Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
DUAPULUH


__ADS_3

Prokk,,,prokk,,,prokk,,,,


Suara tepuk tangan terdengar begitu Arion selesai bernyanyi, siapa lagi pelakunya kalau bukan Felix, Brady dan juga Dafa. Sedangkan Ezra hanya senyum-senyum saja melihat aksi Arion yang menyanyi begitu sangat menghayati.


Setelah menaruh gitar Arion pun bergabung dengan ketiga sahabatnya.


"Yahh,,,,kok malah berhenti sih nyanyinya? lagi dong Rion, satu lagu aja " Pinta Dafa yang memang senang melihat Arion bernyanyi.


"Gak ah, capek plus laper juga "Tolak Arion sambil duduk disebelah Brady, kemudian dia langsung menyeruput kopi yang dia pesan, walaupun kopi itu sudah mulai dingin.


"Aku juga sebenarnya laper banget, ini udah lewat jam makan siang " Ujar Brady sambil melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan kanannya.


"Kita delivery order yuk " Usul Dafa .


"Boleh tuh, aku juga mau "Sahut Felix dengan cepat.


Yang lainnya pun mengangguk setuju, lalu Dafa pun mulai mencatat pesanan mereka masing-masing, tak ketinggalan mereka juga memesankan makanan untuk Ezra yang sedari tadi sibuk di pantry karena ada beberapa pembeli yang datang untuk take away.


"Dah beres, tinggal tunggu kurirnya datang" Ucap Dafa setelah selesai memesan makanan, kemudian dia meminum es kopi susu yang ada didepannya.


Tiba-tiba Felix teringat sesuatu.


"Btw, ngapain papa kamu nyuruh ke kantor?" Tanya Felix sambil menatap Arion.


Dafa dan Brady pun ikut menyimak.


Raut wajah Arion berubah datar.


"Aku disuruh bantu pekerjaannya dikantor setiap pulang kuliah "Jawab Arion dengan malas.


Ketiga sahabatnya saling pandang, mereka bisa memaklumi kenapa Arion terlihat sangat enggan ketika disuruh bekerja diperusahaan AXA Group tersebut.


"Terus kamu mau?"Tanya Brady.


Arion pun mengangguk pelan.


"Mau gimana lagi, papa aku gak suka dibantah, lagian aku juga gak mau kalau sampai semua fasilitasku ditarik " Ujar Arion, dia sudah bisa menduga hal apa yang akan terjadi pada dirinya jika dia menolak perintah tersebut.


"Yaudah, sebaiknya kamu turuti aja perintah papamu itu "Ucap Dafa.


Lalu mereka pun berganti topik pembicaraan, sampai kemudian seorang kurir datang membawa makanan yang mereka pesan.


Setelah kurir itu pergi, Felix menata semua makanan diatas meja. Setelah selesai lalu Felix memanggil Ezra untuk ikut bergabung, barista bertampang macho itupun mengiyakan dengan senang hati.


Lalu mereka berlima pun menikmati berbagai makanan yang terhidang diatas meja.


Sampai kemudian semua makanan itu ludes tak tersisa, Brady dan Dafa pun membereskan bungkusnya dan membuangnya ditempat sampah.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore, tapi mereka berempat masih betah nongkrong disana, Ezra selaku pemilik coffee shop juga tidak merasa keberatan dengan kehadiran mereka, bahkan terkadang sesekali dirinya juga ikut nimbrung dalam obrolan mereka berempat.


Tiba -tiba Brady tersentak seperti diingatkan oleh sesuatu.


"Oh ya guys, aku udah tahu siapa yang pertamakali nyebar rumor tentang Elmira "Ujar Brady.


Sontak mereka bertiga menatap Brady dengan wajah penasaran.


"Siapa ?"Tanya Arion terlihat tidak sabaran.


"Jadi rumor itu berasal dari gengnya Shire, mereka bertiga yang menyebarkan gosip murahan itu " Jawab Brady menerangkan.


"Masuk akal sih, soalnya di kampus mereka bertigalah yang paling tidak suka dengan keberadaan Elmira, bahkan mereka cendrung membencinya " Dafa berkomentar.


Sedangkan Arion tampak mengepalkan tangannya.


"Rion,, Kamu gak mau melakukan sesuatu sama mereka bertiga?" Tanya Felix.


"Emm,,, liat aja nanti "Jawab Arion singkat.


Ketiga sahabatnya tidak ada berkomentar apapun lagi, lagian mereka tahu jika itu semua hanyalah sekedar gosip belaka.

__ADS_1


●●●


Sudah empat kontrakan yang didatangi oleh Elmira, namun belum ada yang cocok bagi gadis tersebut.


