Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
DUAPULUH SATU


__ADS_3

Pagi harinya, setelah bangun Elmira langsung memasak air dengan menggunakan rice cooker yang dia punya. Berhubung beras yang dia punya sudah habis jadi sarapannya hari ini berupa mie rebus.


Setelah selesai merebus mie dia pun langsung sarapan, dia juga mendengar jika beberapa penghuni kamar kontrakan yang lainnya sudah mulai bangun dan beraktivitas.


Tiba-tiba terdengar ketukan dipintu kamarnya yang sedikit terbuka. Bergegas Elmira meletakkan piring yang dia pegang, dan beranjak bangun menemui orang yang berdiri didepan kamarnya.


"Iya, ada apa?" Tanya Elmira begitu melihat seorang pria yang berusia kisaran duapuluh delapan tahunan.


"Kamu penghuni baru di sini?"Tanyanya dengan tatapan menyelidik.


"Iya, aku yang tinggal disini sejak semalam, memangnya ada apa ya?" Tanya Elmira lagi.


"Oh,,gak ada apa-apa sih, cuma tanya aja, ya udah kalau gitu aku pergi dulu" Dan pria itu pun langsung berlalu pergi, kembali masuk ke kamarnya yang berjarak tiga kamar dari gudang tersebut.


"Apaan sih, gak jelas "Gumam Elmira, lalu dia kembali menutup pintu kemudian melanjutkan sarapannya.


Selesai sarapan dia pun menuju kamar mandi yang terletak disebelah rumah utama, jam sudah menunjukkan pukul enam pagi tapi belum ada tanda-tanda pemilik kontrakan bangun, namun Elmira tidak memusingkan hal tersebut.


Dua puluh menit kemudian Elmira pun keluar dari dalam kamar mandi, kali ini dia mandi tanpa gangguan siapa pun karena hanya dia sendiri yang menggunakan kamar mandi tersebut.


Karena mata kuliahnya hari ini dimulai jam sembilan, maka Elmira pun berniat berangkat ke kampus jam delapan tepat, agar dia bisa sedikit bersantai ditengah perjalanan menuju kampusnya.


Dan dia masih punya banyak waktu untuk belajar dan membaca materi yang akan di dapatnya nanti.


●●●


Arion yang tengah sarapan dimansion keluarga Roger Prakasa terlihat cemberut, semalam papanya kembali mengingatkan dirinya bahwa hari ini dia harus mulai bekerja di perusahaan AXA Group.


"Ingat, nanti pulang dari kampus kamu langsung pergi ke kantor "Lagi-lagi Roger mengingatkan putranya.


Tari yang juga sedang ada dimeja makan menatap suaminya dengan raut wajah penasaran.


Sedangkan Arion hanya mendengus kesal sambil mengunyah sarapannya.


"Ada apa Pa? kenapa Arion di suruh ke kantor ?"Tanya Tari, walau bagaimanapun Roger memperlakukan dirinya, dia tetap bersikap seperti layak seorang istri yang patuh terhadap suaminya.


"Mulai hari ini dia bekerja sepulang kuliah "Jawab Roger datar.


"Tapi kenapa Pa?apa Papa kekurangan staff?"Tari terlihat kaget.


Roger pun berdecak kesal karena menganggap istrinya itu terlalu ingin tahu.


"Mama gak perlu tahu, itu urusan laki-laki "Jawab Roger lalu menyeruput teh hangatnya.


Mendengar perkataan suaminya, seketika Tari menunduk dan diam.


"Aku pergi dulu "Ujar Arion sambil beranjak bangun dan menyambar tas ranselnya.


Walau jam baru menunjukkan pukul tujuh pagi tapi Arion sudah pergi ke kampus, dia merasa tidak betah jika lama-lama berada di rumah.


"Inget pesan Papa Rion, jangan coba-coba untuk membangkang " Seru Roger saat melihat putranya melangkah pergi.

__ADS_1


"Iya Pa, aku gak bakalan kabur kok "Sahut Arion setengah menggerutu.


Setelah itu dirinya langsung pergi menuju garasi mobil yang cukup luas, Bugattinya baru saja dilap oleh seorang sopir yang biasanya bertugas mengantar mamanya.


"Selamat pagi Tuan Muda, mobilnya sudah selesai saya bersihkan "Ucap Pak Tio ramah.


"Baiklah, terimakasih ya Pak "Balas Arion sambil membuka pintu mobilnya yang selalu kinclong.


Sesaat kemudian, mobil Arion pun meluncur keluar setelah gerbang mansion dibuka oleh satpam yang bertugas.


Sepuluh menit kemudian menyusul Roger yang berangkat kerja, seorang sopir bernama Pak Anwar yang bertugas khusus untuk mengantar Roger telah menyiapkan mobil. Begitu Roger datang dia membuka pintu mobil dan mempersilahkan Tuannya untuk masuk. Kemudian diapun menyusul masuk dan duduk di jok kemudi, dan yang paling terakhir masuklah seorang bodyguard yang duduk disebelah sopir. Jadi setiap hari Roger akan diantar oleh sopir dan juga seorang bodyguardnya.


Saat berangkat kerja tidak akan ada adegan istri yang mengantar suaminya berangkat kerja, apalagi adegan peluk cium, Tari tidak pernah melakukan hal seperti itu walaupun dalam hati kecilnya dia ingin melakukannya. Seperti layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Pernah dia mencoba diawal-awal pernikahan, tapi Roger malah membentaknya dan menganggap istrinya itu hanya menghambat waktu.


