Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
DUAPULUH DUA


__ADS_3

Elmira yang baru sampai dikampus langsung melangkah menuju Fakultasnya, ternyata jarak kampus dan kontrakannya sekarang menjadi lebih dekat.


Tepat pukul sembilan kelas pun dimulai, seperti biasa Elmira duduk dipojok belakang. Tapi bagi Arion ada yang tidak biasa pada diri gadis berambut pendek itu, tadi sebelum dosen datang dia sempat menoleh kearah Elmira tapi gadis tersebut malah mengalihkan pandangannya seperti tak acuh pada dirinya. Dan Arion sempat merasa kecewa saat melihat reaksi Elmira yang seperti itu.


Ahh,,mungkin dia memang sedang mengalihkan pandangannya, bukan sedang menghindari tatapanku. Batin Arion.


Dia berusaha untuk berpikir positif.


Setelah itu dia pun fokus memperhatikan dosen yang sedang menerangkan materi di depan kelas.


Maaf Rion, mulai sekarang aku harus menghindarimu. Batin Elmira sambil menatap punggung Arion yang duduk dideretan tengah.


Entah kenapa hatinya tidak rela jika dirinya menghindari Arion.


Dua jam kemudian kuliah pun berakhir, seperti biasa begitu dosen keluar maka para mahasiswa akan bergerombol untuk keluar kelas.


Arion yang baru selesai memasukkan bukunya menengok kearah tempat duduk Elmira, namun alangkah terkejutnya saat dia melihat gadis tersebut sudah tidak ada disana.


Dan lebih kagetnya lagi saat melihat Elmira ikut berdesakan dipintu keluar.


"Loh, kok tumben, aneh "Gumam Arion tapi masih sempat di dengar oleh Felix.


"Apa yang aneh ?"Tanya Felix sambil menutup resleting ranselnya.


"Itu, Elmira ikut berdesak-desakan keluar, biasanyakan dia nunggu sepi dulu baru keluar " Jawab Arion.


"Owhh,,mungkin dia ada urusan, apalagi sekarang weekend, bisa jadi dia berangkat kerja lebih awal" Ucap Felix.


"Ahh,, hampir lupa, aku jugakan harus pergi ke perusahaan " Dan tanpa mengatakan apapun lagi dia bergegas keluar meninggalkan Felix yang kebingungan.


"Lah, aku malah ditinggal "Gumamnya sambil keluar dari ruang kelas.


Kemudian Felix pun mencari keberadaan Brady dan juga Dafa.


●●●


Ketika Arion sampai di AXA Group, ternyata Roger baru selesai mengadakan rapat dan kini berniat untuk makan siang.


"Kamu kapan datang Rion?"Tanya Roger saat melihat putranya duduk disofa.


"Barusan "Jawab Arion ketus.


"Kamu pasti lapar, kita suruh Ervin untuk membeli makan siang "Ujar Roger yang tidak mempedulikan sikap putranya itu.


Kemudian Roger pun menyuruh asistennya untuk membeli makan siang, dengan sigap pria yang menjadi kepercayaan Roger itu memesan delivery dan menunggunya di lobi.


Sambil menunggu pesanan datang Roger berusaha untuk mengajak Arion berbicara, walaupun putranya itu lebih sering menjawab dengan sikap yang ketus.


***


Selesai makan siang Roger mulai memberikan perintah pada Arion, mana saja yang harus dia kerjakan.

__ADS_1


"Kamu mulai dari mengecek dokumen dan memperbaikinya jika ada yang salah, kamu bisa bertanya pada Ervin atau Nesya yang menjadi sekretaris disini "Ujar Roger " Ruangan kamu ada di sebelah ruangan Ervin "Lanjutnya lagi sambil menyerahkan setumpuk dokumen.


Dengan raut wajah kesal dan malas-malasan dia menerima tumpukan dokumen tersebut, lalu dia melangkah mengikuti Ervin yang akan menunjukkan ruang kerjanya.


Begitu Arion berada diruang kerjanya dia langsung membanting setumpuk dokumen itu diatas meja, kemudian mengusap wajahnya dengan kasar.


"Selamat bekerja Tuan Muda " Ucap Ervin, namun dia tidak langsung pergi begitu saja, dia berdiri disebelah meja kerja Arion.


"Ngapain kamu masih disitu?"Tanya Arion dengan tatapan tidak suka.


"Saya disuruh mengawasi Tuan Muda sebentar " Jawab Ervin.


"Terserah "


Kemudian Arion pun mulai membuka dokumen satu-satu persatu, dan benar saja baru limabelas menit dia duduk disana dirinya sudah dilanda kebosanan.


"Ervin, bisakah kamu saja yang mengerjakannya? nanti bilang ke papa kalau aku yang sudah mengoreksinya " Ucap Arion dengan wajah bosan.


