
Roger baru saja menerima telfon dari Elard, dengan tersenyum puas dia memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya.
Awalnya dia memang mengira gadis yang dekat dengan Arion itu memiliki hubungan keluarga dengan dirinya, tapi setelah dipikir-pikir Roger merasa hal itu mustahil. Apalagi mengingat hal yang telah dilakukan oleh Ayahnya duapuluh tahun yang silam, rasanya kemiripan Elmira dengan mendiang Ibunya hanyalah suatu kebetulan.
Sehingga dia menghentikan penyelidikan identitas Elmira dan lebih memfokuskan untuk menjauhkan Arion dengan gadis tersebut.
Dan begitu Roger menerima laporan bahwa hari ini Arion dan Elmira kembali terlihat bersama, maka dia langsung memberi perintah pada Elard untuk membuat gadis tersebut celaka.
Sambil bersiul Roger melangkah masuk kedalam mansion, hari ini hatinya benar-benar merasa senang karena rencananya berjalan dengan lancar. Dia yakin jika mulai sekarang putranya tidak akan berani mendekati Elmira lagi, jika masih tetap nekat maka Roger akan melakukan hal yang lebih ekstrem untuk memisahkan mereka berdua.
Saat melewati ruang tamu, Roger melihat istrinya duduk seperti tidak sabar menunggu kedatangan dirinya.
Dengan raut wajah datar Tari menatap suaminya.
"Ada apa?." Tanya Roger yang merasa aneh dengan sikap istrinya yang tidak seperti biasanya.
"Duduk Pa, karena Mama mau menanyakan hal yang penting." Jawab Tari.
Dan entah kenapa kali ini Roger menurut begitu saja, pria tersebut duduk disebuah sofa tunggal tidak jauh dari istrinya.
"Hal penting apa yang mau kamu tanyakan?." Tanya Roger yang merasa sedikit penasaran.
"Mama berharap Papa mau menjawab dengan jujur." Ujar Tari dengan wajah serius.
"Duapuluh tahun yang lalu, apakah benar kembaran Arion meninggal? atau ada hal lain yang tidak Mama ketahui terjadi saat itu?." Tari menatap tajam kearah suaminya.
Ya, kepergian Tari tadi siang untuk mencari kebenaran tentang putrinya atau kembaran Arion membuahkan hasil, setidaknya kini dia tahu bahwa putrinya lahir beberapa menit setelah Arion lahir dalam keadaan sehat. Namun sangat berbeda dengan perkataan suami dan Ayah mertuanya dulu yang mengatakan jika putrinya itu telah meninggal sesaat setelah lahir.
Tari tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, sebab dia sempat tidak sadarkan diri karena mengalami pendarahan.
Mendadak wajah Roger berubah pias, namun dengan cepat dia mengendalikan ekspresi wajahnya.
"Kamu kenapa mengungkit masalah yang sudah lewat? berapakali aku sudah bilang, kalau kembaran Arion sudah meninggal sewaktu dia lahir." Ucap Roger dengan nada tinggi.
"Tapi hati kecilku selalu mengatakan jika putriku itu masih hidup." Teriak Tari sambil beranjak bangun.
"Dan kamu jangan coba-coba membohongiku karena aku sudah menyelidikinya, perawat yang dulu menangani bayiku mengatakan jika kedua bayiku lahir dengan selamat. Katakan! kemana kamu membawa putriku,,?." Jerit Tari.
Para pelayan yang kebetulan mendengar teriakan Tari menjadi kaget, bagi pelayan baru tentu saja mereka tidak tahu menahu tentang hal tersebut dan menjadi sebuah kejutan bagi mereka. Sedangkan para pelayan yang sudah lama bekerja di mansion tersebut mereka tidak kaget lagi mengetahui jika Arion mempunyai kembaran.
Roger yang berusaha menutupi perbuatannya dimasa lalu bersama sang Ayah berusaha mencari alasan.
"Jaga bicaramu Tari,,!." Terdengar suara berat yang datang dari arah dalam mansion.
Tampak Gibson yang duduk diatas kursi roda dengan didorong oleh pelayan pribadinya datang menghampiri mereka berdua.
Tari menatap kesal kearah Ayah mertuanya.
"Aku mengatakan yang sebenarnya Pa, Tari cuma ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena selama ini aku merasa kalau putriku itu masih hidup." Ucapnya.
