
Esok harinya, karena masih kesal dan ingin menghindari Papanya, Arion pun memilih untuk pagi-pagi meninggalkan mansion dan pergi menjemput Elmira.
"Arion mana?" Tanya Roger saat putranya tidak kunjung datang ke meja makan.
Merly yang merupakan kepala pelayan pun mengatakan jika pagi-pagi sekali Arion sudah pergi meninggalkan mansion.
"Ck, dasar anak pembangkang"Gerutu Roger begitu Merly selesai memberi laporan.
"Pa,, Mama boleh mengatakan sesuatu?" Tari bertanya dengan nada lembut.
"Mau bertanya apa?"Tanya Roger kembali bersikap ketus pada istrinya.
"Apa sebaiknya Papa gak usah menjodohkan Arion, biarkan dia mencari pasangannya sendiri Pa" Ucap Tari mencoba mengeluarkan pendapatnya.
"Kamu jangan ikut campur Tari, ingat, dirumah ini aku yang berkuasa, bukan kamu" Kata Roger dengan nada tinggi.
Tari pun kembali terdiam, sebenarnya dia sangat tidak setuju jika Arion harus dijodohkan seperti itu.
Saat Roger hendak berkata lagi, tiba-tiba pelayan yang biasa mendampingi Gibson datang menghampiri meja makan.
"Maaf Tuan saya mengganggu, tapi Tuan dipanggil oleh Tuan Besar untuk datang ke halaman belakang" Ucap pelayan tersebut sambil menunduk.
"Ya sudah, sebentar lagi saya akan kesana"
Lalu pelayan itu pun kembali kehalaman belakang untuk menemani kakek Gibson.
Roger pun menghabiskan sarapannya, lalu tanpa berkata apapun lagi pada istrinya dia beranjak pergi.
Halaman belakang mansion sangat luas, disana juga terdapat kolam renang, taman bunga dan juga tempat bersantai.
Setiap pagi kakek Gibson pasti berjemur disana dengan menggunakan kursi rodanya.
"Ada apa Papa manggil aku?" Tanya Roger begitu sampai dihadapan pria tua tersebut.
"Duduk" Titah Gibson terdengar berwibawa.
Dan Roger pun langsung duduk diseberang meja berhadapan dengan ayahnya.
"Bagaimana keadaan perusahaan?"
"Sejauh ini semua stabil Pa, tidak ada yang perlu Papa khawatirkan" Jawab Roger.
"Proyeknya?"
"Itu juga berjalan lancar Pa, sudah dibangun lima puluh persen, kalau tidak ada halangan paling lambat empat bulan lagi selesai" Jawab Roger.
"Bagus, lalu acara tadi malam bagaimana? kamu pasti sudah melihat putri dari Danish itukan?"
"Sudah Pa, dan dia satu kampus dengan Arion, selain itu sepertinya dia mau mengikuti jejak papanya untuk menjadi dokter" Ucap Roger.
Tampak Gison manggut-manggut.
"Papa tidak mau nanti calon istri Arion itu berasal dari kalangan rendahan, dia harus setara dengan keluarga kita. Makanya dari sekarang kamu sudah harus melihat-lihat siapa kira-kira yang cocok jadi menantumu." Ujar Gibson.
"Baik Pa, aku akan berusaha untuk membujuk Arion agar menerima perjodohan ini"
"Apa dia menolak?" Gibson terlihat heran.
"Iya Pa, bahkan semalam dia pergi begitu saja saat pembicaraan belum usai" Jawab Roger.
Brakkk,,,,,
Roger terlonjak kaget saat ayahnya itu menggebrak meja.
"Apa itu artinya dia mempermalukan kamu dihadapan orang lain,hah? bagaimana bisa dia bersikap seperti itu?" Gibson terlihat sangat marah.
"Maaf Pa, ini semua salahku yang tidak bisa mendidiknya dengan benar"Ucap Roger dengan kepala tertunduk, dalam hatinya dia mengutuk Arion habis-habisan.
Gibson pun hanya mendengus kesal melihat respon anaknya.
