
Hari ini Elmira kembali kuliah setelah lebih dari sebulan dia libur, semua barang-barang yang ada di kosnya dulu sudah di bawa ke mansion walau hampir semua berakhir di tempat sampah, karena Tari membelikan semua keperluan yang dibutuhkan oleh Elmira.
Begitu selesai sarapan yang diselimuti aura tegang tersebut berakhir, Elmira pun pamit mau pergi kuliah.
"Pa, Ma, aku mau berangkat kuliah dulu," ucap Elmira yang masih terlihat canggung memanggil kedua orangtuanya dengan sebutan mama dan papa.
Tari pun bangkit berdiri dan memeluk putrinya tersebut dengan penuh kasih sayang.
"Hati-hati ya El, kamu berangkatnya biar diantar sama pak Tio," ucap Tari dengan lembut.
"Iya,Ma," balas Elmira sambil tersenyum.
Sedangkan Roger tidak menghiraukan perkataan Elmira, bahkan dia langsung beranjak pergi meninggalkan meja makan dengan raut wajah dingin.
Tari yang menyadari raut wajah putrinya berubah sedih pun langsung menghiburnya.
"Jangan terlalu dipikirkan Nak, masih ada Mama disini yang akan selalu berada di pihakmu," ucap Tari.
Elmira pun menganggukkan kepalanya sambil mengulas senyum tipis.
Lalu Elmira berlalu pergi sambil menyandang tas selempang yang harganya jutaan, sedangkan ditangan kanannya dia memegang buku modul kuliah yang lumayan tebal.
***
Mobil yang di kemudikan oleh pak Tio memasuki gerbang kampus Light Stars, hal tersebut menarik perhatian beberapa mahasiswa yang berada disekitar tempat tersebut.
Lalu dari dalam mobil turunlah Elmira dengan penampilan yang berbeda, jika sebelumnya dia mengenakan pakaian lusuh dan sederhana kini penampilannya berubah total.
Dengan rok model circle warna maroon, lalu kemeja warna putih dengan garis-garis biru yang lengannya di lipat sebatas siku, serta sepatu kets model terbaru yang harganya juga mencapai jutaan rupiah.
Sebelum melangkah pergi Elmira mengucapkan terimakasih pada pak Tio, kemudian barulah dia melangkah menuju fakultasnya.
Kini tidak ada lagi yang memandang Elmira dengan tatapan merendahkan setelah mengetahui fakta bahwa gadis tersebut berasal dari keluarga kaya. Tapi banyak juga yang menatap dirinya dengan pandangan yang sulit di artikan dan berbisik-bisik dengan teman disebelahnya, mungkin mereka bertanya-tanya tentang bagaimana hubungan dirinya dengan Arion.
Secara selama ini mereka pacaran lalu tiba-tiba mereka berdua dinyatakan sebagai saudara kandung.
Gadis itu pun terus melangkah tanpa menghiraukan tatapan orang-orang disekitarnya, baginya kehidupan dulu atau sekarang sama saja. Bahkan jika bisa dia ingin kembali pada kehidupan terdahulu karena setidaknya dia masih bisa merasakan cinta dari seseorang, tapi sekarang dia bisa punya segalanya namun dia harus kehilangan cintanya tersebut.
"Elmiraaa,,,"
Sebuah seruan yang tidak asing membuat Elmira mengedarkan pandangannya, sampai kemudian dia melihat sosok Felix yang berdiri di dekat gedung fakultas Ekonomi.
Elmira pun tersenyum sambil bergegas menghampiri sahabatnya tersebut.
"Hai, Fel, apa kabar?," tanya Elmira sambil tersenyum.
"Kabarku baik, akhirnya kamu kembali lagi, gimana kakinya? udah beneran sembuh?," Felix balik bertanya dengan penuh perhatian.
__ADS_1
"Udah kok Fel, bahkan udah bisa di pake buat lari maraton," jawab Elmira sambil tertawa kecil.
Felix pun ikut tertawa mendengar lelucon gadis yang berdiri dihadapannya tersebut.
"Masih ada waktu lagi sejam sebelum kelas di mulai, mau ikut ke kantin? sekalian aku mau ngasi catatan selama kamu tidak hadir," ajak Felix.
"Emm,,, baiklah."
Lalu mereka berdua pun jalan beriringan menuju kantin.
***
Sedangkan ditempat lain Arion tengah bersiap-siap berangkat kuliah, kini dia tidak lagi numpang di tempat Ezra tapi dia ngekos di dekat coffee shop tersebut. Dan sekarang dia resmi bekerja di tempat tersebut selain itu dia juga belajar banyak tentang cara meracik kopi dan membuat minuman lainnya.
