Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
LIMA PULUH EMPAT


__ADS_3

Mengenali siapa yang berdiri di depannya membuat Hart perlahan berdiri, matanya menatap kearah wanita yang kini berdiri dihadapannya.


"Nyo,,Nyonya Tari,,,?." Tanya Hart tergagap, dia benar-benar tidak menduga jika hari ini dia akan bertemu dengan menantu dari mantan atasannya yaitu Gibson.


"Anda asisten Hart kan? yang dulu bekerja dengan Ayah mertua saya?." Tari pun tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Dalam benaknya banyak pertanyaan yang terus bermunculan. Apalagi seingat Tari dua puluh tahun yang lalu asisten Ayah mertuanya itu menghilang, dan sekilas dia mendengar kabar jika pria yang tidak menikah itu meninggal dalam sebuah ledakan mobil.


"Iya Nyonya, saya adalah Hart."


Walaupun dulu dia jarang bertemu dengan menantu keluarga pemilik AXA grup tersebut, tapi Hart tetap menaruh hormat pada Tari.


Karena banyaknya hal yang ingin ditanyakan oleh Tari, maka wanita tersebut mengajak Hart bicara di tempat lain.


Mereka berdua membiarkan Arion yang masih menunggu Elmira terbangun.


*


Tari mengajak Hart duduk di taman rumah sakit, mereka duduk saling berhadapan disebuah meja persegi yang ada di taman tersebut.


Sesaat mereka terdiam, Tari mencari cara untuk memulai pembicaraan yang menurutnya sangat penting.


"Jadi selama ini Tuan kemana saja? karena dulu Tuan menghilang begitu saja, apa yang sebenarnya terjadi?."


Tanya Tari yang memanggil Hart dengan sebutan Tuan, sebab bagaimana pun juga pria dihadapannya itu pernah menjadi orang kepercayaan Ayah mertuanya.


Sebelum menjawab Hart tampak terdiam sepertinya mencari jawaban yang tepat.


"Dua puluh tahun yang lalu, saya mendapat tugas yang tidak bisa saya tolak dari Tuan Besar Gibson." Jawab Hart hati-hati.


"Tugas seperti apa?." Tanya Tari penasaran.


Hart menghela napas.


"Sebelumnya saya mau minta maaf sama Nyonya, tapi apa yang saya lakukan saat itu hanyalah karena semata-mata menuruti perintah atasan." Hart terdiam sejenak.


Dan Tari pun masih terdiam menyimak.


"Sebenarnya,,,, kembaran Arion masih hidup." Ucap Hart dengan raut wajah serius.


Walaupun Tari sudah menduganya selama ini, tapi tetap saja dirinya syok mendengar perkataan Hart.


"Apa,, apakah Tuan tahu keberadaannya?."


Tanya Tari penuh harap.


Hart menganggukkan kepalanya.


"Iya, selama ini saya yang merawatnya."


"A,,apakah gadis itu Elmira?."


"Iya, gadis yang sedang terbaring di ruang ICU itu adalah kembaran Arion, putri Nyonya."


Ucap Hart, setelah mengatakan hal tersebut dia merasa sangat lega. Beban yang selama ini dia rasakan seolah-olah terangkat dan sirna.

__ADS_1


Walaupun dia tahu konsekuensi yang akan dia terima, salah satunya mungkin dia akan kehilangan Elmira yang sudah dianggap sebagai putrinya sendiri.


Tari terdiam masih dengan perasaan syok, perasaan terharu, bahagia, dan marah bercampur aduk di dalam dadanya.


Selain itu dia juga mengkhawatirkan putranya, Tari tidak bisa membayangkan jika Arion mengetahui bahwa gadis yang dicintainya adalah saudara kandungnya sendiri.


Dan yang jadi tanda tanya besar dalam benaknya, kenapa putrinya itu bisa terpisah dengan dirinya?


Namun Tari tahu dimana dia bisa menemukan jawabannya.


"Lalu apa sebenarnya yang terjadi? kenapa Elmira bisa kecelakaan?." Tanya Tari, sebenarnya dia ingin segera menghampiri putrinya yang sedang terbaring, namun dia sadar bahwa untuk mengungkap semua rahasia besar ini dia tidak boleh bertindak tergesa-gesa. Karena akan berdampak pada mental kedua anaknya.


