Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
DUA PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Selesai berkeliling museum, Arion mengajak Elmira untuk mampir ke kebun binatang.


Mereka berkeliling disana sampai menjelang waktu makan siang, Elmira yang begitu antusias sampai tidak merasakan lapar maupun lelah. Dan Arion senantiasa mengikuti kemana pun gadis itu melangkah, hatinya ikut bahagia ketika melihat senyum yang selalu menghiasi wajah Elmira.


"Apa kamu senang?" Tanya Arion, kini mereka tengah melihat burung merak yang sedang mengembangkan ekornya.


"Iya, aku seneng banget " Jawab Elmira sambil menatap pria yang berdiri disebelahnya "Makasih ya, berkat kamu beberapa keinginanku di waktu kecil jadi terwujud" Lanjutnya.


"Sama-sama, aku jadi ikutan seneng" Ujar Arion sambil menautkan jarinya ketangan Elmira.


Lalu mereka berdua kembali melanjutkan langkah untuk mengelilingi kebun binatang.


Sampai akhirnya jam makan siang pun tiba dan Arion mengajak Elmira untuk mengisi perut. Kebetulan juga ditempat wisata itu terdapat banyak penjual makanan.


Mereka pun memilih tempat makan lesehan agar suasananya lebih santai.


"Kamu mau pesan apa?" Tanya Arion sambil melihat buku menu.


"Emm,,,samain aja kayak kamu" Jawab Elmira.


Sejenak Arion berpikir.


"Baiklah, kalau gitu saya pesan dua paket ayam bakar sama es kelapa muda ya Mbak" Ujar Arion pada pelayan yang berdiri disebelahnya.


Pelayan itu tidak segera meresponnya, dia malah menatap Arion dengan lekat. Sepertinya pelayan itu terpesona dengan ketampanan yang di miliki oleh Arion.


"Mbak,,helloww,,," Arion melambaikan tangannya di depan wajah pelayan tersebut.


"Hah,,,eh iya,, mau pesan apa?" Tanya pelayan tersebut dengan tersipu malu.


Lalu Arion pun menyebut ulang makanan yang dia pesan.


"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar ya" Ucapnya dengan nada yang dibuat-buat.


Arion pun hanya melengos tak acuh.


Sedangkan Elmira hanya menunduk sambil meremas tangannya.


"Kamu kenapa?" Tanya Arion saat melihat gadis dihadapannya hanya diam.


"Gak apa-apa kok "Jawab Elmira sambil mengangkat pandangannya.


Arion mengangkat tangannya dan mengelus kepala Elmira sambil tersenyum.


Gadis itupun menikmati elusan tangan Arion.


"Kalau di elus-elus kayak gini, kok aku jadi ngerasa kayak kucing ya?" Ujar Elmira mencoba menyembunyikan fakta bahwa dirinya senang dengan perlakuan Arion.


Arion pun terkekeh.


"Emang kucinga aja yang di elus-elus? lagian siapa suruh kamu jadi imut kayak gini" Ucap Arion lalu menarik tangannya kembali.


Elmira pun hanya tersipu malu mendengarkan perkataan Arion.


Tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang, lalu Arion dan Elmira pun makan siang bersama.


****


Sekitar pukul tiga sore, Arion dan Elmira melanjutkan jalan-jalannya ke pantai.


Ini juga merupaka keinginan dari Elmira sendiri yang katanya sejak kecil tidak pernah melihat pantai.


Arion memarkirkan mobilnya diparkiran yang ada diarea pantai, beruntung cuaca hari ini tidak terlalu panas.


Begitu melihat ombak Elmira tampak kegirangan, bahkan dia berlari duluan menghampiri bibir pantai.


"El, tunggu" Seru Arion sambil lari menyusul Elmira.


Namun gadis tersebut seolah tidak mendengarnya, karena dia sudah asyik bermain air.


Akhirnya Arion pun ikut meniru aksi Elmira, ketika ombak surut mereka berjalan agak ke tengah, tapi begitu ombak datang mereka berlarian menuju ke tepi pantai sambil tertawa. Begitulah sampai berulangkali, keduanya tampak tertawa lepas seolah-olah tidak ada beban.

__ADS_1


Kini yang mereka rasakan hanya bahagia, namun mereka juga tidak tahu sampai kapan kebahagiaan itu akan bertahan.


Lelah bermain ombak mereka berdua pun beristirahat ditepi pantai, kebetulan ada pohon besar yang cocok dijadikan tempat berteduh.


Lalu mereka memilih untuk duduk diatas batu karang yang datar.


Arion membuka kantong kresek yang berisi minuman dan juga camilan, yang tadi sempat dia beli sewaktu diperjalanan menuju pantai.


Arion membuka tutup air mineral kemudian menyerahkannya pada Elmira.


"Terimakasih " Ucap gadis tersebut sambil tersenyum lalu meneguknya karena dia memang sedang haus.


"Ini ada camilan juga" Ujar Arion sambil menyodorkan snack yang bungkusnya sudah terbuka.


Lagi-lagi Elmira tersenyum simpul melihat perhatian Arion pada dirinya.


Lalu mereka berdua pun menikmati pemandangan dipantai tersebut.


"El, kalau aku bilang aku cinta dan sayang sama kamu, kamu percaya gak?" Tanya Arion tiba-tiba.


Sontak Elmira menoleh kearah Arion dengan heran.


"Memangnya kenapa? kok kamu nanya kayak gitu?" Elmira balik bertanya.


