
Dilain tempat Arion dan ketiga sahabatnya ada disebuah cafe,mereka berempat nongkrong disana.Tentu saja Arion dan Felix benar-benar bolos mata kuliah yang terakhir.
"Aku masih belum ngerti,emangnya kamu deket sama siapa sih Rion?"Tanya Brady penasaran.
Arion terlihat enggan untuk menjawab,dan akhirnya Felixlah yang menjawab rasa penasaran Brady.
"Jadi gitu ceritanya,gak tahu kenapa Arion malah memilih berkelompok sama tuh cewek "Felix mengakhiri ceritanya.
Brady dan Dafa pun manggut-manggut,sedangkan Arion acuh tak acuh sambil menikmati minuman dan camilan yang dia pesan.
Tiba-tiba Arion tertegun,kemudian tangannya menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.Entah kenapa hatinya tiba-tiba merasa sangat sedih.
"Hay Rion,kamu kenapa?"Tanya Felix sambil menepuk pundak sahabatnya,karena kebetulan dia yang duduk disebelah Arion.
Dafa dan Brady pu ikut memperhatikan Arion yang masih menepuk-nepuk dadanya.
"Gak apa-apa,cuma aku tiba-tiba ngerasa sedih aja "Ucap Arion.
Mereka bertiga saling pandang,ini bukan pertamakalinya mereka melihat Arion seperti ini,bahkan dulu juga Arion pernah menangis sampai sesenggukan,namun ketika ditanya apa yang membuatnya menangis Arion bilang tidak tahu.
"Udah,cobak kamu tarik napas dalam-dalam"Dafa memberi saran.
Arion pun menghela napas beberapa kali,sampai kemudian perasaannya kembali tenang.
Mereka bertiga tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Arion,bahkan Arion sendiri juga tidak mengerti dengan keanehan yang terjadi pada dirinya.
●●●
Sedangkan Elmira yang merasa pusingnya sudah mereda,perlahan dia beranjak bangun dan berjalan perlahan keluar dari toilet.
Sampai dihalaman kampus,sejenak dia menengadah melihat matahari yang mulai condong ke barat.Dia melihat jam diponsel jadulnya yang sudah menunjukkan jam empat sore,suasana kampus juga sudah mulai sepi.
Elmira pun meneruskan langkahnya keluar dari area kampus,dia berjalan sambil menunduk menyusuri trotoar.Sesekali dia mengusap rambutnya yang sudah compang-camping,orang-orang yang kebetulan melihat penampilan rambutnya terlihat menatap dirinya dengan tatapan yang aneh.
Namun Elmira berusaha untuk tidak menghiraukannya,dia terus melangkahkan kaki menuju kontrakannya dengan perasaan sedih.
Sampai dikontrakannya,Tante Cira dibuat terkejut dengan penampilan Elmira yang tampak acak-acakan.
"Ya ampun El,apa yang terjadi sama rambut kamu?"Tanya Tante Cira sembari menghampiri Elmira yang baru datang.
Gadis malang itupun berusaha mengulas senyum,namun sangat kentara jika senyum itu palsu.
"Gak apa-apa kok Tante,oh ya Tante gak kerja?"Tanya Elmira.
"Hari ini Tante libur El "Jawab Cira lalu mengikuti langkah Elmira menaiki tangga kayu "El,sehabis kamu makan sama ganti baju,temui Tante dikamar ya "Lanjutnya.
"Emang ada apa Tan?"Tanya Elmira yang hendak masuk kedalam kamarnya.
"Tante mau rapikan potongan rambut kamu itu"Jawab Cira sambil tersenyum.
Elmira pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya "Baik Tante,kalau begitu aku mau makan sama ganti baju dulu "
Cira pun menganggukkan kepalanya.
Tidak lama kemudian Elmira pun mendatangi kamar Cira,ternyata wanita tersebut sudah siap dengan sisir dan juga gunting.
"Masuk El,biar Tante rapikan rambut kamu ini"
Elmira pun masuk kedalam kamar milik Cira kemudian duduk di depan cermin.
