Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
EMPATPULUH SEMBILAN


__ADS_3

Mereka bertiga yaitu Tari, Arion dan Elmira telah selesai makan siang. Selama itu pula diam-diam Tari terus memperhatikan gadis yang duduk disebelah Arion.


Firasatnya terus mengatakan jika ada sesuatu yang tidak beres, dan dia berniat untuk menyelidikinya.


"Ma, kita balik sekarang ya, biar Elmira bisa beristirahat lebih lama, soalnya ntar sore dia harus kerja." Kata Arion.


"Ohh,,,baiklah, kita pergi sekarang."


Tari pun beranjak bangun, lalu dia pun berjalan menuju kasir diikuti oleh keduanya.


Sampai di meja kasir mereka disambut oleh penjaga kasir dengan ramah, lalu Tari pun menyodorkan kartu kreditnya.


Sesaat kemudian kartu tersebut dikembalikan.


"Maaf Nyonya, kartunya tidak bisa dipakai." Ujar penjaga kasir.


Tari tampak kaget, kemudian menyodorkan kartu lagi satunya tapi masih juga ditolak.


"Coba pakai punyaku Ma." Kata Arion sambil membuka dompetnya, lalu menyerahkan kartu kreditnya.


"Maaf, kartu milik Tuan juga ditolak." Kata penjaga kasir.


Arion dan Mamanya saling pandang, mereka yakin kalau ini pasti ulah Roger. Tapi apa alasannya dia memblokir semua kartu milik mereka berdua? itulah pertanyaan yang muncul dibenak mereka berdua.


Akhirnya Tari pun membayar menggunakan uang cash, untung uang di dompetnya cukup untuk membayar makanan yang mereka pesan.


Elmira yang melihat hal tersebut hanya bisa diam menyimak, walau dalam hatinya dia merasa sedikit tidak enak.


Selesai urusan membayar mereka bertiga pun keluar restoran menuju tempat parkir.


"Kapan-kapan kita bertemu lagi ya, Tante senang bisa mengenal kamu." Ujar Tari pada Elmira.


"Saya juga senang bisa bertemu dengan Tante hari ini, dan terimakasih untuk makan siangnya." Ucap Elmira sambil tersenyum.


"Em,, boleh Tante peluk kamu?." Tanya Tari dengan wajah penuh harap.


Elmira pun menganggukkan kepalanya.


"Boleh Tante."


Lalu Tari pun langsung memeluknya dengan erat.


Apa ini? kenapa pelukan Tante Tari sangat nyaman? mungkin seperti ini rasanya pelukan seorang Ibu. Batin Elmira.


Setelah merasa cukup Tari pun mengurai pelukannya.


"Ya sudah, kalian berdua hati-hati pulangnya."


Lalu mereka pun bertiga pun berpisah diparkiran restoran.


Arion mengemudikan mobilnya menuju tempat Elmira ngekos.


"Gimana? Mama aku baikkan?." Tanya Arion sambil melirik kekasihnya.


"Iya Rion, beruntung ya kamu punya Ibu sebaik Tante Tari." Jawab Elmira sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Untuk hari ini gadis itu melupakan larangan Ayahnya yang menyuruh dirinya untuk menjauhi semua orang yang terhubung dengan AXA grup.


****


Sampai di mansion Tari bergegas masuk kedalam kamarnya dan dia ingin memastikan sesuatu.


Sampai dikamar tidur utama dia meletakkan tasnya disembarang tempat.


Lalu dia membuka laci meja rias dan mengambil sebuah album foto, bergegas dia membuka lembaran foto satu persatu.


Tubuhnya langsung membeku saat melihat foto almarhum Ibu Mertuanya sewaktu masih remaja.


"Terlihat sangat mirip, jika mereka berdua disandingkan pasti orang lain akan mengira mereka kembar." Gumam Tari sambil terus menatap foto tersebut " Tapi bagaimana ini bisa terjadi?." Desisnya.


Tari mondar-mandir di dalam kamarnya, dan instingnya mengatakan memang ada sesuatu yang tidak beres.


*


*


Sore harinya Roger pulang dari kantor, setelah turun dari mobil dia langsung masuk kedalam mansion.


Ketika melewati ruang tamu dia melihat istrinya tengah duduk di sofa seperti menunggu dirinya.


Begitu melihat suaminya datang Tari pun langsung berdiri.


"Pa, Mama mau bicara ." Kata Tari dengan datar.


Roger menyunggingkan senyum sinis saat melihat sikap istrinya.


