
Selesai melakukan foto shoot Arion berencana untuk pergi kost Elmira, tapi sepertinya niatnya itu harus tertunda karena Shire merengek agar dia mengantarnya pulang.
"Rionn,,, anterin aku pulang." Ucapnya sambil bergelayut dilengan Arion.
"Ck, gak bisa, kamu pulang aja sendiri." Kata Arion ketus sambil berjalan keluar dari ruangan tempat foto shoot dilakukan.
Bergegas Shire mengikuti langkah Arion, dia berusaha mengimbangi kecepatan langkah pria tersebut.
Brughh,,,
"Aduhh,,,,ssshh,,,,." Ternyata Shire terjatuh akibat kesrimpet kakinya sendiri.
Wanita itu memijit-mikit pergelangan kakinya yang terasa sakit, sepertinya kakinya mengalami kesleo.
Melihat hal tersebut Arion menghela napas kesal, lalu dia membalikkan badannya dan berjongkok dihadapan Shire.
Arion meraba pergelangangan kaki Shire dan memijitnya perlahan.
"Ackhh,,, sakit Rion, pelan-pelan." Shire meringis menahan sakit, dan Arion tidak melihat adanya kebohongan diwajah wanita tersebut.
"Bisa jalan?." Tanya Arion datar sambil bangkit berdiri.
Shire mencoba untuk bangun, ketika hendak melangkah tubuhnya menjadi oleng karena pergelangan kaki kirinya berdenyut sakit.
"Aoww,,,,." Shire berteriak kecil sambil berpegangan pada lengan Arion.
Pria itupun hanya diam karena dia tahu cedera yang dialami Shire itu nyata.
Akhirnya Arion pun memapah Shire berjalan menuju tempat mobilnya terparkir dengan berjalan pelan-pelan.
Dalam hatinya Shire merasa bahagia karena hampir seharian ini dia bisa dekat-dekatan dengan Arion. Walaupun dia juga harus menahan rasa sakit tapi sebanding dengan rasa bahagia yang dia rasakan.
Melihat mereka berdua sedekat itu membuat mahasiswa yang kebetulan melihatnya diam-diam memfotonya, kemudian mengunggah diakun media sosial dengan caption ' kedekatan duta kampus Light Stars' . Baru beberapa menit orang tersebut mengunggahnya, sudah banyak orang yang mengomentari dengan berbagai ragam komentar. Tapi lebih banyak yang mendoakan agar hubungan mereka bisa sampai kejenjang yang lebih serius. Banyak juga yang bilang kalau mereka berdua sangat serasi menjadi sepasang kekasih.
Sampai di tempat parkir Arion membuka pintu mobil bagian depan, dengan perlahan Shire melepaskan pinggang Arion yang semenjak tadi dirangkulnya dengan tangan kiri. Lalu Shire pun masuk dan duduk disebelah jok kemudi.
Pada akhirnya mau tidak mau Arion harus mengantar wanita tersebut pulang ke rumahnya.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tanpa berkata sepatah katapun.
****
Buggatti milik Arion memasuki halaman rumah milik Shire, pria itu memarkirkan mobilnya di depan teras rumah agar Shire bisa dengan mudah masuk kedalam.
Lagi-lagi Arion harus memapah wanita tersebut.
Baru beberapa langkah tiba-tiba Meisya keluar dari dalam rumah, dia sangat terkejut saat melihat putrinya yang harus dipapah oleh Arion.
"Loh? ada apa ini? kenapa kamu harus dipapah kayak gitu?." Tanya Meisya bertubi-tubi.
"Kakiku kesleo Ma, untung ada Arion yang nolongin aku." Jawab Shire.
"Kok bisa sampe kesleo?." Meisya terlihat khawatir.
"Kesrimpet kakiku sendiri Ma." Jawab Shire.
Arion pun mengangguk sopan saat Meisya menatap dirinya.
"Makasih ya Rion, udah mau bantuin putri Tante." Ujar Meisya "Ayo masuk, kita ngobrol di dalam aja."Lanjutnya sambil melangkah duluan masuk kedalam rumah.
Arion membawa Shire ke ruang tengah, dia mendudukkan wanita tersebut di sofa panjang yang ada disana.
"Makasih ya Rion." Kata Shire sambil tersenyum manis.
