
Arion benar-benar kaget saat melihat yang datang ternyata Shire dan kedua orangtuanya.
"Hallo Tuan Danish, mari silahkan duduk" Ujar Roger sambil menjabat tangan temannya itu.
Sedangkan Meisya dan Tari saling cipika-cipiki, setelah itu mereka duduk ditempat masing-masing.
"Oh ya Tuan Roger, perkenalkan ini putri tunggal kami" Ujar Danish sambil memberi kode pada putrinya agar menyapa Roger dan istrinya.
"Selamat malam Om, Tante, perkenalkan nama saya Shire Arabella" Ucap Shire dengan nada ramah dan sikap yang sopan.
Berbeda jauh dengan saat dia berada dikampus.
Arion yang melihat sikap pura-pura dari Shire hanya acuh tak acuh.
"Wahh,, nama yang cantik, sama seperti orangnya"Puji Tari sambil tersenyum.
"Makasih Tante"Balas Shire.
"Kamu kuliah atau bagaimana?"Tanya Roger sambil menatap Shire yang kini duduk disebelah Arion.
"Saya kuliah Om, kebetulan saya satu kampus sama Arion ,cuma beda jurusan aja"Jawab Shire dengan nada yang dibuat selembut mungkin.
"Oh ya? memangnya kamu jurusan apa?"Roger bertanya lebih lanjut.
Sedangkan Danish dan Meisya membiarkan putrinya berinteraksi dengan Roger, mereka berharap Roger tertarik untuk menjodohkan putranya dengan Shire. Jika sampai hal itu terjadi maka itu merupakan suatu keberuntungan yang sangat besar.
"Saya jurusan kedokteran Om"Jawab Shire dengan bangga.
Terlihat Roger manggut-manggut, dia menelisik penampilan Shire yang terlihat anggun dan juga sopan. Roger merasa jika Shire sangat cocok dipasangkan dengan putranya. Selain cantik gadis itu juga berasal dari keluarga kaya dan juga terpandang.
"Kalau begitu kamu kuliah yang rajin, biar nanti bisa cepat wisuda" Ucap Roger sambil tersenyum.
"Baik Om, saya janji akan kuliah dengan rajin" Balas Shire dengan senyum yang mengembang.
Danish dan Meisya pun saling melempar senyum, mereka berdua merasa jika Roger tertarik dengan putri mereka.
Sedangkan Tari semenjak tadi hanya sebagai pendengar yang setia.
"Kalau Arion sendiri bagaimana? apa kuliahnya lancar?" Kini giliran Danish yang mencoba mengenal Arion lebih jauh.
"Lancar Om" Jawab Arion singkat.
"Kalau boleh, Om ingin minta tolong sama kamu"
"Apa?" Tanya Arion keheranan.
"Selama di kampus tolong perhatikan putri Om ya, karena dia terkadang suka bertindak ceroboh" Ujar Danish berharap dengan cara itu putrinya dan Arion bisa semakin dekat.
"Benar apa yang dibilang sama Om Danish, kamu harus memperhatikan Shire, biar kalian bisa tambah akrab" Ternyata Roger setuju dengan perkataan temannya itu.
"Tapi Pa,,"
"Gak ada bantahan Rion, Papa jadi heran sama kamu, suka banget membantah perkataan orangtua" Roger memotong ucapan Arion dengan nada tidak suka "Coba kamu lihat Shire, dia itu selalu nurut sama orangtuanya, gak kayak kamu yang suka melawan orangtua" Lanjutnya lagi.
Arion mengepalkan tangannya yang ada dibawah meja, dia benar-benar kesal dengan papanya.
Sedangkan Shire kini bersorak didalam hatinya, dia senang karena mendapat dukungan dari semua orang untuk mendekati Arion.
"Sudah Tuan Roger, jangan berkata seperti itu pada Arion, saya yakin dia juga seorang putra yang berbakti pada orangtuanya" Danish berlagak membela Arion.
Arion yang mendengar perkataan Danish hanya berdecak kesal, dan langsung saja dia mendapatkan tatapan tajam dari Papanya.
Lalu obrolan mereka pun berlanjut.
Tidak lama kemudian, makanan pun diantar oleh beberapa orang pelayan dan semua makanan tersebut dipesan oleh Roger.
"Ayo, kita makan malam dulu" Ucap Roger mulai mengisi piringnya dengan makanan.
Dan entah kesambet setan darimana, Roger yang biasanya cuek pada Tari kini malah sangat perhatian. Bahkan Roger sampai mengambilkan makanan yang diinginkan oleh istrinya, Tari yang tahu jika suaminya sedang berakting pun mengikuti alur sandiwara tersebut.
"Wahh,,,ternyata Tuan Roger dan Nyonya Tari sangat mesra ya" Puji Danish tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.
"Ahh,,Tuan Danish bisa saja, saya hanya ingin membuat istri saya bahagia, ya kan Ma?" Ucap Roger sambil tersenyum menatap istrinya.
