
Dua bulan kemudian,,,,
Sejak kejadian itu Arion dan Elmira benar-benar saling menjauh, apalagi setelah Arion sempat menyaksikan Elmira dibully oleh Shire dan juga gengnya.
Kemudian karena hal tersebut Shire mengajak Arion untuk melakukan perjanjian tak tertulis, yaitu Arion harus menjauhi Elmira dan Shire akan berhenti mengganggunya, lalu dengan berat hati pria itupun menyetujui hal tersebut.
Akhirnya Arion pun menjaga jarak dengan Elmira begitu juga dengan ketiga sahabatnya. Mereka semua mengambil keputusan tersebut agar Elmira tidak diganggu lagi, dan benar saja Shire dan juga gengnya berhenti membully Elmira.
Namun diam-diam Arion mulai memendam perasaan pada Elmira, tidak tahu kapan pastinya tapi yang jelas perasaan cinta didalam hatinya mulai bersemi.
Tapi sayangnya Arion tidak bisa menunjukkan perasaan cintanya pada Elmira, dan untuk mengobati kegundahan hatinya dia hanya bisa memandang gadis yang dicintainya dari jarak jauh, atau mencuri pandang saat mereka berada didalam kelas.
Tidak beda jauh, Elmira juga merasakan hal yang sama.Dia merindukan kedekatannya dengan Arion, tapi berulangkali dia mengingatkan dirinya bahwa dia tidak setara dengan pria tersebut.
Dan Elmira hanya bisa melampiaskan semua perasaannya pada pekerjaan dan juga buku pelajarannya, satu hal yang dia syukuri yaitu Shire dan gengnya berhenti mengganggu dirinya. Walaupun hal itu sampai mengorbankan kedekatan dan juga perasaannya pada Arion, tapi setidaknya dia bisa kuliah dengan sedikit lebih tenang.
****************
Selain itu, proyek yang ditangani oleh Roger yaitu membangun pusat perbelanjaan dan juga wahana bermain baru selesai beberapa persen. Masih butuh waktu beberapa bulan lagi sampai semuanya beres.
Arion yang masih membantu Papanya diperusahaan juga sering diajak untuk memantau proyek tersebut, sebenarnya Arion enggan melakukan hal tersebut tapi dia tidak bisa membantah perintah sang Papa.
Seperti saat ini, berhubung hari jumat maka Arion selesai kuliah lebih awal. Setelah selesai makan siang dia kembali diajak oleh Roger ke lokasi proyek.
"Ngapain sih Pa harus sering-sering kesana?" Tanya Arion sambil menekuk wajahnya.
"Biar kamu semakin terbiasa untuk menangani proyek, ayo jangan malas-malasan kamu "Ujar Roger sambil berlalu.
Dengan setengah hati Arion mengikuti langkah Papanya menuju lift, kemudian disusul oleh sang asisten yaitu Ervin, dan juga beberapa bodyguard yang khusus menjaga Roger saat pria itu ada urusan diluar.
Sampai dilobi sebuah mobil warna hitam telah menunggu, seorang bodyguard membuka pintu untuk Roger dan Arion. Setelah keduanya berada didalam mobil, seorang bodyguard memberi perintah lewat earpiece lalu perlahan mobil bergerak meninggalkan pelataran gedung AXA Group.
Dibelakang mobil yang membawa Roger dan Arion, menyusul sebuah mobil lagi yang berisi empat orang bodyguard.
Selama perjalanan Arion hanya terdiam pikirannya tertuju pada seorang gadis, siapa lagi kalau bukan Elmira. Tadi sewaktu di kelas dia sengaja duduk dideretan belakang agar dia bisa dengan mudah menengok kearah Elmira.
Lagian sudah lama Arion tidak pernah melihat senyum gadis itu, karena sejak Elmira menjauh dari Arion gadis itu selalu menampilkan raut wajah yang datar.
Tidak terasa Arion dan Papanya sampai dilokasi proyek, seorang mandor menyambut Roger dengan sangat hormat.
Setelah memakai helm keselamatan Roger pun mengajak putranya itu berkeliling dengan ditemani oleh mandor tersebut.
●●●
Dafa yang jam kuliahnya baru berakhir sekitar jam setengah dua siang berniat untuk segera pulang, tapi saat dia hendak keluar mendadak dirinya dihampiri oleh Fani.
Dafa mengerutkan alisnya.
"Ada apa?" Tanya Dafa datar.
Fani mulai gencar mendekati Dafa sejak Elmira menjauh dari kelompoknya Arion. Karena memang sejak awal Fani menaruh perasaan pada pria tersebut.
"Emm,,,boleh gak aku pulang bareng kamu?"Tanya Fani penuh harap.
__ADS_1
"Gak boleh " Jawab Dafa singkat dan cuek, dia merasa tidak suka pada gadis tersebut karena Fani merupakan bagian dari gengnya Shire, yaitu geng yang sudah membully Elmira dan membuat gadis itu menjauh dari dirinya dan juga sahabatnya yang lain.
Terlihat Fani sangat kecewa.
"Kamu benci sama aku Daf ?"Tanyanya dengan raut wajah sendu.
"Menurutmu?" Dafa balik bertanya, dan tanpa menunggu jawaban dari Fani dia pun berlalu pergi.