"Sepertinya kaki kamu mulai membengkak, sebaiknya cepat kamu panggil dokter." Kata Arion mengabaikan ucapan terimakasih dari Shire.
Wanita itu mengamati kakinya dan memang benar pergelangannya bengkak.
"Arion, silahkan duduk, Tante udah suruh pelayan untuk bawakan minum." Kata Meisya yang baru datang dari arah dapur.
__ADS_1
Terpaksa Arion ikut duduk di sofa tersebut.
"Tan, kaki Shire mulai bengkak, kayaknya Tante harus cepat panggil dokter sebelum keadaannya makin parah." Ujar Arion.
"Oh iya, Tante hampir lupa, untung kamu ingetin."Kata Meisya.
Lalu wanita paruh baya itupun sedikit menjauh untuk menghubungi dokter pribadi keluarga Danish sekaligus menghubungi suaminya.
Sesaat kemudian Meisya kembali bergabung dan disaat bersamaan pelayan juga datang membawa minuman.
"Nak Rion, silahkan diminum."Kata Meisya.
"Terimakasih Tante." Lalu Arion pun minum jus jeruk yang terasa segar ditenggorokannya.
Meisya berusaha untuk mengajak Arion ngobrol, walaupun hanya ditanggapi dengan sekedarnya oleh calon tunangan putrinya itu.
Tidak lama kemudian datanglah Danish dengan diiringi oleh pria paruh baya mengenakan kacamata dan juga jas warna putih. Sangat mudah ditebak jika pria yang datang bersama Danish itu adalah dokter pribadi dirumah itu.
Danish menyapa Arion lalu bertanya tentang kronologi kejadiannya, sedangkan dokter yang dibawanya langsung melaksanakan tugasnya yaitu mengobati kaki Shire.
Arion pun menceritakan bahwa semua terjadi karena kesalahan Shire sendiri yang berjalan kurang hati-hati.
Setengah jam kemudian dokter itupun selesai menangani kaki Shire, pria itu menyuruh agar putri atasannya itu beristirahat kurang lebih selama seminggu agar kakinya benar-benar kembali pulih.
Lalu dokter itupun pamit pulang karena tugasnya sudah selesai.
Melihat kepergian dokter tersebut Arion pun juga berniat untuk pulang, apalagi jam sudah menunjukkan pukul lima sore.
"Om, Tante, saya mau pamit pulang dulu, udah sore soalnya." Kata Arion hendak bangkit berdiri tapi dicegah oleh Meisya.
"Ehh,, jangan pulang dulu Nak, kita makan malam bersama dulu ya, mumpung kamu disini. Selain itu sebagai ucapan terimakasih karena kamu sudah menolong putri kami." Ujar Meisya.
"Benar Rion, lagian Om juga sudah telfon Papa kamu dan mengatakan kalau kamu ada disini habis nolongin putri Om." Danish ikut membujuk Arion.
Arion pun hanya bisa mengumpat kesal dalam hati, dengan terpaksa dia mengiyakan ajakan kedua orangtua Shire.
Sambil menunggu jam makan malam, Shire pun masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Tidak lupa dia memoleskan make up agar terlihat cantik dimata Arion.
Pukul setengah tujuh Danish mengajak Arion ke meja makan, Meisya memajukan jam makan malam karena khawatir jika Arion terlalu lama menunggu.
Mereka bertiga telah duduk dimeja makan, kini tinggal menunggu Shire yang belum keluar dari kamarnya.
Sesaat kemudian Shire pun datang dengan diam-diam sambil berjalan menggunakan bantuan tongkat. Melihat kebersamaan Arion dan kedua orangtuanya wanita itu hanya bisa tersenyum simpul, dia berharap jika Arion benar-benar bisa menjadi miliknya.
Tiba-tiba muncul ide dikepala Shire, dia memotret suasana dimeja makan tersebut lalu mengunggahnya di media sosial miliknya. Termasuk juga mengunggah digroup resmi kampus Light Stars , dengan caption makan malam bersama Arion.
Shire ingin agar semua penghuni kampus tahu terutama gadis yang dibencinya yaitu Elmira. Dia berharap agar gadis miskin itu tahu diri dan sadar akan tempatnya.
"Maaf aku membuat kalian menunggu." Kata Shire sambil berjalan perlahan menuju kursi.
Kemudian dia duduk disebelah Arion sambil mengulas senyum tipis.
