Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
TIGA PULUH TIGA


__ADS_3

Malam minggu yang indah, namun sayangnya suasana hati Arion sangat buruk.


Berawal dari kedatangan keluarga Shire yang diundang makan malam, lalu kini Arion harus menemani gadis tersebut keliling mansion usai makan malam.


Sedangkan para orangtua asyik berbincang-bincang diruang tamu, termasuk kakek Gibson pun ikut berada disana. Bahkan kakek Tua itulah yang mendominasi pembicaraan.


Arion dan Shire tengah berkeliling didalam mansion, terkadang gadis itu juga bergelayut manja dilengan Arion. Tapi pria itu dengan cepat menepisnya, dja benar-benar tidak ingin disentuh oleh gadis tersebut.


"Rionn,,aku pengen liat halaman belakang, kata mama kamu tadi disana juga ada taman bunga dan tempat bersantai" Ucap Shire setengah merengek.


Arion menghembuskan napas kasar.


"Ya sudah, kita kesana" Kata Arion dengan ketus, kemudian dia berjalan mendahului Shire keluar mansion.


Dengan wajah cemberut Shire mengikuti langkah Arion, namun expresinya berubah ketika mereka berdua melewati ruang tamu.


"Rionn,,,mau kemana kamu?"Tegur Roger.


"Keluar" Jawab Arion tanpa menoleh.


"Om, Tante, Kakek, kami berdua mau ngobrol di luar" Ucap Shire dengan sopan.


"Baiklah, tapi maklumi aja ya jika Arion bersikap ketus, dia memang seperti itu" Kata Gibson.


"Iya Kek, gak apa-apa, saya mengerti" Balas Shire sambil mengulas senyum, kemudian buru-buru dia menyusul Arion.


Dan disinilah mereka sekarang, ditaman belakang rumah duduk saling berhadapan.


Shire terus menatap wajah Arion, namun pria itu malah sibuk berbalas pesan dengan Elmira.


Bahkan sesekali pria tersebut menyunggingkan senyumnya.


"Rionn,,,kamu ngapain sih? dari tadi sibuk terus main ponsel" Protes Shire.


"Bukan urusanmu" Jawab Arion ketus tanpa menoleh orang yang diajaknya bicara.


"Kamu lagi berbalas chat dengan siapa?" Tanya Shire lagi dengan nada tidak suka.


"Sudah aku bilang itu bukan urusanmu" Ucap Arion sambil menatap tajam kearah Shire.


"Jelas itu menjadi urusanku Rion, aku ada dihadapanmu tapi kamu malah cuek sama aku. Memangnya apa salahku Rion? kenapa kamu membenciku padahal aku sangat mencintaimu" Ucap Shire dengan mata berkaca-kaca, saking kesalnya tanpa sadar dia mengungkapkan isi hatinya pada Arion.


"Denger ya, aku gak peduli kamu cinta sama aku atau enggak, tapi yang jelas aku tidak mencintaimu. Karena apa? karena aku sudah mempunyai seseorang yang sangat aku cintai. Jadi mulai sekarang sebaiknya hentikan usaha kamu buat deketin aku" Ujar Arion dengan tajam dan sorot mata dingin.


Shire dibuat kaget dengan reaksi Arion, tapi bukan Shire Arabella namanya jika dia menyerah begitu saja.


"Lalu siapa nama gadis yang kamu cintai itu? apakah gembel kampus itu?" Tanya Shire sinis.


"Aku tidak tahu siapa yang kamu maksud itu, lagian buat apa aku memberitahu nama gadis yang aku cintai itu"Jawab Arion acuh tak acuh, lalu dia kembali fokus menatap ponselnya.


"Kamu tahu siapa yang aku maksud Rion, jadi berhenti untuk pura-pura" Terlihat gadis itu sangat geram dengan sikap cuek Arion.


"Baik kalau kamu tidak mau mengatakan padaku, aku hanya perlu bilang sama Om Roger kalau kamu itu lagi dekat dengan gadis gembel,,,"


"Cukup Shire, cukup! kamu jangan bawa-bawa nama Elmira dihadapan Papaku atau Kakekku. Berani kamu mengatakan sesuatu yang tidak-tidak, jangan salahkan aku jika sampai aku berbuat kasar padamu" Ancam Arion dengan tatapan mata berkilat.


Mendengar ancaman Arion, gadis tersebut hanya tersenyum sinis.


"Baiklah, aku bisa memenuhi permintaanmu untuk tidak menyampaikan fakta tersebut pada Om Roger. Tapi ada syaratnya" Balas Shire.

__ADS_1


Arion menggeretakkan giginya karena kesal.


"Apa maumu?" Tanya Arion datar.


"Kamu harus mau jadi tunanganku" Jawab Shire dengan enteng.


"Kamu sudah gila ya?" Tanya Arion dengan nada tinggi.


Shire pun tersenyum, namun saat dia hendak berkata mendadak seorang pelayan menghampiri mereka berdua.


"Tuan Muda dan Nona di suruh masuk kedalam" Ucap pelayan tersebut.


