Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
DUA PULUH DELAPAN


__ADS_3

Selesai makan malam, Shire dan kedua orangtuanya bersantai diruang keluarga sambil menonton TV.


"Re,, Papa mau tanya, boleh?" Danish menoleh kearah putrinya.


"Boleh, Papa mau nanya apa?" Shire balik bertanya.


"Apa benar kamu sedang menyukai seorang pria bernama Arion?"


Shire pun menoleh kearah Mamanya yang mengulas senyum tipis, dia yakin jika Mamanya tersebut pasti sudah menceritakan tentang Arion pada Papanya.


"Bener Pa, dia satu kampus sama aku" Jawab Shire malu-malu.


Danish pun manggut-manggut.


"Kamu hanya sekedar suka apa serius ingin memiliki?" Tanya Danish lagi.


"Serius Pa, aku gak bakalan nikah kalau bukan sama Arion" Ujar Shire setengah merengek.


"Baiklah, Papa bisa atur semuanya, pokoknya kamu tenang saja ya" Ujar Danish sambil tersenyum, sepertinya keinginan Shire kali ini begitu mudah untuk dipenuhinya.


"Makasih ya Pa, aku sayang banget sama Papa" Ucap Shire sambil memeluk Papanya.


Melihat hal tersebut Meisya pun protes.


"Kok Papa doang yang disayang, Mama gak disayang nih?" Ucap Meisya pura-pura cemberut.


Shire dan Papanya pun tertawa.


"Sana gih peluk Mamamu, nanti kalau dia ngambek Papa yang gawat" Ujar Danish sambil terkekeh.


Lalu Shire pun menghampiri wanita yang telah melahirkannya itu.


"Makasih juga ya Ma, aku sayang banget sama Mama" Ucap Shire yang kini memeluk Meisya.


"Iya sayang,Mama juga sayang banget sama putri Mama yang cantik ini"


Lalu mereka pun bercengkrama layaknya keluarga yang bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di hari minggu yang cerah ini Arion menepati janjinya pada Elmira, dia akan mengajak gadis tersebut seharian untuk jalan-jalan.


"Arion, kamu mau kemana?" Tanya Tari saat berpapasan dengan anaknya diruang tengah.


"Keluar" Jawab Arion singkat, bahkan dia tidak menoleh samasekali kearah Mamanya.


Tari pun menghela napas pelan melihat putranya yang semakin membenci dirinya, begitu Arion menghilang dari pandangannya dia pun melangkahkan kakinya menuju kamar utama.


Sampai didalam kamar dia duduk di depan meja rias, perlahan tangannya menarik laci paling bawah. Kemudian dari dalam laci itu dia mengambil sebuah foto USG yang sudah usang, itulah adalah foto hasil USG saat dirinya mengandung Arion dengan usia kandungan delapan bulan.


Tidak terasa air mata Tari mengalir di kedua belah pipinya, dia terus mengusap foto USG tersebut.


Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, bergegas Tari menyimpan kembali foto tersebut dan mengusap air matanya.


"Kamu ngapain disitu?" Tanya Roger yang baru masuk kedalam kamar.


"Enggak,,,gak ngapa-ngapain kok Pa"Jawab Tari tanpa menoleh.


Namun Roger malah berjalan mendekat kearah Tari.

__ADS_1


"Kalau bicara itu liat orang yang diajak bicara, gak sopan banget kamu sama suami" Bentak Roger sambil berkacak pinggang dibelakang istrinya.


Perlahan Tari bangkit dan memutar tubuhnya kearah Roger, tapi kepalanya masih tetap tertunduk.


"Liat sini"


Perlahan Tari menatap suaminya, dan matanya yang baru habis menangis terlihat sembab.


"Kamu habis ngapain sampai nangis?" Tanya Roger tajam.


"Mama gak ada ngapa-ngapain Pa" Jawab Tari.


"Jangan bohong kamu, jujur sama aku!"


Karena tidak ingin membuat suaminya makin marah, akhirnya Tari pun mengaku.


"Mama habis liat foto USGnya Arion yang dulu Pa," Ucap Tari lirih.


Mendengar jawaban istrinya membuat Roger menghembuskan napas kasar, dia tahu apa yang dirindukan oleh istrinya.


"Aku sudah bilang berulang kali sama kamu, jangan mengingat atau menangisi sesuatu yang telah pergi, kamu kenapa gak bisa nurut sama suami sih" Ujar Roger dengan kesal "Udah, gak usah di ingat lagi, sekarang siapin bajuku, aku mau mandi" Lanjutnya, kemudian Roger beranjak masuk kedalam kamar mandi yang ada di kamar tersebut.


Dengan menahan isak tangis Tari menyiapkan baju ganti untuk suaminya, setelah itu diapun menunggu Roger menyelesaikan ritual mandinya.


Lima belas menit kemudian, Roger pun keluar dengan bertelanjang dada dan handuk yang melilit dipinggangnya.


Melihat suaminya yang bertelanjang dada membuat darah Tari berdesir, selain itu sudah lama dirinya tidak disentuh oleh suaminya.


"Ngapain kamu masih disitu?" Tanya Roger sinis, dia tahu kemana arah tatapan istrinya itu.


Tari hanya menggeleng kemudian dengan menunduk dia keluar kamar.


"Tunggu, Arion kemana?" Tanya Roger karena tadi begitu keluar dari ruang gym dia tidak melihat putranya samasekali.


"Iya keluar, tapi dia keluarnya kemana?" Tanya Roger kesal karena menurut dia istrinya itu lemot dalam berpikir.


