
Limabelas menit kemudian sampailah Brady di mansion, begitu turun dari mobil dia langsung masuk kedalam mansion.
Brady memang lumayan sering datang ke mansion tersebut sewaktu mereka masih duduk di bangku SMA.
Arion muncul dari arah kamarnya yang terletak dilantai dua, dia bergegas turun menapaki anak tangga lalu menghampiri sahabatnya.
"Brad, aku mau pinjem mobilmu." Kata Arion tanpa basa basi.
"Memangnya mobilmu kenapa?."Brady tampak heran.
"Gak kenapa-napa, masih utuh di garasi." Jawab Arion sekenanya "Udah yuk, aku anter kamu pulang, habis itu aku bawa mobilnya jalan-jalan sama Elmira." Lanjutnya sambil melangkah duluan keluar mansion.
Brady pun mengekor dibelakangnya dengan hati penuh tanda tanya.
Mobil milik Brady pun merayap meninggalkan halaman mansion. Arion yang duduk disebelah Brady hanya diam sambil menatap lurus kedepan.
"Rion, kamu gak ada niat cerita sama aku?." Tanya Brady sambil menoleh sahabatnya sekilas.
Arion tak segera menjawab, tapi sesaat kemudian meluncurlah cerita dari bibirnya.
Brady pun menyimak sambil tetap fokus memegang kemudi.
"Sepertinya kali ini Papamu gak main-main Rion, aku khawatir nanti Elmira ikut kena imbasnya." Brady berkomentar setelah Arion selesai bercerita.
"Kenapa kamu jadi mengkhawatirkan kekasih orang lain?." Tanya Arion terdengar tidak suka.
"Ck, gak usah mikir aneh-aneh, bagaimana pun juga Elmira itu udah aku anggap sebagai teman." Jawab Brady.
"Udahlah, biar itu jadi urusanku." Kata Arion datar.
Lalu mereka bedua sama-sama terdiam sampai tiba di depan rumah Brady, bergegas dia keluar dari mobil diikuti oleh Arion yang akan pindah ke kursi pengemudi.
"Thanks Brad, aku pergi dulu."
Ucap Arion sebelum kembali masuk kedalam mobil, sesaat kemudian mobil tersebut meluncur menuju tempat kos Elmira.
***
Elmira yang telah selesai bersiap duduk diam diatas kasur, sesekali dia melirik ponsel jadulnya menanti kabar dari Arion.
"Seharusnya jam segini dia udah datang." Gumam Elmira saat melihat jam diponselnya yang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan lewat. Lalu dia menghela napas sambil meluruskan kakinya.
Duapuluh menit kemudian ponsel Elmira berbunyi tanda ada pesan yang masuk, bergegas dia membukanya dan langsung tersenyum lebar saat melihat nama pengirimnya.
Setelah memastikan penampilannya dia pun keluar lalu mengunci pintu kamar, suasana diluar kos tidak terlalu ramai itu karena para penghuninya sebagian besar pergi bekerja.
Arion yang sedang bersandar dipintu mobil tampak tersenyum saat melihat kekasihnya datang, gadis itu mengenakan blouse warna biru muda dengan celana jeans dan juga sepatu kets warna coklat.
Enam bulan dia bekerja di cafe twist membuat Elmira bisa membeli beberapa pakaian walaupun dengan harga yang murah.
Rambut yang panjangnya sudah sebahu dia kuncir, sehingga ketika dia berjalan rambutnya itu akan bergerak ke kiri dan ke kanan. Membuat Elmira terlihat cantik dan juga imut.
"Haii,, Rion,,,." Sapa Elmira sambil memamerkan senyumnya.
"Hari ini kamu cantik banget El." Tak segan-segan Arion langsung memujinya.
Mendengar pujian kekasihnya Elmira pun tersipu malu.
"Ini kita jadi jalan-jalan gak?." Tanya Elmira mengalihkan pembicaraan.
"Ya jadilah, yuk berangkat." Lalu Arion membuka pintu mobil dan mempersilahkan Elmira masuk.
"Emang kita mau kemana?." Tanya Elmira setelah Arion duduk dibelakang kemudi.
__ADS_1
"Emm,,,.muter-muter aja dulu, gimana?." Arion balik bertanya, pasalnya mereka berdua belum menentukan mau jalan-jalan kemana.
Elmira pun mengiyakan, baginya tidak masalah pergi kemana yang terpenting bisa bersama pria yang dicintainya.
Sesaat kemudian mobil pun meluncur membelah lalulintas yang cukup ramai.
Agar suasana didalam mobil tidak sepi mereka berdua pun ngobrol sambil sesekali bercanda.
Sampai kemudian Elmira teringat sesuatu, sebenarnya sedari tadi dia ingin bertanya tapi sempat terlupa.
"Rion, bukannya ini mobil milik Brady?." Tanya Elmira.
"Iya, aku minjem mobil punya dia, emang kenapa?." Tanya Arion sambil menoleh sekilas.
"Gak apa-apa sih, cuma aneh aja kamu minjem mobil sama dia, emang mobil kamu yang biasanya itu dimana?."
"Emm,,,itu,, mobilnya masih di bengkel, karena emang udah waktunya melakukan perawatan." Jawab Arion beralasan, dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.
"Ohh,, aku kira kenapa." Ucap Elmira.
