
Begitu selesai makan malam Arion mengikuti Roger menuju ruang kerja yang ada didalam mansion tersebut. Dia merasa heran karena Papanya mendadak menjadi pendiam.
Begitu sampai di dalam ruangan Arion dan Roger pun duduk saling berhadapan.
"Papa mau membicarakan hal apa?." Tanya Arion tanpa basa basi.
"Apa hubungan kamu sama gadis yang tadi siang itu?." Roger balik bertanya dengan nada penuh penekanan.
"Kenapa Papa menanyakan hal itu?." Arion malah menjawab dengan pertanyaan.
Roger pun mendesah kesal.
"Jawab saja Rion! kamu jangan menguji kesabaran Papa." Roger menatap putranya dengan pandangan tajam.
Sejenak Arion tercenung, dia merasa mungkin ini saat yang tepat untuk mengatakan pada Papanya.
Lalu dengan memantapkan hatinya Arion pun menjawab.
"Dia adalah kekasihku, dan aku berharap mulai sekarang Papa membatalkan perjodohanku dengan Shire. Karena sampai kapanpun aku tidak bisa mencintainya Pa." Ujar Arion dengan raut wajah sungguh-sungguh, dia sudah siap menerima segala resiko yang akan dihadapinya.
Raut wajah Roger pun membeku saat mendengar perkataan putranya.
Lalu dia menghela napas pelan sebelum berkata.
"Rion, sebenarnya Papa sudah menduga hal tersebut, Papa yakin kamu pasti ada hubungan dengan gadis itu. Tapi ada hal yang ingin Papa katakan, dan Papa berharap kamu mau menuruti permintaan Papa ini."
"Papa mau nyuruh aku apalagi?."
"Mulai sekarang jauhi gadis itu Rion, kamu tidak boleh bersamanya."
Arion membulatkan matanya, walau sedikit tidaknya dia sudah menduga apa yang akan disampaikan oleh Papanya. Tapi tetap saja dia merasa terkejut dan tidak terima dengan perkataan Papanya itu.
"Gak,, aku gak mau Pa." Arion menggeleng sambil beranjak bangun "Sudah cukup selama ini aku menuruti permintaan Papa, jangan harap kali ini aku mau menuruti permintaan Papa lagi."
Terlihat Arion menahan rasa geramnya.
Roger pun ikut berdiri, dia bersedekap sambil menatap tajam kearah putranya.
"Baiklah, jika kamu masih tetap ngotot maka gadis itu akan celaka. Sekarang tinggal pilih saja, mau menjauh dan melupakan dia atau kamu memilih untuk melihat gadis itu celaka." Roger mengeluarkan ancaman yang sepertinya tidak main-main.
Arion berdecih kesal sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Tapi apa alasan Papa ngelarang aku pacaran sama Elmira?." Tanya Arion.
Sejenak Roger tertegun.
"Karena dia tidak pantas untuk kamu Rion." Kata Roger datar.
Namun Arion bisa melihat jika Papanya itu menyembunyikan sesuatu.
"Pokoknya aku tidak mau pisah sama Elmira, sekeras apapun Papa melarangnya aku tetap tidak mau berpisah dengannya." Ucap Arion tegas.
Lalu Arion beranjak pergi dengan menahan rasa amarahnya.
Melihat Arion pergi begitu saja Roger pun menghela napas pelan.
Perlahan dia duduk kembali, lalu membuka laci meja kerjanya yang paling bawah. Tampak Roger mengeluarkan sebuah album foto, dia membalikkan satu persatu lembaran foto tersebut.
Sampai kemudian dia melihat sebuah foto yang lama, foto almarhum ibunya semasih muda.
Lama sekali Roger memandangi foto tersebut.
"Wajah Ibu dengan gadis itu benar-benar mirip." Gumam Roger, mendadak hatinya menjadi gelisah.
__ADS_1
Apalagi dia teringat dengan laporan Ervin sore tadi.
Flashback on
"Tuan, ini semua data tentang gadis bernama Elmira itu." Kata Ervin sambil menyodorkan sebuah map.
Roger pun mengambilnya dan langsung membaca biodata gadis tersebut.
"Ceritakan apa yang kamu ketahui!." Titah Roger sambil matanya tetap fokus membaca tulisan yang ada di atas kertas.
"Gadis itu berasal dari desa Tuan, dia kuliah di Light Stars karena mendapatkan beasiswa. Dulu disekolahnya dia terkenal sebagai siswa yang berprestasi, tapi sayangnya dia juga sering di bully oleh teman-temannya." Ervin menerangkan dengan panjang lebar.
"Lanjutkan!."
"Dan sejak kecil dia hanya tinggal dengan ayahnya yang berprofesi sebagai petani sayuran. Tapi ada yang janggal dengan orangtuanya Tuan." Kata Ervin.
Roger pun tampak tertarik.
"Apa itu?." Tanyanya.
"Mereka ternyata bukan penduduk asli disana Tuan, kata penduduk yang disana dulu sekitar duapuluh tahun yang lalu ada seorang pria yang datang dengan membawa anaknya yang baru lahir. Kedatangan pria itu sempat mengundang banyak pertanyaan di benak para penduduk, tapi mereka tetap menerima keduanya dengan senang hati. Apalagi setelah mereka tahu jika bayi tersebut sudah tidak mempunyai seorang ibu." Ervin mengakhiri ceritanya.
