
Pagi-pagi sekali Arion sudah pergi dari mansion dengan mengenakan pakaian rapi dengan raut wajah datar dan sikap yang dingin,dia juga tidak menghiraukan sapaan para pelayan.
Bugatti yang dikendarainya bukan meluncur menuju kampus,melainkan melaju kearah pemukiman tempat Elmira tinggal.Hari ini dia berniat menjemput gadis tersebut dan mengajaknya berangkat bersama ke kampus.
Karena hari masih pagi jadi jalanan pun belum terlalu ramai,duapuluh lima menit kemudian sampailah Arion dipemukiman tersebut.Tapi alangkah terkejutnya saat mendapati tempat itu telah sepi,bahkan deretan gubuk pun tampak tak berpenghuni.
Setengah berlari Arion menghampiri rusun tempat Elmira tinggal,tapi disana juga dia tidak menjumpai siapa pun.
"Kenapa tempat ini sepi?terus Elmira pergi kemana?"Gumam Arion dengan pikiran kalut.
Dia pun kembali menuju mobil yang terparkir di depan gang,dengan menyenderkan punggungnya dimobil dia mencoba menghubungi sahabatnya.
Terdengar suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Ada apa Rion?pagi-pagi dah ganggu aja "
"Elmira gak ada dikontrakannya,dia ngilang,,"Ucap Arion tanpa basa basi lagi.
"Hah?kok bisa?,,tapi tunggu,,kok kamu pagi-pagi udah disana?"
"Itu gak penting,yang penting sekarang kamu cepat mandi dan bersiap,lalu sepanjang jalan cari-cari keberadaan Elmira "Arion langsung memberi perintah.
Setelah itu Arion langsung mematikan sambungan telfonnya, dan langsung menghubungi Brady dan juga Dafa untuk ikut mencari keberadaan Elmira.
Setelah selesai menghubungi semua sahabatnya,Arion masuk kedalam mobil dan meninggalkan area pemukiman tersebut,sepanjang jalan menuju kampus dia melihat-lihat kesekitar,berharap dirinya bisa menemukan Elmira.
●●●
Disaat Arion tengah panik mencari keberadaan Elmira,suasana dimansion milik Roger tengah terjadi keributan.
Berawal ketika Roger datang ke meja makan,setelah duduk dia menyuruh seorang pelayan untuk membuka pintu ruang bawah tanah.
Dengan perasaan takut pelayan itu menjawab, jika Arion sudah pergi sekitar pukul setengah enam pagi.
Mendengar penjelasan pelayan tersebut membuat amarah Roger bangkit.
"Siapa yang sudah lancang melakukan itu?SIAPAA,,,?"Teriak Roger sambil berkacak pinggang dihadapan para pelayan.
"Ma,,maaf Tuan besar,,"
PRANGGG,,,,,
Roger membanting gelas yang berisi jus hingga isinya berserakan dilantai,sedangkan tiga pelayan yang memang bertugas melayani sarapan hanya bisa menunduk dengan ketakutan.Pelayan yang lain beserta koki sibuk dengan tugas mereka masing-masing,alhasil hanya tiga pelayan itu yang kena marah.
Rahang Roger mengeras,pikirannya tertuju pada satu orang yang sudah berani bertindak tanpa seijinnya.Bergegas Roger melangkah menuju kamar utama,tujuannya adalah mencari sang istri yaitu Tari.Dia yakin Tarilah yang sudah membebaskan Arion dari ruang bawah tanah.
BRAKK,,,,
Roger membuka pintu dengan kasar,mata berapi-api menatap istrinya yang sedang duduk didepan meja rias.Sepertinya Tari baru selesai mandi dan kini dia tengah membalurkan lotion ditangan dan kakinya.
"TARIII,,,lancang kamu ya?udah berani kamu bertindak tanpa seijinku dirumah ini?"Teriak Roger sambil berkacak pinggang.
Tari pun sampai terlonjak saking kagetnya,seketika dia langsung berdiri menghadap suaminya.Saat melihat kilatan amarah dimata suaminya,Tari hanya bisa pasrah menerima kemarahan suaminya tersebut.