Elmira mencari kontrakan yang jalurnya searah dengan kampus, dia berharap nanti jarak kampusnya lebih dekat dibandingkan kontrakan yang sebelumnya.


Tidak lama kemudian Elmira memasuki kontrakan yang kelima, didepannya terdapat tulisan menerima anak kos.Namun letaknya digang yang sempit, tapi Elmira tidak mempermasalahkan hal tersebut yang penting harganya sesuai dengan isi dompetnya.


Elmira pun masuk melalui pintu gerbang yang terbuka, dia pun mengucapkan salam sampai kemudian seorang wanita dengan dandanan menor dan wajahnya yang judes keluar dari dalam rumah.


"Iya, nyari siapa ya?"Tanya wanita tersebut dengan raut wajah tidak bersahabat.


"Emm,,anu Bu, saya mau nyari kontrakan, apa disini masih ada kamar kosong?"Tanya Elmira dengan sopan.


"Ohh,,mau cari kamar ya, ada masih ada yang kosong tiga kamar "Jawab wanita itu, saat mengetahui tujuan tamunya dia berubah menjadi sedikit lebih ramah.


"Kalau boleh tahu berapa ya sewanya perbulan ?"Tanya Elmira.


"Untuk sewanya cuma delapan ratus ribu tiap bulannya, udah isi kamar mandi dalam juga" Jawab wanita tersebut.


Lagi-lagi Elmira menghela napas kecewa, ternyata rata-rata sewa kontrakan disini mahal-mahal semua. Padahal di rusun yang dulu biaya sewanya cuma tiga ratus ribu tiap bulan.


"Jadi gimana? mau gak?"Tanya wanita itu lagi dengan nada tidak sabaran.


Terjadi perang batin didalam dirinya, dia tidak tahu harus nyari kemana lagi untuk tempat tinggalnya.


"Boleh gak Bu saya dikasi harga yang berbeda? saya orang kurang mampu yang berasal dari desa, keadaan uang saya juga pas-pasan Bu " Elmira mencoba bernegosiasi.


Wanita itu langsung mengerutkan keningnya.


"Emanga berapa uang yang kamu punya ?"


"Kalau untuk biaya sewa saya hanya punya dana empat ratus ribu Bu " Karena pada kenyataannya memang segitulah harga sewa yang bisa dia bayar, karena sisanya dia gunakan untuk biaya makan.


"Kamu ini kerja apa gimana?"


Wanita itu tampak berpikir sejenak.


"Saya tidak bisa ngasi kamar dengan harga segitu" Wanita itu menjeda kalimatnya, hal itu membuat Elmira tertunduk lesu "Tapi,, saya bisa memberikan kamu satu ruangan yang mungkin cocok dengan harga yang kamu minta " Lanjutnya.


Sontak Elmira mengangkat wajahnya dengan tersenyum ceria.


"Benarkah Bu?"Tanya Elmira antusias.


"Jangan senang dulu, saya tidak tahu apakah kamu suka atau tidak dengan ruangannya "Ujar wanita tersebut.


Lalu wanita tersebut mengajak Elmira ke kamar paling pojok yang terletak disebelah kiri deretan kamar kos.


"Ini sebenarnya ruangan untuk gudang, tapi karena sedikit barang yang ada disini jadi masih tersisa banyak ruang, kalau kamu mau disini saya bisa kasi kamu harga empat ratus ribu sebulan"Ujarnya sambil membuka pintu gudang tersebut.


Elmira pun masuk dan melihatnya ke sekeliling ruangan, dia merasa ini lebih baik daripada kamar yang ada dirusunnya walaupun disini berdebu, ada tumpukan barang bekas dan juga lebih sempit dari ukuran kamar yang normal, tapi dia yakin jika barang itu ditata ulang dan debunya dibersihkan maka dia akan bisa tinggal dengan nyaman disana .


"Gak apa-apa Bu, saya ambil yang ini aja " Ucap Elmira sambil tersenyum lega.


"Ya sudah, tapi kamu harus bayar diawal dan setiap bulan tidak boleh telat bayar " Ujar wanita tersebut.


Lalu Elmira pun mengeluarkan uang yang sudah dipersiapkannya sejak awal.


"Ini Bu, oh ya nama saya Elmira "Ucapnya memperkenalkan diri sekaligus menyodorkan uang untuk sewa kamarnya.


"Baiklah, dan kamu bisa panggil saya Ibu Ajeng, inget jangan telat bayar uang sewa "Sekali lagi dia mengingatkan, kemudian langsung menghitung uang pecahan limapuluhan itu.


"Udah pas " Ucapnya dengan mata berbinar, dia tidak peduli apakah Elmira tinggal dengan nyaman disana atau tidak, yang penting pemasukannya tiap bulan bertambah.


