
Sekitar pukul sebelas malam barulah Arion sampai di mansion, tapi suasana mansion masih terang.
Setelah memasukkan Bugattinya kedalam garasi dia pun bergegas masuk kedalam. Diruang tengah dia bertemu dengan Papanya yang ternyata belum tidur.
"Kenapa baru pulang?." Tanya Roger dengan tatapan menyelidik.
Arion mendengus kesal mendengar pertanyaan Papanya.
"Kan aku harus nganter Shire pulang Pa, bukannya Papa sendiri udah tahu?." Arion balik bertanya dengab nada kesal.
"Kamu pulang dari sana jam tujuh lewat seperempat Rion, tapi kenapa jam segini kamu baru sampai dirumah?." Roger menatap tajam kearah putranya.
Ck, dasar keluarga tukang ngadu. Umpat Arion dalam hati yang ditujukan pada keluarga Shire.
"Aku ada urusan sama temen Pa." Jawab Arion singkat.
Roger terlihat menatap tidak percaya pada putranya itu.
"Kamu pikir Papa percaya? jangan lupa dengan ancaman Papa tempo hari." Kata Roger mengingatkan, lalu setelah berkata seperti itu dia beranjak pergi menuju ruang kerjanya.
"Ck, bisanya cuma ngancam doang." Gumam Arion sambil menapaki anak tangga.
"Rionn,,,."
Tiba-tiba terdengar seruan lembut dari ujung tangga. Arion pun kembali turun untuk menghampiri Mamanya.
Sejak malam dimana Arion menyesali sikap dirinya pada sang Mama, sejak saat itu pula hubungan antara anak dan ibu diantara mereka semakin membaik.
"Ada apa Ma?."
"Tadi Mama tidak sengaja denger obrolan kamu sama Papa, sekarang jawab dengan jujur, kamu kemana setelah pergi rumah Shire?." Tanya Tari penuh selidik.
"Emm,,, itu Ma, habis dari sana aku langsung pergi ke tempat kerja Elmira." Jawab Arion sambil nyengir.
"Ohh,,, gadis yang sempet kamu ceritain itu? gimana kabar dia?." Tanya Tari antusias.
"Kabar dia baik Ma." Tiba-tiba sebuah ide melintas di kepala Arion " Mama mau ketemu sama dia? kalau mau nanti aku bawa dia bertemu Mama." Tanyanya.
"Boleh, Mama juga pengen tahu langsung gadis itu." Jawab Tari, entah kenapa dia merasa sangat penasaran dengan gadis yang dicintai oleh Arion, apalagi setelah putranya itu menceritakan bagaimana kehidupan yang dijalani oleh Elmira selama ini.
"Baiklah Ma, nanti kita ketemu di luar aja." Kata Arion.
Tari pun mengangguk paham, karena tidak mungkin juga putranya itu membawa Elmira ke mansion.
"Ya udah Ma, aku mau tidur dulu, ngantuk plus capek." Ucap Arion sambil berlalu pergi.
"Iya, selamat beristirahat Nak." Balas Tari sambil menatap punggung putranya.
Setelah itu diapun berlalu pergi menuju kamar utama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arion memutuskan untuk membawa Elmira bertemu dengan Mamanya pada hari jumat, karena mereka berdua pulang kuliah lebih awal.
"Kamu siap El?." Tanya Arion, mereka berdua sudah ada didalam mobil dan bersiap untuk berangkat bertemu dengan mamanya Arion.
"I,,iya aku siap Rion." Jawab Elmira sedikit tergagap.
Gadis itu benar-benar merasa gugup, walaupun Arion mengatakan kalau Mamanya itu adalah wanita yang baik. Tapi tetap saja Elmira merasa nervous.
Awalnya Elmira ingin menolak ajakan Arion tersebut, karena dia merasa malu untuk bertemu dengan istri konglomerat yang sangat kaya raya itu.
Tapi Arion dengan gigih membujuknya, dan pada akhirnya Elmira mengiyakan permintaan kekasihnya itu.
"Kamu santai aja El, gak usah tegang gitu." Ucap Arion menenangkan kekasihnya sambil tersenyum kecil.
"Gak, aku gak tegang kok." Kata Elmira berusaha untuk terlihat santai.
"Ya udah kalau gitu kita berangkat sekarang."
Lalu Arion pun mengemudikan mobilnya keluar dari area kampus.
****
__ADS_1
Sebuah mobil berwarna putih memasuki halaman sebuah restoran bintang lima.
Dari dalam mobil turunlah Tari Anantasya sambil membawa tas brandednya.
"Pak Tio, ayo ikut masuk kedalam." Ajak Tari pada sopirnya.
"Maaf Nyonya, saya mau tunggu disini saja." Tolak Pak Tio dengan sopan.
"Emang Pak Tio gak mau makan siang?."
"Saya sudah makan tadi Nyonya, jadi perut saya masih kenyang."
"Ya sudah, kalau begitu saya masuk dulu."
Tari pun meninggalkan sopirnya dan masuk kedalam restoran seorang diri.
Tari memilih untuk duduk di dekat dinding kaca yang menghadap ke jalan raya, sehingga dia bisa melihat suasana jalan yang ramai.
Seorang pelayan mengantarkan segelas jus melon yang sempat dia pesan.
"Terimakasih." Ucap Tari pada pelayan tersebut.
Setelah itu dia kembali memperhatikan suasana di depan di restoran, sesekali dia melirik jam emas yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.
Duapuluh menit kemudian Tari melihat Bugatti milik Arion memasuki parkiran.
Tari menghembuskan napas pelan, entah apa yang membuatnya merasa tidak sabar untuk bertemu dengan Elmira.