"Mama gak tahu Pa, tadi dia,,,,"


"Ibu macam apa kamu? anak keluar tapi kamu tidak tahu kemana tujuannya" Ucap Roger tajam, andai saja istrinya itu adalah staf kantor, sudah pasti Roger langsung memecatnya.


"Udah sana keluar" Kembali Roger mengusir istrinya.


Tanpa membantah Tari pun keluar dari dalam kamar.


●●●


Jam setengah delapan Arion sudah sampai di depan gang, lalu dia pun menelfon ke ponsel milik Elmira. Dia meminta nomor Elmira sekitar seminggu yang lalu.


Setelah selesai menelfon dia pun memasukkan ponselnya kedalam sling bagnya, kemudian menunggu kedatangan Elmira yang katanya sudah selesai bersiap.


Lima menit kemudian munculah Elmira dengan memakai skinny jeans yang warnanya sudah pudar, sedangkan baju kaos warna biru polos terlihat masih baru, selain itu dia juga memakai sendal jepit kasual satu-satunya yang dia miliki.


"Pagi Rion" Sapa Elmira begitu sampai dihadapan Arion.


"Pagi juga, yuk kita berangkat" Ajak Arion sambil membukakan pintu mobil seperti biasanya.


Namun Elmira tidak segera masuk, dia malah tertunduk seperti memikirkan sesuatu.


"Kamu kenapa?" Tanya Arion keheranan.


Perlahan Elmira mengangkat pandangannya.

__ADS_1


"Kamu gak malu jalan sama aku dengan penampilan aku yang kayak gini?"Tanya Elmira sambil menelisik penampilannya, jujur saja dia merasa minder karena saat ini Arion terlihat sangat keren, berbeda jauh dengan dirinya.


"Heyy,,, kamu gak boleh ngomong kayak gitu, aku gak suka dengernya. Karena menurut aku bagaimanapun penampilanmu, aku tetep sayang sama kamu"Ujar Arion "Udah sekarang masuk ya, biar gak keburu siang, lagian aku juga belum sarapan" Lanjutnya lagi sambil menuntun Elmira untuk masuk kedalam mobil.


Sedangkan Elmira yang mendengar Arion mengatakan sayang mendadak otaknya blank, dan dia nurut aja saat dirinya dituntun masuk kedalam mobil.


Sayang? dia sayang sama aku? aku gak salah dengerkan?. Banyak pertanyaan muncul didalam benak Elmira.


"El, jangan melamun, entar kalau kesambet gimana?" Tegur Arion sambil menghidupkan mobil, lalu dia menginjak gas dan mobil pun meluncur meninggalkan gang tersebut.


"A,,aku gak ngelamun kok" Balas Elmira sedikit gugup.


Arion pun hanya tersenyum tipis.


***


Arion mengajak Elmira sarapan terlebih dahulu, dan kebetulan juga gadis itu belum sarapan.


Setelah berdiskusi akhirnya mereka memilih untuk sarapan bubur, walaupun dirinya anak konglomerat tapi dia tidak malu makan di pinggir jalan. Namun Bugatti yang terparkir dibahu jalan itulah yang menarik perhatian orang yang kebetulan lewat.


Mereka berdua asyik menikmati bubur ayam sambil duduk dipinggir trotoar bersama pembeli lainnya. Sesekali Arion melontarkan candaan yang membuat Elmira tertawa.


Selesai sarapan mereka berdua pun melanjutkan jalan-jalan dihari minggu tersebut.


Elmira yang baru pertamakali keliling itu dibuat kagum dengan kota yang kini menjadi tempat tinggalnya itu, dia sangat menikmati keindahan kota tersebut.


"Kamu ingin kemana El?"Tanya Arion.


"Emm,, aku ingin ke museum" Jawab Elmira malu-malu.


"Hah? yang bener kamu pengen kesana?" Tanya Arion terlihat keheranan. Setau dia biasanya wanita itu suka jalan-jalan ke mall, dan mereka akan belanja ini itu sampai menghabiskan waktu berjam-jam.


"Iya, emang kenapa?gak boleh ya?" Elmira balik bertanya.


"Em,,boleh sih, maksud aku kamu gak pengen gitu jalan-jalan ke mall? terus belanja beli baju atau apa gitu kan nanti biar aku yang bayarin, atau kamu gak pengen nonton ke bioskop? mungkin ada film yang ingin kamu lihat " Tanya Arion, dia merasa Elmira ini berbeda dengan gadis kebanyakan.


"Enggak, aku pengennya kesana, soalnya dulu pas SD pernah ada acara tamasya tapi aku gak bisa ikut, gara-gara ayah gak ada uang buat bayar iurannya. Jadi aku hanya bisa denger cerita temen-temen yang katanya mereka pergi ke museum dan kebun binatang" Jawab Elmira, dia jadi teringat kembali dengan kisahnya dimasa lalu. Setiap sekolahnya mengadakan tamasya atau tour maka dirinya tidak pernah bisa ikut, dia hanya bisa menatap dengan iri kearah teman-temannya yang begitu antusias menjelang hari keberangkatan.


"Baiklah, untuk hari ini tempat mana pun yang ingin kamu kunjungi aku akan mengantarmu" Ujar Arion sambil tersenyum, walau hatinya tak urung merasa sesak saat mendengar cerita gadis yang dicintainya itu.


Elmira pun tersenyum lebar memperlihatkan lesung pipinya yang hanya ada disebelah kiri.


"Makasih Arion" Ucap Elmira.


"Yuk,,, lets go " Seru Arion yang langsung menginjak gas untuk menambah kecepatan.


Mobil pun meluncur menuju museum yang ada di pusat kota.


TO BE CONTINUE,,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote

__ADS_1


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹


__ADS_2