Dengan menggendong tas ranselnya Arion menutup pintu kamar kosnya lalu melangkah pergi menuju kampus Light Stars.
Sampai disebuah halte dia pun menunggu bus yang akan membawanya menuju kampus, jadi selama ini dia pulang pergi kampus dengan menaiki bus.
Itu dia lakukan semata-mata karena merasa bersalah pada saudara kembarnya yang selama ini hidupnya menderita.
Tidak lama kemudian bus pun datang lalu bergegas Arion naik bersama penumpang lainnya. Dia memilih untuk duduk dekat jendela agar bisa menyaksikan suasana jalanan yang mulai ramai dengan kendaraan.
Arion samasekali tidak pernah menyangka jika akan menjalani kehidupan seperti ini, dirinya yang dulu pergi ke kampus dengan menaiki mobil Buggatti La Voiture kini harus duduk berdesak-desakan di dalam bus.
***
Arion pun sampai di kampus, setelah turun dari bus dia berjalan sekitar seratus meter untuk sampai di gerbang kampus Light Stars.
"Ehh,,, gimana ya sekarang hubungan Arion sama Elmira? secarakan mereka saudara"
"Ya pasti putuslah, masak mereka mau menjalani hubungan inces"
"Berarti aku ada kesempatan dong buat deketin Arion"
"Kamu mau saingan sama Shire?"
Seperti itulah bisik-bisikan para mahasiswi yang kebetulan melihat Arion, hal yang sama mereka lakukan juga di saat kebetulan melihat Elmira.
Arion melangkah dengan santai menuju fakultasnya, namun langkahnya terhenti saat tiba-tiba Shire muncul menghadang langkahnya.
"Hai, Rion, baru datang ya?," tanya Shire sambil tersenyum, sedangkan di sebelahnya berdiri Anggia.
"Bukan urusanmu," balas Arion datar.
Sampai kapanpun dia tidak akan pernah menerima Shire sebagai kekasihnya, bahkan disaat dia tidak bisa bersama Elmira sekalipun.
Karena tidak mau meladeni Shire lebih lama Arion pun berlalu pergi tanpa menghiraukan kedua gadis tersebut.
__ADS_1
"Ck, aku harus gimana lagi sih biar dia mau ngeliat aku? padahal dia sama gadis itu udah gak bakalan bisa bersama, seharusnya dia bisa dengan mudah aku dapatkan.
"Tapi pada kenyataannya dia masih tetap tidak mau melihatku, memangnya wanita seperti apa yang dia cari?," keluh Shire sambil menatap punggung Arion yang kian menjauh.
"Padahal ini kesempatanmu untuk mendapatkannya, Re," ucap Anggia.
"Ya tapi gimana caranya? bahkan aku sudah meminta bantuan papaku, tapi sekarang papa dan mamaku melarang buat deketin Arion," kata Shire.
"Kenapa?,"
"Kamu pasti udah tau yang ada di berita itukan? jadi gara-gara itu saham AXA Group anjlok, kan banyak pemegang saham yang mengecam tindakan papanya Arion yang tega meninggalkan putri kandungnya," jawab Shire.
"Lalu apa hubungannya sama papamu yang melarang kamu buat deketin Arion?," tanya Anggia yang masih belum mengerti.
"Papa beranggapan kalau keluarga Arion bukanlah keluarga yang benar-benar bermartabat seperti yang diketahui publik selama ini, bisa dilihat dari berita itu, makanya papaku udah gak berminat lagi buat besanan dengan om Roger," Jawab Shire panjang lebar.
"Terus kamu sendiri gimana?,"
"Ya, aku masih tetap mencintai Arion, aku gak peduli papa dia kayak gimana, karna aku pikir Arion gak mungkin seperti itu."
Anggia pun mengangguk paham, lalu mereka berdua pun berlalu menuju fakultas kedokteran.
*
Dikantin kini Elmira duduk bersama Felix, Brady dan juga Dafa. Tampak mereka berempat ngobrol dengan serunya, mereka pun tidak menghiraukan tatapan orang sekitar mereka.
"Arionn,,,,sini!" seru Dafa sambil melambaikan tangan kearah Arion yang baru datang.
Arion pun mendekat dengan wajah datar, kemudian dia duduk di sebelah Brady tanpa melihat ke arah Elmira samasekali.
Gadis itu pun mengurungkan niatnya untuk menyapa saudaranya, dia hanya bisa menatap diam-diam kearah Arion.
Felix, Brady dan Dafa hanya bisa saling pandang, tiba-tiba saja mendadak suasana menjadi begitu canggung. Namun Arion seolah-olah tidak menyadari hal tersebut.
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