
Arion telah sampai dikantor papanya, setelah memarkirkan mobilnya dia melangkah masuk kedalam gedung yang tingginya mencapai limapuluh lantai.
Semua karyawan yang kebetulan berpapasan dengan Arion meyapa pemuda tersebut, dan Arion pun hanya menganggukkan kepala seraya terus melangkahkan kakinya menuju lift.
Semenit kemudian Arion telah berada didalam lift khusus yang meluncur menuju lantai limapuluh. Begitu pintu lift terbuka, dia melangkah keluar dan langsung melihat beberapa bodyguard yang berjaga didepan ruangan milik papanya.
Para bodyguard itupun mengangguk sopan kearah dirinya, namun Arion tidak menghiraukan hal tersebut. Dia malah merasa risih saat melihat papanya dijaga seketat itu oleh para bodyguard.
Arion mengetuk daun pintu terlebih dahulu, setelah ada perintah yang menyuruhnya masuk barulah Arion membuka pintu.
Begitu pintu terbuka maka tampaklah ruang kerja Roger yang sangat luas, nyaman dan juga dengan interior ruangan yang elegan. Terdapat juga satu set sofa mahal ditengah-tengah ruangan, biasanya jika ada tamu yang ingin bertemu dengan dirinya, maka Roger akan mengajak mereka duduk disana.
Arion melihat papanya yang sedang duduk dikursi kebesarannya, dibelakannya terdapat lambang dan tulisan AXA Group yang tercetak pada dinding.
Dengan langkah malas Arion berjalan mendekati meja kerja papanya.
"Ada apa Papa manggil aku kesini?"Tanya Arion ketus.
"Kamu duduk dulu disana"Bukannya menjawab Roger malah menyuruh anaknya duduk sambil menunjuk kearah sofa.
Dengan mendengus kesal Arion menurut dan berbalik menuju sofa, lalu dia menghempaskan tubuhnya di sofa panjang.
Sambil menunggu papanya menyelesaikan pekerjaan, Arion pun memainkan polnselnya dia melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah duabelas siang.
"Disuruh datang cepet-cepet, udah datang malah dicuekin "Gerutu Arion.
Tiba-tiba pintu pun kembali diketuk dari luar, dan Roger pun mempersilahkan orang tersebut untuk masuk.
Begitu pintu terbuka munculah sang asisten yaitu Ervin sambil membawa setumpuk map.
"Selamat siang Tuan Muda Arion "Sapa Ervin saat melihat Arion duduk disofa.
Sedangkan Arion membalas dengan anggukkan kepala sambil menoleh sekilas.
Kemudian Ervin pun menyerahkan map yang dibawanya pada Roger.
"Ini dokumen yang harus diperiksa Tuan" Ucap Ervin sambil menyodorkan map yang dipegangnya.
Roger pun menerima setumpuk map tersebut tanpa mengatakan apapun,setelah memeriksanya sebentar lalu dia beranjak bangun menuju sofa tempat Arion duduk.
Ervin pun ikut mendekat kearah sofa, kemudian berdiri dibelakang Roger yang duduk diseberang Arion.
Begitu melihat sang papa sudah duduk dihadapannya, Arion memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
"Ada apa papa manggil aku kesini?"Arion kembali mengulangi pertanyaannya.
"Pertama, papa tidak suka dengan tindakan kamu tadi pagi, yaitu kabur sebelum masa hukuman selesai "Ujar Roger dengan tatapan tajam.
"Masalah itu jangan salahin aku pa,salahin aja istri papa yang sudah nyuruh aku keluar dari sana"Balas Arion santai.
Roger pun mendelik kesal.
"Yang kedua, mulai sekarang sepulang kuliah kamu harus datang ke kantor dan membantu pekerjaan papa disini " Titah Roger dengan tegas.
"Hah? kok tiba-tiba papa nyuruh aku kerja? terus gimana kalau aku selesai kuliahnya sore? "Protes Arion, dia tidak terima jika dirinya disuruh bekerja di AXA Group. Dia benar-benar tidak berminat.