"Ada apa Pa?pagi-pagi papa sudah marah-marah?"Tanya Tari mencoba tenang,padahal dia sudah tahu apa yang menyebabkan suaminya itu emosi.
__ADS_1
Ya,Tarilah yang sudah mengeluarkan Arion dini hari tadi.Dia merasa kasihan pada anaknya yang berada diruang bawah tanah,belum lagi keadaan ruangan yang gelap,pengap dan juga lembab.Hal itu membuat Tari nekat mengambil anak kunci yang ditaruh dilaci meja.Dengan mengendap-endap Tari keluar dari dalam kamar,lalu bermodalkan cahaya ponsel dia turun keruang bawah tanah, dan membangunkan Arion yang sedang tidur dengan posisi meringkuk.
Namun reaksi Arion membuat dirinya kembali menahan kesedihan,pasalnya Arion yang baru bangun langsung bangkit dan berlalu pergi meninggalkan dirinya, tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Roger maju selangkah mendekati istrinya dengan tatapan sinis.
"Kamu masih bertanya kenapa aku marah?kamu udah mulai berani melawanku?"Desis Roger sambil mencengkram dagu istrinya.
"Ackhh,,,le,,lepasin Pah"Ucap Tari sambil meringis kesakitan.
Roger pun menghempaskan dagu istrinya sampai Tari mundur selangkah.
"Jelaskan kenapa kamu melakukan itu?kenapa kamu mengeluarkan Arion padahal dia masih menjalani hukumannya"Tanya Roger dengan tatapan berkilat,dia paling tidak suka ada orang yang melanggar peraturan yang telah dia buat,sekalipun yang melanggar tersebut anggota keluarganya sendiri.
"A,,aku cuma kasihan sama dia Pa,apa Papa gak kasihan mengurung dia ditempat yang lembab dan pengap,lagi,,,,"
PLAAKKK,,,,,
Belum selesai Tari berucap,Roger sudah terlebih dahulu menampar pipinya.Tari pun hanya bisa mengusap bekas tamparan tersebut sambil menundukkan kepala,namun dalam hati dia menjerit karena tidak tahan dengan sikap suaminya.Tapi siapa yang mau mengerti dengan perasaannya?.Apakah orangtuanya? jawabannya tidak.Orangtua Tari tidak peduli dengan kehidupan rumah tangga anaknya,mereka hanya sibuk mengurus perusahaan yang semakin maju.
"Jangan membuat Arion menjadi anak yang manja,dia itu laki-laki dan dirinya harus di didik agar menjadi pria yang tangguh,sekali lagi aku ingatkan.Jangan pernah kamu ikut campur dalam urusanku mendidik Arion,camkan itu !"Ujar Roger dengan napas memburu karena emosi "Sekali lagi kamu lancang,maka kamu akan tahu akibatnya "Lanjutnya.
Kemudian dengan mengepalkan tangan Roger berlalu pergi dari kamarnya.
Sedangkan Tari hanya bisa terduduk kembali didepan meja rias,tak terasa dua bulir air mata mengalir dipipinya.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi,Tari pun keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sekedar sarapan.
Saat dia baru sampai diruang tengah,Tari berpapasan dengan papa mertuanya yaitu Gibson yang sedang duduk dikursi roda.Dibelakangnya seorang pelayan mendorong kursi roda tersebut,saat melihat Tari kakek tua itu memberi isyarat pada pelayannya untuk menghentikan kursi roda.
Kemudian dia menatap tajam kearah menantunya yang tidak pernah dianggap ada olehnya.
Tari pun hanya bisa menunduk sambil menganggukkan kepalanya.
"Maaf,,"Ucap Tari lirih.
Gibson pun hanya mendengus kesal,kemudian dia menyuruh pelayan untuk melanjutkan mendorong kursi rodanya.
Lagi-lagi Tari hanya bisa menghembuskan napas pelan untuk mengurangi beban dihatinya.
Sampai dimeja makan dia tidak bertemu dengan suaminya,sepertinya Roger mengurungkan niatnya untuk sarapan dan lebih memilih untuk pergi ke kantor.
●●●
Arion dan ketiga sahabatnya yang sudah sampai dikampus berkumpul didekat pintu gerbang,mereka berempat menunggu kedatangan Elmira yang tidak mereka temukan disepanjang jalan.