"Siapa yang tega motong rambut kamu sampai kayak gini El?"Tanya Cira,dia mulai merapikan rambut Elmira.
__ADS_1
"Em,,ini semua karena mereka salah paham Tan"Jawab Elmira.
"Tapi ini namanya sudah keterlaluan El,jangan-jangan kamu dibully ya ?"Tanya Cira geram.
"Gak kok Tan,lagian juga aku gak apa-apa kok "
Cira yang tahu jika Elmira enggan untuk menceritakan pada dirinya, memilih untuk tidak mendesaknya lagi
Satu jam kemudian,Cira pun selesai merapikan rambut Elmira.Kini gadis itu tampil dengan rambut model bob pendek,hal itu menambah kesan imut dan juga cantik pada wajahnya.
"Nah,udah selesai El,kamu jadi tambah cantik"Ujar Cira sambil tersenyum.
"Ah Tante bisa aja,tetap aja Tante jauh lebih cantik "Balas Elmira sambil melihat pantulan wajahnya dicermin "Makasih ya Tan,udah ngerapiin potongan rambutku "Ujarnya lagi sambil tersenyum tulus.
Cira pun menganggukkan kepalanya "Sama-sama El,Tante minta jaga diri kamu baik-baik ya,jangan biarkan orang lain terus-terusan menindas dirimu"Cira memberi nasihat pada Elmira.
"Baik Tante,sekali lagi terimakasih "Ucap gadis tersebut.
Kemudian Elmira pun membersihkan bekas potongan rambutnya walaupun Cira sudah melarangnya, namun Elmira tetap bersikukuh karena dia merasa tidak enak jika meninggalkan kamar Cira dengan kondisi kotor.
Setelah urusan dikamar Cira selesai,Elmira pun kembali kedalam kamarnya untuk beristirahat sejenak sebelum dirinya berangkat ke cafe.
●●●
Sore harinya,Roger pulang dari kantor langsung masuk kedalam rumah dengan wajah menahan emosi.
Tari yang melihat suaminya pulang kantor langsung menghampiri dan menyapanya.
"Papa baru pulang?"Tanya Tari sambil mengambil alih tas kerja yang dipegang oleh suaminya.
"Mana Arion?"Tanya Roger dingin.
Tari yang melihat sikap suaminya seperti itu membuat perasaannya menjadi tidak enak,dia tahu jika suaminya menanyakan keberadaan putranya dengan sikap seperti itu, maka Arion pasti telah berbuat kesalahan.
"Diamm,,,ini semua karena kamu tidak becus mendidiknya "Bentak Roger dengan tatapan tajam,hal itu membuat Tari menjadi ciut.
"Ariioonnnn,,,,,,"Teriak Roger membahana,dia bergegas naik ke lantai dua menuju kamar putranya dan langsung menggedor pintu kamar.
"Arionn,,,keluar kamu,,!"
Sesaat kemudian pintu kamar pun terbuka,munculah Arion dengan raut wajah malas.
"Ada apa sih Pa teriak-teriak?"Tanya Arion sambil menatap Roger,dia juga bisa melihat kalau mamanya berdiri tidak jauh dibelakang papanya.
"Kemana kamu seharian ini?"Tanya Roger sambil menatap tajam putranya.
Mendengar pertanyaan papanya Arion mendengus kesal "Kuliahlah Pa,emangnya ngapain lagi?"Arion balik bertanya dengan kesal.
"Apa kamu mengikuti kelasmu sampai jam terakhir?"Tanya Roger lagi.
Sejenak Arion tertegun,sepertinya ada yang melaporkan dirinya kalau tadi siang dia bolos.
"Papa ini apa-apaain sih nanya kayak gitu?intinya hari ini aku pergi kuliah Pa"Jawab Arion sambil mengalihkan pandangannya.
"Iya paginya kamu pergi ke kampus,tapi kenapa kamu bolos dijam terakhir?apa kamu kira kuliah itu untuk main-main?"Roger menatap tajam putranya.
"Pa,tidak bisakah sekali-sekali aku menikmati masa remajaku Pa?aku juga ingin seperti teman-temanku yang lain, bisa bebas melakukan apa saja yang aku inginkan "Keluh Arion.