"Maaf Tuan Muda, saya tidak berani melakukan itu, dan lihatlah di sudut atas sana! " Ujar Ervin sambil menunjuk ke sudut ruangan.


Arion pun menoleh dan ternyata disana ada CCTV yang menyala.


"Argghh,,, sialll " Teriak Arion frustrasi sambil mengacak rambutnya, kemudian dengan pasrah dia melanjutkan pekerjaan sambil sesekali bertanya pada Ervin jika ada hal yang tidak dia mengerti.


Sedangkan diruang kerjanya Roger tampak memantau kegiatan putranya lewat layar komputer, kemudian dia tersenyum puas saat melihat putranya mulai frustrasi.


"Kamu itu penerus dari AXA Group Rion, jadi kamu harus terbiasa dengan tekanan dan juga bekerja keras " Gumam Roger yang masih menyaksikan putranya lewat layar komputer.


----------------


----------------


Dan hanya dihari senin saja dirinya merasa keren karena memakai jas warna biru muda yang ngepas dibadannya.


Tapi hari ini Elmira berangkat ke kampus dengan perasaan dilema, pasalnya dia sedang berusaha menghindari Arion dan sahabatnya, tapi malah kali ini jadwal mereka berdua melakukan presentasi tugas kelompok di depan kelas.


Dengan langkah gontai dia memasuki gerbang kampus, tanpa menghiraukan sekitarnya dia terus melangkah melewati gedung-gedung Fakultas yang berjejer.


"Elmiraaa,,," Seru seseorang dari arah belakang.


Dan dia seperti kenal dengan pemilik suara itu, yaitu salah satu dari sahabat Arion.


Elmira pun mempercepat langkahnya tanpa menoleh sama sekali, dia pura-pura tidak mendengar panggilan tersebut. Saat melihat ada toilet Elmira bergegas masuk, dia tidak peduli dengan tatapan sinis dari mahasiswa yang ada di area tersebut.


"Ohh,,,dia kebelet toh, pantesan buru-buru " Gumam Dafa sambil melanjutkan langkahnya menuju Fakultas hukum.


Di dalam toilet Elmira hanya duduk diatas closet, karena sebenarnya dia tidak kebelet samasekali. Setelah dirasa cukup lama akhirnya Elmira pun keluar dari dalam toilet, lagi-lagi dirinya mendapat tatapan sinis dari mahasiswa penghuni Fakultas MIPA tersebut.


"Iihh,,,ngapain tuh gembel masuk ke toilet kita "


"Tercemar deh tuh toilet gara-gara di pakai sama dia, cepet suruh cleaning servis buat bersihin toilet disini "

__ADS_1


"Bener tuh, aku gak mau pakai sebelum dibersihkan ulang "


Elmira bisa mendengar percakapan sekelompok wanita yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk toilet, hatinya berdenyut sakit saat mereka membicarakan dirinya sepertinya itu, seolah-olah dirinya adalah sumber virus yang harus dihindari.


Apakah dirinya salah karena memakai pakaian sederhana? apakah salah jika dirinya terlahir menjadi orang miskin?.Elmira juga tidak ingin hidup susah seperti ini.


***


Jam delapan kurang sepuluh menit Elmira masuk kedalam kelas, sudah banyak juga mahasiswa yang berada didalam kelas.


Dan Elmira selalu memilih untuk duduk disudut kelas.


Tidak berapa lama kemudian Arion dan Felix pun datang, melihat kedua pria itu muncul Elmira pun langsung pura-pura membaca buku.


Namun tidak disangka, Arion malah duduk disebelahnya dan Felix duduk didepan gadis tersebut setelah dia mengusir seseorang yang duduk disana.


Melihat Arion dan Felix duduk dekat Elmira membuat para wanita yang ada didalam kelas tersebut menjerit histeris. Mereka semua menatap iri dan benci kearah Elmira.


"Hay El , serius banget " Ucap Arion sambil menaruh ranselnya disebelah kursi.


"Tolong, kamu jangan duduk disebelahku "Ujar Elmira datar tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.


"Loh, kenapa emangnya?" Arion sedikit kaget melihat gadis itu bersikap datar.


"Kamu gak liat reaksi mereka saat melihat kamu duduk di dekatku?"Elmira bertanya balik.


Arion dan Felix pun saling tatap, mereka merasa sikap Elmira berubah.


Saat Arion hendak bertanya mendadak dosen masuk kedalam kelas.


"Aku belum selesai bicara sama kamu, jangan coba-coba kabur setelah kelas berakhir " Ujar Arion dengan tegas.


Elmira pun hanya bisa pasrah saat melihat Arion tidak mau pindah dari sisinya.


TO BE CONTINUE,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2