
Saat pulang kuliah Arion berniat untuk mengantar Elmira pulang.
"El, aku antar kamu pulang ya " Kata Arion yang sudah siap menggendong tas ranselnya.
Beberapa mahasiswi yang mendengar perkataan Arion hanya bisa mencibir sambil berjalan keluar kelas.
"Maaf Rion, aku gak mau merepotkanmu lagi" Tolak Elmira sambil bangkit dari kursinya, dia sudah bersiap hendak pulang.
"Hey, dengerin aku El" Arion memegang kedua bahu Elmira dan mereka pun saling berhadapan dalam jarak yang dekat.
Felix yang merasa sebentar lagi akan ada adegan romantis di dekatnya lebih memilih untuk keluar kelas.
"Elmira, kamu itu gak pernah ngerepotin aku, jadi tolong jangan katakan itu lagi disaat aku ingin membantumu " Ujar Arion sambil menatap Elmira dengan pandangan teduh.
"Tapi aku takut jika Shire,,,,"
"Ssttt,,," Arion menempelkan jari telunjuknya dibibir Elmira "Mulai sekarang aku gak akan ngebiarin siapapun nyakitin kamu" Lanjutnya dengan lembut.
Arion sudah benar-benar jatuh dalam pesona seorang Elmira Lovania, gadis berambut pendek dengan penampilan sederhana dan berwajah manis.
"Gimana? kamu maukan pulang sama aku?" Tanya Arion untuk memastikan.
"Emm,,iya, aku mau " Jawab Elmira sambil tersenyum manis menampilkan lesung pipinya yang hanya ada sebelah, dan senyum itu yang sudah lama tidak dilihat oleh Arion.
Lalu mereka berdua pun melangkah keluar kelas, ternyata tadi hanya mereka berdua saja yang masih ada didalam.
Sampai diparkiran disana ada Dafa yang menunggunya bersama Felix.
"Kalian jadi pulang bareng?"Tanya Felix sambil menatap Arion dan Elmira bergantian.
"Iya jadilah, kalau gak ngapain aku ngajak dia kesini" Jawab Arion sambil membukakan pintu Elmira.
"Makasih "Ucap Elmira sebelum masuk kedalam mobil.
"Sama-sama" Balas Arion lembut.
Melihat adegan tersebut Dafa hanya geleng-geleng, sedangkan Felix membuat gerakan seperti orang muntah.
"Kalian kenapa? kalau iri bilang" Kata Arion begitu melihat reaksi sahabatnya.
Felix pun mendengus kesal.
"Ck, aku yakin kalian berdua belum jadian " Kata Felix dengan nada yang begitu yakin.
"Santai aja, secepatnya aku akan jadian sama Elmira " Balas Arion tak kalah yakin "Udah ya, aku mau anter dia pulang dulu" Lanjutnya sambil masuk kedalam mobil.
"Hati-hati Rion" Seru Dafa.
Arion pun mengancungkan jempolnya lewat jendela mobil.
Sesaat kemudian Bugatti hitam itu keluar dari gerbang kampus dan melaju menuju kontrakan Elmira.
Tidak lama kemudian mobil Dafa dan Felix pun ikut keluar dari gerbang, namun mereka mengambil arah yang berlawanan.
****
Sepanjang perjalanan Arion dan Elmira saling bercerita tentang apa saja, setelah sekian lama mereka menjauh pada akhirnya bisa dekat lagi.
Walaupun mereka tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, tapi yang jelas mereka akan menikmati kebersamaan saat ini.
Saat melewati apotek Arion teringat dengan resep vitamin milik Elmira, lalu dia pun membelokkan mobilnya memasuki parkiran.
"Kok berhenti disini?" Tanya Elmira, sepertinya dia sudah melupakan pesan Dokter Lian tadi siang.
"Mana resep vitamin yang dikasi tadi siang?" Tanya Arion sambil menadahkan tangannya.
__ADS_1
"Buat apa?"
