Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
EMPAT PULUH DUA


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu dilokasi acara...


Arion dan Shire baru sampai disana ketika acara mau dimulai, bergegas mereka keluar dari mobil dan berjalan beriringan menuju tempat duduk untuk tamu.


Namun baru berjalan beberapa langkah mereka berdua sudah dihampiri oleh para wartawan. Arion terlihat tidak suka karena merasa risih, namun sebaliknya Shire malah terlihat senang para wartawan mengambil gambar dirinya yang sedang berada didekat Arion.


Para wartawan pun mulai melontarkan pertanyaan tentang status hubungan mereka berdua.


"Kita hanya berteman"


Itulah jawaban yang diberikan oleh Arion sambil berusaha menembus kerumunan wartawan tersebut.


Tapi namanya saja pemburu berita, tentu saja mereka tidak menyerah begitu saja untuk mengorek informasi. Apalagi ini menyangkut tentang pewaris AXA Group selanjutnya.


Merasa tidak puas dengan jawaban Arion, wartawan beralih bertanya pada Roger.


Dan jawaban berbeda pun lontarkan oleh pimpinan AXA Group tersebut.


"Sebenarnya mereka berdua memang berencana untuk bertunangan, tapi tadi mungkin putra saya masih malu untuk mengakuinya"


"Apakah itu artinya Tuan akan berbesanan dengan seorang pemilik rumah sakit Alteza?"


Roger pun mengangguk dengan yakin.


"Doakan saja semua lancar dan sesuai dengan harapan"


Lalu wartawan pun kembali melontarkan berbagai pertanyaan lainnya.


Kemudian selang beberapa jam keluarlah artikel yang mengatakan jika Arion dan Shire telah bertunangan. Tentu saja semua itu ada campur tangan dari pihak Roger.


Tidak lama kemudian acara pun dimulai diawali dengan kata sambutan dari Roger, lalu sambutan singkat dari pejabat daerah setempat yang ikut andil dalam proyek tersebut.


Kemudian acara-acara selanjutnya pun berjalan dengan lancar sampai kemudian pada sesi potong pita.


Hingga akhirnya acara itupun selesai sekitar jam setengah satu siang.


Arion yang merasa suntuk ditambah dengan suasana hatinya yang buruk membuatnya ingin segera pulang, itu karena Papanya mengatakan pada awak media bahwa dirinya akan bertunangan dengan Shire, padahal kenyataannya tidak seperti itu.


Dan pada akhirnya Arion pun memilih untuk pulang duluan sebelum acara selesai, dan tentu saja harus mengantar Shire terlebih dahulu karena tadi wanita itu datang bersama dirinya.


Shire yang sedang merasa bahagia mencoba mengajak Arion untuk jalan-jalan terlebih dahulu.


Tapi dengan ketus Arion menolak, akhirnya wanita itupun tidak berani mendesak dan memilih untuk diam selama perjalanan pulang.


***


Sore harinya, ketika Elmira baru saja sampai di tempat kerjanya dia sudah langsung diberondong pertanyaan oleh partner kerjanya.


"El, kamu baik-baik ajakan?." Tanya Kenzi.


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Elmira kebingungan, sebab dia tidak ada merasakan sakit.


"Aku baik-baik aja Kak, memangnya ada apa?." Elmira balik bertanya.


Dengan ragu-ragu Kenzi mengulurkan ponselnya.


"Apa kamu sudah membaca berita hari ini?."


"Belum Kak, lagian aku memang jarang baca berita." Jawabnya sambil menerima ponsel dari Kenzi.


Sesaat kemudian wajah Elmira pun memucat saat membaca berita diponsel tersebut.


"Ini Kak, aku udah selesai bacanya." Kata Elmira sambil mengembalikan ponsel milik Kenzi.


Pria itupun menerimanya sambil menelisik wajah partner kerjanya, menilik dari raut wajahnya Kenzi yakin jika Elmira baru mendengar berita tersebut.


"Maaf ya El, gara-gara aku nunjukkin berita itu sekarang kamu jadi sedih." Sesal Kenzi.


Gadis itu pun menoleh sambil memaksakan senyumnya.


