
Seminggu telah berlalu setelah mereka pacaran, ketiga sahabat Arion pun sudah tahu jika keduanya telah menjalin hubungan.
Sejak saat itu pula, setiap pagi Arion selalu menjemput Elmira ke kontrakannya dan berangkat bersama ke kampus.
Seperti pagi ini, Arion yang sudah selesai sarapan berniat langsung berangkat kuliah. Walaupun jam kuliah dihari rabu di mulai jam setengah sembilan, namun jam setengah delapan pagi dia sudah berangkat dari rumah.
"Kamu mau ke kampus? bukannya kuliah kamu dimulai jam setengah sembilan?" Roger bertanya saat melihat putranya beranjak bangun, lalu dia melihat jam tangan emas yang melingkar dipergelangan tangan kirinya.
"Iya Pa, biar bisa ngobrol dulu sama temen-temen yang lain" Jawab Arion sambil memakai tas ranselnya.
"Baiklah, oh ya nanti sore kamu gak usah ke kantor"
"Kok tumben?" Arion tampak heran.
"Papa ada janji sama sahabat Papa buat makan malam diluar, dan kamu harus ikut. Jadi selesai kuliah kamu langsung aja pulang dan bersiap" Jawab Roger lalu menyeruput teh yang masih tersisa sedikit.
Tari yang mendengar perkataan suaminya tampak mengerutkan dahinya, pasalnya dia sama sekali tidak tahu tentang acara makan malam tersebut.
"Oke, aku akan langsung pulang" Lalu Arion pergi tanpa berkata apapun lagi.
"Pa, memangnya kita ada acara makan malam?" Tanya Tari dengan hati-hati, dia takut jika dirinya salah bicara dan membuat suaminya itu marah.
"Emm,,," Roger hanya berdehem " Nanti sore kamu bersiap, kita berangkat jam enam" Setelah berkata seperti itu Roger pun meninggalkan meja makan dan bersiap untuk berangkat kerja.
Sedangkan Tari masih bengong di meja makan, bahkan dia tidak tahu acara makan malamnya dimana dan dengan siapa.
"Nyonya, apa masih ada yang Nyonya inginkan?" Tanya Merly yang merupakan kepala pelayan di mansion tersebut.
"Gak ada Mer, kamu bereskan aja ini semua, dan nanti jangan menyiapkan makan malam ya, soalnya kita mau makan diluar" Jawab Tari.
"Baik Nyonya, Tuan juga sudah mengatakan kalau hari ini saya tidak perlu menyiapkan makan malam" Ucap Merly dengan nada ragu-ragu.
Tari langsung tertegun mendengar perkataan kepala pelayannya, ada rasa sesak yang dia rasakan. Apakah dirinya sudah benar-benar tidak dianggap lagi dirumah ini?.
" Ya sudah Bi, kalau begitu saya mau ke kamar dulu" Dengan wajah lesu Tari meninggalkan meja makan.
Merly yang melihat majikannya berubah sedih merasa tidak enak, seharusnya dia tidak mengatakan hal seperti itu pada majikannya.
Merly sudah tahu seperti apa rumah tangga majikannya itu, dia juga sebenarnya merasa sangat kasihan dengan Tari yang tidak punya kekuasaan apapun dirumah ini. Semua hal dikendalikan oleh Roger dan ayahnya.
Merly hanya bisa menghela napas, kemudian menyuruh beberapa bawahannya untuk membersihkan meja makan.
Sedangkan didalam kamarnya Tari duduk termenung, dulu dia pikir jika menikah dengan keluarga konglomerat maka hidupnya akan bahagia. Walaupun hubungan itu di awali dengan perjodohan tanpa adanya rasa cinta, tapi Tari selalu berharap jika lama-kelamaan hati suaminya itu mau mencintai dirinya. Namun sayangnya hal itu tidak kunjung terjadi.
Lalu Tari memutuskan untuk bersiap pergi keluar, dia ingin menenangkan dirinya di salon karena hanya itu yang biasanya dia lakukan. Selain itu dia juga sering berkumpul dengan teman-teman arisannya atau shopping bersama mereka, karena jika menyangkut masalah uang maka Tari tidak pernah kekurangan.
Roger memberinya jatah bulanan dengan nominal yang besar, tapi bukan itu sebenarnya yang diinginkan oleh Tari, wanita itu hanya ingin suaminya itu mencintai dan juga menyayanginya.
Selesai bersiap, Tari pun memanggil sopirnya yaitu Pak Tio yang biasa mengantar dirinya jika bepergian.
"Ke salon langganan saya ya Pak" Ujar Tari sambil masuk kedalam mobil.
"Baik, Nyonya " Ucap Pak Tio dengan patuh.
Sesaat kemudian mobil itu pun berlalu pergi meninggalkan mansion.
Gibson yang melihat kepergian menantunya bergumam sinis.
__ADS_1
"Bisanya hanya menghabiskan uang saja"
Sedangkan pelayan yang berdiri dibelakang Gibson hanya bisa tertunduk diam tanpa berani berkomentar apapun.
●●●
Arion dan Elmira berjalan beriringan menuju gedung FE, sesekali Elmira tertawa jika Arion mengatakan sesuatu yang lucu.
