
Arion dan Elmira sedang melakukan presentasi tugas di depan kelas, dan gadis itu selalu mengalihkan pandangannya saat tatapannya bertemu dengan Arion.
Melihat hal tersebut membuat hati Arion berdenyut sakit, sepertinya dia tidak rela jika Elmira bersikap tak acuh pada dirinya.
Sampai akhirnya presentasi mereka pun selesai dan dilanjutkan dengan kelompok yang lain.
Saat Arion dan Elmira kembali ke tempat duduk masing-masing, gadis itu fokus membaca buku dan sesekali melihat mahasiswa yang sedang melakukan presentasi di depan kelas.
Berkali-kali Arion mencoba untuk mengajak Elmira berbicara, namun gadis itu hanya menanggapi dengan gelengan atau anggukkan kepala.
Akhirnya Arion pun menyerah dan membiarkan Elmira fokus belajar.
Dua jam kemudian kelas pun berakhir.
"Jangan coba-coba untuk kabur El " Ucap Arion tegas dan datar.
Entah kenapa Elmira yang sudah bersiap hendak kabur langsung menurut dan kembali duduk di sebelah Arion, menunggu pria itu selesai membereskan buku dan juga alat tulisnya.
"Ayo ikut aku sekarang "Ujar Arion sambil menarik pergelangan tangan milik Elmira.
"Pelan-pelan Rion "Ucap Elmira sambil mengikuti langkah pria tersebut keluar kelas.
Arion mengajak Elmira kebelakang gedung Fakultas, disana ada taman dan juga tempat duduk untuk bersantai.
Mahasiswi yang kebetulan melihat hal tersebut di buat geram sekaligus heran, namun mereka juga tidak bisa berbuat banyak.
Kejadian itu juga tidak luput dari pengawasan Shire, gadis yang sedang berada dilantai dua Fakultasnya itu bisa melihat dari jendela bagaimana Elmira nurut begitu saja saat lengannya ditarik oleh Arion.
"Gembel itu bener-bener gak ada kapok-kapoknya ya, awas aja kamu gadis miskin " Gumam Shire menahan emosinya.
Sedangkan Felix yang ditinggal sendirian diruang kelas hanya bisa menggerutu, lalu dia pun berjalan keluar kelas setelah mengusir seorang wanita yang ingin berkenalan dan meminta nomor ponselnya.
Sampai depan gedung fakultasnya dia melihat Dafa dari kejauhan yang sepertinya juga sedang mencari dirinya.
"Kok sendirian?" Tanya Dafa begitu sampai di hadapan Felix.
"Iya, Arion lagi ada urusan sama Elmira, udah yuk kita ke kantin, Brady udah nunggu kita disana "
Lalu mereka berdua pun pergi ke kantin sambil menunggu jam kuliah berikutnya.
Brady yang sedang ngemil kentang goreng melambaikan tangannya saat melihat kedatangan dua sahabatnya.
"Arion mana?"Tanya Brady pada Felix yang baru duduk di depannya.
"Lagi ada urusan sama Elmira "Jawab Felix singkat.
"Urusan apaan?" Tanyanya penasaran.
"Gak tahu, tapi Elmira itu kayak ngehindar dari Arion, gak tahu juga sih bener apa enggak atau hanya perasaan aku aja kayaknya "Jawab Felix sambil ikutan nyomot kentang goreng milik Brady, dan pemiliknya pun tampak tidak keberatan samasekali. Mereka berempat sudah seperti saudara, jadi berbagi itu merupakan hal biasa diantara mereka.
"Entar coba kita tanya langsung sama Arion " Brady memberi usul, dan Felix pun mengiyakan.
Tidak lama kemudian, Dafa pun datang sambil membawa nampan berisi makanan milik dirinya dan juga Felix.
***
Di taman belakang Fakultas tampak Arion dan Elmira duduk berdampingan, sesaat mereka saling terdiam sambil menatap lurus kedepan. Beruntung suasana di taman itu sepi, karena memang jarang ada mahasiswa yang berada disana, kecuali mereka yang ingin mencari ketenangan maka tempat itulah yang paling cocok.
