Takdir Yang Kejam

Takdir Yang Kejam
DELAPAN BELAS


__ADS_3

Elmira yang berjalan menuju kampusnya kini sudah sampai dipintu gerbang,namun alangkah kagetnya saat dirinya baru sampai langsung dihampiri oleh Arion dan ketiga sahabatnya.


"El,kamu gak apa-apa?"Tanya Arion dengan tatapan penuh selidik.


Elmira menatap keheranan kearah empat pria tersebut.


"Gak apa-apa kok,aku baik-baik aja,memangnya ada apa?"Tanya Elmira sambil tersenyum,walau senyum itu terlihat seperti dipaksakan,dan Arion menyadari hal tersebut.


"Sebaiknya kita ke kantin aja yuk,sekalian nanti sambil ngobrol disana"Ajak Felix,dan ajakan itu mendapat sambutan dari mereka semua.Kecuali Dafa yang harus pergi ke fakultasnya karena jadwal kuliahnya dimajukan.


Kemudian mereka berempat pun pergi ke kantin,seperti biasa mereka selalu menjadi pusat perhatian penghuni kampus,apalagi sekarang dengan keberadaan Elmira ditengah-tengah pria tampan tersebut,membuat mereka mengeluarkan beragam komentar.


Sampai dikantin Arion menyuruh Felix memesan makanan untuk dirinya dan juga Elmira,gadis tersebut hendak menolak namun Arion tidak menerima penolakan.


Felix dan Brady pergi memesan makanan,sedangkan Arion mengajak Elmira mencari tempat duduk.


Beruntung suasana kantin tidak ramai,mungkin karena belum terlalu siang dan kebanyakan mahasiswa ada kelas pagi,sehingga hanya beberapa orang saja yang pergi ke kantin.


Arion dan Elmira pun duduk saling berhadapan,dengan tidak sabaran Arion pun bertanya.


"Jadi apa yang terjadi sebenarnya?"Tanya Arion.


Elmira terlihat berpikir sejenak.


"Itu,,pemukiman disana mau digusur,mungkin hari ini sudah mulai diratakan.Kemarin sore ada orang kesana dengan membawa pengawal,mereka langsung menyuruh penghuni disana untuk berkemas dan segera pergi.Jadi kemarin sore aku pergi darisana,dan semalem numpang nginep di cafe tempat aku kerja "Jawab Elmira menerangkan.


"Memannya di cafe ada kamar tidurnya?"Tanya Arion.


Elmira menggeleng pelan.


"Enggak,aku tidur di gudang tempat penyimpanan stok barang "


Mendengar jawaban gadis tersebut membuat hati Arion berdenyut sakit,dia membayangkan keadaan Elmira semalam yang tidur digudang.Walaupun dia sendiri juga semalam mengalami hal yang sama, yaitu tidur diruang bawah tanah tapi setidaknya dia tinggal di mansion yang mewah,bisa makan enak juga setiap hari,fasilitas yang dia miliki juga lengkap.


Sedangkan gadis yang ada dihadapannya?.Arion tidak bisa membayangkan seandainya dia ada diposisi tersebut.


Tidak lama kemudian,datanglah Felix dan Brady sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman.


"Ayo kita makan dulu "Ujar Felix sambil menaruh nampan dan duduk disebelah Arion.


Sedangkan Brady duduk disebelah Elmira.


"Jadi kenapa kamu bisa menghilang El?"Tanya Felix yang belum mendengar cerita dari Elmira.


Brady pun pasang telinga sambil mengunyah roti bakar coklat keju yang dia pesan.


Lalu Elmira pun menyampaikan cerita yang sama seperti yang dia ceritakan pada Arion.


Felix dan Brady pun manggut-manggut.


"Sekarang kamu makan ya,entar makanannya keburu dingin "Ujar Arion,lalu dia pun mulai menyantap nasi goreng sosis yang dia pesan.


Elmira pun mengangguk patuh,ini adalah traktiran yang kedua kalinya dari Arion.