"Biar aku tebus " Jawab Arion dengan posisi tangan masih tengadah.
"Tapi Rion,,," Elmira berucap ragu, sebenarnya dia tidak berniat samasekali untuk menebusnya. Karena dia yakin harga vitamin itu pasti sangat mahal.
"Cepetan El, tanganku udah pegel nih" Ujar Arion .
Akhirnya Elmira pun mengambil resep tersebut dari dalam tasnya dan menyerahkan pada Arion.
"Kamu tetap disini ya, biar aku aja yang keluar " Tanpa menunggu jawaban Arion pun keluar dari dalam mobil.
Tidak lama kemudian Arion masuk kedalam mobil.
"Kok cepet banget?" Tanya Elmira.
"Iya, lagi sepi soalnya " Jawab Arion " Nih vitaminnya, kamu minum dua kali sehari ya, sampai habis pokoknya " Lanjutnya sambil menyerahkan bungkusan yang berisi dua botol vitamin berbentuk kapsul.
"Makasih ya Rion, uangnya nanti,,,"
"Hustt,,,kamu gak usah mikirin gantinya, yang penting kamu sehat dan jangan lupa rutin minumnya " Sela Arion, dia memang benar-benar tulus ingin membantu Elmira.
Gadis itupun memasukkan vitamin tersebut kedalam tasnya, lalu Arion pun melajukan mobilnya meninggalkan parkiran apotek.
Tapi beberapa meter kemudian Arion melihat restoran cepat saji, tanpa berpikir lama dia langsung masuk area restoran tersebut.
"Ada apalagi Rion?" Tanya Elmira dengan raut wajah penuh tanda tanya.
"Udah, kamu tunggu sebentar disini ya" Lalu bergegas dia turun dari dalam mobil dan setengah berlari dia masuk kedalam restoran.
Elmira hanya bisa menghembuskan napasnya sambil menyandarkan punggungnya di jok mobil.
Dia melihat jam di ponsel jadulnya yang sudah menunjukkan pukul tiga lewat dua puluh menit.
"Kayaknya hari ini aku libur kerja aja deh " Gumamnya sambil mengirim pesan pada Kenzi yang merupakan partner kerjanya, dia yakin pasti dapat ijin karena selama ini dia jarang libur.
"Maaf ya agak lama " Ujar Arion setelah duduk dibelakang kemudi "Ini buat kamu" Lanjutnya lagi sambil menyodorkan bungkusan yang dia pegang.
Elmira pun tidak bisa menyembunyikan perasaan herannya.
"Ini apa lagi Rion?" Tanya Elmira.
"Udah kamu terima aja, nanti sebelum minum vitamin kamu makan dulu, dan ini udah aku beliin makanan sekalian ada camilan juga didalamnya, ayo ambil" Jawab Arion sambil tersenyum.
Dengan ragu-ragu Elmira menerimanya.
"Makasih Rion, tapi aku gak enak karena udah nerima banyak hal dari kamu" Ucap Elmira sambil menunduk, sedangkan bungkusannya dia letakkan dipangkuannya.
"Kamu gak usah ngerasa gak enak gitu, aku ngelakuin semua ini karena,,,," Arion tidak melanjutkan ucapannya.
Elmira mengangkat pandangannya lalu menoleh kearah Arion, lalu pandangan mereka pun bertemu. Sesaat mereka terdiam meresapi setiap debaran aneh yang mereka rasakan, waktu seolah berhenti putar dan hanya ada keheningan.
Cinta diantara mereka berdua yang awalnya berupa benih kini telah tumbuh. Elmira yang awalnya berusaha mengabaikan perasaannya, karena mengingat darimana dirinya berasal kini membiarkan perasaan itu mulai tumbuh kembali. Sedangkan Arion yang dari awal menyadari jika ada rasa yang tidak biasa tumbuh direlung hatinya, yaitu semenjak dirinya dekat dengan Elmira membiarkan rasa itu mengakar semakin kuat.
