
Sudah dua minggu Elmira berada di rumah sakit, dan kini keadaanya pun mulai membaik.
Selama dua minggu itu juga Arion dengan sabar merawat Elmira, bahkan dia juga sampai mengabaikan kuliahnya.
Roger yang mengetahui hal tersebut bertambah geram, namun dia tidak bisa berbuat banyak karena dia juga khawatir jika Arion benar-benar keluar dari mansion. Jika itu terjadi dan publik tahu bisa hancur reputasi yang selama ini dibangunnya.
Seperti rencana awal yaitu Tari ingin membawa Elmira pulang ke mansion. Dia juga sudah membicarakan hal tersebut pada Arion.
Awalnya Arion merasa heran kenapa Mamanya ingin membawa gadis tersebut ke mansion, yang pasti jika Papanya mengetahui maka pria itu akan marah besar. Namun Tari hanya mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Maka di hari sabtu ini ketika Dokter sudah memperbolehkan Elmira pulang, Tari dan Arion mengurus kepulangan gadis tersebut.
Awalnya Elmira pun merasa heran kenapa dirinya mau dibawa ke mansion milik keluarga Arion, tapi Tari beralasan agar ada yang merawat dirinya.
"Ayahku kemana Tan?." Tanya Elmira yang tidak melihat kehadiran Ayahnya.
"Ayahmu lagi ada urusan El, nanti dia akan menyusulmu ke mansion."Jawab Tari sambil tersenyum.
"Tapi kenapa bisa Tante kenal dengan Ayahku?." Elmira merasa penasaran karena selama ini Ayahnya tidak pernah bercerita apapun, apalagi beberapa waktu yang lalu Ayahnya itu menyuruh dirinya untuk menjauhi keluarga dari pemilik AXA Group.
"Ceritanya panjang El, nanti saja Tante ceritakan ya." Kata Tari yang merasa tidak perlu menceritakan apapun saat ini "Sekarang kita siap-siap pulang ya." Lanjutnya.
Elmira pun tidak bertanya lagi, selain itu dia merasa sangat senang karena bisa keluar dari rumah sakit. Selama dua minggu ini dia merasa jenuh berada disana, tidak melakukan hal apapun dan hanya bisa tiduran.
Tidak lama kemudian Arion pun datang setelah dia selesai mengurus semua administrasinya. Seorang perawat mengikuti di belakangnya sambil mendorong sebuah kursi roda.
"Ayo El, kita pulang sekarang." Ucap Arion sambil menghampiri ranjang pasien.
Lalu Elmira pun pindah ke kursi roda dengan dibantu oleh Arion.
Setelah itu mereka pun meninggalkan ruang perawatan tersebut dan berlalu menuju tempat parkir, disana Pak Tio sopirnya Tari telah menunggu dan siap mengantar mereka bertiga pulang ke mansion.
***
Pukul dua sore, mobil yang dikemudikan oleh Pak Tio berhenti di depan mansion, dengan sigap Arion membuka pintu mobil lalu kembali membantu Elmira turun dan mendudukkannya di kursi roda.
Lalu Arion mendorong kursi roda tersebut menuju kedalam mansion dan Tari mengiringi dari belakang. Sedangkan Pak Tio mengeluarkan semua barang yang ada didalam mobil dengan dibantu oleh seorang pelayan.
"Nah El, sementara kamu tinggal disini sampai keadaanmu pulih ya." Kata Tari begitu mereka bertiga mulai masuk kedalam mansion.
Para pelayan yang melihat kehadiran seorang gadis asing membuat mereka bertanya-tanya dalam hatinya.
"Terima kasih Tante, Tante pasti menjadi repot gara-gara aku." Ucap Elmira merasa tidak enak hati.
"Jangan bilang seperti itu, Tante senang kalau kamu tinggal di sini." Tari tersenyum dengan tulus.
Lalu Arion menghentikan kursi rodanya di ruang tamu.
__ADS_1
"Kamu mau langsung istirahat? kamar untukmu sudah disiapkan." Tanya Arion.
"Aku mau disini dulu Rion, bosen diatas tempat tidur terus." Jawab Elmira.
Lalu mereka berdua pun duduk bersama di ruang tamu sedangkan Tari masuk kedalam kamar tidur utama.
Di saat Arion dan Elmira tengah asyik ngobrol tiba-tiba terdengar sebuah suara yang mengejutkan mereka berdua.
"Rion, siapa dia?."
Serentak keduanya menoleh kearah asal suara, dan tampak Kakek Gibson datang dengan memakai kursi roda. Pria tua tersebut memicingkan matanya menatap ke arah Elmira.
"Se,, selamat sore Kakek." Sapa Elmira dengan gugup. Sedangkan Arion hanya diam dan mengabaikan pertanyaan Kakeknya.
Gibson mengabaikan sapaan Elmira, perlahan dia mendekat tanpa melepaskan tatapannya pada gadis tersebut.
"Bel,,,Bella,,,tidak,,ini tidak mungkin." Gumam Gibson dengan bibir bergetar, sangat jelas terlukis kekagetan diwajahnya yang sudah keriput itu.