Lalu mereka berempat pun makan malam bersama, tidak ada obrolan apapun di meja makn tersebut. Mereka semua fokus dengan piring masing-masing.
Pukul tujuh lewat seperempat Arion pun pamit pulang.
"Rion, Om ucapkan terimakasih ya karena sudah mengantar putri Om pulang." Ujar Danish saat mengantar Arion ke depan.
"Iya Om." Jawab Arion dengan singkat.
Meisya dan Shire juga mengatakan hal yang hampir serupa, tapi Arion hanya menjawab dengan kalimat singkat.
Tanpa membuang waktu lagi Arion meninggalkan kediaman keluarga Danish.
***
Bugatti yang dikendarai oleh Arion meluncur menuju Cafe Twist tempat Elmira bekerja.
Dia tidak bisa menunda lagi untuk menjelaskan pada kekasihnya itu, Arion bisa melihat kesedihan dimata Elmira saat mereka bertatap muka tadi siang.
__ADS_1
Setelah memarkirkan mobilnya Arion langsung masuk kedalam cafe, ternyata suasana cafe malam itu sangat ramai.
Sehingga mau tidak mau Arion harus menunggu karena Elmira sedang sibuk melayani pengunjung.
Menyadari kehadiran Arion, gadis itupun menghampiri tempat duduk pria tersebut.
"Kok kamu bisa disini?." Tanyanya.
"Aku kesini karena mau bertemu sama kamu sekalian mau ngejelasin sesuatu."Jawab Arion sambil mencoba tersenyum.
"Tapi aku sibuk, banyak pembeli yang datang." Kata Elmira datar.
Kini perasaan gadis itu sedang kacau, antara sedih, kecewa, rindu, dan juga marah.
"Aku akan menunggunya, bahkan sampai kamu selesai bekerja pun aku akan tunggu." Ucap Arion dengan nada yakin.
"Ya udah, terserah kamu aja." Kata Elmira, tapi sebelum pergi dia masih bertanya pada Arion mau pesan apa.
Dan Arion pun memilih untuk memesan ice kopi cappucino. Tidak lama kemudian Elmira pun kembali sambil membawa pesanan milik Arion.
Setelah itu gadis tersebut kembali melakukan tugasnya, dan Arion hanya bisa memandangi Elmira yang sibuk melayani pembeli.
Pukul sembilan suasana cafe sudah mulai sepi, Elmira pun mendekati Arion yang sibuk memainkan ponselnya untuk mengurangi rasa bosannya.
"Maaf kamu menunggu lama." Kata Elmira sambil duduk di depan Arion.
"Gak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf karena sudah mengganggu jam kerjamu." Balas Arion sambil memasukkan ponselnya kedalam tas.
"Kamu mau bicara apa?." Tanya Elmira.
Tampak Arion menghela napas terlebih dahulu.
"Em,, kamu pasti udah tahukan berita tentang pertunanganku yang ada di internet?." Tanya Arion.
Dan Elmira pun hanya menganggukkan kepala.
"Itu semua gak bener El, aku samasekali gak ada bertunangan dengan Shire, itu semua akal-akalan Papaku aja." Ujar Arion menjelaskan.
Elmira masih tetap diam, dia juga tidak tahu harus berkata apa.
"Maaf aku terlambat menjelaskannya, dan tentang aku yang jadi duta kampus bersama Shire dan sering melakukan tugas bersama kamu gak usah khawatir. Aku hanya melakukan tugasku saja, aku gak mungkin bakalan berpaling darimu El, percaya sama aku." Ucap Arion dengan nada sungguh-sungguh.
Walau dia melihat kesungguhan pada raut wajah Arion tapi tetap saja ada sudut hatinya yang tidak rela.
"Iya Rion, aku percaya kok sama kamu." Kata Elmira sambil tersenyum.
"Makasih ya El, kamu gak marahkan?." Tanya Arion sambil menggenggam tangan Elmira yang ada diatas meja.
Sekali lagi gadis itu hanya menggeleng sambil tersenyum.
Kenzi yang melihat adegan tersebut dari arah meja kasir hanya bisa menggeleng sambil tersenyum kecil.
Pukul sepuluh malam cafe pun tutup, selesai berkemas Arion langsung mengantar Elmira pulang ke kostnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
__ADS_1
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