"Em, pengen tahu aja sih"


"Entahlah"


"Kok entahlah?" Protes Arion.


"Aku gak mau terlalu berharap sama kamu"Jawab Elmira apa adanya.


Arion menggeser posisi duduknya yang kini menyamping agar bisa melihat Elmira dengan leluasa.


Arion merasa mungkin ini waktu yang tepat.


"Tapi aku bersungguh-sungguh dengan perasaanku El, aku ingin kamu jadi pacarku bukan hanya sekedar teman maupun sahabat" Ujar Arion dengan raut wajah bersungguh-sungguh, dia sudah yakin dengan hatinya yang memilih Elmira untuk jadi kekasihnya.


Kemudian dia mengalihkan pandangannya.


Terjadi perang batin didalam hatinya, banyak hal yang dia pertimbangkan dan salah satunya adalah status sosialnya. Dia juga sudah tahu jika Arion adalah putra dari pemilik AXA gruop, putra dari seorang konglomerat yang sangat disegani dinegeri ini.


Lalu apakah dirinya pantas jika menjalin hubungan dengan Arion.


"Tapi aku malu Rion, kamu tahu,,,,"


"Stttt,,,,sudah kubilangkan, jangan merasa minder dengan keadaanmu, aku tidak peduli dengan status sosial atau apapun itu. Yang menjalani itu adalah kita berdua, bukan orang lain" Arion memotong ucapan Elmira, karena dia tahu kemana arah pembicaraan gadis tersebut.


Setelah beberapa saat Arion meyakinkan Elmira, akhirnya gadis itupun luluh.


"Baiklah, aku mau jadi pacar kamu" Ucap Elmira sambil tertunduk menahan rasa malu.


Sedangkan Arion tersenyum lebar sambil menghembuskan napas lega.


"Jadi mulai sekarang kita pacarankan?"


Elmira pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Makasih ya udah mau nerima aku" Ujar Arion sambil membelai rambut Elmira.


"Aku yang seharusnya berterimakasih sama kamu, karena udah mau nerima gadis kayak aku yang,,,,"


"Tuhkan, mulai lagi" Protes Arion.


Elmira pun langsung nyengir.


Lalu Arion mengubah posisi duduknya yang kini merapat ke samping Elmira, lalu mereka sama-sama menatap lurus ke arah lautan.


"Kamu mau lihat matahari tenggelam?" Tanya Arion.


Elmira menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kapan-kapan aja, hari ini aku harus kerja" Jawab Elmira.


Arion melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul empat lebih seperempat.


"Kalau gitu kita pulang aja yuk, biar kamu dapet istirahat sebentar sebelum kerja" Ujar Arion.


Elmira pun mengangguk setuju, lalu setelah membereskan kulit snack dan memasukkanya ketempat sampah.


Kemudian mereka berdua pun meninggalkan pantai tersebut sambil bergandengan tangan dengan raut wajah yang bahagia.


***


Bugatti yang dikendarai Arion akhirnya sampai di depan gang tempat tinggal Elmira. Itu artinya kebersamaan mereka untuk hari ini telah berakhir.


"Yahh,,,jalan-jalannya selesai" Ujar Arion dengan nada tidak rela.


"Kapan-kapankan kita bisa jalan-jalan lagi" Ucap Elmira sambil membuka seatbeltnya, tapi sayangnya tidak mau terlepas.


Melihat kekasihnya yang kesusahan membuka seatbelt, Arion mencondongkan tubuhnya untuk membantu.


"Sini biar aku bantu"


Otomatis jarak mereka menjadi dekat, detak jantung mereka berdua pun tidak terkendali.


Begitu Arion berhasil melepaskan bukannya dia kembali membenarkan posisi duduknya, malah sebaliknya dia menatap lekat wajah Elmira.


Gadis itu pun mendadak gugup, sedangkan pandangan Arion yang semula menatap mata kini pandangannya semakin turun.


Bibir Elmira yang tipis dan berwarna merah alami membuat Arion ingin mencicipinya.


Cupp,,,


Entah sadar atau tidak Arion telah mengecup bibir tersebut, hal itu membuat tubuh Elmira membeku. Gadis itu benar-benar kaget sampai tidak mampu berkata-kata.


Merasa tidak ada penolakan, Arion melanjutkan aksinya dengan cara mengulangi ciuman tersebut. Namun kali ini sedikit lebih lama dan dalam.


***


Elmira yang kini tengah berada dikamarnya duduk mematung, pikirannya masih belum jernih akibat ciuman yang tadi. Selain itu dia tidak menyangka jika dirinya sudah resmi menjadi kekasih Arion.


"Ya Tuhan,,,kenapa jantungku masih berdebar-debar, padahal orangnya udah gak ada dihadapanku" Gumam Elmira sambil merebahkan badannya dikasur lipat.


Dia berusaha mengusir bayangan wajah kekasihnya, namun bukannya menghilang malah semakin jelas menari-nari dibenaknya.


Akhirnya untuk menyegarkan pikiran Elmira memilih untuk mandi, sambil membawa handuk dan peralatan mandi dia keluar dari kamarnya.


Suasana kontrakan agak sepi, Elmira tidak tahu kemana para penghuninya pergi. Selain itu selama dia tinggal disini dirinya tidak begitu akrab dengan penghuni lainnya.


Selesai mandi Elmira merasa lebih segar, lalu sambil menunggu jam kerjanya tiba dia beristirahat sejenak sambil membaca modul kuliah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2