
Elmira menginjakkan kakinya dihalaman rumah masa kecilnya, tidak terasa sudah enam bulan dia meninggalkan rumah dan ayah tercinta.
Dan kini dia ingin menenangkan diri barang sehari atau dua hari.
Dengan membawa tas selempang yang berisi beberapa potong pakaian dia memasuki halaman rumah.
Elmira mengedarkan pandangan ke area rumah yang sepi, dia menduga jika ayahnya tengah pergi ke kebun.
Sejenak Elmira duduk di teras rumah untuk melepas lelah, tadi dia naik angkutan sampai di depan gapura desa lalu berjalan kaki sampai dirumahnya.
Hingga setengah jam dia duduk menanti ayahnya tapi yang ditunggunya tidak kunjung datang, dan Elmira pun berniat untuk menyusul ke kebun.
Tapi baru saja dia hendak beranjak bangun tiba-tiba ayahnya datang sambil membawa cangkul, raut wajahnya juga terlihat sangat lelah.
"Ayahhhh,,,,,." Seru Elmira sambil tersenyum.
Hart pun tampak terkejut melihat kedatangan putrinya secara tiba-tiba.
"Loh? kok gak bilang-bilang kalau mau pulang Nak?." Tanya Hart menghampiri putrinya.
"Hehe,,,kejutan Yah." Jawab Elmira sambil nyengir lalu dia mencium tangan Ayahnya.
"Tunggu sebentar ya, Ayah mau cuci kaki dulu."
Lalu Hart pun berlalu menuju bagian belakang rumah.
"Oh ya, kuncinya ada dibawah pot itu, kamu bisa buka pintu rumahnya." Ujar Hart lagi sebelum benar-benar menghilang dari hadapan putrinya.
Elmira pun mengambil kunci yang tersimpan di bawah pot bunga.
Lalu dia pun langsung masuk kedalam rumah yang berlantaikan semen tersebut setelah membuka pintu.
Elmira menatap sekeliling ruangan terlihat rapi dan juga bersih, itu karena ayahnya yang memang suka bersih-bersih dan paling tidak suka melihat rumah berantakan.
Gadis itupun masuk kedalam kamarnya, dia melihat kamarnya masih tetap seperti semula tidak ada yang berubah sedikitpun, dan tentunya kamar itu juga dalam keadaan rapi dan bersih.
Elmira menaruh tasnya di atas tempat tidur, kemudian dia merebahkan badannya diatas kasur dengan kaki yang masih menjuntai.
"Ahh, nyamannya." Gumamnya sambil memejamkan mata.
Sesaat kemudian Elmira mendengar langkah kaki ayahnya memasuki rumah, bergegas dia bangun lalu keluar dari kamarnya.
Terlihat ayahnya didapur sedang menyiapkan makan siang.
"Yah, aku bantu ya." Ujar Elmira sambil berdiri diambang pintu dapur.
"Gak usah, udah kamu duduk aja di meja makan, kamu pasti capekkan habis perjalanan jauh." Kata Hart sambil tersenyum.
Gadis itupun mengiyakan tanpa membantah sedikitpun, dia memang habis menempuh perjalanan jauh yang memakan waktu lima jam dengan naik Bus.
Tidak lama kemudian makan siang berupa ikan asin, sambel terasi dan daun singkong rebus telah siap di meja makan.
Terlihat sederhana tapi Elmira yakin kalau rasanya pasti enak.
"Ayo kita makan siang dulu." Ajak Hart pada putrinya, lalu dia pun duduk di seberang meja.
"Aku cuci tangan dulu Yah." Gadis itupun berlalu kedapur, sesaat kemudian dia telah berada kembali di meja makan.
__ADS_1
Lalu mereka berdua pun makan siang dengan lauk sederhana, namun Elmira terlihat begitu lahap menyantap makan siangnya.
Hart memandang Elmira dengan tatapan sendu, dia yakin selama ini putrinya itu pasti menjalani kehidupan yang berat dan serba kekurangan.