"Papa tidak menginginkan kamu hadir dikeluarga ini hanya untuk main-main Arion,papa dan kakek berharap agar kamu bisa menjadi orang tangguh dan cerdas yang pada nantinya bisa memimpin AXA Group dengan baik "Ujar Roger dengan berapi-api.
Arion kembali mendengus kesal.
__ADS_1
"Papa memang egois,bahkan papa tidak pernah bertanya sekalipun apa yang menjadi minatku,papa juga memaksaku untuk kuliah jurusan ekonomi padahal aku sudah pernah bilang kalau aku tidak tertarik dengan dunia bisnis "Ujar Arion sambil menatap papanya.
"Papa melakukan itu demi kebaikanmu Arion,demi masa depanmu.Apa kamu tidak mengerti dengan niat baik papa hah?"Bentak Roger.
"Hahaha,,,,demi kebaikanku?benarkah?bukannya hanya untuk memenuhi ambisi papa dan kakek tua diatas kursi roda itu?"Ejek Arion sambil tertawa hambar.
Plakkk,,,,
Saking marahnya Roger menampar pipi Arion sampai meninggalkan bekas memerah.
"Jaga ucapanmu Arion,,!"
Lalu dengan raut wajah membesi Roger menarik gesper dari pinggangnya,tanpa ampun lagi Roger menendang lutut Arion hingga pemuda itu jatuh berlutut,dan akhirnya gesper ditangan Roger mendarat berkali-kali dipunggung Arion.
"Apa kamu gak tahu, hah?papa ini tidak suka dibantah.Papa gak suka lihat kamu main-main,selama ini papa berjuang mati-matian untuk membesarkan AXA Group hingga menjadi seperti sekarang ini,apa kamu gak berpikir darimana semua fasilitas yang kamu nikmati selama ini berasal?mikir gak kamu itu?"Roger masih terus mencambuk punggung Arion yang hanya bisa meringis menahan rasa sakit.
Sedikit pun Arion tidak melawan dia sudah hapal dengan watak papanya,semakin dilawan maka akan semakin menjadi-jadi amarahnya.
Para pelayan tidak ada berani mendekat ke kamar Arion,sedangkan Tari hanya bisa menutup mulutnya melihat kekejaman Roger pada putranya.Namun Tari tidak bisa berbuat banyak,karena jika dia ikut campur maka dipastikan dirinya juga ikut kena imbas.
Setelah dirasa sudah cukup menghukum putranya,Roger pun menghentikan cambukkannya.
"Ingat,sekali lagi kamu main-main atau melakukan hal yang tidak papa suka,maka kamu akan menerima akibatnya.Papa tidak akan segan-segan mencabut semua fasilitas yang papa berikan,dan untuk malam ini sebaiknya kamu tidak usah ikut makan malam "Ujar Roger disertai ancaman,kemudian dia berlalu meninggalkan Arion yang masih berlutut,bahkan dia tidak menghiraukan istrinya yang berdiri mematung didekat sana.
Kemudian terdengar suara Roger memerintah para pelayan untuk tidak menyiapkan makan malam bagi Arion.
Sementara itu,Tari yang melihat anaknya masih berlutut dengan tangan mengepal perlahan mendekati.
"Nak,kamu gak apa-apa?"Tanya Tari perlahan.
Arion pun bangkit sambil berdecih kesal.
"Mama gak usah sok perhatian,aku bisa mengurus diriku sendiri "Ucap Arion dingin sambil menatap mamanya dengan tatapan benci,lalu Arion masuk kedalam kamar dengan tertatih.
"Arion,,,"
Blamm,,,,,
Belum selesai Tari berucap,ternyata pintu kamar sudah ditutup dengan cara dibanting.
Dengan menahan tangis Tari berlalu meninggalkan kamar Arion,dadanya terasa sesak karena sekarang putranya sendiri seperti membenci dirinya.
Andai saja Arion tahu penderitaan batin mamanya,mungkin dia tidak akan bersikap seperti itu pada wanita yang telah melahirkannya.
...----------------...
TO BE CONTINUE,,,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
__ADS_1
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