Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
ENAM PULUH TIGA


__ADS_3

Empat tahun kemudian,,,,,,,


Terdengar suara petikan gitar di sebuah coffee shop bergaya klasik yang terletak di sudut kota kecil negara Kanada. Alunan lagu 'Somewhere only we know' terdengar dari bibir seorang pemuda yang sedang duduk sambil jarinya dengan lincah memetik senar gitar.


Pemuda tersebut tampak begitu menghayati lagu yang dinyanyikannya, namun sesaat kemudian seorang pelanggan datang dan pemuda itupun dengan sigap melayaninya. Terlihat dia begitu mahir meracik kopi untuk pelanggannya tersebut, setelah selesai dia pun langsung mengantarkan ke meja dimana pelanggan tersebut duduk.


"Silahkan dan selamat menikmati," ucap pemuda tersebut sebelum berlalu pergi.


Pemuda itupun melayangkan pandangan kearah jendela, dia melihat butir-butir salju yang turun dari langit. Angannya melayang ke suatu tempat nun jauh disana, ada perasaan rindu namun perasaan tersebut dikalahkan oleh rasa penyesalan yang begitu besar.


Entah berapa lama dia berdiri terpaku, sampai kemudian sebuah suara membuatnya kembali tersadar.


"Rion,"


Sontak pemuda itu itu pun menoleh kearah sumber suara.


"Felix," ucapnya dengan sumringah.


Ya, pemuda tersebut adalah Arion, empat tahun lalu dia memutuskan untuk pergi meninggalkan semuanya.


Dia begitu terpukul dengan meninggalnya Elmira yang terjatuh dari atas tangga. Awalnya dia mengira semua itu akibat dari ulah papanya,bahkan dia sempat menghajar Roger saking emosinya dan anehnya sang papa tidak melawan samasekali dan terlihat sangat pasrah.


Namun setelah dokter menjelaskan jika sebenarnya Elmira telah sejak lama mengidap anemia dan vertigo. Dan hari itu kebetulan penyakitnya kambuh di saat gadis tersebut menuruni tangga, sehingga kepalanya beberapakali mengalami benturan yang sangat keras sewaktu tubuhnya menggelinding diatas anak tangga, dan akibatnya nyawa gadis tersebut pun tidak bisa di selamatkan.


Mendengar penjelasan dokter akhirnya perlahan kemarahan Arion pun mereda, namun dalam hatinya dia tetap membenci Roger.


"Apa kabar, Bro?," tanya Felix sambil berjalan kearah Arion.


Sesaat mereka saling berpelukan sampai kemudian Arion mempersilahkan salah satu sahabatnya itu untuk duduk.


"Kabarku baik, bagaimana denganmu? hal apa yang membuatmu ada disini?," tanya Arion bertubi-tubi.


"Kabarku juga baik, aku disini karena ada perjalanan bisnis," jawab Felix.


Lalu mereka berdua pun membicarakan banyak hal, Arion pun tidak lupa menanyakan kabar dua sahabatnya yang lain.


🍁🍁🍁


Dafa yang telah lulus kuliah jurusan hukum memilih untuk menjadi seorang pengacara, dan saat ini dia telah bekerja di firma hukum milik papanya. Karena suatu saat nanti dia juga akan mewarisi perusahaan tersebut.


Selain itu, Dafa saat ini sedang menjalin hubungan dengan Fani Nathania yaitu mantan sahabat dari Shire dan juga Anggia.


Dafa tidak sengaja bertemu dengan Fani disebuah restoran, dimana gadis tersebut bekerja sebagai pelayan di restoran tersebut.


Melihat bagaimana gadis itu bekerja keras untuk menyambung hidup dan juga merawat sang ibu yang mulai sakit-sakitan, membuat hati Dafa secara perlahan terbuka dan mau menerima kehadiran gadis tersebut didalam hidupnya.


🍁🍁🍁


Disebuah perusahaan IT yang baru berdiri setahun lalu, tampak seorang pemuda tampan berkacamata sedang memimpin sebuah rapat.

__ADS_1


Dan ya, dia adalah Brady Qaisar. Setelah lulus kuliah dia langsung membangun perusahaan sendiri dengan di support oleh kedua orang tuanya, dan kini perlahan tapi pasti perusahaan yang dia bangun mengalami kemajuan.


🍁🍁🍁


"Apa kamu tidak ingin pulang?," tanya Felix sambil menyeruput capuccino yang baru saja dibuat oleh Arion.


Mendengar pertanyaan sahabatnya Arion pun hanya menghela napas pelan.


"Entahlah Fel," jawab Arion singkat sembari mengalihkan pandangannya keluar jendela, menatap serpihan salju yang berjatuhan.


"Apa kamu masih belum bisa memaafkan dirimu sendiri? semua yang terjadi sudah takdir, jangan terlalu larut dalam penyesalan." Felix mencoba memberi sahabatnya itu saran.