"Menurut informasi yang saya dapatkan, Elmira menjadi korban tabrak lari Nyonya, tapi saya belum sempat melaporkan pada pihak berwajib." Jawab Hart.


"Kalau begitu,bisakah saya minta tolong pada Tuan untuk melaporkan kasus ini sekarang?." Tanya Tari.


"Baik Nyonya."


Sesaat kemudian Hart pun beranjak pergi meninggalkan Tari yang masih menenangkan hatinya.


*


*


Arion baru saja keluar dari ruang ICU, raut wajahnya menunjukkan kalau hatinya sedang tidak baik-baik saja.


Hatinya benar-benar mengkhawatirkan keadaan kekasihnya, dalam hatinya dia menyumpahi orang yang telah membuat Elmira seperti itu.


Terdengar suara langkah kaki mendekati Arion, dia pun menoleh dan melihat Mamanya berjalan menuju kearahnya.


"Mama kemana aja? kok baru sampai?." Tanya Arion keheranan, karena seharusnya sang Mama sudah tiba sejak tadi.


"Em,, tadi Mama pergi ke toilet,, perut Mama mules." Jawab Tari beralasan.


"Gimana keadaan Elmira? apa dia sudah sadar?."


Arion hanya menggeleng lesu.


Lalu Tari melangkah masuk berniat untuk melihat Elmira atau lebih tepat putri kandungnya.


Dengan perasaan campur aduk wanita tersebut mendekati ranjang pasien tempat Elmira terbaring.


Dengan menahan tangis Tari meraih tangan Elmira, ingin rasanya dia memeluk dan memanggil nama putrinya yang sangat dia rindukan selama ini.


Namun Tari berencana untuk membongkar rahasia besar yang disimpan oleh suami dan juga Ayah mertuanya selama ini di saat yang tepat.


"Cepat bangun Nak, Mama merindukanmu." Gumam Tari sambil menatap wajah putrinya dengan penuh harap.


Sesaat kemudian, kelopak mata Elmira tampak bergerak-gerak dan hal itu tidak luput dari pandangan Tari.


"Elmira, bangun Nak, Arion sangat mengkhawatirkanmu." Kata Tari di dekat telinga putrinya.


Tidak lama kemudian Elmira pun membuka mata, dia tampak mengerjapkan matanya beberapakali karena merasa silau.

__ADS_1


Dengan sigap Tari menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.


Tidak lama kemudian Dokter dan perawat pun datang, mereka pun langsung mengecek keadaan Elmira yang baru tersadar.


"Bagaimana keadaannya Dok?." Tanya Tari setelah melihat Dokter selesai memeriksa keadaan Elmira.


"Kondisinya sudah membaik, dan sudah bisa dipindahkan keruang perawatan." Jawab Dokter Adrian yang memang menangani Elmira sejak awal.


"Tapi dia harus tetap dalam pemantauan untuk beberapa hari kedepan." Lanjutnya.


Tari pun mengucapkan terimakasih sebelum Dokter Adrian berlalu pergi.


Jam sebelas siang Elmira pun dipindahkan menuju ruang perawatan. Gadis itu hanya diam semenjak dirinya sadar, sepertinya dia mengingat-ingat kejadian yang telah menimpa dirinya.


"El, apa yang kamu rasakan? apa ada yang sakit?."Tanya Arion yang kini telah duduk didekat ranjang pasien.


Elmira pun menoleh kearah Arion.


"Apa, apa yang terjadi padaku? kenapa aku bisa ada di sini?." Tanya Elmira lemah.


"Kemarin sore kamu kecelakaan, kamu jadi korban tabrak lari ." Jawab Arion.


Elmira terdiam menunggu perkataan Arion selanjutnya.


"Dan kamu tidak sadarkan diri selama semalam penuh."


Mendengar perkataan Arion, perlahan Elmira teringat kembali dengan kejadian yang dialaminya.


Lalu mereka berdua pun ngobrol sambil menunggu waktu makan siang dan Elmira meminum obatnya.


Tari yang melihat keduanya begitu dekat menjadi bahagia sekaligus khawatir. Bagaimana caranya menyampaikan kebenaran kepada mereka berdua tanpa melukai perasaan keduanya?.


Kemudian Tari pun meninggalkan ruang perawatan Elmira, karena ada hal yang harus dia lakukan. Selain itu Tari juga menunggu kabar dari Hart yang sedang melaporkan kejadian Elmira pada pihak yang berwajib.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2