Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
EMPAT PULUH ENAM


__ADS_3

Dafa keluar dari ruang kelasnya dan berniat untuk menemui ketiga sahabatnya. Tapi baru saja dia keluar dari gedung fakultas langkahnya dihadang oleh Fani.


Dafa menatap gadis yang berdiri di hadapannya dengan alis terangkat dan wajah penuh tanda tanya.


Dafa melihat ada yang berubah dalam diri Fani, mulai dari sinar wajahnya hingga penampilannya yang terkesan lebih sederhana.


"Ada apa?." Tanya Dafa karena Fani tidak kunjung bicara.


"Em,, aku mau minta maaf sekaligus mau ngucapin selamat tinggal sama kamu. Maaf jika selama ini aku banyak salah dan membuatmu merasa tidak nyaman karena aku mennyukaimu." Jawab Fani sambil tersenyum.


Dafa tertegun mencerna perkataan Fani.


"Tapi sekarang kamu gak usah khawatir karena aku tidak akan mengganggumu lagi." Fani tersenyum menatap pria yang dicintainya "Aku hanya mau bilang itu aja, bye."


Kemudian Fani melangkah pergi meninggalkan Dafa tanpa menoleh lagi.


"Apa maksudnya selamat tinggal? apa dia berhenti kuliah? tapi kenapa?." Banyak pertanyaan yang melintas dibenak Dafa, dia menatap punggung Fani yang semakin menjauh.


"Ck, apa peduliku, terserah dia mau gimana." Gumamnya lagi sambil melanjutkan langkahnya.


Sedangkan Fani yang sudah sampai di pintu gerbang sejenak berhenti, dia membalikkan tubuhnya dan menatap gedung rektor yang berdiri megah.


"Selamat tinggal Light Stars, semoga suatu saat aku bisa kembali lagi kesini." Gumam Fani dengan wajah sendu.


Fani memutuskan berhenti kuliah karena tidak ada lagi yang membiayainya, Danish selaku orangtua Shire mencabut bantuannya sejak dirinya bermasalah dengan putri kesayangannya.


Selain itu Ibunya juga dipecat dari pekerjannya sebagai pelayan dikediaman orangtua Shire.


Sambil menghela napas pelan Fani melanjutkan langkahnya untuk pulang ke rumah, meninggalkan kampus Light Stars dan menunda impiannya untuk meraih gelar sarjana.


***


Jam kuliah di kelas Elmira berakhir, bergegas dia merapikan bukunya dan memasukkan kedalam tas.


Arion pun melakukan hal yang sama.


"El, aku mau bicara sama kamu." Kata Arion saat melihat kekasihnya hendak keluar.


Elmira hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata sepatah pun.


Mereka berdua keluar kelas bersama-sama dengan diikuti oleh Felix yang sedari tadi hanya diam.


Sampai di depan gedung fakultas ternyata Shire sudah menunggu bersama Anggia, saat dia melihat Elmira ada didekat Arion dia menunjukkan wajah tidak sukanya.


"Rion,,, ikut aku, kita ada photo shoot hari ini." Ujar Shire sambil merubah mimik wajahnya menjadi ramah.


Arion mendesah kesal.


"Aku gak bisa hari ini, aku ada urusan penting." Tolak Arion.


"Gak bisa ditunda Rion, pihak kampus nyuruh hari ini karena photografernya mulai besok dia sibuk, dan hanya hari ini aja ada waktu luang." Shire mendesak " Lagian ini adalah tugas kita sebagai duta kampus, kamu jangan lari dari tanggungjawab Rion." Lanjutnya lagi.


Arion melirik Elmira yang sedari tadi hanya diam dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Udah, kamu lakukan dulu tugasnya, kita bisa bicara besok atau lain waktu." Ujar Elmira dengan sikap tenang, tapi apa dia rasakan didalam hatinya tidak ada yang tahu.


"Tuh dengerin, udah yuk nanti keburu ditungguin, gak enak sama orang yang mau fotoin." Tanpa canggung Shire menarik tangan Arion.


"Nanti kita bicara ya El." Ucap Arion sebelum pergi, terlihat wajah Arion menyiratkan rasa bersalah tapi mau bagaimana lagi, dia juga harus melakukan tugasnya walaupun dengan hati yang terpaksa.


Elmira pun hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap punggung Arion yang semakin menjauh.


"El, ikut aku ke kantin yuk." Ajak Felix "Daripada kamu sendirian, ntar ada orang yang gangguin kamu lagi gara-gara tidak ada Arion di dekat kamu." Lanjutnya.


Setelah berpikir sejenak akhirnya Elmira pun mengiyakan ajakan Felix.