●●●


Arion sampai dikampus lebih awal, padahal satu setengah jam lagi barulah mata kuliahnya berlangsung.


Untuk beberapa saat dia masih diam didalam mobil yang sudah terparkir ditempat biasanya, dia hanya enggan keluar karena belum melihat satupun mobil sahabatnya.


Saat dia fokus memainkan ponselnya, tiba-tiba kaca mobilnya diketuk dari luar. Arion melihat jika yang mengetuknya adalah Brady, seketika dia langsung keluar dari dalam mobil.


"Kok pagi-pagi banget kamu sudah disini? bukannya mata kuliahmu dimulai jam sembilan ?" Tanya Brady sambil menyugar rambutnya yang sedikit panjang.


"Aku lagi jenuh dirumah, belum lagi melihat mereka berdua yang membuat aku muak "Jawab Arion sambil melangkah keluar dari area parkiran. Brady pun ikut melangkah disebelah Arion.


"Tapi setidaknya kita masih diberikan fasilitas yang lengkap, walaupun kasih sayang dan juga perhatian mereka sangat kurang,selain itu mereka juga banyak menuntut ini dan itu, tapi orangtua mana sih yang gak kayak gitu "Sahut Brady sambil memasukkan tangannya kedalam saku celana, gaya berjalannya membuat pria berkacamata itu terlihat cool dimata para gadis.


"Keadaan kita hampir sama Rion, aku juga sering merasa dilema saat kedua orangtuaku bertengkar, terkadang aku juga heran kenapa mereka bisa jadi seperti itu, bukankah dulu mereka saling mencintai tapi kenapa sekarang malah saling membenci " Brady malah berkeluh kesah pada sahabatnya tentang orangtuanya yang tidak pernah akur semenjak dirinya masih di sekolah dasar.


"Hanya merekalah yang tahu Brad " Ucap Arion.


"Iya sih, mungkin takdir hidup kita memang seperti ini, tidak pernah merasakan kasih sayang orangtua " Ujar Brady sambil tersenyum kecut.


Lalu obrolan mereka terhenti saat Brady sudah ada di dekat fakultasnya.


"Rion, aku langsung ke kelas ya "


"Oke "Balas Arion sambil berlalu menuju ke kantin, sepertinya hanya itu tempat yang cocok untuk dirinya saat ini.


Namun sialnya baru saja dia menginjakkan kakinya dikantin, dirinya sudah di hadang oleh Shire dan Anggia. Sedangkan Fani yang berbeda Fakultas dengan mereka berdua, terkadang memang tidak bisa selalu ikut gabung dengan gengnya karena perbedaan jadwal kuliah.


"Pagi Arionku " Sapa Shire sambil tersenyum sumringah.


Namun Arion hanya melengos dan melanjutkan langkahnya mencari tempat duduk.


Dengan tidak tahu malu Shire pun mengikuti Arion dan mensejajarkan langkahnya disebelah pria tampan tersebut.


Beberapa pasang mata menatap tidak suka kearah Shire yang selalu berusaha mendekati Arion.


"Gak tahu malu banget sih, udah tahu juga Arionnya gak suka, masih aja nempel "

__ADS_1


"Cewek manja kayak dia emang kayak gitu "


"Aku aja yang suka sama Arion gak sampai segitunya, cukup mengagumi dari jauh aja, lagian kalau udah jodoh gak bakalan kemana "


Beberapa mahasiswi berbisik-bisik saat melihat Shire yang berusaha untuk mendekati Arion.


"Kamu ngapain sih duduk disini ?"Tanya Arion sinis saat melihat Shire duduk dihadapannya.


"Mau nemenin kamulah Rion, lagian kok tumben kamu sendirian kesini?"Tanya Shire sok asyik.


"Bukan urusan kamu "Balas Arion datar sambil matanya fokus menatap layar ponsel, dia sedang berbalas chat dengan Felix dan juga Dafa yang katanya baru mau berangkat ke kampus, dan Arion pun menyuruh mereka berdua untuk segera datang.


Beruntung Anggia mengingatkan Shire bahwa sebentar lagi mereka ada kelas.


"Tapi aku masih pengen sama Arionn,," Shire setengah merengek dan hal itu membuat Arion ingin muntah saat mendengar rengekan gadis didepannya itu.


"Emangnya kamu mau bolos? dosen kali ini killer Re "Ujar Anggia mengingatkan.


" Bener tuh kata kacung lo, pergi sana, muak aku liat kamu "Ucap Arion dengan sinis.


"Yaudah, kalau gitu aku pergi dulu ya,bye,,bye Arionku "Balas Shire tidak menghiraukan kesinisan pria pujaannya.


Arion pun hanya berdecih kesal melihat reaksi Shire yang menurutnya tidak tahu malu.


Tidak lama kemudian Felix pun datang seorang diri, sedangkan Dafa langsung masuk kelas karena jadwal kuliahnya dimajukan.


"Loh, kata kamu ada Shire disini, mana?"Tanya Felix sambil duduk dihadapan Arion.


"Udah pergi, jadwal kuliahnya menyelamatkanku" Jawab Arion.


Mendengar perkataan sahabatnya Felix hanya tertawa kecil, karena masih ada waktu sekitar setengah jam lebih sebelum jam kuliah dimulai, mereka berdua pun sepakat untuk memesan makanan.


●●●


TO BE CONTINUE,,,,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2