Sesekali Arion melirik jam tangannya yang baru menunjukkan pukul tujuh lewat seperempat,tadi dia sempat berkeliling untuk mencari keberadaan gadis tersebut.
Dan kini mereka sepakat untuk menantikan Elmira didepan pintu gerbang,jika sampai batas waktu yang ditentukan Elmira tidak datang,maka keempat pria tersebut sepakat untuk bolos kuliah dan kembali mencari Elmira.
"Rion,emang kamu gak punya nomor ponselnya Elmira?"Tanya Brady sambil bersedekap.
Arion menggeleng lemah,dia benar-benar lupa meminta nomor ponsel gadis tersebut.Lagian Arion juga tidak pernah melihat Elmira memegang ponsel.
Arion berjalan mondar-mandir sambil melihat kearah jalan,berharap Elmira muncul disana.
__ADS_1
Ketiga temannya saling pandang melihat tingkah Arion yang tidak biasanya,apalagi ini menyangkut masalah wanita,biasanya Arion terkenal cuek jika sudah berurusan dengan mereka.Namun kini pria tersebut tampak berbeda,disini dia yang terlihat paling gelisah dan khawatir.
Felix,Dafa dan Brady pun hanya bisa menduga-duga jika sahabat mereka yang satu itu sedang jatuh cinta.
"Santai aja Rion,aku yakin kok sebentar lagi dia datang"Ujar Brady menenangkan sahabatnya,namun Arion seperti tidak mendengar perkataan Brady.
Yang ditunggu tidak kunjung datang namun yang muncul malah Shire dan Anggia.Kedua gadis itu turun dari mobil yang dikemudikan oleh sopirnya Shire,jadi Anggia hanya nebeng dimobil tersebut.
"Pagi Rion,,kok tumben kamu disini?nungguin aku ya ?"Tanya Shire dengan gaya centilnya.
Arion pun mendengus kesal, lalu menghindar saat melihat gelagat Shire yang ingin bergelayut manja dilengannya.
"Mendingan kamu pergi aja deh Re,Arion sedang tidak ingin diganggu "Ujar Felix,lama-lama dia jengkel juga melihat tingkah Shire yang terkadang tidak tahu malu.
"Siapa sih kamu ngusir-ngusir aku?lagian aku itu deketin Arion bukan kamu,jadi mendingan kamu diem aja "Ucap Shire dengan sinis.
Felix pun hanya mengendikkan bahunya tak acuh,yang penting dia sudah mengingatkan gadis tersebut.
Kemudian Shire pun kembali menghampiri Arion dengan senyum manisnya,namun Arion bukannya senang tapi dia malah dibuat ilfil.
"Rionn,,temenin aku ke kantin ya,aku laper banget,ya mau ya?"Ucap Shire sambil meraih tangan pria idamannya,namun seketika Arion menghempaskan tangannya dan menatap tajam ke arah Shire.
"Apa-apaan sih,pergi gak !aku mual liat kamu"Bentak Arion kesal.
Melihat hal tersebut ketiga sahabat Arion hanya bisa menahan tawa,apalagi setelah melihat expresi Shire yang antara kesal dan juga malu.
"Makanya,jangan sok kecantikan,udah diingetin juga buat jangan gangguin Arion,ngeyel sih,tahu rasakan sekarang?"Ucap Brady dengan senyum mengejek.
Lalu Anggia pun berinisiatif buat membawa Shire pergi darisana,gadis berambut pirang itu menarik tangan temannya.
"Udah Re,kita pergi aja yuk "Ajak Anggia.
Namun Shire tidak mau menggubrisnya,dia masih kekeh ingin berbicara pada Arion.
"Rionn,,kamu kok tega banget sih bilang kayak gitu sama aku?"Tanya Shire dengan tampang sedih yang dibuat-buat.
Arion berdecak kesal sambil melengos.
Melihat Arion yang memang mengacuhkan temannya,Anggia pun menarik paksa tangan Shire.Akhirnya gadis berambut curly itu pergi juga dari hadapan Arion dengan perasaan kesal, karena pria tampan itu masih saja mengacuhkan dirinya.
*****
TO BE CONTINUE,,,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