
Kedua sahabat Arion tengah asyik nongkrong di kantin kampus, mereka baru saja selesai mengikuti mata kuliah jam pertama.
Tidak lama kemudian Dafa pun datang paling akhir, karena letak gedung fakultasnya yang berjauhan dengan Felix dan juga Brady.
"Arion mana? gak kuliah dia?." Tanya Dafa sambil duduk di seberang meja.
"Iya, dia lagi nungguin Elmira di rumah sakit." Jawab Felix sambil mengunyah keripik, sedangkan Brady fokus menikmati mie goreng miliknya.
"Btw,, apa pelakunya udah ketemu?." Dafa terlihat penasaran.
"Aku gak tau, Arion juga tidak ada cerita apapun."Jawab Felix sambil menggeleng.
"Kasihan Elmira, kuliahnya jadi terganggu gara-gara kecelakaan itu." Ujar Dafa pada kedua sahabatnya.
"Kita doakan aja biar Elmira cepat sembuh." Kata Brady yang sudah menghabiskan sepiring mie goreng.
Felix dan Dafa pun menganggukkan kepalanya tanda menyetujui ucapan pria berkacamata tersebut.
Karena merasa lapar Dafa pun pergi memesan makanan, apalagi mata kuliah selanjutnya berlangsung sekitar satu jam lagi.
Saat Dafa sedang memesan makanan, tiba-tiba Shire dan Anggia menghampiri meja mereka bertiga.
"Arion mana?." Tanya Shire to the point sambil menatap Felix dan Brady bergantian.
Dua pria tampan itu pun saling melempar pandangan sebelum menjawab pertanyaan wanita yang berdiri di depan mereka.
"Hari ini Arion tidak kuliah." Akhirnya Felix berinisiatif untuk menjawab.
"Memangnya dia kemana? kenapa dia tidak datang ke kampus?." Tanya Shire lagi yang ingin tahu keberadaan pria yang dicintainya itu.
"Elmira kecelakaan jadi Arion menjaganya di rumah sakit, karena itu dia tidak kuliah hari ini." Kali ini Bradylah yang menjawab.
Shire mengepalkan tangannya kala mendengar Arion yang begitu perhatian pada Elmira, bahkan sampai rela tidak kuliah demi gadis miskin itu.
"Dirumah sakit mana dia?." Tanya Shire.
"Alteza". Brady menjawab dengan singkat, dia ingin agar wanita itu segera pergi dari hadapannya.
Lalu tanpa berkata apapun lagi Shire berlalu pergi, dalam hatinya dia merutuk kesal karena Elmira selalu saja bisa berada di dekat Arion.
"Ada apa tuh cewek nyamperin kalian?." Tanya Dafa yang datang sambil membawa burger dan sepiring kentang goreng, dia sempat melihat Shire dan Anggia yang berlalu pergi dari hadapan kedua sahabatnya.
"Biasa, nanyain Arion." Jawab Felix, lalu dia mencomot kentang goreng milik Dafa yang sudah ditaruh di atas meja.
Dan Dafa pun tidak protes sama sekali dengan kelakuan Felix.
Lalu mereka bertiga pun ngobrol sampai akhirnya bubar karena ada mata kuliah yang harus mereka ikuti.
__ADS_1
*
Sedangkan di rumah sakit tempat Elmira dirawat, Arion tengah menyuapi gadis tersebut makan siang karena dia juga harus minum obat.
Hanya ada mereka berdua, Tari sedang mengurus sesuatu sebelum dia melakukan rencananya untuk membawa Elmira ke mansion setelah keluar dari rumah sakit.
Awalnya Hart menolak keinginan Tari tersebut, pria paruh baya itu khawatir jika nanti terjadi sesuatu yang buruk pada gadis tersebut.
Mengingat dulu gadis itu ingin di lenyapkan, apa jadinya jika orang yang sudah dianggap meninggal tiba-tiba muncul lagi?.
Tapi Tari meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja, dia tidak peduli bagaimana reaksi suami dan Ayah mertuanya nanti.
Arion yang sudah selesai menyuapi Elmira makan siang, lalu membantu gadis tersebut untuk minum obat yang tadi diantarkan oleh seorang perawat.
"Makasih ya Rion, belakangan ini aku terus ngerepotin kamu dan juga Tante Tari." Kata Elmira sambil menyandarkan tubuhnya ditumpukan bantal. Sebenarnya dia merasa lelah dengan posisi yang begitu terus, tapi mau bagaimana lagi keadaan kakinya masih jauh dari kata baik.
"Kamu ngomong apaan sih El, kamu gak ngerepotin samasekali. Aku malah senang bisa membantu dan berguna buat kamu." Ucap Arion sambil tersenyum.
Gadis itupun balas tersenyum, dalam hatinya dia bersyukur bisa kenal dengan pria sebaik Arion.
