Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
SEMBILAN


__ADS_3

Pagi ini Arion berangkat ke kampus seperti biasa,walaupun punggungnya masih terasa perih dia mencoba untuk tidak mempedulikannya.


Begitu dia membuka pintu kamar dan hendak keluar,Arion melihat sang mama berdiri didepan pintu seperti menunggu dirinya.


"Rion,,kamu sarapan dulu ya,kan dari semalam perut kamu kosong "Ucap Tari sambil menatap putranya.


Namun Arion hanya melengos tanpa menjawab kemudian berlalu pergi.


Lagi-lagi Tari hanya bisa menghela napas untuk meredakan kesedihannya.


●●●


Sampai dikampus Arion langsung menuju kantin,dia sudah mengabari ketiga sahabatnya kalau dia sudah berada disana.


Tidak lama kemudian Dafa dan Brady pun datang,mereka datang bersamaan kemudian duduk didepan Arion.


"Felix belum datang?"Tanya Brady sambil membenarkan letak kacamatanya.


Arion pun hanya menggeleng karena mulutnya masih mengunyah bubur ayam.


"Kok tumben kamu sarapan dikantin?"Tanya Dafa sambil menatap Arion yang sedang sibuk menghabiskan buburnya.


"Daf,pesenin aku bubur lagi semangkok"Bukannya menjawab, Arion malah menyuruh Dafa membelikan semangkuk bubur lagi sambil mengulurkan selembar uang.


"Aku nitip teh manis anget ya Daf,pake uang Arion aja "Sambung Brady sambil nyengir.


Dafa pun mengancungkan jempolnya sambil berlalu pergi.


Tidak lama kemudian Felix pun muncul dikantin sambil celingukan,namun dia langsung mengulas senyum saat melihat Brady melambaikan tangannya.


"Pagi guys,,,"Sapa Felix sambil menepuk punggung Arion.


"Ackhh,,,sialann,,,sakit Fel "Arion meringis sambil menggeliat,sebab dia kembali merasakan perih dipunggungnya karena kebetulan Felix menepuknya tepat dibekas cambukan gespernya Roger.


"Owhh,,,sorry,,sorry ,,Rion,,tapi perasaan aku nepuknya gak keras-keras amat kok "Ujar Felix merasa heran.


"Ada apa ini?"Tanya Dafa yang baru datang sambil membawa sebuah nampan yang berisi semangkuk bubur,dua gelas teh manis dan sepiring kentang goreng.


"Gak apa-apa,aku cuma nepuk punggung Arion sedikit tapi reaksinya kesakitan banget "Jawab Felix sambil duduk disebelah Arion.Lalu tanpa basa basi dia menyambar segelas teh anget.


"Heh,itu punyaku Fel,main ambil aja "Protes Dafa.


"Bagi dikit kenapa sih"Gerutu Felix sambil menyodorkan kembali teh milik Dafa yang kini tinggal setengah.


Sedangkan Arion kini melanjutkan menyantap bubur di mangkok yang kedua,semalaman perutnya kosong jadi kini porsi sarapannya menjadi dua kali lipat.


"Rion,aku serius nanya,sebenarnya punggung kamu kenapa?"Tanya Felix yang masih penasaran.


Dafa dan Brady pun ikut menyimak.


"Gara-gara bolos kemarin aku dihukum,punggungku dicambuk "Jawab Arion acuh tak acuh,dia terus menyuapkan bubur ayam kedalam mulutnya.

__ADS_1


Ketiga sahabatnya saling pandang,mereka tidak menyangka jika Arion mendapat hukuman separah itu hanya karena perkara bolos kuliah.


"Kalau gitu sebaiknya kamu jangan bolos lagi Rion,kita gak pengen liat kamu dihukum sama papa kamu"Ujar Dafa sambil menatap Arion dengan iba.


Diantara mereka berempat papa Arionlah yang paling keras dalam mendidik putranya,sedangkan orang tua mereka bertiga cendrung acuh tak acuh.


Apalagi orangtua Felix yang selalu sibuk dengan urusan bisnisnya.Sedangkan orangtua Brady selain acuh tak acuh,mama papanya memang tidak pernah akur.Disini hanya orangtua Dafalah yang masih mendingan,sedikit tidaknya Dafa masih mendapat perhatian dari mamanya.


"Entahlah,mungkin aku akan terus memberontak,aku juga stress jika ditekan terus menerus untuk menjadi sempurna dan tangguh,lagian aku juga sebenarnya tidak berminat untuk terjun kedunia bisnis seperti papa,tapi papa dan pria tua itu selalu menyuruhku untuk bersiap mengambil alih perusahaan yang dibanggakanya itu"Ucap Arion sambil mengelap bibirnya dengan tisu.


Mereka bertiga tidak mengatakan apapun lagi,mereka tahu benar jika selama ini Arion benar-benar tertekan karena selalu dituntut oleh papanya.Mereka tahu jika Arion sangat berminat dengan musik dan juga fotografer,namun sayangnya papa Arion menentang minat tersebut.


Tidak lama kemudian,keempatnya pun bubar karena mata kuliah pertama mereka akan segera berlangsung.


Hanya Arion dan Felix yang berjalan beriringan karena kelas mereka sama,sedangkan Dafa dan Brady memisahkan diri menuju fakultas mereka masing-masing.