"Apa kamu sudah gila? bukankah suamimu itu sudah mengatakan berkali-kali kalau kembarannya Arion sudah meninggal sesaat setelah dia lahir?." Ucap Kakek Gibson dengan nada tajam, walaupun usianya tua tapi wibawanya masih terpancar.
Mendapat tatapan tajam dari Ayah mertuanya membuat Tari terdiam, dia berpikir percuma melawannya pria tua tersebut. Tapi dalam hatinya dia berniat untuk diam-diam menyelidiki kebenarannya.
" Jangan membahas hal itu lagi, sekali lagi Papa katakan kalau kembarannya Arion sudah meninggal duapuluh tahun yang lalu. Jadi jangan tanyakan apapun lagi tentang masalah itu." Kata Kakek Gibson dengan tegas.
"Dan kamu Tari, jangan coba-coba mengatakan pada Arion kalau dia sebenarnya mempunyai kembaran, karena Papa tidak ingin pikirannya menjadi kacau." Lanjutnya.
"Baik Pa." Balas Tari sambil menundukkan kepalanya.
"Cih, dasar menantu tidak berguna." Maki Kakek Gibson dengan raut wajah datar.
Lalu dia pun memberi isyarat pada pelayannya agar mendorong kursi rodanya menuju meja makan, malam ini Kakek Tua itu ingin makan malam bersama keluarganya.
Sebelum berlalu Roger menatap tajam kearah istrinya, lalu tanpa berkata apapun lagi pria tersebut berlalu pergi menuju kamar utama karena dia ingin membersihkan dirinya.
__ADS_1
Sedangkan Tari kembali duduk terhenyak diatas sofa, entah kenapa perasaannya tiba-tiba gelisah dan mendadak dia teringat dengan kekasih putranya yaitu Elmira.
Sesaat kemudian Arion pun datang, barusan dia pulang diantar oleh Brady tapi sahabatnya itu menolak mampir dengan alasan sudah malam.
" Loh? Mama ngapain disini?." Tanya Arion dengan tatapan penuh tanda tanya.
Tari pun tersentak karena kaget, ternyata dia larut dalam lamunannya.
"Ahh,,,mama gak apa-apa kok Rion, kamu baru pulang? gimana tadi jalan-jalannya sama Elmira?." Tanya Tari sambil berusaha untuk terlihat biasa saja.
"Lancar kok Ma, dia terlihat seneng banget waktu aku ajak naik kincir ria." Jawab Arion sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau dia senang, ya udah kamu mandi dulu, habis itu kita makan malam bersama." Kata Tari.
"Iya Ma."
Lalu Arion pun berlalu pergi menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.
Tapi begitu dia sampai dikamarnya mendadak dadanya terasa sakit.
"Ck,, padahal udah lama aku gak ngerasain ini, kenapa tiba-tiba kumat lagi." Gumam Arion sambil menepuk dadanya perlahan.
Hatinya pun berubah gelisah saat bayangan Elmira melintas dibenaknya.
Dia pun mencoba menghubungi kekasihnya tersebut, namun sayangnya ponsel Elmira tidak aktif.
"Mungkin dia lagi istirahat."Gumam Arion sambil menaruh ponselnya di sembarang tempat.
Walaupun dadanya terasa tidak nyaman, tapi dia tetap melanjutkan niatnya untuk mandi.
Selesai mandi Arion langsung menuju meja makan, dia merasa perutnya lapar dan ingin segera diisi.
Ternyata di meja makan sudah hadir kakek dan kedua orangtuanya, tanpa berkata sepatah pun Arion duduk dikursi yang berseberangan dengan mamanya.
"Masih juga kamu bisa keluyuran." Celetuk Roger begitu melihat putranya duduk.
"Kita liat aja nanti." Sahut Roger sambil tersenyum meremehkan.
"Hentikan ! jangan bertengkar di meja makan."Kata Kakek Gibson dengan tegas.
Dan benar saja, Roger serta Arion langsung terdiam setelah mendengar perkataan pria tua tersebut.
Sesaat kemudian mereka berempat pun mulai menikmati makan malam tanpa obrolan apapun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gadis dengan memakai gaun putih selutut itu tampak mengedarkan pandangannya, namun sejauh mata memandang hanya ada hamparan bunga dengan tinggi semata kaki. Tidak ada sinar matahari namun suasananya sangat terang, angin berhembus dengan lembut membawa aroma bunga yang sangat harum.