"Ekhem,,,gimana? apa kamu sudah mendapatkan tempat tinggal yang baru?"Tanya Arion memecah keheningan.
"Sudah " Jawab Elmira singkat tanpa menoleh ke lawan bicaranya.
"Sebenarnya aku penasaran, kenapa kamu menghindariku?" Tanya Arion.
__ADS_1
"Aku tidak menghindarimu "
"Kalau tidak, kenapa kamu tadi melarangku untuk duduk disebelahmu? kamu juga sering menghindari tatapanku, kenapa ?"Tanya Arion sedikit gusar.
Seketika Elmira menunduk, matanya memindai sepatu butut yang dia kenakan. Berbanding terbalik dengan sepatu yang Arion pakai, harganya saja mencapai ratusan juta.
"Aku,,aku tidak pantas menjadi temanmu, bahkan hanya untuk berada disekitar kalian saja aku tidak layak " Ujar Elmira lirih.
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?"Arion mengerutkan alisnya.
"Karena perbedaan kita sangat jauh, kamu mempunyai segalanya sedangkan aku hidup serba kekurangan sejak kecil. Di kampus ini aku sering di hina dan dianggap seperti virus yang membawa penyakit, sedangkan kamu diidolakan oleh banyak orang khususnya para wanita. Kamu tahukan sekarang jika aku memang tidak pantas berada di dekat mu, apalagi menjadi temanmu" Jawab Elmira sambil menatap wajah Arion.
Dan pria itu menatap dalam kearah mata Elmira, dia bisa melihat disana ada penderitaan dan juga kesedihan. Mendadak hatinya kembali berdenyut sakit, ingin rasanya Arion memeluk gadis tersebut dan menghiburnya.
"Tapi El, aku tidak pernah menganggapmu seperti itu,,,,"
Belum selesai Arion berkata Elmira langsung tersenyum miris .
"Tidak pernah? benarkah? bukankah saat pertamakali kamu melihatku, kamu juga memandangku dengan tatapan merendahkan? sudahlah Rion, mulai sekarang sebaiknya kita saling menjauh " Selesai mengatakan hal tersebut Elmira langsung bergegas pergi, dan Arion pun tidak sempat mencegahnya.
"Elmiraa,,," Seru Arion sambil beranjak bangun.
Namun sayangnya gadis tersebut sudah menghilang dari pandangannya.
Arion kembali duduk dengan lesu, dadanya terasa sesak. Dia benar-benar tidak rela jika Elmira menjauhi dirinya.
"Maaf El, jika aku pernah bersikap tidak baik padamu"Gumam Arion, kini dirinya dilanda penyesalan.
****
Arion menginjakkan kakinya dia area kantin dan dia mengedarkan pandangannya. Sampai kemudian netranya menangkap kehadiran tiga sahabatnya, lalu Arion pun mendekat dan ikut bergabung.
"Rion, kamu kenapa? kok lesu gitu ?"Tanya Brady.
Tanpa membantah Felix langsung beranjak dan berlalu pergi.
"Elmira ingin menjauhi kita "Ucap Arion dengan wajah murung.
"Kita? maksud kamu? " Tanya Brady yang belum paham.
Dafa pun ikut menatap Arion seperti menuntut penjelasan lebih lanjut.
"Aku disuruh menjauhi dia termasuk kalian, katanya dia merasa tidak pantas berada didekat kita apalagi sampai berteman, karena perbedaan kita sama dia itu jauh "Jawab Arion sambil menopang dagunya dengan lesu.
"Tapi kok kayak mendadak gitu, aneh gak sih? padahal sebelumnya dia tampak happy aja kok saat bergabung sama kita " Brady seperti memikirkan sesuatu.
"Ah,,pantesan aja, tadi pagi aku panggil-panggil dia gak noleh, terus buru-buru masuk ke toilet Fakultasnya MIPA, kayaknya dia bukan kebelet, tapi sedang menghindar " Ujar Dafa saat teringat dengan kejadian tadi pagi.
"Bisa jadi " Kata Brady yang masih seperti memikirkan sesuatu.