"Oh ya El,emang siapa yang udah tega ngegusur pemukiman itu tanpa memikirkan hidup orang lain ?"Tanya Felix,dia sudah menghabiskan satu hotdog dan setengah gelas jus melon.


"Emm,,,katanya sih dari perusahaan AXA Group,,,"


"Uhukk,,,uhukk,,,"


Sontak Arion tersedak sampai matanya memerah.


"Rion kamu gak apa-apa?"Tanya Elmira panik"Ini kamu minum dulu "Lanjutnya sambil menyodorkan teh anget manis milik pria tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Felix dan Brady saling tatap,mereka juga tidak menyangka yang melakukan adalah orangtua dari sahabat terdekat mereka.


Arion pun meminum tehnya walau sesekali dia masih terbatuk.


"Makannya pelan-pelan aja "Ucap Elmira lembut.


Arion pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum yang dipaksakannya,dalam hatinya dia mengutuk sang papa habis-habisan.


"Jadi mereka yang mau menggusur tempat itu,katanya sih itu perusahaan nomor satu di negara ini,yang lebih tepatnya dikota ini pemilik AXA grouplah yang berkuasa.Ahh,,,kalian tentu lebih tahu tentang hal itu "Ujar Elmira melanjutkan ucapannya sambil nyengir,kemudian melanjutkan menghabiskan nasi goreng yang ada dihadapannya.


Sedangkan Arion sudah kehilangan selera makan.


"Terus kamu mau tinggal dimana sekarang?"Tanya Brady.


Elmira hanya menggeleng.


"Belum tahu,tapi yang pasti nanti pulang kuliah aku nyari kontrakan yang murah "Jawab Elmira.


Ketiga pria itupun hanya menganggukkan kepalanya.


Karena sebentar lagi ada mata kuliah,maka Arion,Felix dan Elmira pergi dari kantin.Sedangkan Brady yang hanya ada satu mata kuliah dan jamnya juga agak siangan,dia lebih memilih untuk tetap tinggal dikantin.Sekalian dia masih menggali informasi siapa yang sudah tega memfitnah Elmira sebagai simpanan om-om.


****


Dua jam kemudian kelas Elmira pun berakhir,dan kebetulan dosen untuk mata kuliah lagi satunya sedang ada halangan,sehingga Elmira bisa pulang lebih awal.


Begitu dosen keluar kelas,Elmira pun bergegas keluar sambil menyandang tas selempangnya.


Arion yang melihat Elmira keluar kelas langsung mengejarnya.


"El,tunggu,,"Seru Arion sambil berjalan kearah Elmira,dibelakang pria tersebut ada Felix yang mengikutinya.


Elmira yang baru sampai diambang pintu kelas langsung menoleh,dan langsung bergeser ketika ada orang yang juga mau keluar.


"Emm,,kamu sekarang mau nyari tempat tinggalkan?"Tanya Arion.


"Iya,memangnya kenapa?"


"Aku anter ya,biar lebih cepet"Ucap Arion menawarkan bantuan.


Elmira pun langsung menggelengkan kepalanya.


"Gak usah Rion,aku bisa sendiri kok.Aku juga gak mau repotin kamu terus-terusan "Tolak Elmira.


"Gak kok,kamu gak ngerepotin,aku malah seneng bisa bantu kamu"Ujar Arion setengah memaksa.


Felix yang mendengar perkataan sahabatnya menatap heran kearah Arion,dugaan dalam hatinya semakin kuat jika Arion mulai menyukai Elmira.


Saat gadis itu hendak bicara,tiba-tiba ponsel Arion berbunyi tanda ada panggilan masuk.Bergegas dia mengangkat panggilan tersebut dan sedikit menjauh dari Elmira dan juga Felix.


Sesaat kemudian Arion pun kembali mendekat dengan wajah kusut.


"Ada apa Rion?siapa yang nelfon?"Tanya Felix penasaran.


Arion pun menghela napas kasar.


"Maaf El,aku gak jadi anter kamu ya,mendadak aku ada urusan "Ujar Arion pada Elmira,dan dia mengabaikan pertanyaan dari sahabatnya.Hal itu membuat Felix menjadi cemberut.