"Rionn,,,," Brady terlihat melambaikan tangan kearah mereka berdua.
"Kamu ada kelas pagi?" Tanya Arion begitu Brady sampai dihadapannya.
"Iya, bentar lagi" Jawab Brady "Hai, pagi Elmira" Sapanya sambil tersenyum.
"Udah deh Brad, gak usah caper sama pacar orang" Tegur Arion dengan nada ketus, lalu merangkul erat pundak kekasihnya.
"Ya ampun, aku cuma nyapa aja Rionn,,, bukan mau ngerebut" Ucap Brady gregetan.
"Ya kan siapa tahu" Balas Arion cuek.
Brady hanya bisa menghembuskan napas kasar melihat Arion yang sedikit posesif pada Elmira.
"Udah ah, aku mau ke kelas, lama-lama disini bikin tensi naik aja" Ujar Brady
"Ya udah sana" Arion malah mengusir sahabatnya.
Brady pun hanya mendengus kesal sebelum beranjak pergi.
"Rionn,,kamu gak boleh kayak gitu, Brady itu sahabat kita, jadi gak ada salahnya kalau dia juga nyapa aku" Tegur Elmira sambil melanjutkan langkahnya.
"Hehe,, iya iya,, aku tadi cuma becanda kok" Ucap Arion sambil nyengir.
Dan yang membuatnya lebih jengkel adalah dia tidak bisa lagi membully Elmira, karena selama di kampus gadis itu tidak pernah jauh dari Arion.
●●●
Sore harinya sekitar jam enam kurang limabelas menit Arion telah selesai bersiap, sebenarnya dia sangat malas menghadiri acara seperti ini, tapi berhubung dia malas ribut dengan papanya jadi dia hanya menurut saja.
Setelah sekali lagi memastikan penampilannya, lalu Arion pun keluar dari dalam kamar.
Ternyata Papa dan Mamanya juga sudah menunggu.
"Ayo kita berangkat sekarang" Ujar Roger sambil melangkah keluar diikuti oleh Tari dan juga Arion.
"Pah, aku bawa mobil sendiri ya " Kata Arion.
"Ya sudah, tapi kamu jangan coba-coba untuk kabur" Roger mengingatkan.
Arion mendengus kesal mendengar perkataan papanya.
"Papa gak usah khawatir" Lalu Arion melangkah menuju Bugattinya, kemudian setelah mobil papanya bergerak diapun mengikuti dibelakangnya.
***
Mobil Roger memasuki sebuah restoran bintang lima bergaya klasik. Selain karena makanannya yang lezat, harga makanan direstoran tersebut juga hanya bisa dijangkau oleh mereka yang berdompet tebal.
Begitu turun dari mobil dia langsung melangkah masuk kedalam restoran, sedangkan bodyguard yang malam ini merangkap sebagai sopir mengikuti dibelakangnya.
__ADS_1
Sambil melangkah Roger memeluk pinggang istrinya, memang selalu seperti itu jika dirinya keluar bersama keluarganya.
Sehingga orang-orang yang melihatnya akan menganggap Roger sebagai suami yang begitu menyayangi istrinya.
"Kenapa kamu cemberut? ayo tersenyum"Bisik Roger ditelinga istrinya.
Dengan terpaksa Tari menyunggingkan senyum palsu.
Sedangkan Arion yang berjalan sedikit dibelakang tampak melangkah dengan malas-malasan.
Begitu sampai didalam Roger disambut langsung oleh manajer dari restoran tersebut.
"Selamat malam Tuan Roger dan Nyonya Tari, mari saya antar menuju ruangan VVIP" Kata manajer tersebut dengan ramah.
Kemudian mereka berempat pun mengikuti manajer tersebut menuju lantai paling atas, karena letak ruang VVIP berada dilantai lima.
Manajer tersebut mengajak Roger menuju ruangan VVIP nomor 02.
"Silahkan masuk Tuan dan Nyonya"
Lalu Roger, Tari dan Arion pun masuk kedalam, sedangkan bodyguardnya berdiri didepan pintu.
Dari lantai lima itu, mereka bisa menyaksikan pemandangan kota dimalam hari lewat kaca jendela yang lebar. Kerlap-kerlip lampu dikejauhan membuat kota tersebut terlihat sangat cantik.
Roger dan Tari duduk bersebelahan, sedangkan Arion duduk diseberang meja membelakangi pintu.
"Pah, emang siapa sih sahabat Papa yang mau datang itu?"Tanya Arion yang sudah mulai tidak sabaran, apalagi perutnya sudah terasa lapar.
"Tunggu, sebentar lagi pasti datang, kayaknya mereka kena macet" Jawab Roger santai.
Sedangkan Tari hanya diam.
Dan benar saja, lima menit kemudian pintu ruangan pun kembali terbuka.
"Selamat malam Tuan Roger, maaf saya terlambat" Terdengar suara dibelakang Arion.
Karena penasaran Arion pun menengok kebelakang, dan matanya langsung menangkap sosok gadis yang tidak asing lagi baginya.
"Hay,,Rionn,,,,"
"Kamu?" Arion terlihat sangat kaget sekaligus kesal.
Kemudian Arion melengos kembali duduk ke posisi semula.
TO BE CONTINUE,,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