"Minggu depan undang Danish dan keluarganya untuk makan malam dirumah ini" Titah Gibson.
__ADS_1
"Baik Pa, aku akan menyampaikan undangannya" Ucap Roger.
Lalu Gibson pun mengusir putranya itu, Roger yang memang mau berangkat ke kantor langsung berpamitan pada ayahnya.
●●●
Arion dan Elmira tengah duduk dikantin bersama Felix, Brady dan juga Dafa. Mereka semua baru saja selesai mengikuti mata kuliah yang pertama, sambil menunggu jam berikutnya mereka memutuskan untuk nongkrong di kantin.
Arion dan Elmira duduk berdampingan, mereka tampak senyum-senyum karena terus di goda oleh ketiga sahabat Arion.
"Eh,, bentar-bentar,, kayaknya ada yang unik diantara kalian berdua" Ujar Felix sambil menatap Arion dan Elmira bergantian.
"Emang kenapa?"Tanya Dafa tidak mengerti.
Semuanya kini menatap Felix.
"Cobak deh kamu senyum lagi" Ucap Felix pada Arion.
"Ogah,,ngapain aku senyum sama kamu"Ucap Arion pura-pura bergidik geli.
"Ck, emang kamu gak penasaran sama apa yang ingin aku bilang?" Tanya Felix kesal.
"Emang kamu mau bilang apa?"
"Ya makanya senyum"
Akhirnya Arion pun menampilkan senyum yang mampu membuat para wanita kejang-kejang saking mempesonanya.
"Nah kalian liatkan, ada lesung pipi disebelah kanannya " Ucap Felix pada Brady dan juga Dafa.
"Terus?" Tanya Brady.
"Nah, cobak sekarang kamu yang senyum El" Ujar Felix pada Elmira.
Dan tanpa banyak protes gadis itupun menampilkan senyumnya yang paling manis.
"Nah,,kalau Arion lesung pipinya disebelah kanan, maka Elmira ada lesung pipi disebelah kirinya" Ujar Felix.
"Oh iya, ya, kalian kayak saling melengkapi satu sama lain"Kata Brady sambil menatap Arion dan Elmira bergantian.
"Ohh,,udah pasti dong kita memang jodoh" Kata Arion sambil merangkul bahu Elmira, dia merasa bahagia karena setidaknya mereka memiliki kesamaan.
Melihat Arion yang unjuk kemesraan membuat ketiga sahabatnya geleng-geleng kepala.
Namun keseruan mereka berlima terganggu dengan kedatangan Shire yang tiba-tiba menghampiri tempat mereka duduk.
"Arionn,,,aku cariin kamu kemana-mana ternyata kamu disini" Shire langsung memegang kedua bahu Arion dari belakang.
Sedangkan Anggia dan Fani berdiri mengapit Shire.
"Ck,,apaan sih, lepas gak" Bentak Arion sambil menjauhkan tangan Shire dari pundaknya.
"Kok kamu gitu sih, apa kamu lupa sama yang semalam?" Tanya Shire ambigu.
Sontak Elmira dan ketiga sahabatnya menatap Arion dengan berbagai macam tatapan.
"Rion, jangan bilang kamu,,," Felix tidak melanjutkan ucapannya sambil menutup mulutnya. Berlagak dramatis.
"Heh, ini gak kayak yang kalian pikirkan ya" Ucap Arion mendelik kearah Felix"El, kamu jangan berpikir negatif dulu ya"Lanjutnya sambil menatap Elmira dengan wajah memohon.
Gadis itupun hanya terdiam, dia menoleh kearah Shire dan wanita tersebut sedang menatap sinis kearah dirinya.
Kemudian Arion beranjak bangun dan berdiri dihadapan Shire dengan tatapan membunuh.
"Semalam kamu sudah dengar sendirikan? aku tidak setuju dengan rencana gila papaku dan juga papamu. Jadi intinya kamu jangan terlalu berharap, karena sampai kapanpun aku tidak akan mau dijodohkan dengan wanita seperti kamu"Ucap Arion dengan sinis.
