menatapnya sambil berbisik-bisik dengan teman disebelah mereka.
Elmira yang tidak mengerti dengan situasi yang dihadapinya,hanya bisa meneruskan langkahnya menuju fakultas dengan kepala tertunduk.
"Emang bener kalau sekarang dia jadi simpanan om-om?".
"Wajar sih,diakan miskin jadi perlu uang banyak untuk biaya hidup,dan cara pintasnya ya dengan cara kayak gitu ".
"Ihhh,,,,menjijikkan ".
Sepintas Elmira menangkap pembicaraan sekelompok mahasiswi,namun dia tidak menghiraukannya karena dia tidak tahu siapa yang dimaksud oleh mereka.
Saat sudah mendekati gedung fakultas ekonomi,tiba-tiba tiga orang pria yang menjadi kakak tingkatnya datang mendekati Elmira.Mereka menghadang langkah gadis tersebut dengan tatapan mesum.
"Hay,,boleh kita kenalan?"Tanya pria yang memakai jaket hitam.
Elmira hanya menunduk sambil mundur selangkah.
"Maaf,saya mau lewat"Jawab Elmira lirih.
"Hahaha,,,"
Ketiganya tertawa terbahak sambil menatap remeh kearah Elmira yang kini merasa ketakutan.
"Heh,gak usah berlagak sok polos deh,kita disini semua sudah tahu kalau kamu itu menjadi simpanan om-om "Ucap salah satu pria yang sebelah telinganya memakai anting.
Sontak Elmira mendongak menatap kearah tiga pria didepannya,dia benar-benar terkejut dengan ucapan yang baru didengarnya itu.
"Mak,,maksud kalian?"Tanya Elmira tergagap.
"Maksud kita sudah jelas,mau menyewa tubuhmu selama semalam penuh,ya kan guys?"Ucap pria berjaket tersebut sambil melirik kedua temannya.
"Yoii,,,kamu gak usah khawatir,,kita bisa bayar tubuhmu dengan harga mahal"Ucap pria berambut pirang yang sedari tadi hanya diam.
Elmira benar-benar syok,dia tidak tahu siapa yang telah tega memfitnah dirinya.
Pria berjaket itu melangkah mendekati Elmira sambil sesekali menjilat bibirnya.Sedangkan Elmira melangkah mundur dengan ketakutan.
Dari jarak jauh tiga pasang mata menyaksikan hal tersebut sambil menyunggingkan senyum kepuasan.
"Aku gak bakalan ngebiarin dia hidup tenang dikampus ini"Gumamnya,lalu dia melangkah pergi di ikuti oleh kedua temannya.
Sedangkan Elmira kini malah tersudut didekat pot tanaman.
"A,,aku mohon,jangan ganggu aku,biarkan aku pergi "Ucap Elmira lirih.
Penghuni kampus lainnya satupun tidak ada yang menolong Elmira,walaupun mereka melihat bahwa apa yang dilakukan ketiga pria itu merupakan hal yang salah.Apalagi setelah tahu yang melakukan hal tersebut merupakan geng yang lumayan disegani di kampus Light Stars ,membuat mereka semua memilih untuk diam dan pura-pura tidak melihat.
Pria berjaket itu mengangkat tangan berniat untuk menyentuh wajah Elmira,namun entah darimana datangnya,tiba-tiba kerah jaketnya ditarik dari belakang dan sebuah pukulan mengenai rahangnya.
"Bajingan,,berani-beraninya kamu mengganggu gadis itu "
BUGHH,,,,
__ADS_1
BUGHH,,,
Tampak Arion memukul pria berjaket tersebut berkali-kali.
Melihat ketua geng mereka dipukuli,dua orang pria lainnya berniat untuk mengeroyok Arion.Namun sayangnya Felix dan Brady sudah terlebih dahulu menghadang langkah mereka berdua.
"Eiittss,,,mau kemana?mau bantu dia?hadapi kita dulu dong,masak mau main keroyokan,banci tahu gak "Ujar Brady sambil menyunggingkan senyum mengejek.
Kedua pria itupun naik pitam karena merasa dihina dan langsung menyerang Felix juga Brady.
Jadilah pagi itu ada pertarungan satu lawan satu dia area kampus,para mahasiswa pun bersorak-sorak menyemangati jagoan masing-masing.Banyak juga memvidiokan perkelahian tersebut.
Tidak butuh waktu lama bagi Felix untuk menyelesaikan perkelahian dirinya dengan pria berambut pirang yang jadi lawannya.
Kemudian disusul dengan Brady dan yang paling akhir adalah Arion.
"Sekali lagi aku liat kamu gangguin gadis ini,aku akan bikin kamu mampus ditanganku,cuihh,,"Arion mengancam pria berjaket yang kini tengah terkapar dibawah kakinya,kemudian dia meludah kearah pria tersebut lalu berjalan menghampiri Elmira.
