Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
DUA PULUH TUJUH


__ADS_3

Selama dua minggu ini Shire dibuat uring-uringan dengan kedekatan Arion dan juga Elmira. Tapi dia juga tidak bisa melampiaskan kekesalannya tersebut pada Elmira, karena gadis tersebut selalu berada disekitar Arion dan ketiga sahabatnya.


Bahkan kedua orangtuanya sampai keheranan melihat putri mereka yang selalu cemberut, dan sering marah-marah pada pelayan dirumah.


"Shire putri Mama, kamu kenapa Nak? dari kemarin Mama perhatiin kamu cemberut terus?" Tanya Mamanya Shire yang bernama Meisya.


Saat ini mereka berdua tengah duduk diruang keluarga yang menghadap ke taman bunga samping rumah.


"Em, Mama tahu Arion gak?" Tanya Shire terlihat malu-malu.


"Arion, Arion, emm,, kalau gak salah itu nama putra dari pemilik AXA groupkan?" Tanya Meisya setelah berpikir sejenak.


Shire pun membenarkan.


"Memangnya kenapa? apa kamu suka sama dia?"Goda Meisya sambil tersenyum.


"Mamaaa,,," Rengek Shire dengan manja.


"Berarti bener kamu suka sama dia? ternyata putri Mama sudah dewasa ya"Ujar Meisya sambil membelai rambut Shire dengan penuh kasih sayang.


"Iya Ma, dia sangat tampan dan jadi incaran banyak wanita di kampus "Ucap Shire sembari membayangkan wajah Arion.


Hanya pada mamanya saja Shire bisa bebas mengungkapkan isi hatinya, karena sudah dipastikan mamanya tersebut bisa menjadi pendengar yang baik. Sedangkan Danish yang menjadi papanya akan selalu mewujudkan apapun keinginan dari putri semata wayangnya tersebut.


"Mama tahu apa yang kamu inginkan, kamu tenang aja ya, nanti Mama akan bicara sama Papa kamu" Ujar Meisya sambil tersenyum.


Shire pun tersenyum puas mendengar perkataan mamanya, dia semakin yakin jika Arion pasti akan menjadi miliknya.


●●●


Elmira baru saja selesai bersiap hendak berangkat ke kampus, beberapa hari ini Arion seringkali menjemput dirinya ke kontrakan. Alasan Arion melakukan hal tersebut karena pria itu tidak ingin melihat Elmira kelelahan. Namun Arion jarang bisa mengantarnya pulang karena dia harus pergi ke perusahaan sepulang kuliah, dia malas jika dirinya selalu mendengar Papanya ngoceh karena terlambat datang.


Jam setengah delapan tepat, Buggati milik Arion sampai di depan gang tempat kontrakan Elmira.


Sesaat kemudian munculah gadis sederhana tersebut dengan senyum ceria dan langsung menyapa Arion.


"Pagi Rion, kamu udah lama nunggu aku?"


"Gak kok, baru aja aku sampai" Jawab Arion sambil membuka pintu mobil untuk Elmira.


Setelah menutupnya kembali barulah Arion menyusul masuk dan duduk dibelakang kemudi.


Setelah memastikan Elmira memasang seatbeltnya dengan benar, Arion pun melajukan mobilnya menuju Universitas Light Stars.


"El, kita bolos aja yuk" Tiba-tiba Arion mengutarakan usulan konyol.


Elmira langsung melotot ke arah Arion yang kini malah nyengir dengan tampang tak berdosa.


"Kamu jangan ngajak aku untuk ngelakuin hal yang aneh-aneh Rion" Ucap Elmira setengah jengkel.


"Iya maaf, maaf, habisnya aku pengen banget ngajak kamu jalan-jalan" Ujar Arion, sekilas dia menoleh kearah Elmira yang sedang menatap lurus kedepan.


"Karena kalau aku bolos takutnya entar mempengaruhi beasiswaku, aku gak mau ada masalah apapun lagi yang menimpaku" Ujar Elmira, walaupun dia juga ingin jalan-jalan apalagi jika hal itu dilakukan bersama Arion, pasti akan sangat menyenangkan.

__ADS_1


"Em,, gimana kalau kita jalan-jalannya pas hari minggu? kamu gak sibukkan?" Tanya Arion.


Sejenak Elmira menimbang-nimbang dalam hati, sebenarnya hari minggu adalah jadwal dia shif siang tapi dia juga tertarik dengan ajakan Arion.


"Baiklah, aku mau" Jawab Elmira sambil tersenyum kecil. Nanti dia bisa bertukar shift dengan temannya di cafe.


Arion bersorak dalam hati begitu mendengar jawaban Elmira, dia sudah membayangkan akan bersenang-senang seharian bersama gadis yang dicintainya itu.


