Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
ENAM BELAS


__ADS_3

●●●


Sepulang kuliah Elmira berjalan kaki seorang diri,awalnya Arion ingin mengantarnya pulang tapi gadis tersebut menolaknya.Dia tidak ingin terus-terusan merepotkan pria tersebut.


Satu jam kemudian sampailah Elmira di depan gang kontrakannya,namun alangkah terkejutnya dia saat melihat penghuni gubuk digang tersebut tampak berkemas-kemas.


"Apa penggusurannya sudah mau dimulai?"Batin Elmira dengan cemas.


Kemudian bergegas dia berlari menuju rumah susun,ternyata disana sudah ada pemilik rusun bersama dengan seorang pria yang mengenakan pakaian kantoran.Tidak jauh darisana berdiri beberapa orang pengawal memakai seragam jas hitam.


"Bu,apa penggusurannya sudah dimulai?"Tanya Elmira dengan napas sedikit memburu.


"Iya,sebaiknya kemasi barang-barangmu dan pergi dari tempat ini "Ucap wanita gemuk tersebut sepertinya dia juga sudah pasrah,tapi mau bagaimana lagi,tidak mungkin dirinya bisa melawan orang berkuasa seperti pemilik AXA Group.


"Tapi Bu,kemana saya harus pergi?lagian saya juga belum genap satu bulan tinggal disini "Ucap Elmira tampak memelas.


"Sebaiknya segera anda kemasi barang-barang yang anda punya,jangan mempersulit pekerjaan saya disini"Ujar Pria yang berdiri didekat pemilik rusun,rupanya dia adalah pemimpin dari rombongan penggusur tersebut.


"Tapi Tuan,tidak bisakah Tuan memberi kami waktu untuk beberapa hari lagi tinggal disini?"Tanya Elmira dengan tatapan memohon.


"Tidak bisa,karena atasan saya ingin cepat-cepat meratakan tempat ini "Jawab pria tersebut dengan ketus.


"Sudahlah El,sebaiknya kamu kemasi segera barangmu,jangan mencari masalah yang pada nantinya akan menyulitkanmu "Ujar wanita pemilik rusun.


"Tapi Bu,ini gak adil namanya,apa Tuan ini tidak kasihan sama mereka"Ujar Elmira sambil menunjuk penghuni gubuk yang sedang berkemas dengan wajah lesu "Coba Tuan pikir,kemana mereka harus pergi ?"Tanyanya lagi sambil menatap pria yang berdiri dengan angkuh dihadapannya.


"Itu bukan urusan saya,sebaiknya kamu cepat pergi atau saya suruh mereka untuk menyeretmu pergi dari sini "Jawab Pria itu sambil menunjuk bodyguardnya yang selalu siap kapanpun dia perintah.


"Tuan benar-benar kejam,tidak punya hati nurani "


Setelah mengatakan hal tersebut, Elmira pergi dengan langkah gontai menaiki anak tangga.


Sedangkan pria tersebut hanya menatap tajam kearah punggung Elmira.


Sebelum Elmira masuk kekamarnya dia menengok kondisi kamar Cira,tapi sepertinya wanita tersebut telah pergi dengan membawa barang-barangnya, karena kondisi kamar tersebut sudah dalam keadaan kosong.


Dengan segera Elmira mengemasi barangnya yang tidak banyak,hanya membawa satu kardus yang didalamnya berisi beberapa potong pakaian yang dibungkusnya dengan kantong plastik,kemudian rice cookernya juga dia taruh didalam kardus.Selimut dan kasur lipatnya dia gulung jadi satu.


Setelah semuanya beres Elmira pun keluar dari kamar tersebut dengan membawa barangnya.


Ternyata pria itu sudah tidak ada lagi disana,begitu juga dengan wanita pemilik rusun tersebut.


Elmira juga melihat jika penghuni gubuk satu persatu meninggalkan tempat tersebut,orang kecil seperti mereka tidak akan pernah berani menghadapi orang-orang yang memiliki kekuasaan.Sehingga mereka lebih cendrung pasrah begitu saja menerima takdir mereka sebagai orang miskin,lagi pula tanah yang mereka tempati bukanlah milik mereka sendiri,sehingga mereka benar-benar tidak ada hak untuk tinggal disana.


Elmira menengadah menatap langit yang mulai mendung,sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.