"Gak apa-apa Rion,kan aku juga udah bilang kalau aku bisa sendiri "Ucap Elmira.


"Gimana kalau aku aja yang anter kamu?"Kini Felix yang menawarkan dirinya.


Arion langsung menatap tidak suka kearah Felix,entah kenapa dia merasa tidak rela jika Elmira berduaan dengan Felix.

__ADS_1


Tapi ternyata gadis itu juga menolak tawaran dari Felix,dia memang benar-benar tidak mau merepotkan siapapun.


"Udah kalian pulang aja,lagian ini masih siang juga kok,aku punya banyak waktu buat nyari kontrakan "Kata Elmira.


Akhirnya kedua pria itupun mengalah dan langsung pergi.


Arion setengah berlari menuju parkiran,dia tidak ingin telat atau dia akan menerima akibatnya jika sampai hal itu terjadi.Dia juga tidak mengerti kenapa papanya menyuruh dirinya untuk datang ke perusahaan AXA Group.


Sedangkan Felix ikut menyusul langkah Arion menuju parkiran.


Melihat kedua pria itu sudah pergi Elmira pun berniat untuk pergi ke toilet sebelum pulang.


Gadis itu melangkah masuk ke dalam toilet dan masuk kesalah satu bilik yang kosong,setelah selesai buang air kecil dia pun kembali membuka pintu.


BYUURRR,,,,


Tiba-tiba seember air kotor menyiram dirinya, dan seketika membuat gadis itu basah kuyup dalam sekejap.


"Shi,,Shiree,,,a,,apa yang kalian lakukan?"Tanya Elmira tergagap,lalu dia menghapus air yang masih menetes diwajahnya.


"Apa lagi?udah jelas aku sedang ngasi kamu pelajaran,gembel tidak tahu diri !"Ucap Shire dengan tajam.


Sedangkan Anggia dan Fani hanya berdiri sambil melipat tangan didepan dada,mereka berdua tersenyum sinis menatap kearah Elmira.


Shire mendekat selangkah,kemudian tanpa rasa kasihan sedikitpun dia menjambak rambut Elmira yang basah kuyup.


"Ackhh,,lepass,,,,"Desis Elmira sambil berusaha melepaskan tangan Shire dari rambutnya.


"DIAMM,,,,!"Bentak Shire sambil melotot "Aku sudah ngasi kamu peringatan berkali-kali,jangan dekati Arion atau berada didekatnya.Tapi kamu malah selalu nempel seperti lintah dan juga selalu mencari perhatiannya.Padahal kamu sudah tahu kalau aku tidak suka melihatnya,apa kamu nantangin aku,hah?"Shire terlihat sangat marah.


Elmira pun sudah hampir menangis,kulit kepalanya terasa perih mungkin karena beberapa helai rambutnya tercabut paksa.


"Ta,,tapi a,,aku gak ada hubungan ap,,"


BRAAKKK,,,,,,,


Belum selesai Elmira berkata tubuhnya sudah di dorong dengan sadis oleh Shire,hingga punggungnya pun menabrak pintu bilik toilet.


"Aku gak mau denger alasan apapun,aku hanya ingin kamu menjauh dari Arion.Sekali lagi aku liat kamu deket sama dia,maka kepalamu aku bikin botak "Ancam Shire sambil mendengus kesal.


Kemudian dia menuju wastafel untuk mencuci tangan,setelah itu dia berlalu pergi meninggalkan Elmira yang masih terduduk dilantai.


"Heh gembel,aku kasih tahu ya,sebaiknya kamu juga menjauh dari teman-temannya Arion,atau kalau masih bandel kamu akan tahu akibatnya"Sebelum Fani keluar dia juga sempat melontarkan ancamannya.


Elmira hanya bisa tertunduk sambil menahan tangisnya,dia melihat pakaiannya yang kini basah dan juga kotor.


TO BE CONTINUE,,,,,


Terimakasih sudah mampir 🙏


Jangan lupa :


\=》Like


\=》Comment


\=》Favorit


\=》Vote


\=》Gift


🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2