"Gak apa-apa kok Kak, ya udah yuk kita mulai kerja aja." Kata Elmira mencoba untuk bersikap tegar walupun didalam hatinya dia merasa hancur.


Jika sudah melihat bukti seperti itu maka Elmira sulit untuk tidak mempercayainya.


Sampai kemudian Elmira merasakan kepalanya berat, tapi dia tetap memaksakan diri untuk bekerja.


Puncaknya sekitar pukul sembilan malam Elmira mengalami mimisan, bergegas gadis itu lari ke toilet untuk membersihkan dan menghentikan mimisan tersebut.

__ADS_1


Sekitar limabelas menit kemudian barulah Elmira keluar.


"Kok tumben lama El?." Tanya Kenzi yang sedang berdiri di meja kasir.


"Hehe,,maaf Kak, tadi perut aku mules banget." Jawab Elmira sambil nyengir.


Dan Kenzi pun hanya menganggukkan kepalanya karena dia lagi fokus mengecek hasil penjualan.


Sampai kemudian jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, lalu mereka berdua membersihkan Cafe dan bersiap untuk pulang.


Sampai di kostnya Elmira mengganti pakaiannya, kemudian dia merebahkan badannya bersiap untuk tidur. Tapi dia tidak bisa memejamkan matanya karena teringat dengan berita yang dibacanya, selain itu seharian ini Arion tidak ada menghubunginya.


Berkali-kali Elmira mengganti posisinya barulah dia terlelap dengan hati yang gundah gulana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini merupakan seleksi tahap awal untuk pemilihan putra dan putri kampus Light Stars.


Semua peserta melakukan tes berupa wawancara, dan yang menjadi jurinya adalah beberapa dosen yang ditunjuk oleh Rektor.


Acara itu dilakukan di gedung auditorium Light Stars, mahasiswa lainnya pun diperbolehkan untuk turut menyaksikan wawancara tersebut.


Felix, Brady dan Dafa juga terlihat dikursi penonton, mereka ingin menyaksikan sahabat mereka yang ikut berpartisipasi.


"Menurut kalian Arion bakalan lolos gak ke tahap berikutnya?." Tanya Felix.


"Kita liat aja nanti, aku yakin sih dia bakalan berusaha sebaik mungkin kalau tidak ingin dimarahi sama Papanya yang killer itu." Jawab Brady.


Dafa mengedarkan pandangannya kesekitar area kursi penonton.


"Kalian ada liat Elmira gak?." Tanya Dafa yang tidak melihat sosok gadis tersebut.


Mata Dafa hanya menangkap sosok Anggia yang duduk tidak jauh darinya.


Gadis itu terlihat duduk seorang diri karena Shire juga ikut seleksi. Sedangkan Fani yang memang sudah memutuskan pertemanan dengan mereka berdua tidak terlihat hadir disana.


"Enggak, aku gak ada liat daritadi." Ucap Felix sambil menoleh kesekitarnya.


"Mungkin dia lebih senang menyendiri, selama ini dia mau gabung sama kitakan karena ada Arion, lalu saat Arion gak ada dia kayak merasa canggung gitu sama kita." Kata Brady yang duduk diantara Felix dan juga Dafa.


Jam sembilan pagi acara pun dimulai, para finalis yang berjumlah duapuluh lima pasang itu dipanggil secara bergiliran.


Satu persatu peserta finalis dipanggil sampai kemudian tiba giliran Arion.


Dengan lancar Arion menjawab pertanyaan setiap juri, walaupun dalam hatinya dia merasa malas untuk mengikuti acara seperti ini.


Hingga pukul duabelas acara tahap pertama itupun selesai, dan Arion pun dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.


Saat keluar dari ruang auditorium Arion bertemu dengan ketiga sahabatnya yang sudah menunggu semenjak tadi.


"Selamat Rion, akhirnya kamu lolos juga ketahap selanjutnya." Ujar Felix .


"Ck, bukan ini yang aku inginkan." Kata Arion terdengar seperti mengeluh.


"Kalian ada liat Elmira?." Tanyanya lagi.


"Enggak, kita juga udah nyariin tadi tapi gak ketemu." Jawab Dafa mewakili kedua sahabatnya.