"Emang kamu mikirnya kenapa? keluargaku bangkrut gitu?." Tanya Arion sambil tersenyum jahil.
"Ya enggaklah, soalnya tumben aku liat kamu minjem mobil."Jawab Elmira.
"Terus kalau misalnya aku tiba-tiba jatuh miskin kamu masih mau gak sama aku?." Tanya Arion iseng.
Sejenak Elmira tertegun, dalam hatinya dia merasakan keraguan apakah hubungannya dengan Arion akan bisa dia pertahankan.
Sedangkan Ayahnya menentang hubungannya dengan Arion, bahkan berkali-kali mengingatkan dirinya untuk menjauhi orang-orang yang berhubungan dengan AXA grup.
"El,,kok kamu malah melamun?."Tanya Arion sambil menoleh kekasihnya sekilas yang tampak bengong.
"Hah? apa?." Elmira terlihat kebingungan.
"Tuhkan kamu beneran ngelamun." Ucap Arion sambil menginjak rem karena lampu merah menyala diperempatan jalan.
Melihat Elmira yang tersenyum manis sambil menatap dirinya membuat jantung Arion berdegup lebih cepat.
"Kamu bisa gak sih kalau senyum itu biasa aja." Protes Arion.
Lampu hijau telah menyala, Arion pun membelokkan mobilnya ke arah kanan.
"Emang kenapa? aku senyumnya udah biasanya kok." Kata Elmira.
"Biasa apanya, orang senyumnya manis gitu." Ujar Arion.
"Iihh,,,apaan sih." Ucap Elmira sambil mencubit pinggang Arion.
Pria itu pun langsung terkekeh karena merasa geli sekaligus sakit, tapi hatinya bahagia luar biasa.
***
Setelah keliling-keliling tidak jelas akhirnya Arion mengajak Elmira mampir ke mall milik perusahaan Papanya. Mall yang berdampingan dengan taman bermain itu selalu ramai dengan pengunjung.
Arion memarkirkan mobilnya di lantai basement, lalu dia menggandeng tangan Elmira dan berjalan beriringan masuk kedalam mall.
Elmira tak henti-hentinya berdecak kagum melihat suasana mall yang memiliki tiga lantai tersebut.
"Kamu mau beli apa?." Tanya Arion.
Walaupun semua kartu kredit dan juga ATMnya di blokir, tapi untungnya sang Mama punya uang cash yang cukup banyak. Dan tadi pagi sebelum Brady datang, Mamanya menghampiri Arion sambil menyerahkan sejumlah uang yang cukup untuk membawa Elmira jalan-jalan.
Elmira terlihat bingung, dia malah merasa pusing saat melihat banyak orang berlalu lalang.
__ADS_1
"Aku gak tahu Rion." Ucap Elmira.
Lalu Arion mengajak Elmira naik eskalator menuju lantai dua, gadis itu mencengkram erat tangan Arion karena ini adalah pertamakalinya dia naik eskalator.
Arion pun menenangkan Elmira dengan cara memeluk pundak gadis tersebut.
Sampai dilantai dua Arion mengajak Elmira menuju stand penjual ice crem aneka rasa, dia ingin membuat gadis tersebut merasa rileks.
Mata Elmira tampak berbinar saat melihat deretan berbagai warna dan rasa ice crem, saat Arion bertanya mau yang mana gadis itu langsung menunjuk ice cream rasa vanila, matcha dan coklat.
Penjual itupun dengan sigap mengisi cup dengan dengan tiga rasa ice cream yang diinginkan oleh Elmira.
"Mau nambah lagi?." Tanya Arion.
Gadis itupun menggeleng.
"Ini aja cukup, kamu gak beli?." Tanya Elmira.
"Aku gak terlalu suka ice cream." Jawab Arion"Ntar kalau aku pengen, aku minta punyamu aja." Lanjutnya lagi.
"Baiklah, lalu kita kemana lagi?." Tanya Elmira yang sudah menghabiskan dua suapan ice cream.
"Kita cari tempat duduk aja sambil menghabiskan ice creamnya. " Jawab Arion.
Elmira pun langsung setuju, lagian dia juga merasa sedikit lelah dan ingin mengistirahatkan kakinya.
Arion mengajak Elmira duduk di area yang memang disediakan untuk pengunjung yang ingin beristirahat atau sekedar bersantai.
Arion tidak menyangka Papanya membangun mall dengan fasilitas yang sangat lengkap.
Elmira yang duduk disebelahnya menyodorkan satu sendok ice cream pada Arion.
"Aaa,,,,"
Dengan tersenyum Arion menerima suapan tersebut.
"Gimana? enak gak?." Tanya Elmira.
"Enak, manis kayak wajah kamu."Jawab Arion sambil cengengesan.
"Ck,, gombal aja terus." Kata Elmira pura-pura cemberut, padahal dalam hatinya dia merasa senang.
"Beneran kok, gak gombal." Balas Arion.
Tapi Elmira tidak menanggapi lagi, dia memilih untuk menghabiskan ice creamnya.
Tidak lama kemudian Arion mengajak Elmira naik ke lantai tiga, namun kali ini pria itu mengajaknya lewat tangga darurat.
Sampai dilantai tiga mereka berdua menyusuri setiap outlet, sampai akhirnya jam makan siang pun tiba Arion mengajak kekasihnya untuk makan di sebuah food court.
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