Melihat Dafa pergi begitu saja membuat Fani cemberut dan juga kesal. Lalu dengan langkah gontai dia berjalan keluar kelas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arion dan ketiga sahabatnya sedang nongkrong di kantin, sejak dirinya membantu sang Papa diperusahaan Arion jarang bisa nongkrong atau jalan-jalan di luar kampus. Jadi dia bisa berkumpul dengan mereka hanya saat berada di kampus.
Dengan wajah lesu Arion mengaduk-aduk jus alpukatnya dengan sedotan.
"Rion, kamu kenapa sih, kok murung gitu?" Tanya Felix.
Yang ditanya hanya bisa menghembuskan napas pelan.
"Paling dia lagi kangen sama Elmira " Celetuk Brady asal-asalan.
"Kok kamu tahu?" Tanya Arion sambil mengangkat pandangannya.
Brady pun kaget karena sebenarnya dia asal nebak " Oh,,beneran? em,, aku cuma nebak aja sih" Jawabnya sambil nyengir.
Arion pun hanya mendengus kesal.
"Apaa,,,?" Tanya Arion dengan nada kesal.
"Kamu jatuh cinta sama Elmira ?"Tanya Dafa dengan tatapan penuh selidik.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Dafa, membuat Felix dan Brady menatap Arion untuk mendengarkan tanggapan dari pria paling tampan diantara mereka berempat.
Sesaat Arion tampak tertegun.
"Entahlah,,tapi jujur aja, aku merindukan senyumannya " Setelah mengatakan hal tersebut Arion kembali menunduk.
"Kamu sih, ngapain juga pakai melakukan perjanjian sama Shire " Ucap Felix setengah menggerutu.
"Aku terpaksa Fel, kalau aku enggak setuju kasihan Elmiranya" Balas Arion.
"Tapi kalau sekarang diliat-liat lebih kasihan kamu sih Rion, kayak gak ada semangat gitu gara-gara memendam perasaan" Ujar Brady setengah mengejek.
"Ck,, kayaknya kalian seneng banget liat aku menderita" Keluh Arion dengan wajah tertekuk.
Ketiganya pun hanya bisa nyengir melihat reaksi Arion.
DEGHH,,,,
Arion memegang dadanya yang berdenyut sakit.
__ADS_1
"Rion, kamu kenapa?" Tanya Dafa sambil menatap sahabatnya itu.
Arion pun hanya menggeleng lemah.
"Dada aku tiba-tiba berdebar dan berdenyut sakit" Jawabnya sambil menepuk pelan dadanya yang bidang.
"Cobak deh kamu cek up ke dokter Rion, sering banget loh kamu kayak gitu, takutnya ada masalah di tubuh kamu " Ujar Felix memberi saran.
"Gak ah, aku baik-baik aja kok " Ucap Arion.
Felix pun tidak memaksa lagi, rasanya percuma juga membujuk sahabatnya yang suka bersikap keras kepala itu.
Karena bosan nongkrong dikantin, akhirnya mereka memutuskan untuk berkeliling sambil menunggu jam kuliah berikutnya.
Baru saja mereka berempat keluar dari area kantin, keempatnya dikejutkan dengan kerumunan yang terjadi beberapa meter di depan mereka.
"Eh, guys ada apaan tuh?" Celetuk Felix sambil mempercepat langkahnya menuju kerumunan yang ada didekat gedung FE.
"Yuk kita samperin " Ajak Dafa mengikuti langkah Felix dan diikuti oleh yang lainnya.
Terlihat mereka berempat sangat penasaran, sampai didekat kerumunan mereka pun menyeruak masuk untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Betapa kagetnya mereka berempat saat melihat Elmira yang tergeletak pingsan ditengah kerumunan itu, dan lebih parahnya lagi diantara sekian banyaknya orang yang berkerumun, tidak ada satupun orang yang mau menolong gadis tersebut. Malah beberapa dari mereka memfoto dan memvidiokan hal tersebut.
"Elmiraaa,,,," Seru Arion langsung berlutut disebelah gadis yang tergeletak tak berdaya dengan wajah pucat pasi.
Sedangkan Felix yang emosi melihat orang yang hanya memfoto dan memvidiokannya tanpa berniat menolong, diapun langsung menarik kerah baju salah satu dari mereka dan langsung melayangkan pukulan kearah pria tersebut.
"Heh,,apa-apaan lo main pukul aja " Protes pria yang memakai kemeja coklat itu sambil mengusap rahangnya yang terasa ngilu, sedangkan ponselnya terlempar ke dekat kaki Brady.
Dengan sadis Brady langsung menendang ponsel tersebut hingga mental lagi sampai beberapa meter.
"Lo yang apa-apaan, liat orang pingsan bukannya nolongin, kalian semua emang bener-bener gak punya hati nurani " Teriak Felix dengan tatapan tajam.
Mereka semua pun kasak-kusuk sambil berlalu pergi satu persatu, pria yang habis kena pukul tadi hanya bisa menatap sengit kearah Felix, namun tidak punya nyali untuk membalasnya karena dia sadar jika Felix bukanlah tandingannya.
" Udah yuk Fel, kita susul mereka ke UKS " Ajak Brady, dan Felix pun mengiyakan tapi matanya masih sempat menyorot tajam kearah beberapa mahasiswa yang masih ada di tempat kejadian.
******
TO BE CONTINUE,,,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