
Tari menghela napas pelan sebelum memulai pembicaraan.
"Arion, Mama mau mengatakan sesuatu padamu, tapi Mama harap kamu menerima kenyataan ini dengan lapang dada." Ujar Tari dengan nada yang serius.
Mendengar perkataan Mamanya mendadak perasaan Arion tidak enak, dia merasa akan terjadi sesuatu yang besar. Sebab Mamanya tidak pernah bersikap seperti ini apalagi ada Kakek dan juga Papanya.
"Memangnya Mamanya mau mengatakan apa?." Tanya Arion penasaran.
"Ini menyangkut tentang hubungan kamu dan juga Elmira." Kata Tari sambil menoleh sekilas kearah Elmira yang sedari tadi hanya diam.
"Jangan bertele-tele, cepat katakan apa yang ingin kamu sampaikan pada Arion." Sentak Roger.
"Baiklah, sekarang aku akan mengatakan yang sebenarnya, Arion kamu dan Elmira sebenarnya,,,." Tari menjeda sejenak ucapannya.
"Apa Ma? aku dan Elmira kenapa?."
"Kalian berdua,,, adalah saudara kandung."
Ucapan Tari tersebut sontak membuat semua orang terkejut.
Arion dan Elmira saling tatap dengan pandangan tidak percaya, bagaimana mungkin tiba-tiba ada hubungan darah diantara mereka berdua?.
"TARIIII,,,,! jangan sembarangan kamu kalau bicara, bagaimana mungkin gadis itu saudara kandung Arion." Bantah Roger dengan garang.
"Tapi itu adalah kenyataan." Ucap Tari dengan singkat.
Arion bangkit berdiri dan perlahan mendekati Mamanya.
"Ma, ini ada apa sebenarnya? kenapa tiba-tiba aku dan Elmira bisa bersaudara? aku ini anak tunggalkan Ma?."
"Tidak Rion, sebenarnya kamu terlahir kembar, jika kamu ingin tahu lebih jelas sebaiknya tanyakan pada Papa dan juga Kakekmu apa yang sebenarnya terjadi, mereka berdua telah menyimpan rahasia besar selama ini." Jawab Tari sambil menatap Gibson dan Roger bergantian.
Arion pun langsung mengalihkan pandangannya kearah Papa dan Kakeknya dengan tatapan menuntut penjelasan.
Gibson dan Roger pun saling pandang dengan wajah pias, sekilas Roger menatap istrinya dengan tatapan membunuh.
"Jelaskan Pa! rahasia apa yang selama ini kalian simpan?." Tanya Arion dengan datar.
Aura mencekam pun menyelimuti ruangan tersebut. Semua mata menatap kearah Roger kecuali pria tua yang kini duduk mematung diatas kursi rodanya.
"Rion,, kamu jangan dengerin apa yang Mamamu katakan, tidak ada rahasia apapun yang Papa ataupun Kakekmu simpan selama ini." Kata Roger dengan nada setenang mungkin.
"Lagipula tidak ada bukti yang menunjukkan kalau kamu dan gadis itu bersaudarakan? Papa tidak mengerti apa yang Mamamu rencanakan, bisa jadikan semua ini hanya akal-akalan Mamamu yang ingin membuat gadis itu tinggal disini."
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu Roger beralih menatap istrinya.
"Tari, jangan bersikap seperti ini, aku tahu dari dulu kamu sangat ingin mempunyai seorang putri. Tapi jangan seperti ini, sikapmu itu terlalu kekanak-kanakan."
Tari berdecih mendengar perkataan suaminya yang belum mau berkata dengan jujur.
"Mau bukti? baik, aku akan menunjukkan bukti yang bisa membongkar sifat burukmu selama ini, langsung di hadapan putramu sendiri." Ucap Tari dengan nada meyakinkan.
Lalu Tari menghubungi seseorang lewat ponselnya.
"Bawa buktinya sekarang."
Setelah menutup panggilannya Tari kembali menatap suaminya.
"Tunggu lagi sebentar, aku akan tunjukkan bukti yang tidak akan terbantahkan."
Dan benar saja, sesaat kemudian orang yang di tunggu oleh Tari pun datang. Melihat siapa yang datang membuat Roger dan Gibson tersentak kaget.