"Karena apa?" Tanya Elmira karena Arion tidak kunjung melanjutkan ucapannya dan malah menatap dirinya.
" Ohh,,itu,,itu karena kamu sekarang adalah sahabatku, ya,,karena kamu adalah sahabatku " Jawab Arion sedikit tergagap.
"Ohh,," Ucap Elmira, entah kenapa ada sedikit rasa kecewa saat mendengar Arion mengatakan dirinya sebagai sahabat, apakah kini dirinya mulai berharap lebih pada pria disebelahnya itu?.
Sadar, Elmira sadar, kamu jangan terlalu berharap, cukup jadi sahabat aja bagi Arion. Batin Elmira. Dia berusaha mengingatkan dirinya saat menyadari ada rasa kecewa yang menyeruak ke relung hatinya.
"Ahh,,,siall, padahal aku ingin bilangnya karena sayang sama kamu Elmira, tapi kenapa malah keluarnya kayak gitu sih" Arion menggerutu kesal dalam hatinya karena hati dan bibirnya tidak sinkron.
Dengan menghembuskan napas pelan Arion kembali melajukan mobilnya.
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian, sampailah Arion di depan gang tempat kontrakan Elmira berada.
"Udah sampai, sekali lagi makasi ya Rion" Ujar Elmira sebelum turun.
"Iya sama-sama El, jangan lupa banyak-banyak istirahat " Ucap Arion sambil tersenyum.
Kemudian Elmira pun turun setelah membuka seatbelt dan juga pintu mobil, tidak lupa juga membawa makanan yang dibelikan oleh Arion.
Pria itupun ikut turun tapi bukan berarti dia mau mampir, Arion hanya ingin melihat gadis yang mulai dicintainya itu masuk kedalam gang.
"Kamu gak pulang?" Tanya Elmira.
"Entar, aku mau liat kamu dulu dari sini " Jawabnya.
Elmira pun tersenyum "Ya udah, aku duluan ya, sampai bertemu besok" Ucapnya, lalu dia pun melangkah masuk kedalam gang.
Setelah Elmira tidak kelihatan lagi, bergegas Arion masuk kedalam mobil dan tancap gas menuju perusahaan AXA Group.
"Bakal kena omel nih karena telat datang"Gumam Arion saat melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan jam setengah empat lebih.
******
Benar saja, begitu Arion sampai di perusahaan dirinya sudah disambut dengan pelototan mata oleh Roger.
"Darimana kamu Rion? jam segini baru datang padahal kuliah kamu selesainya jam tiga " Tegur Roger.
Arion sampai perusahaan jam setengah lima, itu karena jarak dari kontrakan Elmira ke perusahaan lumayan jauh karena Arion harus putar balik lagi.
"Maaf Pa, aku tadi keasyikan ngobrol dikantin sama temen. Lagian aku juga butuh istirahat setelah selesai mendengarkan dosen ngasi materi Pa " Sahut Arion.
"Alasan aja kamu, emang dasarnya aja kamu itu males, karena udah telat kamu lembur aja sampai jam tujuh malam " Titah Roger " Tidak ada bantahan, banyak dokumen yang harus kamu cek"Lanjutnya lagi saat melihat Arion hendak protes.
Arion pun hanya menggeretakkan giginya karena kesal dengan sikap Papanya.
"Ervinnn,,,," Teriak Roger memanggil asistennya.
Dalam sekejap pria tersebut muncul dipintu karena semenjak tadi Ervin memang berada didepan ruangan.
"Iya Tuan, ada apa?" Tanya Ervin.
"Berikan dokumen yang harus dikerjakan oleh anak pemalas ini "Ucap Roger yang sudah kembali duduk dikursi kebesarannya.
"Baik Tuan " Ucap Ervin "Tuan Muda Arion, silahkan ikut saya " Lanjutnya.
Dengan bersungut-sungut Arion keluar dari ruang kerja Papanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE,,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
__ADS_1
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