Tanpa berkata Arion pun langsung beranjak bangun meninggalkan Shire dan pelayan tersebut.


"Rionn,,,tunggu, kok aku ditinggal sih" Dengan berlari kecil Shire mengejar Arion yang berjalan masuk kedalam mansion.


Ketika sampai diruang tamu, semua mata memandang kearah Arion dan Shire yang kini duduk berdampingan.


Sebenarnya Arion ingin duduknya berjauhan, namun Shirelah yang terus mepet Arion.


Kakek Gibson mengamati mereka berdua sambil tersenyum.


"Kalian berdua memang benar-benar serasi" Ucap Gibson.


Mendengar perkataan kakeknya, Arion mengerutkan keningnya sedangkan Shire malah tersenyum lebar.


"Arion, Kakek dan Papamu sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan Shire, jadi,,,,"


"Apa-apaan ini Kek? aku tidak mau,,,,"


Lagi-lagi Arion ingin menolak rencana tersebut, namun ucapannya keburu dipotong.


"Tidak apa-apa Tuan Roger, saya bisa memakluminya karena saya dulu juga pernah muda" Ucap Danish sambil tersenyum kecil.


Sedangkan Arion hanya mendengus kesal sambil menatap tajam kearah kakeknya.


"Dengar Arion, disini tidak ada penolakan, karena hanya Shire yang layak menjadi tunanganmu" Ucap Kakek Gibson dengan tegas.


Hati Shire langsung bahagia saat mendengar perkataan Kakek Gibson, dia semakin yakin jika Arion pasti akan menjadi miliknya.


"Terimakasih Tuan Gibson, karena kami juga merasa jika hanya cucu Tuanlah yang layak menjadi pasangan putri kami tercinta" Ujar Danish sambil tersenyum.


Raut wajah Arion semakin mengeras, rasanya saat ini dia ingin menghajar semua orang yang ada dihadapannya tersebut.


Pembicaraan pun berakhir ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.


Keluarga Shire pun pamit untuk pulang, dan berjanji kapan-kapan akan mengundang keluarga Roger ke rumahnya.


Setelah tamu tersebut pergi Arion bergegas masuk kedalam rumah dengan raut wajah datar.


"Arionn,,," Panggil Gibson dari atas kursi rodanya, kakek itu tidak ikut mengantar keluarga Shire keluar.


Dengan menghembuskan napas kasar dia menoleh kearah Kakeknya.


"Apalagi Kek?" Tanya Arion malas.


"Kamu sudah tahukan sekarang siapa calon istrimu, jadi kakek harap mulai sekarang kamu melakukan pendekatan sama Shire, jangan lagi kamu mendekati gadis yang lain" Ujar Gibson dengan tegas.


"Sudah aku bilang aku tidak mau dijodohkan Kek, aku bisa nyari pasangan sendiri" Ucap Arion dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Arionn,,,,, jaga nada bicara kamu sama orang yang lebih tua" Tegur Roger tajam.


"Kalian menyuruhku untuk menghargai orang yang lebih tua? tapi apa kalian pernah menghargaiku? apa kalian selama ini memahami apa yang aku inginkan?" Teriak Arion mengeluarkan unek-uneknya.


Plakkk,,,,,


Roger menampar Arion karena tidak bisa menahan emosinya.


Dan Arion tampak mengusap bekas tamparan tersebut sambil menyunggingkan senyum sinis.


Tari yang melihat kejadian tersebut mencoba untuk menghentikannya.


"Sudah Pa, jangan,,,,"


"Diam kamu Tari, ini urusan laki-laki" Kata Roger dengan nada tinggi.


Tari pun langsung terdiam walaupun dalam hati dia sangat ingin membela putranya.


Sedangkan Gibson menatap tajam kearah cucunya.


"Jangan membantah lagi Arion, mau tidak mau nanti kamu harus bertunangan dan menikah dengan putrinya Danish, dan Kakek tidak menerima penolakan" Ujar Gibson dengan keputusan yang tidak mungkin bisa dibantah.


"Arrghhh,,,,,kalian memang benar-benar egois" Teriak Arion, kemudian dia langsung pergi menuju kamarnya.


Brakkk,,,,


Arion membanting pintu untuk melampiaskan kekesalannya.


"Sekarang Arion menjadi pembangkang dan susah diatur, apa itu hasil didikanmu selama ini?" Tanya Kakek Gibson pada putranya.


"Maaf Pa" Hanya itu yang bisa dikatakan oleh Roger.


"Cih,,apakah hanya kata maaf yang bisa kamu ucapkan sekarang? Papa tidak mau tahu, pokoknya Arion harus mau menerima Shire menjadi istrinya" Ujar Gibson dengan sinis.


Kemudian dia menyuruh pelayannya untuk mendorong kursi roda menuju kamarnya.


Sedangkan Roger yang masih marah hanya bisa menghembuskan napas kasar, kemudian tanpa mengatakan apapun lagi pada istrinya dia berlalu pergi menuju ruang kerjanya.


Dan dengan langkah gontai Tari berjalan menuju kamarnya, malam ini dipastikan dia kembali tidur seorang diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE,,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2