"Kapan aku bisa pulang Rion? aku bosen disini, kuliahku juga macet pasti aku banyak tertinggal pelajaran." Keluh Elmira, dia merasa sangat bosan padahal belum ada seminggu dia dirumah sakit tersebut.
"Iya sabar El, kamu harus sembuh dulu baru bisa keluar dari sini. Masalah kuliah kamu tidak usah khawatir, dengan otakmu yang cerdas itu pasti tidak susah untuk mengejar ketertinggalan." Ujar Arion sambil mengusap kepala Elmira dengan penuh kasih sayang.
"Aku sudah suruh Felix untuk membuat catatan yang nanti bisa kamu pelajari."
Mereka berdua pun ngobrol sambil sesekali tertawa, Arion senang melihat Elmira yang sudah kembali ceria.
*
"Kamu kenapa Re? Mama perhatikan kamu cemberut terus dan juga marah-marah tidak jelas." Tegur Meisya sambil duduk disebelah putrinya yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Aku lagi kesel banget Ma." Kata Shire setengah merengek.
"Coba cerita sama Mama, ada apa?." Tanya Meisya dengan lembut dan penuh perhatian.
Shire tidak segera menjawab, dia menghela napas kesal terlebih dahulu sebelum mulai mengeluarkan unek-uneknya.
Lalu Shire pun menumpahkan semua kekesalan yang dirasakannya pada sang Mama, dan wanita itupun dengan setia mendengarkannya cerita putrinya.
",,,,, jadi gitu Ma, selama ini Arion tidak juga mau melirikku, dia tetap fokus pada gadis itu." Kata Shire dengan nada sedikit sendu "Apalagi sekarang gadis itu sedang dirawat di rumah sakit, dan Arion sampai rela tidak kuliah karena dia menjaganya disana." Lanjutnya.
Meisya pun merangkul pundak putrinya, dia juga tidak tahu harus berbuat apa lagi. Walaupun Roger setuju untuk menjodohkan Arion dengan putrinya, tapi tetap saja itu sulit terjadi karena Arion tidak mencintai Shire samasekali.
"Kamu yang sabar Re, Mama yakin kalau sudah jodoh tidak akan kemana. Kamu tetap saja bersikap baik untuk menarik perhatian Arion, Mama yakin Tuan Roger tidak mungkin mengijinkan putranya itu menjalin hubungan dengan gadis yang bernama Elmira itu." Kata Meisya menghibur putrinya. Sedikit tidaknya dia bisa membayangkan bagaimana sosok gadis bernama Elmira tersebut, karena Shire sempat menceritakan hal tersebut pada dirinya.
Meisya yakin keluarga konglomerat seperti Roger pasti menginginkan seorang menantu dari keluarga terpandang dan yang setara, dan untuk saat ini putrinya sudah memenuhi kriteria tersebut.
__ADS_1
Saat Meisya sedang sibuk menghibur putrinya tiba-tiba muncullah Danish yang baru pulang dari rumah sakit.
"Loh? ada apa ini? kenapa wajah putri Papa cemberut begitu?." Tanya Danish bertubi-tubi saat melihat istri dan putrinya duduk berdampingan di sofa.
"Papa udah pulang?." Tanya Meisya sambil bangkit berdiri kemudian mengambil tas kerja dari tangan suaminya.
"Iya, ini ada apa?." Danish mengulang pertanyaan sambil duduk disebuah sofa tunggal dekat putrinya.
"Aku lagi kesel sama Arion Pa." Ucap Shire setengah merengek.
"Dia kenapa?." Tanya Danish menaruh perhatian.
"Hari ini dia tidak datang ke kampus, ternyata lagi menjaga gadis miskin bernama Elmira itu di rumah sakit." Jawab Shire.
Danish mengerutkan dahinya.
"Memang gadis itu kenapa? dan apa hubungan Arion dengannya?."
"Dia kecelakaan dan sekarang sedang dirawat dirumah sakit milik Papa, dan Arion menyukai gadis itu." Yang kini malah curhat sama Papanya.
"Lakukan sesuatu Pa, aku tidak mau gadis itu merebut Arion."
Danish menghela napas pelan, dia tidak ingin jika putrinya itu sampai bersedih.
"Baiklah, Papa akan coba mencari cara agar Arion bisa menjadi milikmu ." Ucap Danish menghibur putrinya "Udah dong jangan cemberut gitu, putri Papa jadi keliatan jelek kalau sedih gitu."Lanjutnya.
Shire pun akhirnya tersenyum setelah mendengar janji Papanya.
"Ya udah, kalau gitu Papa mau mandi dulu, nanti kita makan malam bersama-sama."
Lalu Danish pun berlalu pergi diikuti oleh Meisya.
Begitu juga dengan Shire yang suasana hatinya sudah membaik, dengan bernyanyi kecil dia berjalan menuju kamarnya.
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