Dia tahu benar bagaimana frustrasi sahabatnya itu kala saudara kembarnya meninggal, lagi-lagi Arion menyalahkan dirinya sendiri karena acuh tak acuh pada Elmira sampai dia tidak tahu menahu dengan kondisi gadis tersebut.


Sampai akhirnya Arion memilih untuk berhenti kuliah, lalu beberapa bulan kemudian dia memutuskan untuk pergi ke Kanada. Awalnya dia bekerja paruh waktu sembari beradaptasi, lalu setelah terbiasa dia pun mulai merintis usaha coffee shopnya tersebut.


Sejak saat itulah dia tidak peduli lagi dengan kedua orang tuanya, kabar terakhir yang dia dengar bahwa mamanya memilih untuk menceraikan papanya.


Dan otomatis AXA group tidak memiliki pewaris samasekali dan hal itu membuat Roger kalang kabut sekaligus stres. Sehingga secara perlahan AXA group pun mengalami kebangkrutan, semua aset milik Roger Prakasa terpaksa di jual untuk membayar pesangon semua karyawannya.


"Aku masih butuh waktu untuk meyakinkan diriku pulang Fel, aku merasa sangat bersalah karena terlalu mengabaikan saudaraku sejak fakta tersebut terungkap.


"Padahal aku tahu jika dia sebenarnya ingin bercerita padaku, tapi aku yang terlalu egois sehingga aku lebih memilih untuk menghindari dirinya," ujar Arion penuh penyesalan, padahal semua itu telah berlalu selama empat tahun tapi tetap saja ketika mengingat semua itu Arion merasa marah dengan dirinya sendiri.


"Hemm,,, aku yakin dari atas sana Elmira juga tidak suka melihatmu seperti ini, sudah saatnya kamu berdamai dengan dirimu sendiri, Rion," kata Felix yang tidak ingin melihat sahabatnya itu terus-terusan menyesali dirinya.


Tidak lama kemudian Felix pun pamit pergi untuk menyelesaikan urusannya.


Dia berjanji akan mampir lagi karena dia akan seminggu berada di Kanada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mentari bergulir kearah barat, tampak semburat jingga terlukis di batas cakrawala.


Angin berhembus menerpa dedaunan dan menimbulkan suara bergemerisik di tempat yang senyap tersebut.


Daun kering di dahan kamboja pun berjatuhan, beberapa bunganya yang mulai layu pun terlepas dari tangkainya.


Seorang pemuda dengan mengenakan kemeja hitam dan celana jeans dengan warna senada memasuki tempat tersebut, ternyata area tersebut merupakan pemakaman umum.


Dengan membawa setangkai mawar putih pemuda yang tak lain adalah Arion tersebut melangkah diantara deretan nisan yang berjejer.


Sampai kemudian dia berhenti di sebuah makam yang terlihat sangat terawat, di batu nisannya tertulis :


Beristirahat dalam damai Elmira Lovania


Arion berjongkok dengan wajah sendu, perlahan dia meletakkan tangkai mawar yang dibawanya.


"El, kakak datang," ucapnya sambil mengusap nisan adiknya.

__ADS_1


"Maaf karena kakak tidak bisa menjadi saudara yang baik buatmu,"


Agak lama Arion berada dimakam saudara kembarnya tersebut, dia berkeluh kesah dan mengatakan penyesalan yang selama ini dia rasakan.


Setelah dirasa cukup Arion pun beranjak pergi menuju bukit yang ada di dekat pemakaman tersebut, dia ingin menenangkan dirinya sambil melihat matahari tenggelam.


***


Arion duduk terpaku diatas bukit sembari menatap matahari yang perlahan mulai tenggelam di ufuk barat.


Kini hatinya sedikit merasa lega, setidaknya dia sudah bisa memaafkan dirinya sendiri. Selain itu dia yakin adiknya itu pasti berada ditempat yang indah dan merasa bahagia di atas sana.


Arion menatap langit sambil tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah tempat yang terang tanpa adanya mentari dan selalu sejuk walau tidak ada hembusan angin, aroma harum pun senantiasa tercium di tempat tersebut.


Seorang gadis dengan gaun putih tampak berlari-lari kecil diantara bunga-bunga yang bermekaran. Dia sedang mengejar seekor kupu-kupu yang sangat cantik, namun kupu-kupu tersebut selalu bisa menghindari tangkapan tangan gadis tersebut.


Senyum selalu merekah dibibirnya yang mungil dan merah alami tersebut, sepertinya dia sangat bahagia ada ditempat tersebut.


"Tidakkah kamu ingin pergi dari tempat ini?."


Sebuah suara membuat gadis tersebut menoleh.


Dengan masih tersenyum gadis tersebut menjawab.


"Tidak, aku akan tetap berada di sini sampai dia datang."


Lalu gadis itu kembali berlari sambil sesekali tertawa dengan riang.


END.


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2