Mahasiswa yang lainnya langsung membubarkan diri,namun ada juga beberapa teman sekelas dari ketiga pria itu membantu mereka bertiga untuk dibawa ke UKS.
"Kamu gak apa-apa?"Tanya Arion begitu sampai dihadapan Elmira yang masih berdiri dengan tampang kaget.
Elmira hanya menggeleng pelan,dia tidak menyangka jika ketiga pria tampan itu mau membela dirinya.
"Terimakasih,tapi kenapa kalian harus berkelahi?nanti kalau dipanggil Dekan gimana?"Tanya Elmira mengkhawatirkan ketiga pria tersebut.
"Kamu tenang aja,kita gak bakalan kena sanksi kok "Jawab Arion sambil tersenyum.
Felix dan Brady pun menyakinkan dengan anggukkan kepala.
"Gak apa-apa,kita semua baik -baik aja,perkelahian seperti itu tidak berarti apa-apa bagi kita "Jawab Brady.
"Yaudah yuk,kita ke kelas "Ajak Felix.
Tapi tiba-tiba datanglah Dafa dengan berlari menghampiri mereka berempat.
"Tungguu,,,hosh,,hosh "
Dafa terlihat ngos-ngosan.
"Ngapain kamu lari-lari kayak gitu?"Tanya Felix heran.
Dafa tampak mengatur napasnya sebelum menjawab.
"Aku tadi baru nyampe,terus dengar kabar kalau kalian berantem,emang ada apa sih?kalian berantem sama siapa?"Tanya Dafa beruntun.
"Sama gengnya Ben,kakak tingkat kita itu,tadi mereka bertiga gangguin Elmira "Jawab Felix.
"Wahh,,tuh orang emang pantas digebuk,tapi sayangnya aku gak ikut "Dafa tampak menyesal karena tidak ikut menghajar orang yang sudah mengganggu Elmira.
"Guys,,sepertinya ada yang mengupload vidio perkelahian kita yang tadi "Ujar Brady sambil mengotak-atik ponselnya.
"Udah biarin aja,lagian mereka juga gak bisa berbuat banyak pada kita "Ucap Arion tak acuh.
__ADS_1
"Tapi masalahnya banyak yang ngehujat Elmira dengan kata-kata yang tidak baik,mereka bilang kalau Elmira itu simpanan om-om "Kata Brady tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
Plakkk,,,,
Arion menggampar kepala Brady dengan kesal.
"Kamu kalau bicara jangan yang aneh-aneh Brad"Kata Arion dengan tatapan tajam.
"Nih,baca kalau gak percaya"Balas Brady sengit sambil mengusap kepalanya yang kena gampar.
Arion,Felix dan Dafa pun membaca komentar diponsel milik Brady,entah kenapa seakan-akan mereka lupa jika memiliki ponsel masing-masing.
Sedangkan Elmira yang mendengar perkataan Brady hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Wahh bener-bener keterlaluan nih "Ujar Felix kesal.
Sedangkan Arion hanya bisa mengepalkan tangannya karena geram.Walaupun dia baru kenal dengan Elmira,namun hatinya sangat menyakini jika Elmira bukanlah gadis seperti itu.
"Brad,kamu urus semuanya itu "Ucap Arion memberi perintah.Karena diantara mereka Bradylah yang paling ahli menangani hal seperti itu.
"Baiklah,kalian hanya tinggal tunggu hasilnya aja,biar aku yang urus semuanya "Ujar Brady sambil menerima kembali ponselnya dari tangan Arion "Kalau gitu aku pergi dulu ya.El,kamu tenang aja ya,aku akan selesaikan masalah ini"Lanjutnya lagi sebelum pergi.
"Terimakasih Brad "Balas Elmira.
Setelah Brady pergi,Dafa pun juga ikutan pergi karena sebentar lagi dia ada kelas.
Sedangkan Arion,Felix dan Elmira sama-sama pergi menuju gedung fakultas ekonomi.
Shire dan Anggia yang melihat Elmira masih saja dibela oleh keempat pria tampan itu merasa sangat kesal.
"Ck,,kenapa mereka gak pada ilfil sih sama tuh gembel,malah mereka bela-belain berantem sama Ben.Apa menariknya sih tuh gembel?"Gerutu Shire sambil mengepalkan tangannya.
"Gembel itu nawarin tubuhnya kali sama mereka berempat "Anggia asal jawab.
Sontak Shire mendelik kearah temannya itu.
"Heh Anggia,kalau ngomong tuh jangan sembarangan,kamu pikir Arionku itu pria murahan "Ujar Shire dengan tajam,dia benar-benar tidak suka jika ada yang menghina pria idamannya.
Anggia yang sadar bahwa dia salah bicara cepat-cepat minta maaf,namun Shire hanya mendengus kesal sambil berlalu pergi.
TO BE CONTINUE,,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