"Tadi pagi kamu gak berangkat bareng dia?." Tanya Brady.


Arion pun menggeleng sambil mengecek ponselnya dan mencoba untuk menghubungi kekasihnya.


Ternyata ponselnya berada diluar jangkauan.


"Ponselnya gak aktif." Kata Arion terdengar cemas.


Ketiga sahabatnya saling pandang.


"Em,,Rion, masalah berita di internet itu apa itu benar?." Tanya Dafa.


Arion mengerutkan dahinya.


"Berita tentang pertunanganku dengan Shire?."


"Iya, itu gak benerkan?." Tanya Dafa.


"Ya gaklah, itu perbuatan Papaku, lagian mana mungkin aku mau tunangan sama Shire sedangkan aku mencintai Elmira." Balas Arion yang terlihat kesal.

__ADS_1


"Tapi apa kamu sudah mengklarifikasi berita itu sama Elmira? siapa tahu dia sudah baca berita itu tapi tidak ada penjelasan apapun dari kamu. Lalu dia salah paham sama kamu." Ujar Dafa.


Arion pun tertegun seperti baru menyadari sesuatu. Ya, dia belum menjelaskan apapun pada gadis tersebut.


"Guys, aku duluan ya."


Tanpa menunggu jawaban Arion melesat kearah parkiran.


Melihat hal tersebut ketiga sahabatnya hanya geleng-geleng kepala.


"Semoga hubungan mereka baik-baik aja." Celetuk Brady terdengar cemas.


"Kenapa kamu seperti mengkhwatirkan sesuatu?." Tanya Felix merasa heran.


"Entahlah, firasatku mengatakan akan terjadi sesuatu pada hubungan mereka." Ucap Brady sok misterius.


Pletakkk,,,


"Ackhh,,, sakit Fell,,,." Gerutu Brady sambil mengusap keningnya yang habis kena jitak.


"Sok tau sih." Ucap Felix sambil ngeloyor pergi diikuti oleh Dafa yang hanya diam melihat tingkah kedua sahabatnya.


Mau tidak mau Brady pun mengikuti Felix dan juga Dafa.


***


Arion mengendarai mobilnya menuju kost tempat Elmira berada, raut wajahnya menyiratkan kekhawatiran. Biasanya walaupun tidak ada kegiatan belajar mengajar Elmira selalu rajin datang ke kampus.


Dan jika dia tidak pergi ke kampus maka sakit adalah alasan satu-satunya.


Tidak lama kemudian Arion pun sampai di tempat Elmira ngekost, bergegas dia keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam gang.


Sampai dihalaman kost, Arion melihat seorang wanita yang di duga pemilik tempat tersebut.


"Selamat siang Bu." Sapa Arion.


Wanita itu tidak segera menjawab pertanyaan Arion, dia malah menelisik penampilan pemuda yang berdiri dihadapannya itu.


"Iya, ada apa ya?." Tanya wanita tersebut yang tidak menyembunyikan perasaan kagumnya pada Arion.


Arion yang ditatap dengan pandangan penuh kekaguman malah merasa risih.


"Perkenalkan nama saya Arion, saya kesini mau menemui teman saya yang bernama Elmira." Kata Arion mencoba untuk terlihat ramah.


"Ohh,, saya Ibu Ajeng, pemilik kost-kostan ini."Jawan Ajeng sambil tersenyum genit, sepertinya wanita itu lupa dengan umur yang sudah tidak muda lagi.


Arion pun hanya menganggukkan kepala.


"Elmiranya ada Bu?." Tanya Arion tanpa berbasa-basi lagi.


"Sepertinya gak ada, tadi pagi-pagi sekali dia udah pergi."Jawab Ajeng.


"Ibu tahu kemana dia pergi?." Tanya Arion lebih lanjut.


"Enggak, soalnya saya gak ada bertanya apapun sama dia."Jawab Ajeng seperti tidak peduli.


Arion pun menghela napas kasar, lalu bergegas dia pamit karena tidak ingin lama-lama berada disana.


Sampai dimobilnya Arion lansung masuk dan duduk dibalik kemudi, dia memijit pelipisnya dan terus memikirkan kemana pergi gadis tersebut.


TO BE CONTINUE,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2