"Papa sudah tahu semua jadwal dikampus kamu itu, lagi pula papa tidak menerima bantahan dan alasan apa pun itu "Keputusan Roger pun final, dia ingin agar Arion mulai membiasakan diri untuk bekerja diperusahaan.Toh pada nantinya perusahaan ini akan dikelola oleh putranya itu.
__ADS_1
"Daripada kamu keluyuran gak jelaskan? mending kamu latihan mengurus perusahaan. Apalagi sebentar lagi akan ada proyek besar, yaitu membangun pusat perbelanjaan dan juga wahana bermain. Setidaknya kamu juga bisa belajar cara menangani proyek besar "Lanjut Roger.
Arion mendengus kesal mendengar perkataan papanya, terlihat rahangnya mengetat menahan emosi. Apalagi dia teringat jika papanya melakukan penggusuran dengan semena-mena.
"Aku tidak mau terlibat dalam proyek itu "
Roger mengerutkan alisnya,sudah dibilang kalau dirinya tidak suka dibantah.
"Kenapa kamu tidak mau terlibat? "
Arion tersenyum sinis menatap papanya.
"Karena aku tahu papa mendapatkan lahannya dengan cara yang tidak benar, dan aku membenci hal itu "
Tiba-tiba Arion teringat dengan Elmira, dan mendadak hatinya merasa sedih. Bahkan kali ini matanya sampai berkaca-kaca.
Hal itu tidak luput dari penglihatan Roger.
"Kamu mau menangis, hah? cengeng sekali kamu jadi pria"Ucap Roger dengan nada tidak suka.
"Udahlah pa, sampai kapan pun papa tidak akan pernah tahu apa yang aku rasakan "Balas Arion sambil beranjak bangun kemudian berlalu pergi sambil membawa tasnya.
"ARIONNN,,,,mau kemana kamu?" Teriak Roger marah, namun sayangnya Arion tidak menjawab dan malah membanting pintu sampai membuat Ervin terlonjak kaget.
"Apa perlu saya kejar Tuan ?"Tanya Ervin.
"Tidak usah, besok dia pasti akan datang kesini lagi "Jawab Roger, dia yakin jika mulai besok Arion pasti akan membantunya diperusahaan, kalau tidak maka semua fasilitas milik Arion akan ditariknya.
●●●
Sedangkan Elmira yang baru saja kena bully dari gengnya Shire perlahan keluar dari toilet, sambil memeluk tasnya dia berjalan cepat menuju pintu gerbang.
Elmira menyusuri trotoar dengan langkah yang cepat, terik matahari tidak dia hiraukan dan karena teriknya cuaca membuat pakaiannya perlahan mengering, namun meninggalkan noda yang membuat pakaiannya terlihat kotor.
Sampai dicafe tempatnya bekerja, Elmira melihat kalau cafe sudah buka dan ada Dita juga Farel berjaga disana.
"Hay El, kamu sudah pulang? tapi kenapa pakaianmu kotor sekali? " Tanya Dita keheranan.
Elmira pun berusaha mencari alasan agar seniornya itu tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.
"Ohh,,ini,,aku gak apa-apa kok kak, akunya yang tadi di kampus sedikit ceroboh "Jawab Elmira sambil nyengir "Kalau gitu aku mau bersih-bersih dulu ya kak" Lanjutnya sambil berlalu pergi, Elmira tidak ingin dirinya ditanya lebih lanjut lagi.
Dita dan Farel pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Far, buatin Elmira makanan gih, dia pasti belum makan siang "Ujar Dita sambil melihat jam yang sudah menunjukkan jam satu siang lewat limabelas menit.
Farel pun menganggukkan kepalanya kemudian berlalu menuju dapur.
Sedangkan Elmira menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah itu dia berniat untuk langsung pergi mencari kontrakan.
Tadi dia sempat menghitung uang yang diberikan oleh ayahnya, masih tersisa sekitar delapan ratus ribu. Sedangkan seminggu lebih dirinya baru gajian, Elmira berharap uangnya cukup sampai dia gajian nanti.