"Aku dimana ini?." Gumam Elmira. Ya, gadis itu adalah Elmira, dia terlihat sangat kebingungan di tempat asing itu.
Kaki Elmira terus melangkah tak tentu arah. Sampai kemudian dia melihat sebuah pohon yang sangat besar, gadis itu memutuskan untuk beristirahat sejenak dibawah pohon tersebut.
Elmira duduk diatas akar pohon yang tersembul, kemudian dia duduk sambil menselonjorkan kakinya.
Semilir angin menerpa tubuh Elmira, dia merasa sangat damai dan bahagia berada di tempat tersebut. Segala kesedihan dan penderitaan yang dia alami selama ini seperti terlupakan.
Elmira memejamkan matanya sambil menghembuskan napas secara perlahan.
"Apa kamu sedang merasa bahagia?"
Tiba-tiba entah dari mana datangnya, telah hadir seorang wanita dengan memakai pakaian warna putih duduk disebelah Elmira sambil tersenyum
"A,,anda siapa?." Tanya Elmira yang terlihat sangat terkejut, dia sama sekali tidak menyadari kedatangan wanita tersebut.
Mata Elmira menelisik wajah wanita misterius tersebut, dan dia langsung menutup mulutnya saat menyadari bahwa wajah wanita itu sangat mirip dengan dirinya.
__ADS_1
"Ke,,kenapa,, kenapa wajah kita mirip? apa aku yang salah lihat?." Kata Elmira sambil mengerjapkan matanya berulang kali. Tapi tetap saja penglihatannya seperti semula.
"Tidak, kamu tidak salah lihat." Jawab wanita tersebut.
"Tapi kenapa bisa?." Tanya Elmira heran.
Wanita itupun hanya tersenyum lembut.
"Karena kamu adalah cucuku, dan aku adalah Nenekmu."Jawabnya.
"Ne,,Nenek? aku punya seorang Nenek?."Tanya Elmira yang tidak bisa menyembunyikan keheranannya.
"Iya, kamu mempunyai seorang Nenek, tapi sayangnya alam kita sudah berbeda." Ucap wanita tersebut.
"Maksudnya?." Seperti Elmira terlalu sulit untuk mencerna situasi saat ini.
"Kamu akan segera tahu." Jawab wanita tersebut sambil tersenyum.
"Tapi ada pesan Nenek untukmu, apapun yang terjadi nanti tetaplah menjadi kuat. Jangan menyalahkan siapapun, semua yang terjadi itu karena memang sudah menjadi takdir dari kehidupan kita sendiri." Ujarnya.
Elmira terdiam dan berusaha mencerna setiap kalimat yang di ucapkan oleh wanita yang mengaku sebagai neneknya tersebut.
"Kenapa Nenek bicara seperti itu? apa akan terjadi sesuatu pada diriku?." Tanya Elmira.
"Itu pun juga kamu akan segera tahu."
Lagi-lagi Elmira mendapat jawaban yang tidak memuaskan.
"Tapi ngomong-ngomong, ini tempat apa namanya Nek? kenapa hanya ada kita berdua saja disini?." Tanya Elmira, dia memutuskan untuk bertanya hal lain.
"Ini tempat untuk mereka yang sudah meninggal." Jawab wanita tersebut.
"APA,,,? jadi,,jadi aku sudah meninggal Nek?."Tanya Elmira panik.
"Belum, kamu kesini hanya untuk mampir sebentar, belum waktunya kamu berada disini." jawab wanita tersebut.
"Lalu bagaimana caraku pulang Nek?."
"Tunggulah sebentar lagi, apa kamu tidak merindukan Nenekmu ini?." Wanita tersebut menatap Elmira penuh kerinduan.
Entah dorongan darimana, Elmira langsung memeluk wanita yang mengaku sebagai neneknya itu dengan erat.
Dan wanita itupun membalas pelukan Elmira sambil mengelus-elus rambut gadis tersebut.
"Nah,, kini waktunya kamu pergi, selesaikanlah urusanmu di dunia sana. Nenek akan selalu menunggumu disini." Ucap wanita tersebut sambil mengurai pelukannya.
Belum sempat Elmira bertanya wanita itu telah menghilang dalam sekejap. Lalu muncullah sebuah cahaya dibelakang Elmira, dan gadis itu pun melangkah masuk kedalam cahaya tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
__ADS_1
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