Gadis itu berpikir sejenak,dimana malam ini dia harus tidur.Apalagi ini sudah sore dan sebentar lagi dia juga harus berangkat kerja.


Tiba-tiba Elmira mendapat ide,bergegas dia pergi ke cafe walaupun jam kerjanya belum dimulai.


●●●


Ervin yang baru sampai dikantor AXA Group bergegas pergi keruang CEO untuk melaporkan hasil kerjanya.


Setelah mengetuk pintu dan ada seruan yang menyuruhnya masuk ke dalam,barulah Ervin membuka pintu ruangan dan berjalan menuju meja kerja Roger.


"Bagaimana?apa semuanya sudah kamu bereskan?"Tanya Roger sambil menatap asistennya tersebut.


"Semua lancar Tuan,hanya tadi ada kendala sedikit "

__ADS_1


"Kendala apa?tapi bisa langsung diatasikan?"tanya Roger mengerutkan alisnya.


" Bukan kendala besar Tuan,hanya tadi ada gadis,,emm,,kira-kira seumuran dengan Tuan Muda Arion,awalnya dia ngotot ingin tinggal disana selama beberapa hari,tapi dengan sedikit ancaman akhirnya dia mau nurut juga "Jawab Ervin menerangkan.


"Seorang gadis?"Tanya Roger untuk meyakinkan.


"Iya Tuan "Jawab Ervin sambil menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau semuanya sudah beres,berarti mulai besok proyeknya sudah bisa dikerjakan "


Lalu pembicaraan mereka berdua pun berakhir,Ervin pun permisi untuk kembali keruang kerjanya.


Setelah asistennya pergi Roger tampak termenung,entah apa yang ada dipikiran konglomerat tersebut.


Sesaat kemudian ponselnya pun berdering Roger pun mengakhiri lamunannya,dan dengan sigap dia mengangkat panggilan tersebut.


Sepertinya dia sedang menerima sebuah laporan, karena Roger hanya manggut-manggut dan menjawab dengan kata iya.Selesai menerima panggilan tangan Roger pun mengepal dan rahangnya mengeras, seperti sedang menahan emosi.


●●●


Dita dan Farel yang sedang menjaga cafe tampak terkejut, melihat Elmira yang datang dengan membawa banyak barang.


"Loh El,kamu kenapa?mau pindahan?"Tanya Dita keheranan.


"Iya Kak,soalnya pemukiman yang disana itu lagi kena penggusuran "Jawab Elmira.


"Terus sekarang kamu mau tinggal dimana?"Tanya Dita lagi,sedangkan Farel hanya diam sambil memperhatikan mereka berdua.


"Itu masalahnya kak,aku belum nemuin kontrakan yang harganya murah "Jawab Elmira lesu.


Dita dan Farel pun saling pandang,mereka bukanlah orang kaya jadi mereka berdua tidak mungkin membantu Elmira.


Tiba-tiba Farel menjentikkan jarinya,sepertinya pria itu punya sebuah ide.


"Boleh juga tuh "Ucap Dita setuju.


"Emm,,tapi kakak yang bicara ya?aku malu,soalnya aku baru kerja disini"Kata Elmira dengan sungkan,dia merasa takut bicara dengan bosnya karena pemilik cafe tersebut bukanlah orang yang murah hati.


"Baiklah,kalau gitu kakak coba ya,siapa tahu kamu di ijinin,kan kalian tahu sendiri gimana sifat bos kita "Ujar Farel menyanggupi.


Dita dan Elmira pun kompak menganggukkan kepala.


Kemudian Farel pun menuju meja kasir karena disana letak telpon,sesaat kemudian Farel pun terlihat sedang berbicara dengan atasan mereka.


Selesai melakukan panggilan,Farel pun mendekati Elmira sambil mengulas senyum.


"Kamu di ijinin kok tidur disini,tapi cuma untuk malam ini aja "Ujar Farel pada Elmira.


Gadis itupun menghembuskan napas lega,walaupun hanya semalam setidaknya malam ini ada tempat untuk dia bernaung.


"Tapi kamu mau tidur dimana?"Tanya Dita.


"Dibelakangkan ada kamar yang dijadikan tempat untuk menyimpan logistik,disana aja kamu tidur lagian tempatnya lumayan bersih kok,gak berantakan "Ujar Farel.