Setelah mengatakan hal tersebut Arion langsung meraih tangan Elmira, dan membawa gadis itu pergi dari hadapan Shire dan juga gengnya.
Elmira yang masih kaget dengan ucapan Arion pun hanya bisa menurut, lagi pula dia butuh penjelasan dari kekasihnya tersebut.
Ketiga sahabat Arion pun ikut beranjak bangun.
__ADS_1
Sebelum pergi Dafa menatap sinis kearah Fani, karena beberapa hari belakangan ini gadis tersebut dengan gencar mendekati Dafa. Tapi sayangnya pria itu malah risih dan semakin bersikap tak acuh pada Fani.
Melihat Arion pergi dengan membawa Elmira membuat Shire mencak-mencak.
"Arrgghh,,, dasar gembel, apa sih bagusnya tuh cewek? sampai Arion gak mau ngelirik aku" Shire terlihat sangat kesal.
"Kayaknya kamu harus lebih gencar mendekati orangtuanya Re, saat ini hanya itu sih satu-satunya cara"Ucap Anggia.
"Bener kata Anggia, lagian ni ya, gak mungkin orangtuanya Arion merestui putranya bersama gadis seperti Elmira. Keluarga konglomerat macam mereka mana mungkin mencari menantu sembarangan" Fani mencoba menghibur Shire.
"Iya Re, jadi kamu gak usah khawatir, apalagi setelah aku mendengar cerita kamu tentang yang semalam, aku yakin kalau orangtua Arion sangat menyukaimu" Anggia menimpali.
Mendengar perkataan kedua temannya, hati Shire pun kembali tenang.
***
Arion sedang berbicara empat mata dengan Elmira, sedangkan ketiga sahabatnya seolah mengerti bahwa sepasang kekasih itu butuh waktu untuk bicara berdua, sehingga mereka lebih memilih untuk ngobrol bertiga di tempat lain.
Arion mengajak Elmira untuk bicara dibelakang gedung fakultas.
Untuk beberapa saat mereka berdua hanya saling diam.
"El, kenapa kamu diam?" Tanya Arion sambil menatap kekasihnya yang duduk disebelahnya.
"Lalu aku harus bicara apa?" Elmira balik bertanya tanpa menoleh.
"Emm,,, tentang yang dibilang Shire sewaktu dikantin tadi, apa tidak ada yang ingin kamu tanyakan?" Tanya Arion pelan.
Elmira pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?." Arion penasaran.
"Kamu yang seharusnya menjelaskan tanpa aku harus bertanya lagi."Jawab Elmira datar, sepertinya ada sesuatu yang dia pikirkan.
Arion pun langsung paham, lalu dia pun menceritkan tentang acara makan malam bersama keluarga Shire tadi malam. Tidak lupa juga dia menceritakan tentang keinginan papanya yang ingin menjodohkan dirinya dengan Shire.
"Tapi percayalah sama aku El, aku samasekali tidak setuju dengan rencana itu." Ujar Arion di akhir penjelasannya.
"Kenapa kamu menolaknya? bukankah Shire itu termasuk wanita yang cantik, sexy, pintar berdandan,,,"
"Karena aku sudah terlanjur mencintaimu dengan begitu dalam, tidak akan ada yang bisa menggantikan dirimu El." Dengan cepat Arion memotong ucapan Elmira.
Gadis itupun tidak bisa menahan senyumnya saat mendengar perkataan Arion, namun sebisa mungkin dia menyembunyikan rasa bahagianya.
"Ishh,,,gombal." Elmira pura-pura cemberut.
"Aku gak gombal El, itu beneran tulus dari dalam hatiku." Kata Arion " Udah dong, jangan cemberut, entar cantiknya ilang." Arion mencubit pipi Elmira.
"Rionnn,,,, sakit tahu " Ucap Elmira sambil mengusap pipinya yang habis dicubit.
Kemudian Arion pun menangkup wajah kekasihnya.
"Pokoknya apapun yang terjadi kedepannya, aku berjanji akan tetap memilih untuk bersamamu El, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita." Arion mengucapkan janjinya.
Elmira pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