"Iya Bu Ajeng, terimakasih "Ucap Elmira sambil tersenyum, walaupun yang dia senyumin tidak terlalu peduli "Oh ya Bu, apakah saya boleh meminjam alat-alat kebersihan ?"Tanyanya, dia ingin membersihkan gudang tersebut terlebih dahulu.


Lalu pemilik kos itu menyuruh Elmira untuk mengikutinya, kemudian dia memberikan sapu ijuk, alat pel ,ember dan juga kemoceng.


"Airnya kamu ambil dikamar mandi sebelah sana ya " Kata Ajeng sambil menujuk kamar mandi disebelah bangunan utama "Nanti kamu juga mandinya disana, terus kalau mau jemur baju disebelah kamar mandi juga sudah ada tempatnya "Ujarnya lagi.

__ADS_1


"Baik Bu, sekali lagi terimakasih karena sudah ngasi saya tempat tinggal yang murah "Sekali lagi Elmira berterimakasih.


"Yaudah sana kamu bersih-bersih "Ujar Ajeng sambil mengibaskan tangannya.


Elmira pun berlalu sambil membawa alat-alat kebersihan yang dia pinjam, kemudian dia meletakkan tas selempangnya diluar pintu. Sebelum itu dia melihat jam di ponsel jadulnya yang sudah menunjukkan pukul empat sore.


"Masih ada waktu sebelum ke cafe, ayo semangat Elmira, kamu pasti bisa "Gumam Elmira menyemangati dirinya sambil menyugar rambutnya yang pendek.


Kemudian dengan cekatan Elmira membersihkan gudang tersebut seorang diri, sesekali dia terbatuk karena menghirup debu yang beterbangan. Padahal dia juga sudah membuka dua jendela yang ada disana agar sirkulasi udaranya lancar, tapi tetap saja hidungnya menghirup debu.Terkadang jika sudah tidak kuat dia akan keluar sebentar untuk menghirup udara segar.


Satu setengah jam kemudian Elmira pun telah selesai membersihkan gudang tersebut, kini ruangan sempit itu terlihat lebih bersih dan juga rapi.


Kemudian Elmira pun bergegas mengembalikan semua peralatan kebersihan yang dia pinjam, setelah itu dia kembali untuk mengunci gudang yang kini menjadi kamarnya.


Lalu Elmira pun bergegas untuk kembali ke cafe, tadi dia juga sempat mengatakan pada Ajeng kalau nanti malam dia akan pindahan, dan Ajeng pun hanya mengangguk acuh sambil menyerahkan anak kunci.


●●●


Dua puluh lima menit kemudian sampailah Elmira ditempat kerjanya, dan langsung saja dirinya dibrondong pertanyaan oleh Dita dan juga Farel yang sebentar lagi akan pulang.


"Gimana El?dapat kontrakannya?"Tanya Dita.


"Dapat kok Kak "Jawab Elmira sambil tersenyum"Yaudah Kak, kalau gitu aku mau mandi dulu " Tanpa menunggu jawaban Elmira berlalu pergi, karena sebentar lagi pergantian shif.


****


Pukul sepuluh malam waktunya Elmira menutup cafe, dia dan Kenzi pun membersihkan cafe dan tidak lupa menguncinya.


Barang-barang Elmira yang akan dibawanya ke kos sudah dia taruh di dekat pintu cafe.


"El, aku anter kamu ya ke kontrakan "Ujar Kenzi yang selalu menawarkan bantuan.


"Emm,,,tapi tempatnya jauh Kak "Ucap Elmira merasa tidak enak.


"Gak apa-apa, kan pake motor gak jalan kaki, emangnya kamu mau malam-malam jalan kaki sambil bawa barang kayak gitu? ntar kalau dirampok gimana ?"Ujar Kenzi dengan wajah serius yang dibuat-buat.


"Husshh,,,gak boleh ngomong gitu Kak, ucapan itu adalah doa, lagian kalau mereka ngerampok mau ngerampok apa juga? kasur butut ?"Balas Elmira pura-pura ngomel.


Kenzi pun hanya tertawa kecil mendengar perkataan Elmira.


Akhirnya gadis itupun pulang dengan diantar oleh Kenzi, dan benar saja tidak butuh waktu lama Elmira sampai dikontrakannya yang baru.


Tapi Elmira menyuruh Kenzi untuk mengantarkan dirinya sampai didepan gang, karena dia tidak mau jika nanti Kenzi kesusahan memutar motor dan membuatnya harus masuk kehalaman kos.


Kenzi pun mengiyakan lalu pergi setelah Elmira mengucapkan terimakasih.


Sampai dikamarnya bergegas Elmira menaruh barang miliknya dan juga menatanya, hingga pukul sebelas malam lewat barulah dia bisa beristirahat.


...----------------...


...----------------...


TO BE CONTINUE,,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2