Tidak lama kemudian Felix pun datang sambil membawa burger ukuran medium serta jus jeruk.
Setelah meletakkan nampan di depan Arion dirinya pun kembali duduk di tempat semula.
Namun dia merasa heran saat melihat ketiga sahabatnya terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Ada apa nih? apa ada sesuatu yang tidak aku tahu? " Celetuk Felix sambil menatap sahabatnya satu persatu.
"Elmira tidak mau berteman dengan kita lagi" Sahut Dafa, lalu dia pun menceritakan secara singkat pada Felix.
Saat Felix hendak berbicara tiba-tiba Brady mengeluarkan laptopnya, ketiga sahabatnya hanya saling pandang karena mereka tidak mengerti apa yang akan dilakukan oleh Brady.
Pria berkacamata itu menghidupkan laptopnya, kemudian setelah membenarkan letak kacamatanya dengan lincah jari-jarinya menari diatas keyboard.
__ADS_1
Ketiga sahabatnya yang penasaran langsung mendekat dan menatap kearah layar laptop, mereka merasa heran karena sepertinya Brady tengah memasukkan kode-kode yang tidak mereka pahami.
"Kamu mau,,,"
"Ssstttt,,,diem " Ucap Brady datar, kali ini dia berada dalam mode serius.
Melihat hal tersebut Dafa pun mengurungkan niatnya untuk bertanya, lalu ketiganya kembali duduk ke tempat semula.
"Selesaii,,,," Teriak Brady tersenyum puas sambil menekan tombol enter pada laptopnya.
" Kamu ngapain Brad?" Tanya Arion.
"Membobol CCTV di depan Fakultasmu Rion" jawab Brady, kemudian dia menunjukkan rekaman CCTV pada ketiga temannya.
"Ngapain kamu harus ngebobol sih, kan bisa tanya keruang pengawas " Ucap Felix.
"Biar kalian tahu aku ini hebat " Ucap Brady santai.
Arion, Felix dan Dafa kompak mendengus kesal sambil memutar bola mata dengan malas.
Sedangkan Brady hanya terkekeh pelan melihat reaksi sahabatnya.
"Emang ada apa di rekaman CCTV ini ?"Tanya Arion penasaran.
"Coba aja lihat, itu adalah rekaman pas hari jumat kemarin, jika kecurigaanku benar bisa jadi kita menemukan alasan disana kenapa Elmira menjauhi kita " Jawab Brady masih berteka-teki.
Lalu Dafa pun memeriksa rekaman CCTV tersebut, sedangkan yang lainnya hanya menunggu.
Beberapa saat kemudian pun Dafa berseru kalau dia menemukan sesuatu.
"Kayaknya ini ulah Shire dan gengnya deh" Ucap Dafa sambil menyodorkan laptop ke depan Arion.
Sesaat kemudian Arion tampak mengepalkan tangannya dengan raut wajah emosi. Walaupun direkaman itu hanya memperlihatkan Elmira yang masuk ke toilet, kemudian menyusul Shire dan gengnya masuk kedalam sambil membawa sesuatu ditangannya. Tapi saat melihat rekaman selanjutnya yang memperlihatkan Shire dan gengnya keluar sambil tertawa, membuat Arion berasumsi bahwa telah terjadi sesuatu pada Elmira didalam toilet. Sampai kemudian Arion melihat Elmira yang keluar dalam keadaan berantakan.
"Apa mungkin Elmira itu diancam sama Shire buat ngejauhin kita?" Tanya Felix yang juga ikut melihat rekaman tersebut.
"Bisa jadi sih, terkhususnya yaitu menjauhi Arion " Jawab Brady sambil melipat tangannya di depan dada.
"Aku juga setuju sama pendapatmu Brad, secara Shire sangat menyukai Arion, sudah pasti dia cemburu melihat Elmira dekat dengan kita " Dafa mendukung ucapan Brady.
Yang lainnya pun sependapat, kini mereka benar-benar kesal dengan tingkah Shire yang sudah keterlaluan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE,,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹
__ADS_1