Selesai mandi Elmira menuju kedepan dia berniat untuk mencari kontrakan dulu, setelah dapat dia akan kembali lagi untuk mengambil barangnya atau nanti sepulang kerja dia akan membawanya langsung.
"Kak Dita, aku pergi dulu ya "Ujar Elmira sambil menghampiri seniornya tersebut.
"Kamu makan dulu ya El, lihat tuh Farel udah bikinin kamu makanan "Ucap Dita sambil menoleh kearah Farel yang baru datang dari dapur.
__ADS_1
Elmira pun baru sadar jika perutnya sudah lapar minta diisi.
"Makasih ya kak, aku udah ngerepotin kakak berdua "Kata Elmira sambil menoleh kedua seniornya itu bergantian.
"Udah gak apa-apa El, kamu makan ya, aku juga bikinnya banyak "Ucap Farel sambil menaruh mie goreng diatas meja.
Lalu mereka bertiga pun makan bersama sampai mie goreng tersebut ludes tak tersisa.
Kemudian Elmira pun pamit untuk melakukan rencananya mencari kontrakan.
●●●
Setelah Arion pergi dari perusahaan AXA Group dirinya melajukan mobilnya tak tentu arah, hatinya benar-benar kesal karena papanya selalu mengambil keputusan tanpa bertanya terlebih dahulu pada dirinya.
Sampai kemudian Arion tiba disebuah coffee shop bergaya klasik, dan dirinya juga sudah lumayan sering datang kesini sewaktu SMA. Ada satu hal yang membuatnya betah berada di coffee shop ini, yaitu adanya panggung kecil disudut ruangan yang terdapat alat musik akustik. Para tamu yang berminat dipersilahkan untuk memainkan atau menyumbang lagu jika ada yang memintanya.
Buggatti milik Arion sudah parkir ditempat yang rindang, kemudian pemuda tampan itupun melangkah masuk .
Saat mendengar lonceng diatas pintu berbunyi, pemilik coffee shop menoleh lalu tersenyum lebar saat melihat Arion datang.
"Hayy Bro,,lama kamu gak muncul disini "Sapanya sambil menghampiri Arion "Apa kabar kamu?"Tanyanya.
"Kabarku buruk Kak"Jawab Arion sambil berjalan menuju meja yang ada didekat jendela, agar dirinya bisa melihat suasana diluar.
Ezra pemilik coffee shop yang usianya tiga tahun diatas Arion hanya tertawa kecil. Mereka berdua bisa dikatakan berteman dekat, apalagi mereka juga mempunyai hobi yang sama yaitu main musik.
Hanya saja latar belakang mereka yang berbeda, jika Arion anak konglomerat maka Ezra hanyalah anak yang berasal dari keluarga sederhana. Tapi karena Ezra tidak punya biaya untuk kuliah, maka dia mencoba berbisnis kecil-kecilan. Awalnya dia hanya mempunyai kedai kopi yang memiliki dua meja, tapi seiring waktu berlalu ternyata banyak orang yang menyukai racikan kopinya. Sehingga usahanya pun semakin berkembang dan akhirnya bisa sampai seperti saat ini.
"Kamu mau pesan apa?"Tanya Ezra .
"Emm,,,cappucino aja kak "Jawab Arion setelah berpikir sejenak.
"Siipp,,,"Ucap Ezra sambil berlalu menuju
pantry "Kamu kok tumben sendirian?"Tanyanya sedikit meninggikan suaranya.
"Ntar mereka nyusul kesini "Jawab Arion, dia tadi sempat mengabari ketiga sahabatnya kalau dirinya berada disini.
Sambil menunggu Ezra selesai membuat pesanannya, Arion beranjak bangun menuju panggung kecil yang ada disudut. Kemudian dia mengambil gitar akustik dan duduk dikursi dekat panggung tersebut.
Sejenak dia menyetel gitar lalu tangannya pun mulai memetik senar, terdengar melodi dari lagu favoritnya yaitu my love milik westlife.
Saking menghayatinya sampai Arion tidak sadar jika ketiga sahabatnya sudah ada didalam coffeshop.
TO BE CONTINUE,,,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