"Iya, Mama memang mau menanyakan hal itu, kenapa Papa memblokir semua kartu kredit milik Mama dan juga Arion?." Tanya Tari.


"Itu karena kalian tidak mau mendengar omonganku, aku menyuruh Arion untuk menjauhi gadis miskin itu tapi dia malah tetap ngotot ingin tetap bersamanya."


"Dan sekarang,,, lihatlah, kamu juga ikut-ikutan dekat dengan gadis itu bahkan sampai mengajaknya makan siang. Bukankah itu artinya kalian mau melawanku? jangan menganggapku remeh, bahkan aku bisa membuat kalian semua menjadi gelandangan jika masih menentangku, camkan itu!." Ujar Roger dengan tajam.


Tari terhenyak mendengarkan perkataan suaminya.


Lalu tanpa berkata apapun lagi Roger berlalu pergi, tanpa menghiraukan istrinya yang terlihat masih ingin mengatakan sesuatu.


Di sisi dinding lainnya terlihat Gibson menguping pembicaraan putra dan menantunya, sedangkan disebelahnya ada pelayan pribadi yang dengan setia mendampinginya.


Dia tampak termenung seperti memikirkan sesuatu.


Sesaat kemudian dia memberi isyarat pada pelayannya agar mendorong kursi rodanya ke halaman belakang mansion.


Saat makan malam dimeja makan hanya ada Roger dan Tari, mereka berdua makan tanpa ada pembicaraan apapun.


Para pelayan yang ada di ruangan tersebut sampai merasa tegang, mereka semua tahu jika hubungan antara Tuan dan Nyonya mereka tidaklah baik.


Roger tidak menanyakan dimana keberadaan Arion ,karena dia sudah tahu jika saat ini putranya itu sedang ada di cafe Twist.


Dan Roger berniat akan benar-benar memberikan pelajaran pada putranya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Esok harinya Arion hadir di meja makan, dia terlihat bersemangat menghabiskan sarapannya.


Sesekali Roger menatap putranya dengan pandangan tajam, tapi yang ditatap malah acuh tak acuh.


Selesai sarapan Arion berniat untuk pergi jalan-jalan karena hari ini libur kuliah, tapi saat dia mau mengambil kunci mobil ternyata tempat dia biasa menaruh kunci telah kosong.


Arion keliling mencarinya, bahkan didalam kamarnya juga tidak ada.


Dia pun melanjutkan pencariannya sampai kemudian dia melihat Papanya berdiri dengan bersedekap.


"Benda inikah yang kamu cari?." Tanya Roger sambil memperlihatkan kunci Bugattinya.


Arion terlihat heran saat melihat Papanya memegang kunci mobil miliknya.


"Iya Pa, siniin, aku mau pergi keluar." Ujar Arion sambil menadahkan tangannya.


Tapi Roger malah memasukkan kembali kuncinya kedalam kantong celananya.


"Kamu lupa sama apa yang Papa katakan? kalau kamu tidak menjauhi gadis itu maka semua fasilitas yang kamu punya akan Papa tarik." Ujar Roger dengan nada tajam dan raut wajah yang tidak main-main.


Arion langsung teringat dengan kartu kredit yang terblokir, dia jadi yakin kalau itu adalah ulah Papanya.


"Jadi,,,."


"Iya, sebagai awal permulaan Papa memblokir kartu kreditmu, dan sekarang mobilmu Papa tarik. Dan jangan harap kamu bisa menggunakan mobil yang lainnya." Kata Roger dengan tegas, sepertinya dia sudah tahu apa yang akan diucapkn oleh putranya itu.


Arion mengepalkan tangannya karena merasa geram, dia pun menatap Roger dengan penuh kebencian.


"Semua pilihan ada ditanganmu."


Setelah itu Roger melangkah pergi karena dia harus berangkat ke kantor.


"Arghhh,,, sialll,,,". Teriak Arion sambil mengacak rambutnya dengan kasar.


Lalu dengan menahan amarah Arion masuk kedalam kamarnya, padahal hari ini dia berniat untuk mengajak Elmira jalan-jalan. Dan dia yakin saat ini gadis itu pasti sedang bersiap-siap.


Tapi tiba-tiba terlintas ide dibenaknya, dia menghubungi salah satu sahabatnya yaitu Brady untuk menjemputnya ke mansion.


Tanpa banyak bertanya sahabatnya itu mengiyakan dan langsung meluncur untuk menjemput Arion.


TO BE CONTINUE,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift

__ADS_1


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹


__ADS_2