***


Bugatti milik Arion memasuki area kampus, setelah keluar dari dalam mobil mereka berdua pun berjalan beriringan menuju gedung FE.


Para mahasiswi dikampus tersebut bertambah iri sekaligus jengkel pada Elmira karena semakin hari gadis tersebut semakin dekat dengan Arion. Bahkan Arion juga terkadang tidak segan-segan memperlakukan Elmira dengan manis dihadapan orang banyak.


Selain itu banyak juga diantara mereka yang menduga jika keduanya telah berpacaran.


"Mata kuliah kita mulai jam setengah sembilankan?" Tanya Arion sambil melihat jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Iya, emang sekarang udah jam berapa?" Elmira balik bertanya.


"Jam delapan kurang sepuluh menit, masih ada waktu kita pergi ke kantin aja yuk" Usul Arion.


"Kamu belum sarapan?"


"Udah sih, terus kamu emangnya sudah sarapan?"


"Emm,,udah kok" Jawab Elmira, dia tadi memang sudah sarapan walaupun dengan mie rebus.


" Yang lainnya mana?" Tanya Elmira, mereka kini duduk berdampingan sambil melihat mahasiswa yang berlalu lalang dihadapan mereka berdua.


Elmira tidak lagi mempedulikan tatapan mereka yang sinis dan juga merendahkannya, yang penting dia tidak ada melakukan hal yang merugikan mereka semua.


"Brady sama Dafa agak siangan baru ada kelas, kalau Felix paling bentar lagi datang" Jawab Arion.


"Emm,, apa mereka bertiga itu gak ada yang punya pacar?"


Sontak Arion menoleh dengan tatapan tidak suka.


"Kenapa kamu nanya kayak gitu? kamu menyukai salah satu diantara mereka?" Tanya Arion dengan nada tidak suka, rupanya dia mulai bersikap posesif pada Elmira.


Padahal dirinya belum sah pacaran sama Elmira.


"Ya enggaklah, aku cuma nanya aja" Jawab Elmira apa adanya.


Tiba-tiba Arion tersenyum jahil.


"Terus kalau bukan mereka bertiga, lalu siapa cowok yang kamu sukai?" Tanya Arion, dia berharap jika Elmira akan menjawab bahwa dirinyalah cowok yang disukainya.


"Aku suka sama kamu Rion,,,"


Mendengar jawaban Elmira membuat Arion langsung tersenyum lebar. Namun senyum itu langsung sirna saat mendengar perkataan Elmira selanjutnya.


"Kamu pasti berharap aku menjawab kayak gitukan?" Tanya Elmira sambil tersenyum jahil.

__ADS_1


Arion pun langsung mengacak rambut Elmira dengan gemas.


" Ohh,,udah mulai pinter menggoda ya" Ujar Arion sambil tersenyum.


"Rionn,,,,tuhkan rambutku jadi berantakan" Protes Elmira sambil menyugar rambutnya yang pendek.


"Maaf, habisnya kamu ngegemesin sih" Ucap Arion sambil nyengir.


Walaupun Elmira mengatakannya hanya untuk main-main, tapi hal itu mampu membuat perasaan Arion menjadi sangat senang.


Lalu Arion pun menceritakan jika ketiga sahabatnya itu masih jomblo, karena mereka semua belum menemukan wanita yang cocok untuk dijadikan pasangan.


Tengah asyik bercerita tiba-tiba datanglah Felix yang mengacaukan momen kebersamaan mereka berdua.


"Masih pagi woii,,, udah pacaran aja" Teriak Felix dari jarak beberapa meter.


Wajah Elmira pun merona menahan malu.


"Iri bilang bos" Balas Arion sambil beranjak bangun diikuti oleh Elmira.


"Heh,, aku gak bakalan iri hanya karena hal kayak gitu" Ucap Felix sambil bersedekap.


"Terserah"


Lalu Arion pun berniat pergi menuju ruang kelas karena beberapa menit lagi jam kuliah akan dimulai.


"Yuk El, kita tinggalkan jomblo satu ini" Ucap Arion sambil menggenggam tangan Elmira, kemudian melangkah pergi tanpa menoleh kearah Felix. Seolah-olah dia sengaja memamerkan kemesraan dihadapan sahabatnya itu.


Felix yang melihat hal tersebut hanya bisa menghela napas kasar.


"Ya Tuhan,, kuatkanlah hati hambamu ini, semoga jodoh hamba juga segera datang" Gumam Felix sambil mengikuti langkah mereka berdua menuju kedalam kelas.


ketika didalam kelas Arion dan Elmira pun duduk bersebelahan, mereka tidak peduli dengan berbagai macam tatapan yang dilontarkan oleh mereka semua.


●●●


TO BE CONTINUE,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2