Seharusnya kamu tidak berada disini Nak, seharusnya saat ini kamu hidup dengan bergelimang kemewahan dan tidak kekurangan apapun. Gumam Hart dalam hatinya sambil menatap putrinya.
Sedangkan Elmira tidak menyadari jika dirinya sedang diperhatikan oleh Ayahnya, dia terlalu fokus dengan makan siang kali ini yang menurutnya sangat enak.
Selesai makan mereka berdua pun duduk di teras rumah, disana terdapat sebuah meja kecil dengan kursi yang menghadap kearah jalan.
"Sekarang kamu sedang libur atau bagaimana?." Tanya Hart mengawali obrolan.
"Kalau libur sih enggak Yah, cuma di kampus sedang ada event dan kegiatan belajar mengajar juga belum efektif karena habis ujian tengah semester." Jawab Elmira.
"Suasana kampusnya bagaimana? apa kamu betah disana?."
"Karena kampusnya bagus jadi aku betah disana Yah, lagian aku juga punya beberapa teman." Elmira membayangkan Arion dan ketiga sahabatnya, terselip rasa bersalah pada kekasihnya itu karena dia pergi tanpa pamit.
"Teman? cewek apa cowok?."
"Emm,,,semuanya cowok Yah." Elmira terlihat malu-malu.
Dan Hart bisa melihat hal tersebut, dia juga menduga diantara teman Elmira itu pasti ada yang mempunyai hubungan spesial dengan putrinya.
Hart yakin seorang pria bisa dengan mudah jatuh cinga pada putrinya yang cantik itu.
"Boleh Ayah dengar tentang mereka?." Tanya Hart tampak penasaran.
Elmira pun menganggukkan kepalanya, kemudian dia pun mulai menceritakan keempat temannya yaitu Arion, Brady, Felix dan Dafa.
",,,,nah, temen aku yang terakhir namanya Arion Prakasa Yah, dia adalah anak konglomerat pemilik AXA group,,,,"
Elmira yang tidak memahami kekagetan Ayahnya malah tertawa kecil.
"Kenapa? Ayah pasti kaget ya, karena aku bisa berteman dengan anak dari orang terkaya di negara ini." Kata Elmira sambil senyum-senyum melihat Ayahnya kini tampak tertegun.
Jadi namanya Arion? tapi apa mereka berdua tidak menyadari sesuatu? apa yang akan terjadi jika mereka tahu kalau,,,,,. Hart tidak berani melanjutkan pemikirannya. Ternyata firasatnya selama ini tidak salah, tapi ada yang lebih mengkhawatirkan lagi selain pertemanan mereka.
"Yah, Ayah?." Elmira menepuk pundak Ayahnya yang masih tertegun.
"Eh? apa? tadi kamu bilang apa Nak?." Tanya Hart tergagap.
"Ayah kenapa kaget sampai segitunya?." Elmira balik bertanya karena dia merasa janggal dengan sikap ayahnya.
"Ohh,, gak apa-apa Nak, Ayah cuma tidak menyangka kalau kamu bisa berteman dengan mereka." Kata Hart menutupi yang sebenarnya.
"Mereka semua baik sama aku, yahh,,,,walaupun awalnya cowok yang bernama Arion itu sangat menyebalkan, tapi ternyata sikapnya baik Yah." Kata Elmira meneruskan ceritanya.
Hart bisa melihat ada yang berbeda dengan putrinya saat gadis tersebut menceritakan temannya yang bernama Arion.
Kekhawatiran menyeruak didalam hati Hart, sampai kapanpun dia tidak akan pernah setuju jika Elmira mempunyai hubungan khusus dengan Arion.
"Lalu apa kamu menyukainya? apa dia pria yang tampan?." Tanya Hart mencoba untuk terlihat biasa saja.
Ditanya seperti itu membuat wajah Elmira merona.
"Yaa,,, karna dia baik, siapapun pasti menyukainya Yah." Jawab Elmira, dia belum berani mengatakan tentang status hubungannya dengan Arion.
__ADS_1
"Berarti kalian hanya sekedar berteman sajakan?." Hart memastikan.