Sampai dikantin ternyata mereka sudah ditunggu oleh Brady.


"Dafa belum datang?." Tanya Felix sambil duduk dikursi lalu diikuti oleh Elmira yang duduk disebelahnya.


"Belum, paling udah mau kesini." Jawab Brady"Trus, kalian kenapa hanya berdua? mana Arion?." Tanyanya.


"Dia lagi ada photo shoot sama Shire."Jawab Felix mewakili Elmira.


Sontak Brady menoleh kearah Elmira.


"Santai aja Brad, aku gak apa-apa kok." Ucap Elmira seolah-olah tahu apa yang ada didalam pikiran pria tersebut.


"Kamu harus tetap percaya sama Arion, El." Kata Brady " Dia gak mungkin berpaling darimu, apa yang dia lakukan saat ini pasti karena keterpaksaan."Lanjutnya.


"Iya Brad, aku mengerti."Balas Elmira.


Felix beranjak bangun karena dia ingin pesan makanan.


"Em, aku mau pesan mie goreng sama es teh manis dan ini uangnya." Jawab Elmira sambil menyodorkan uang.


"Bawa aja El, biar pake uangku aja." Tolak Felix.


"Gak usah Fel, kalau gitu aku gak jadi pesan makanan."Kata Elmira terlihat serius.


Akhirnya Felix pun mengalah dan menerima uang yang disodorkan oleh Elmira lalu dia beranjak pergi.


Tidak lama kemudian, Dafa pun datang dengan raut wajah bingung.


"Kamu kenapa Daf? kayak bingung gitu?." Tanya Brady merasa heran.


Dafa duduk disebelah Brady sambil menghembuskan napas.


"Gak apa-apa." Jawab Dafa, tidak mungkin dia mengatakan jika dirinya bingung gara-gara perkataan Fani, bisa-bisa sahabatnya itu berpikir yang tidak-tidak pada dirinya.


" Hai El, apa kabar? kok beberapa hari ini kamu gak kelihatan? pas pemilihan putra-putri kampus kamu juga gak ada." Tanya Dafa sambil menatap Elmira.


"Kabar aku baik, aku sempat pulang ke desa nengok ayahku." Jawab Elmira.


"Wahh,, ternyata kamu sempat liburan, kenapa kamu gak bilang? kan aku juga mau ikut liburan ke desa." Kata Dafa seperti menyesali karena Elmira pergi sendirian.


"Ck, mau ikutan pergi, emangnya kamu udah siap digantung sama Arion gara-gara kamu pergi sama kekasihnya." Ucap Brady sambil berdecak sinis.

__ADS_1


"Maksud aku kan kita berempat juga ikut pergi sama Elmira, bukan cuma aku sama dia aja."Balas Dafa tak mau kalah.


Brady pun hanya mendengus kesal.


Lalu datanglah Felix sambil membawa nampan yang berisi makanan pesanannya sendiri dan juga milik Elmira.


"Punyaku mana?." Tanya Dafa sambil menelan air liurnya saat melihat mie goreng yang terlihat sangat menggoda selera.


"Pesan sana sendiri." Kata Felix sambil duduk, lalu dia menggeser piring berisi mie goreng kearah Elmira dan tidak lupa juga segelas es teh.


"Makasih Fel." Ucap gadis tersebut.


Lalu dia dan Felix pun mulai makan, Dafa yang tidak bisa menahan laparnya beranjak pergi untuk memesan makanan.


Sedangkan Brady hanya diam sambil memainkan ponsel, dia tidak meributkan soal makanan karena perutnya sudah kenyang.


***


Jam kuliah sudah berakhir, tampak Elmira membereskan buku dan alat tulisnya lalu memasukkan kedalam tas.


"El, kamu mau pulang sama aku?." Tanya Felix yang berada di dekatnya.


"Gak Fel, aku mau pulang sendiri aja."Jawab Elmira sambil tersenyum.


"Kamu gak mau nunggu Arion?."


Elmira pun menanggapi dengan gelengan kepala.


Ternyata sesi photo shoot yang dilakukan oleh Arion berlangsung lama, bahkan dia sampai tidak mengikuti mata kuliah yang terakhir.


"Ya udah kalau gitu aku duluan El."Ucap Felix sebelum pergi.


Elmira pun membalas dengan senyuman.


Lalu gadis itu pun melangkah gontai keluar dari gedung fakultas, sesaat dia mengedarkan pandangannya ke area sekitar tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Arion.


Akhirnya gadis itupun memutuskan untuk langsung pulang.


TO BE CONTINUE,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift

__ADS_1


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹


__ADS_2