Tidak lama kemudian Arion dan Elmira pun berjalan beriringan masuk kedalam restoran. Sangat terlihat jika Elmira sedang merasa gugup dan canggung, apalagi saat orang-orang melihat penampilannya yang sangat jauh dari kata glamour.
Arion mengeratkan genggaman tangannya pada Elmira sambil melontarkan senyumnya, seolah-olah dia mengatakan pada kekasihnya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Arion mengedarkan pandangannya dan akhirnya melihat Mamanya melambaikan tangan dari tempat duduknya sambil tersenyum.
Arion pun menarik tangan Elmira agar mengikutinya.
"Maaf Ma, kita terlambat, tadi sedikit macet." Ucap Arion.
"El, kenalin ini Mama aku." Ujarnya lagi pada Elmira.
Tari mengabaikan ucapan kedua anak muda yang ada dihadapannya, tapi pandangannya menatap lekat kearah wajah Elmira. Dan disaat bersamaan detak jantungnya berdegup kencang saat menyadari sesuatu.
'Kenapa gadis ini bisa mirip dengan wajah Ibu mertuaku sewaktu muda? tidak, ini tidak mungkin, tapi perasaanku,,,,' Tari membatin dalam hatinya.
Firasatnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres tapi Tari belum tahu hal apa itu.
"Ma,,Mama,,,." Seru Arion, karena Mamanya tidak kunjung menjawab dia pun menepuk pundak Mamanya.
"Mama kok bengong sih?."
"Ahh,,, ii,,iya,,, gak apa-apa." Tari tampak kaget dan tersadar dari lamunannya.
Arion dan Elmira pun saling tatap, mereka merasa heran melihat sikap Tari yang seperti memikirkan sesuatu.
"Ohh,,, kamu pasti temannya Arion ya?." Tari bertanya sama Elmira sambil tersenyum " Siapa tadi namanya?". Tanyanya.
"Iya Tan, nama saya Elmira Giavani." Jawab Elmira mengulangi perkenalannya.
"Nama yang sangat cantik, secantik orangnya." Tari melontarkan pujiannya dengan tulus "Nama Tante, Tari Anantasya." Lanjutnya.
"Senang berkenalan dengan Tante Tari." Ucap Elmira, melihat sikap Mamanya Arion yang ramah dan santai hilanglah sudah rasa gugupnya.
Lalu Arion dan Elmira pun duduk berdampingan di depan Tari.
Seorang pelayan menghampiri mereka dan menyodorkan buku menu.
"Silahkan kalian mau pesan apa aja bebas, jangan malu-malu." Ujar Tari masih dengan senyumnya yang lembut.
Dengan ragu-ragu Elmira membuka buku menu, walaupun dibebaskan untuk memesan apapun tapi tetap saja Elmira merasa bingung.
"Mau pesan apa El?." Tanya Arion sambil menoleh kearah Elmira.
"Aku gak tahu Rion, bingung aku mau pesan apa." Jawab Elmira setengah berbisik.
__ADS_1
Kemudian Arion menyebutkan apa saja yang ingin dipesannya pada pelayan.
"Em,, pesanan saya samain aja kayak dia." Ucap Elmira setelah pelayan selesai mencatat pesanan milik Arion.
Tari pun tersenyum melihat tingkah Elmira yang menurutnya sopan dan juga tahu tata krama.
Selesai memesan makanan mereka bertiga pun kembali ngobrol, tentu saja disini Tari yang paling banyak bicara karena dia menanyakan banyak hal pada Elmira.
"Kamu berapa bersaudara El?." Tanya Tari.
Hatinya benar-benar tertarik pada gadis yang sedang duduk didepannya ini.
' Andai saja putriku masih ada, pasti dia juga seusia gadis ini'. Ucap Tari dalam hati.
"Saya anak tunggal Tan, saya juga cuma punya ayah saja." Jawab Elmira.
Tari tampak penasaran.
"Lalu Ibumu?."
"Ibu sudah meninggal sewaktu melahirkan saya." Jawab Elmira berubah sendu.
Tari pun tertegun mendengar jawaban Elmira.
"Maaf El, Tante tidak bermaksud membangkitkan kenangan tentang Ibumu." Tari tampak menyesal.
"Gak apa-apa kok Tan, lagipula sejak kecil saya sudah terbiasa tanpa kehadiran seorang Ibu, bahkan wajahnya pun tidak ada dalam ingatan saya." Ucap Elmira.
Tari merasakan hatinya berdenyut sakit saat mendengar jawaban dari kekasihnya Arion.
Tidak lama kemudian pelayan pun datang membawa makanan yang mereka pesan.
"Yuk kita makan, ngobrolnya entar lagi dilanjut."Kata Arion yang semenjak tadi hanya diam menyimak.
Lalu mereka bertiga pun mulai makan siang, walaupun ini baru pertamakalinya Tari dan Elmira bertemu tapi mereka dengan begitu mudahnya mengakrabkan diri.
***
Ponsel diatas meja kerja Roger berdering, pria yang sedang fokus mengecek laporan keuangan perusahaan itu dengan sigap mengangkatnya.
"Ya, ada apa?." Tanya Roger to the point.
"......."
"Ada lagi?."
"......."
"Tetap awasi gadis itu." Setelah itu Roger langsung memutuskan panggilan tersebut.
"Kurang ajar, berani-beraninya dia bertemu dengan gadis miskin itu." Umpat Roger sambil menaruh ponselnya dengan kasar.
Sesaat kemudian dia kembali menghubungi seseorang lewat ponselnya, setelah panggilan tersebut berakhir Roger pun tersenyum smirk.
"Rasakan, jangan pikir ancamanku cuma omong kosong belaka." Gumam Roger.
Setelah itu dia kembali melanjutkan pekerjaannya.
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
__ADS_1
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