●●●


Saat hendak masuk kegedung Fakultas,Arion melihat seseorang dengan model rambut berbeda dari hari kemarinnya.


"Rion,bukannya itu cewek yang sekelompok sama kamu?kok model rambutnya beda?jangan-jangan dia memperbaiki penampilannya untuk mencari perhatian kamu lagi "Ujar Felix sambil menatap Elmira yang sedang berjalan sambil menunduk.


"Aku gak peduli,mau penampilannya kayak apapun aku gak bakalan tertarik sama modelan kayak dia "Ucap Arion sinis sambil melangkah masuk kedalam kelas.


"Gak boleh ngomong gitu Rion,ntar kamu jatuh cinta sama dia baru tahu rasa "Kata Felix sambil tersenyum jahil,kemudian duduk disebelah Arion.


Bukkk,,,,


"Kalau ngomong jangan sembarangan Fel "Ucap Arion kesal.


Sedangkan Felix hanya meringis sambil mengusap kepalanya yang habis kena gebuk.


Lima menit kemudian dosen yang mengisi mata kuliah pun datang.


Seperti biasa Emira akan duduk dipojok sendirian,namun kini ada yang berubah dalam penampilannya yaitu rambutnya yang model bob pendek membuat dirinya terlihat cantik dan manis.Tapi tetap saja mahasiswa lainnya menatap tidak suka kearah dirinya,yang awalnya benci kini semakin membenci dirinya.


Selama dosen menerangkan materi,sesekali Elmira menoleh kearah Arion.Dalam hatinya dia bingung untuk mengajak pria tersebut membuat tugas,belum lagi jika teringat dengan ancaman yang dilontarkan oleh Shire.Hal itu membuat Elmira menjadi serba salah.


Ketika dosen mengakhiri materinya suasana kelas pun menjadi gaduh,mereka berbondong-bondong meninggalkan kelas.


Ada beberapa mahasiswi yang menghampiri tempat duduk Arion,sekedar untuk mengajak pria tampan tersebut pergi ke kantin.Namun Arion malah bersikap acuh tak acuh yang membuat mahasiswi tersebut harus menahan rasa malu.


Elmira yang masih sibuk mencatat dibukunya tidak menyadari jika seseorang mendekatinya.


"Heh,aku mau bicara"


Arion berdiri dihadapan Elmira.


Gadis itu pun mendongak menatap Arion,namun dalam sekejap dia langsung menunduk.


"Mau,,mau bicara apa?"Tanya Elmira masih dalam posisi tertunduk.

__ADS_1


"Aku cuma mau bilang,kita memang satu kelompok,tapi yang buat tugasnya kamu sendiri"Ucap Arion datar.


"Aku sudah buat drafnya dengan tulis tangan,kamu tinggal menyalinnya menjadi powerpoint "Kata Elmira pelan.Dia benar-benar tidak berani menatap Arion.


"Enak aja,kamu sendiri yang buat semua tugasnya sampai selesai "Ucap Arion dengan seenaknya,kemudian berlalu pergi dengan dikuti oleh Felix.


"Tapi aku tidak punya laptop "


Perkataan Elmira menghentikan langkah kedua pria itu,Arion tampak menghela napas kesal sambil menatap Felix yang hanya mengangkat bahunya.Felix tidak mau ikut campur karena dia beda kelompok dengan Arion.


Arion pun menoleh kearah Elmira.


"Ya udah cepetan ikut aku"Ucap Arion galak.


Buru-buru Elmira memasukkan semua bukunya kedalam tas,kemudian bergegas menyusul Arion yang sudah berjalan keluar kelas.


Elmira mengikuti langkah Arion dari jarak beberapa meter,beberapa mahasiwi terlihat mencibir kearahnya saat melihat Elmira yang mengikuti Arion.


Sampai dikantin Arion duduk dimeja bersama Felix,sedangkan Elmira tampak kebingungan melihat seluruh area kantin.Selama ini sekalipun dia tidak pernah pergi ke kantin,Elmira benar-benar mengirit pengeluarannya.


Elmira pun memilih untuk duduk dibelakang Arion,tapi dia tidak memesan apapun dan menunggu perintah selanjutnya dari Arion.Beruntung saja suasana kantin agak sepi sehingga Elmira tidak terlalu canggung berada disana.


Arion mengerutkan alisnya saat melihat Elmira duduk dimeja terpisah.


"Woyy,,ngapain kamu duduk disitu?"Tanya Arion galak.


"Katanya mau buat tugas"Jawab Elmira seadanya.


"Iya emang mau buat tugas,makanya kamu duduk disini"Ucap Arion sambil menunjuk kursi di depannya.


Elmira pun hanya mengangguk patuh,kemudian pindah duduk dihadapan Arion dan juga Felix.


Para gadis yang kebetulan melihat hal tersebut dibuat kepanasan,mereka pun berbisik-bisik satu sama lain menggosipkan kedekatan Elmira dan juga Arion.


Elmira pun hanya bisa pasrah karena dirinya terus-terusan dijadikan bahan gosip,untuk sejenak dia berusaha melupakan ancaman dari Shire yang ditujukan pada dirinya.


TO BE CONTINUE,,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift

__ADS_1


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹


__ADS_2