"Letak kejanggalannya dimana?."
"Penduduk disana masih ada yang ingat Tuan, saat pertamakali pria itu datang penampilannya sangat mengenaskan, bahkan pria itu tidak membawa pakaian seperti orang pindahan pada umumnya. Ketika penduduk disana bertanya pria itu hanya menjawab bahwa dirinya baru saja terkena musibah. Bukankah kedatangan pria itu terlihat janggal Tuan?." Tanya Ervin.
Roger pun hanya menganggukkan kepalanya, dia sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan asistennya.
"Ya sudah kamu boleh pergi."
Tanpa menunggu lagi Ervin pun bergegas pergi dari ruang kerja bosnya.
Sepeninggal asistennya, Roger pun kembali membaca biodata milik Elmira.
Flashback off.
Akhirnya Roger menutup album tersebut, dia belum berani mengambil kesimpulan apapun sebelum mendapat bukti yang akurat.
Dan dia harus bergerak cepat atau semuanya akan menjadi berantakan.
Roger hanya berharap jika putranya itu berubah pikiran dan mau menjauhi gadis yang bernama Elmira tersebut.
Selain itu Roger juga harus bertindak diam-diam, jangan sampai ayahnya tahu tentang masalah yang dihadapinya saat ini. Dan dia juga berharap semoga semua dugaan yang ada didalam pikirannya hanyalah sebuah kebetulan.
Sampai larut malam Roger masih terjaga diruang kerjanya, entah kenapa pikirannya terasa sangat kacau.
-----------------
Roger sedang ada di disebuah tempat yang asing, sebuah tanah lapang yang tandus dengan pepohonan yang menghitam seperti habis terbakar. Semua pepohonan itu tinggi menjulang dengan rantingnya yang panjang-panjang tanpa sehelai daun pun melekat disana.
'Tempat apa ini?' Roger menggumam sambil pandangannya memindai kesegala arah.
Dia terus melangkah maju perlahan, ada rasa kekhawatiran di dalam dirinya saat dia menyadari bahwa tidak ada siapapun di sekitarnya.
Tiba-tiba dari balik pepohonan muncul seorang gadis kecil dengan gaun putih lusuh dan rambut yang awut-awutan.
Roger merasa heran dengan kemunculan gadis tersebut.
Gadis kecil itu menatap datar ke arah Roger.
'Kamu siapa? kenapa berkeliaran sendirian?' Tanya Roger sambil berjalan mendekati gadis itu.
Gadis kecil itupun tidak menjawab, dia membalikkan badannya kemudian melangkah pergi.
__ADS_1
Melihat hal tersebut dengan cepat Roger mengikuti langkah gadis itu, berharap dia bisa keluar dari tempat asing dan aneh tersebut.
Entah bagaimana tiba-tiba Roger dan gadis itu sudah ada di tepi sebuah jurang, dibawah jurang itu ada api yang berkobar.
'Apa ini di Neraka?' Gumam Roger sambil bergidik ngeri saat melihat kebawah jurang.
'Kita ini ada dimana?' Tanya Roger pada gadis kecil yang ada di dekatnya.
Gadis yang awalnya menatap kebawah jurang kini perlahan menoleh kearah Roger.
Pria itupun menatap lekat kearah wajah gadis tersebut, sesaat kemudian Roger pun tersentak kaget.
'Ka,,kamu,,?'
Roger mengerjap-ngerjapkan matanya untuk meyakinkan penglihatannya.
Perlahan gadis kecil itu mendekati Roger dengan tatapan tajam.
'Jahatttt,,,,,'
Teriak gadis kecil tersebut sambil mendorong Roger kearah tepi jurang.
'Akhhh,,,,tidaakkkk,,,,'
Tubuh Roger meluncur bebas ke bawah jurang dengan api yang siap melahap tubuhnya.
------‐--------
Gedebughh,,,,
"Aduhhh,,,."
Roger terbangun sambil mengaduh karena dia terjatuh dari sofa. Ternyata dia ketiduran di sofa yang ada diruang kerjanya, dan gara-gara mimpi aneh itu dia terjatuh dan membuatnya terbangun.
Dengan menahan rasa sakit di pundaknya Roger berdiri, kemudian dia duduk bersandar di sofa untuk menenangkan jantungnya yang berdetak kencang, selain itu keringat juga membanjiri dahinya.
"Mimpi aneh itu lagi."Gumam Roger sambil melihat jam yang baru menunjukkan pukul dua dini hari "Apa mimpi ini ada hubungannya dengan masa lalu ataukah ini sebuah pertanda?". Gumamnya lagi.
"Dan wajah gadis itu kenapa bisa berubah menjadi wajah pacarnya Arion?". Banyak pertanyaan muncul dibenak Roger.
Tapi ada satu hal yang dilupakan Roger yaitu kalimat yang diteriakkan oleh gadis kecil tersebut.
Karena perasaannya yang gelisah Roger pun tidak bisa melanjutkan tidurnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
__ADS_1
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