Elmira terlihat ragu memdengar pertanyaan Ayahnya.
"Em,,iya Yah, kita cuma berteman, memangnya ada apa Yah? apa aku belum boleh pacaran?." Tanya Elmira sambil tersenyum.
Terlihat Hart menghela napas pelan, sepertinya dia menanggung beban yang sangat berat di dalam hatinya.
"Ayah tidak melarang kamu pacaran, asalkan kamu bisa menjaga diri dan bisa tetap fokus kuliah. Ayah juga tidak melarang kamu pacaran dengan siapapun, tapi,,,,." Hart menjeda kalimatnya, seakan dia merasa berat untuk menyampaikan kalimat selanjutnya.
"Tapi apa Yah?." Tanya Elmira terlihat penasaran.
"Asalkan pria itu tidak berasal dari keluarga pemilik AXA group, Ayah harap kamu menjauhi pria bernama Arion itu. Menjaulah dengan orang-orang yang terhubung dengan AXA group." Kata Hart dengan raut wajah sungguh-sungguh.
"Ta,,tapi kenapa Yah? kenapa aku harus menjauh dari mereka? apa Ayah menyembunyikan sesuatu?." Elmira benar-benar terlihat bingung dan dia butuh penjelasan.
"Ayah tidak bisa jelaskan demi kebaikanmu Nak, Ayah harap kamu tidak menjalin hubungan lebih dari sekedar teman dengan Arion itu, kalau bisa menjauhlah mulai sekarang." Jawab Hart sambil menatap putrinya "Karena Ayah tidak ingin pada nantinya kamu terluka." Lanjutnya.
Elmira menggeleng pelan, tanda dia tidak terima dengan perkataan Ayahnya. Niat hati dia pulang karena ingin menghibur dirinya, tapi yang ada malah dirinya diajak bermain teka-teki oleh Ayahnya.
"Tapi setidaknya Ayah beri satu alasan kenapa aku harus menjauhi Arion?." Elmira tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya.
Melihat reaksi putrinya Hart pun semakin yakin pasti ada sesuatu diantara Elmira dan Arion.
"Itu,,, karena keadaan kita tidak setara dengan mereka Nak. Ingat, mereka itu adalah keluarga konglomerat, sudah pasti mencari menantu dari keluarga terpandang. Jika kamu menjalin hubungan dengan Arion lalu keluarganya menentang, kamu sendiri yang akan terluka Nak." Jawab Hart setelah memutar otak untuk mencari alasan yang masuk akal.
Elmira tampak terdiam, dia teringat dengan Arion yang dikabarkan telah bertunangan dengan Shire. Mungkin apa yang dikatakan Ayahnya itu ada benarnya, kemungkinan besar pada nantinya dia akan tersakiti.
Tapi bagaimana dengan perasaannya yang sudah terlanjur jatuh cinta pada Arion? bukan hanya sekedar cinta atau hanya main-main. Tapi perasaannya ini begitu dalam.
"Baik Yah, aku akan mencoba untuk menjauh." Kata Elmira, walau dalam hatinya dia tidak yakin dengan perkataannya barusan.
"Ayah harap kamu benar-benar melakukan apa yang kamu katakan, Ayah hanya tidak ingin melihat kamu terluka." Ujar Hart mengakhiri pembicaraan mereka berdua.
Jam sudah menunjukkan pukul dua lewat, ternyata tanpa sadar mereka sudah hampir dua jam ngobrol disana.
Hart pun menyuruh Elmira untuk beristirahat, dan gadis itu pun mengiyakan dengan perasaan gundah.
Hart hanya bisa memandang sendu pada Elmira yang masuk kedalam rumah, dia yakin jika Arion adalah sosok yang pertamakali mewarnai hidup putrinya, karena setahu Hart selama ini Elmira tidak mempunyai teman dekat satupun.
Tapi bagaimana bisa dia membiarkan putrinya itu menjalin hubungan dengan Arion? bahkan dia yakin seluruh isi alam semesta pun tidak akan merestui hubungan mereka berdua.
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
__ADS_1
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