
Sepasang muda-mudi tampak berjalan beriringan mengelilingi wahana bermain milik AXA Group. Siapa lagi kalau bukan Arion dan Elmira. Selesai makan siang pria tersebut mengajak kekasihnya mencoba beberapa wahana permainan, mereka bisa masuk ke tempat tersebut tanpa membayar sepeser pun. Penjaga karcis tersebut mengenal pemuda yang datang bersama dengan gadis cantik tersebut adalah Arion, yaitu pewaris dari pemilik tempatnya bekerja.
"El, kamu mau coba naik yang itu?." Tanya Arion sambil menunjuk kincir ria (bianglala) yang berada di tengah-tengah area.
"Boleh, aku juga belum pernah naik yang kayak gitu." Jawab Elmira yang terlihat antusias.
"Ya udah kita kesana."
Lalu Arion menarik tangan kekasihnya menuju ke tempat kincir ria . Seorang petugas membantu mereka untuk menaiki kincir tersebut, dan diikuti oleh beberapa pengunjung lainnya.
Sesaat kemudian kincir itu pun mulai bergerak, awalnya Elmira terlihat tegang, tapi setelah beberapa putaran gadis itu mulai terlihat tenang.
Bahkan bibirnya tidak henti-hentinya berdecak kagum saat melihat area sekitar dari ketinggian.
Arion yang duduk dihadapan Elmira pun ikut tersenyum senang melihat kebahagiaan kekasihnya.
"Rion, makasih ya, kamu udah ngajak aku hari ini jalan-jalan." Ucap Elmira sambil menatap Arion.
Pria itu hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu dia meraih kedua telapak tangan Elmira dan mengecupnya bergantian.
"I love you Elmira Lovania." Ujar Arion sambil menatap lekat kekasihnya.
Sontak wajah Elmira memerah menahan malu mendengar perkataan Arion ,ditambah pria tersebut juga menatapnya dengan pandangan penuh rasa cinta.
"Udah Rion, jangan tatap aku kayak gitu." Protes Elmira sambil memalingkan wajahnya.
"Emangnya kenapa? apakah ada larangan yang tidak memperbolehkan seorang pria menatap kekasihnya?." Tanya Arion sambil tersenyum jahil.
Elmira yang tidak ingin terus-terusan di goda oleh Arion akhirnya mengeluarkan jurus andalannya, yaitu mencubit pinggang Arion sampai pria itu meminta ampun agar Elmira menghentikan aksinya.
Mereka berdua pun terus tertawa sambil bercanda, sedangkan kincir ria terus berputar untuk yang kesekian kalinya.
****
Sedangkan di tempat lain, Tari baru saja keluar dari rumah sakit tempat dulu dia melahirkan.
Ada beberapa hal yang ingin dia tanyakan pada dokter yang dulu menangani dirinya, namun jawaban dokter tersebut tidak memuaskan rasa penasarannya, dia bisa melihat jika dokter tersebut menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
Tari berjalan menuju ke tempat parkiran, disana dia melihat jika sopirnya telah menunggu sedari tadi.
"Kita mau kemana lagi Nyonya?." Tanya Pak Tio sambil membuka pintu mobil.
Tari pun menyebutkan sebuah alamat, lalu dia pun masuk kedalam mobil.
Sesaat kemudian mobil itupun meninggalkan parkiran rumah sakit, meluncur menuju sebuah alamat rumah yang berada dipinggiran kota.
Tari hanya ingin memastikan sesuatu, perasaannya terus terusik sejak pertamakali bertemu dengan Elmira.
__ADS_1
Dua jam kemudian sampailah Tari di tempat alamat yang ditujunya, sebuah rumah sederhana dengan pagar bercat warna hijau.
Mobil yang dibawa oleh Pak Tio menepi dan berhenti di depan rumah tersebut.
Tari pun turun dari mobil sambil mengedarkan pandangnnya, lalu dia pun meninggalkan Pak Tio yang lebih memilih untuk menunggu di dalam mobil.
Kaki Tari melangkah memasuki halaman rumah sambil matanya mengamati area sekitar.
Lalu dia pun mengucapkan salam, dan sesaat kemudian pintu pun terbuka dan muncullah seorang wanita kisaran usia 40 tahunan.
Wanita paruh baya itu terlihat kaget saat dia melihat kedatangan Tari, masih melekat diingatan wanita bernama Yuri itu, bahwa wanita yang kini berdiri dihadapannya itu pernah melahirkan dirumah sakit tempatnya bekerja.
