Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
DUA PULUH LIMA


__ADS_3

Setengah berlari Arion menggendong Elmira menuju UKS, sedangkan Dafa mengikuti dibelakangnya sambil membawa tas selempang milik gadis itu.


Sampai di UKS Arion langsung menerobos masuk , lalu merebahkan Elmira diranjang pasien dengan perlahan. Sangat kentara kalau Arion begitu mencemaskan gadis tersebut, berulangkali dia memanggil nama Elmira sambil menggenggam erat tangannya.


Sesaat kemudian datanglah Dafa bersama Dokter Lian, dengan sigap Dokter itu memeriksa keadaan Elmira yang belum sadarkan diri.


"Sepertinya dia kelelahan lagi " Kata Dokter Lian sambil mengalungkan stetoskopnya "Saya akan meresepkan vitamin untuk Elmira, nanti dia bisa menebusnya di apotek, sekarang biarkan dulu dia istirahat " Lanjutnya sambil tersenyum ramah.


"Terimakasih Dok " Ucap Arion tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Elmira yang masih terlihat pucat.


" Kamu tenang saja, sebentar lagi dia sadar kok" Ujar Dokter Lian sambil menepuk pundak Arion sebelum pergi keruangannya.


Setelah Dokter Lian pergi Arion pun mendekati ranjang pasien tempat Elmira berbaring, kemudian duduk dikursi yang ada disebelah ranjang tersebut. Tangannya kembali menggenggam tangan Elmira yang terasa dingin.


Sesaat kemudian datanglah Felix dan juga Brady.


"Gimana keadaan Elmira?" Tanya Felix dengan nada pelan pada Dafa, dia tidak berani bertanya pada Arion karena pria itu terlihat sedang cemas.


" Kata dokter Lian tadi sepertinya dia kelelahan" Jawab Dafa.


Felix dan Brady pun mengangguk paham.


Lima menit kemudian terlihat ada gerakan pada Elmira.


"El, Elmira,,, " Seru Arion dengan nada cemas "Daf, panggil dokter Lian " Titahnya pada Dafa.


"Baiklah " Sahut Dafa dan langsung beranjak pergi.


"Ughhh,," Elmira melenguh sambil mengerjapkan matanya " A,,aku dimana?" Tanyanya.


" Kamu di UKS El, kamu tadi pingsan lagi" Ujar Arion.


Elmira membulatkan matanya lalu menoleh kearah Arion, sesaat pandangan mereka bertemu dan membuat jantung keduanya berdetak lebih cepat, namun dengan cepat Elmira mengalihkan tatapannya.


" Ka,,kamu ngapain disini?" Elmira terlihat sedikit gugup.


"Aku yang tadi membawamu kesini El " Jawab Arion.


Elmira menghela napas pelan, lagi-lagi disaat terjadi sesuatu pada dirinya ada Arion yang menolongnya.


Gadis itu berusaha untuk bangkit dan Arion pun dengan sigap membantunya .


Kemudian datanglah Dafa bersama dengan Dokter Lian.


"Bagaimana El? ada keluhan lain?"Tanya Dokter Lian.


"Gak ada Dok, hanya masih lemas aja " Jawab Elmira sambil mengulas senyum tipis.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu banyak-banyak istirahat dulu, kalau buat tugas kuliah usahakan jangan sampai larut malam" Ujar Dokter Lian memberi saran "Ini saya sudah resepkan vitamin untuk kamu minum, nanti kamu bisa nebusnya di apotek " Lanjutnya lagi sambil menyerahkan selembar kertas.


"Baik Dok, terimakasih ya Dok " Ucap Elmira sambil menerima resep tersebut.


Kemudian Dokter Lian pun berlalu pergi karena tidak ada lagi yang bisa dilakukannya.


"Kamu izin pulang aja ya ?"


Tapi dengan tegas Elmira menggeleng.


"Aku gak bisa bolos Rion, oh ya makasih udah bawa aku kesini dan juga untuk kalian bertiga, maaf aku merepotkan kalian lagi " Ujar Elmira sambil menatap Felix, Brady dan juga Dafa bergantian.


"Santai aja El "Balas Dafa sambil tersenyum, dibarengi anggukkan kepala oleh Brady dan juga Felix.


Kemudian mereka berlima pun meninggalkan ruang UKS, awalnya Arion masih berusaha untuk membujuk Elmira pulang lebih awal, namun gadis itu juga tetap ngotot tidak mau bolos.


Pada akhirnya Arion pun mengalah, walau masih merasa lemas Elmira menguatkan dirinya untuk melangkah menuju Fakultasnya. Arion yang melihat kalau kondisi Elmira belum stabil bergegas merangkul bahu gadis tersebut.


Ketiga temannya yang mengikuti dibelakangnya hanya bisa saling pandang, sambil melontarkan senyum tipis saat melihat sikap Arion terhadap Elmira.


Mereka bertiga semakin yakin jika Arion memang sedang jatuh cinta.