Arion dan Elmira hanya saling pandang mendengar gumaman Kakek Gibson yang sangat jelas terdengar ditelinga mereka berdua.
"Maaf Kek, nama saya Elmira." Ucap Elmira dengan setenang mungkin.
"Si,,siapa gadis ini Rion? kenapa dia bisa ada disini? siapa yang telah mengijinkan gadis asing ini datang kesini?." Tanya Kakek Gibson dengan nada tajam sambil menatap cucunya.
"Saya yang membawanya kesini."
"Dia akan berada disini selama pemulihan." Lanjutnya.
Tari melihat bahwa Ayah mertuanya tampak sangat terkejut dengan kehadiran Elmira, bagaimana tidak? sebab wajah gadis tersebut sangat mirip dengan mendiang istri Gibson sewaktu remaja.
Dan Tari tersenyum puas dalam hatinya, apapun yang terjadi hari ini dia akan membongkar semua rahasia yang selama ini di simpan rapat oleh suami dan Ayah mertuanya tersebut.
Gibson terus menatap wajah Elmira dengan raut wajah yang sulit untuk dijelaskan.
Gibson bertanya-tanya dalam hatinya, kenapa gadis yang kini duduk di hadapannya itu sangat mirip dengan mendiang istrinya, bak pinang dibelah dua.
Dalam hatinya terbersit sebuah dugaan, namun dengan segera dia menepisnya. Mengingat apa yang telah terjadi duapuluh tahun silam, dugaannya itu tidak mungkin benar.
"Punya hak apa kamu di rumah ini? sampai berani membawa orang asing masuk kedalam rumah ini." Tanya Gibson dengan tatapan nyalang ke arah menantunya.
"Sampai saat ini saya adalah menantu dirumah ini, jadi sedikit tidaknya saya punya hak untuk melakukan sesuatu." Jawab Tari dengan tegas tanpa ada rasa takut sedikitpun.
Arion terhenyak melihat sikap Mamanya yang tiba-tiba begitu berani, karena biasanya wanita tersebut hanya bisa diam dan pasrah.
"Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan dengan membawa gadis asing itu kesini? jangan lupa, Arion sudah mempunyai calon tunangan, jadi kamu jangan menjodoh-jodohkannya lagi dengan gadis lain." Kata Gibson tajam.
"Kakek, aku sudah berulangkali bilang kalau aku tidak mau di jodohkan, aku hanya mencintai Elmira." Bantah Arion sambil melirik Elmira yang sedari tadi hanya terdiam dengan raut wajah bingung dan terlihat dia begitu gelisah.
__ADS_1
Gibson berdecih mendengar perkataan cucunya.
"Jadi gadis ini yang membuat kamu menolak perjodohanmu dengan putrinya Danish? apa kamu tidak bisa memilih pasangan yang pantas untuk dijadikan calon istri?."
Arion yang sudah begitu geram hendak menjawab perkataan kakeknya, namun dia urungkan saat melihat Papanya datang dengan raut wajah datar.
"Ada apa ini? dan kenapa gadis ini bisa ada disini?." Tanya Roger sambil menatap satu persatu wajah semua orang yang ada di ruangan tersebut.
Ketika tatapannya bertemu dengan Elmira dia langsung memalingkan wajahnya, ada sedikit perasaan yang mengganjal didalam hatinya setiap Roger melihat wajah gadis tersebut.
"Aku yang membawanya kesini." Tari menjawab sambil maju selangkah mendekati suaminya.
Diruangan itu kini hanya ada mereka berlima, sedangkan semua pelayan sudah menjauh dan ada yang melakukan tugas mereka masing-masing, seandainya terjadi pertengkaran mereka tidak ingin terkena imbasnya.
"Apa kamu sudah tidak menghormati suamimu lagi? sampai kamu membuat keputusan sendiri tanpa meminta pendapatku terlebih dahulu?." Tanya Roger sambil menatap tajam kearah istrinya, begitu kentara jika dia sedang menahan amarah.
Bukannya takut dengan reaksi sang suami, Tari malah menyunggingkan senyum sinisnya.
"Menghormatimu? apakah pria sepertimu pantas untuk di hormati?." Tari balik bertanya.
Wajah Roger memerah melihat sikap istrinya yang tidak seperti biasanya.
"Apa kamu mulai berani sekarang melawanku?."
"Iya, karena aku akan membongkar rahasia besar yang kamu simpan selama ini dan aku sangat yakin begitu Arion mendengarnya dia pasti akan membencimu." Kata Tari dengan nada penuh ancaman.
"Apa maksudmu Tari? jangan berteka-teki." Wajah Roger menjadi pias, begitu juga dengan wajah Gibson tapi tidak ada yang menyadarinya.
Tari tidak menghiraukan pertanyaan suaminya, tapi kini perhatiannya beralih ke arah Arion dan juga Elmira. Dia menyiapkan hati untuk melihat putranya itu terluka, tapi ini demi kebaikan semua orang terutama untuk kedua anaknya.
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹
__ADS_1