"Selamat sore, lama tidak bertemu, apa kabar Tuan Gibson dan juga Tuan Roger? ." Sapa Hart sambil tersenyum seolah-olah tidak tahu jika suasana sedang tegang.
"Ha,,Hart? ba,,bagaimana mungkin?." Gibson tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, wajahnya mendadak pucat seolah aliran darahnya terhenti.
Bagaimana mungkin? bukankah seharusnya dia telah tiada. Batin Gibson sambil menatap Hart tanpa berkedip untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah lihat.
"Apa yang membuatmu datang kesini?." Gibson balik bertanya dengan nada setenang mungkin.
"Saya kesini untuk mengungkap sebuah rahasia yang Tuan simpan selama ini, dan saya akan mengungkapkannya langsung di hadapan Arion dan juga Elmira."Jawab Hart, lalu dia berpaling menatap Arion dan juga Elmira yang sedari tadi hanya terdiam, mereka berdua benar-benar tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi dihadapan mereka.
"Om, apa benar yang dikatakan oleh Mama saya, kalau saya dan Elmira adalah saudara kandung?." Tanya Arion yang ingin kepastian, dia masih berharap bahwa apa yang dikatakan oleh Mamanya itu semua tidaklah benar.
Hart menghela napas pelan, dia juga merasa berat untuk mengatakan yang sebenarnya, tapi bagaimanapun juga ini semua sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi.
"Arion, dan kamu juga Elmira, apa yang dikatakan oleh Nyonya Tari benar adanya." Ucap Hart perlahan " Kalian berdua adalah saudara kembar."
"Jadi,,jadi aku ini bukan putri kandung ayah?." Setelah terdiam sekian lama akhirnya Elmira bersuara juga.
Sedikit demi sedikit sepertinya dia sudah mulai memahami situasi yang terjadi.
"Iya Nak, aku ini bukan ayah kandungmu, aku merawatmu sejak baru lahir,,,."
"Jangan asal bicara kamu Hart! jika memang mereka berdua saudara kembar mana buktinya? wajah mereka juga tidak menunjukkan kemiripan samasekali." Roger menyela dengan cepat.
Tanpa banyak berkata Hart langsung menyodorkan sebuah amplop coklat yang sedari tadi di pegangnya.
__ADS_1
"Nyonya Tari diam-diam melakukan test DNA terhadap Arion dan juga Elmira."
Roger dengan cepat merebut amplop dari tangan Hart. Dia langsung membukanya dan mengeluarkan selembar kertas, sesaat kemudian tangan dan bibirnya bergetar kala membaca sederet tulisan yang ada di kertas tersebut.
Arion yang sedari tadi begitu penasaran langsung merebut kertas ditangan sang Papa, dan sesaat kemudian dia langsung mematung dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di terka.
"Ma,,ini,,ini beneran? aku,, aku sama Elmira adalah saudara kandung?." Tanya Arion dengan nada terbata-bata.
"Akhh,,,,."
Belum sempat Tari menjawab pertanyaan Arion, tiba-tiba Gibson memekik kesakitan sambil memegangi dadanya.
Sepertinya pria tua itu merasa sangat terkejut, ketika rahasia yang selama ini dia simpan dengan rapi pada akhirnya terbongkar juga.
Gibson ambruk dari kursi rodanya, dengan sigap Roger menolong ayahnya dan berteriak memanggil bodyguard yang sedang berada di luar untuk menyiapkan mobil, dia harus bergegas membawa ayahnya menuju rumah sakit.
Arion tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, pikirannya mendadak blank ketika mendapati kenyataan bahwa gadis yang dia cintai selama ini adalah saudara kembarnya sendiri.
Seluruh raganya terasa lemas dan kepalanya terasa pening, mendadak dia merasa benci dengan dirinya sendiri dan juga orang-orang terdekatnya.
Namun yang menjadi pertanyaan didalam hatinya, bagaimana mereka bisa terpisah? apa yang sebenarnya terjadi?.
Keadaan Elmira pun tidak beda jauh dengan Arion, selembar kertas yang membuktikan bahwa selama ini dirinya adalah bagian dari keluarga konglomerat AXA group berada ditangannya.
Tatapan matanya kosong usai membaca hasil test tersebut, dia benar-benar tidak mengerti kenapa takdir begitu kejam mempermainkan hidupnya.
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹
__ADS_1