****
Hari sudah beranjak sore Arion mengajak Elmira untuk pulang, selain itu hampir semua wahana permainan sudah mereka coba.
Elmira pun tampak kelelahan, bisa dilihat dari wajahnya yang terlihat pucat bahkan kadang gadis itu merasa dadanya sesak. Namun sayangnya Arion tidak menyadari hal tersebut.
"Kamu ada mau mampir kemana lagi?." Tanya Arion sambil menggandeng tangan kekasihnya.
"Gak ada Rion, aku pengen langsung pulang." Jawab Elmira memaksakan untuk tersenyum.
"Baiklah kita pulang, kamu juga terlihat sangat lelah." Kata Arion.
Pukul empat sore mereka berdua pun meninggalkan tempat tersebut.
Sepanjang perjalanan Elmira hanya duduk diam sambil memejamkan matanya, berkali-kali dia menghela napas pelan untuk mengurangi rasa sesak di dadanya.
Tidak lama kemudian sampailah Arion di depan kostnya Elmira, dia pun menghentikan mobilnya lalu menepuk pelan pundak kekasihnya.
"El, kita udah sampai." Kata Arion.
Terlihat Elmira mengerjapkan matanya karena dia tadi hampir tidur tapi keburu sampai.
"Udah sampai ya." Kata Elmira sambil membuka seatbeltnya.
"Kamu kenapa? capek banget ya?." Tanya Arion dengan nada bersalah.
Elmira pun tersenyum sambil menoleh kearah Arion.
"Gak kok, aku cuma ngantuk aja." Jawab Elmira.
"Ya udah kalau gitu aku masuk kedalam dulu ya, dan makasih untuk hari ini." Lanjutnya.
"Iya, sama-sama, kalau ada apa-apa telfon aku ya, atau hari ini kamu libur kerja aja." Kata Arion yang terlihat khawatir.
Elmira pun menganggukkan kepalanya, lalu dia pun keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
Sebelum melangkah pergi Elmira melambaikan tangannya pada Arion yang dibalas dengan flying kiss oleh pria tersebut.
Sesaat kemudian mobil yang dikemudikan oleh Arion pun berlalu pergi menuju kerumah sahabatnya yaitu Brady.
***
Begitu sampai didalam kamar kostnya Elmira langsung merebahkan badannya, dia benar-benar merasa lelah. Selain itu dadanya juga terasa berat padahal sudah lama hal itu tidak terjadi, dulu Elmira sering mengalami sesak napas. Dan Dokter mengatakan jika dia mengalami lemah jantung dan melarangnya untuk melakukan pekerjaan berat.
Tapi saat ini karena keadaanlah yang membuatnya harus bekerja sambil kuliah, sudah tentu kondisi fisiknya mengalami penurunan.
Gadis itupun memejamkan matanya sambil menarik napas panjang berulangkali secara pelan-pelan, sampai kemudian dadanya terasa sedikit lebih lega.
Setengah jam kemudian Elmira mandi, dia memutuskan untuk berangkat kerja karena merasa tidak enak pada Kenzi. Selain itu kondisinya juga sudah membaik.
Jam setengah enam Elmira keluar dari kamar kostnya, begitu sampai di depan gang dia berbelok kearah kanan menuju arah cafe Twist.
Dia berjalan dengan santai di trotoar, dan begitu jarak cafe dalam radius limaratus meter Elmira pun berniat menyebrang jalan karena cafe tempatnya bekerja memang ada di seberang jalan.
Setelah memastikan situasi aman Elmira pun mulai menyeberang, namun dia tidak menyadari jika beberapa hari belakangan ini ada orang yang terus mengikutinya.
Begitu dia sampai di garis putih sebuah sedan dengan kecepatan tinggi datang dari arah sebelah kiri.
Ckiitt,,,brukkk,,,,
Mobil tersebut dengan sengaja menabrak tubuh Elmira hingga terpelenting dan kepalanya membentur trotoar.
Orang-orang yang ada di area kejadian pun menjerit histeris melihat Elmira yang tergeletak tak berdaya.
Sedangkan mobil pelaku langsung tancap gas dan kabur dari lokasi kejadian.
Elmira merasa pandangannya menggelap, namun dia masih bisa mendengar banyak langkah kaki yang mendekatinya.
Perlahan Elmira merasa tubuhnya ringan dan melayang, lalu dia pun tidak ingat apa-apa lagi.
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