"Rion,,gak usah dipegang juga, aku bisa sendiri kok "Ucap Elmira sambil berusaha lepas dari tangan Arion. Sebenarnya dia merasa nyaman dan bahagia bisa sedekat itu sama Arion, tapi dia lebih takut jika nanti Shire melihatnya dan kembali membully dirinya.


"Gak bisa, aku gak mau nanti kamu pingsan lagi " Arion malah semakin mengeratkan rangkulannya.


" Arioonnn,,,,,," Terdengar pekikan dari arah sebelah kanan mereka.


Arion langsung menghembuskan napas kasar saat mengenali pemilik suara tersebut. Elmira mendadak ciut saat menyadari kedatangan Shire dan juga gengnya. Dia berusaha melepaskan diri dari rangkulan Arion dan berniat menjaga jarak, namun pria itu tidak mengendurkan sedikitpun rangkulannya pada bahu Elmira. Akhirnya gadis itupun hanya bisa menunduk pasrah saat melihat Shire melihatnya dengan tatapan tajam.


"Apa-apaan ini Rion, kenapa kamu ngelanggar perjanjian yang kita buat?" Tanya Shire dengan penuh amarah, apa lagi saat dia melihat Arion merangkul gadis tersebut dengan tangan kanannya.


"Heh, kamu gak liat gimana kondisi Elmira sekarang? kamu pasti sudah tahukan kalau dia habis pingsan? kalau bukan kita yang nolong terus siapa lagi?" Tanya Arion bertubi-tubi dengan tatapan yang tak kalah tajam.


"Tapi kamu sudah janji gak bakalan dekat dengan dia lagi Rion " Ucap Shire tetap tidak terima dengan sikap Arion terhadap Elmira.


Arion menggeretakkan gigi saking emosinya, dia tidak habis pikir, manusia yang gak punya empati kayak Shire mau jadi dokter?ckck,, sulit dimengerti.


"Dan biar kamu tahu aja, aku menyesal telah membuat perjanjian bodoh sama orang tolol kayak kamu " Ucap Arion sengit sambil menunjuk Shire dengan telunjuk kirinya.


"Oke kalau itu yang kamu mau, berarti mulai sekarang gembel bau ini bakalan jadi targetku lagi " Balas Shire tak kalah sengit.


Arion mengepalkan tangannya, kemudian dengan tersenyum sinis dia berucap.


"Kalau sampai kamu berani mengusik dia lagi, aku gak bakalan segan-segan untuk membalasnya, aku gak takut dan gak peduli dengan jabatan orangtuamu " Ujar Arion dengan nada datar dan juga dingin.


Melihat aura yang dipancarkan oleh Arion membuat Shire kehilangan kata-kata untuk membalasnya.

__ADS_1


"Ayo El, kita ke kelas " Ajak Arion pada gadis yang sedari tadi berada dirangkulannya.


Elmira hanya mengangguk lemah, dia pun mengiringi langkah Arion tanpa berani menoleh kearah Shire.


Sedangkan Shire hanya bisa menahan geram saat melihat perhatian dan kedekatan Arion pada gadis yang dibencinya itu.


"Udah, gak usah di liatin sampai segitunya, entar tambah nyesek loh " Sindir Brady sambil tersenyum sinis, dia memang pintar membuat orang emosi dengan kata-katanya.


Shire mendelik kearah Brady "Gak usah ikut campur " Ucapnya.


"Bukannya kalian yang duluan ikut campur urusan kita?" Tanya Brady.


"Heh, kita gak pernah ya ikut campur urusan kalian, jadi gak usah ngarang " Balas Anggia yang sedari tadi bibirnya sudah gatal ingin bicara.


"Cihh,,,gak sadar diri " Umpat Felix.


Mereka masih beradu argumen, sedangkan Arion dan Elmira sudah sampai di gedung Fakultasnya.


"Ahh,,sial, aku bentar lagi ada jam kuliah, Brad, Daf, kalian ladeni mereka ya " Ujar Felix sambil ngeloyor pergi.


"Iihhh,,,ogahh,,,aku juga mau pergi " Sahut Brady sambil setengah berlari menyusul Felix.


Sedangkan Dafa juga langsung kabur menuju gedung FH.


"Siall,,,kita ditinggal pergi gitu aja " Shire menggerutu kesal.


"Tapi Elmira bener-bener pinter banget ya cari perhatian, pake pingsan segala lagi" Ujar Fani yang baru berani keluar suara, tadi semasih ada Dafa dia berusaha untuk menjaga sikap.


"Ck,, gembel kayak dia emang licik Fan, tapi tunggu aja tanggal mainnya, aku yakin pasti bisa dapetin Arion seutuhnya " Ucap Shire sambil mengulas senyum licik " Udah ah, yuk Anggia kita pergi ke Fakultas sebelum dosennya datang "


Lalu mereka pun berpisah menuju gedung fakultas masing-masing.


TO BE CONTINUE,,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift

__ADS_1


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹


__ADS_2