Elmira pun mengiyakan,kemudian dia pun mengangkut barang-barangnya dengan dibantu oleh Dita.


Setelah selesai menaruh barangnya Elmira pun berniat untuk membersihkan dirinya,beruntung disana ada toilet yang berisi bak untuk menampung air,sehingga Elmira tidak khawatir kekurangan air jika dia ingin membersihkan diri.


Lima belas menit kemudian Elmira pun keluar dari dalam toilet dengan mengenakan seragam Cafe,tapi dia tidak langsung menuju kedepan karena jam kerjanya masih sekitar setengah jam lagi.

__ADS_1


Sambil menunggu jam kerjanya dimulai,Elmira pun duduk disebelah cafe sambil merenung.Dia menatap langit yang mulai mencurahkan hujan,berkali-kali dia menghela napas untuk meringankan beban dihatinya.


***


Pukul sepuluh malam jam kerja Elmira pun selesai,setelah membersihkan cafe dan peralatan lainnya Elmira pun menutup pintu cafe dari dalam.


Kenzi yang merasa khawatir meninggalkan Elmira sendirian disana berkali-kali dia bertanya pada gadis tersebut.


"Beneran El,kamu gak apa-apa tidur sendirian disini?"Tanya Kenzi sebelum dia pergi.


"Beneran kak,udah kakak pulang aja,lagian ini udah malem banget juga "Jawab Elmira.


Akhirnya Kenzi pun meninggalkan Cafe tersebut setelah memastikan kalau pintu sudah terkunci rapat dari dalam.


Kemudian Elmira pun masuk kedalam gudang tempat penyimpanan logistik,setelah berganti pakaian dia menggelar kasur lipatnya lalu merebahkan dirinya.Lampu pun dia biarkan menyala agar ruangan tersebut tidak gelap.


Suara rintik hujan masih terdengar,Elmira pun mencoba memejamkan matanya.Namun tiba-tiba bayangan Arion melintas dibenaknya,entah kenapa perasaannya menjadi gelisah.


"Ada apa ini?kenapa tiba-tiba aku teringat sama Arion ?"Gumam Elmira dalam hati,beberapa saat dia terus mengubah posisi tidurnya untuk mengusir kegelisahan yang dirasakannya.Sampai akhirnya gadis itupun terlelap.


●●●


Ditempat lain,lebih tepatnya di mansion milik keluarga Prakasa,terlihat Arion tengah berada diruang bawah tanah.


Arion dihukum oleh papanya karena perkelahiannya tadi pagi ketahuan,ternyata vidio perkelahian dirinya dengan Ben sampai ditangan sang papa.


Apalagi vidio tersebut diunggah didunia maya,dan banyak yang mencibir sikap Arion yang membuat Roger merasa malu.Pasalnya beberapa koleganya juga sempat menelfon dirinya menanyakan kebenaran vidio tersebut.


Tanpa ampun lagi Roger pun mencambuk punggung Arion dengan menggunakan gesper,dan sebagai tambahan karena sudah membuatnya malu maka Roger pun mengurung Arion diruang bawah tanah.


Saat Roger tengah mencambuk anaknya Gibson dan Tari juga menyaksikan hal tersebut,namun Gibson membiarkan begitu saja karena dia juga kesal dengan sikap Arion yang bertindak gegabah.


Sedangkan Tari diam karena dia hapal betul dengan sifat suaminya,yaitu apapun yang suaminya lakukan pada Arion dirinya tidak boleh ikut campur.


Arion duduk bersandar di dinding,tatapan matanya pun juga datar.Dan dia tidak mempedulikan rasa perih dipunggungnya.


"Papa nyuruh kamu kuliah biar kamu pintar Arion,bukan malah berkelahi tidak jelas seperti ini.Apa sih yang kamu perebutkan sampai bertindak memalukan seperti itu?kamu tahu,papa ini merasa malu dengan kolega papa karena sikap kamu itu.Sudah berkali-kali papa bilang jaga sikap kamu,jaga kehormatan keluarga kita,,,,,"


Arion kembali teringat perkataan papanya,dan dia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya karena merasa kesal dengan sikap sang papa.


Sampai akhirnya Arion tertidur dengan posisi meringkuk tanpa bantal dan juga selimut.


...----------------...


...----------------...


TO BE CONTINUE,,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote

__ADS_1


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹


__ADS_2