Tari pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum palsu.
Lalu mereka berempat pun tertawa bersama.
"Rion,, kamu mau yang mana? biar aku ambilkan" Ujar Shire sambil menampilkan senyum termanisnya. Dia mulai melancarkan aksi pendekatannya terhadap Arion.
__ADS_1
"Gak usah, aku bisa sendiri" Tolak Arion dengan ketus.
"Arion,," Tegur Roger sambil menatap tajam putranya "Biarkan Shire mengambilkan kamu makanan" Lanjutnya lagi.
Arion yang sudah kehilangan selera makan sejak kedatangan Shire hanya bisa menghela napas pelan.
"Kamu mau yang ini?" Tanya Shire sambil menunjuk salah satu makanan.
"Terserah" Jawab Arion datar.
Shire pun mengisi piring Arion dengan beberapa jenis makanan.
Setelah itu mereka semua pun menikmati makan malam dengan sesekali diselingi obrolan ringan.
Selesai makan mereka melanjutkan obrolan, sedangkan Arion semenjak tadi sudah ingin pergi karena merasa jenuh.
Entah bagaimana awalnya tiba-tiba obrolan Roger dan Danish merambat kesoal perjodohan.
"Jadi bagaimana Rion? apa kamu setuju kalau dijodohkan sama anaknya Om?" Tanya Danish sambil menatap Arion.
"Hah? maksudnya?" Arion langsung tersentak kaget.
"Iya Rion, Papa rasa Shire adalah wanita yang cocok menjadi pasanganmu" Roger menimpali.
Sedangkan Tari menatap putranya dengan rasa kasihan, dia bertanya-tanya dalam hatinya, apakah hidup putranya itu akan selalu dikendalikan oleh suaminya?.
Dalam hatinya Shire sudah bersorak kegirangan saat mendengar perkataan Roger dan juga Danish, tapi dalam sekejap kegembiraannya sirna saat mendengar ucapan Arion.
"Gak, aku gak mau dijodohkan sama dia, sampai kapanpun aku tidak menerima rencana perjodohan ini" Setelah mengatakan hal itu Arion langsung beranjak pergi.
"Rionn,,,Arionn" Seru Roger, terdengar pria tersebut menahan amarahnya.
Tapi Arion tidak menghiraukan panggilan papanya, dengan kasar dia membuka pintu kemudian membantingnya sampai membuat bodyguard yang sedang berjaga terlonjak kaget.
Shire menahan perasaan geramnya didalam hati, namun dia langsung berakting sedih untuk mengambil simpati keduabelah pihak.
"Shire,,maafin anak Om ya, dia memang kadang bersikap seperti itu, tapi Om yakin pada akhirnya dia pasti menerima perjodohan ini" Roger meminta maaf pada Shire dan juga kedua orangtuanya.
Danish dan Meisya pun memaklumi sikap Arion, dan mereka berdua juga tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Tidak lama kemudian mereka pun memutuskan untuk pulang.
***
Sepanjang jalan tak henti-hentinya Arion mengumpat kesal, bagaimana bisa dia menerima perjodohannya dengan Shire sedangkan saat ini sudah ada wanita yang dicintainya.
Sesekali Arion memukul stir mobilnya untuk melampiaskan kekesalannya.
Pukul setengah sepuluh Arion pun sampai di Twist Cafe, setelah memarkirkan mobilnya bergegas dia masuk kedalam.
Elmira yang sedang membersihkan meja mengalihkan pandangannya saat mendengar pintu cafe terbuka. Dan dia terlihat sangat kaget saat melihat Arion datang.
"Arion?"
Tanpa memperhatikan keadaan sekitar Arion langsung menarik Elmira kedalam pelukannya.
"Rionn,,,jangan peluk-peluk disini"Bisik Elmira sambil berusaha melepaskan dirinya.
"Sebentar saja"Ucap Arion yang malah mengeratkan dekapannya.
Kebetulan ada tamu yang juga merupakan sepasang kekasih, melihat adegan tersebut yang cewek senyum-senyum tidak jelas.
"Mereka so sweet ya Yang?" Ujar yang cewek.
"Kenapa? kamu mau di peluk juga, sini biar aku peluk"Ucap yang pria sambil bersiap hendak memeluk pacarnya.
"Iihhh,,,apaan sih" Ucap yang cewek sambil mencubit pinggang pacarnya.
Sedangkan di meja kasir Kenzi hanya melongo melihat adegan tersebut, tapi sejenak kemudian dia langsung geleng-geleng kepala.
"Ekhm,,," Kenzi sengaja berdehem sedikit keras.
Elmira langsung mendorong pelan dada Arion, dan pria itupun melepas pelukannya.
"Kamu kok tiba-tiba kesini? ada apa?" Tanya Elmira sambil menatap wajah kekasihnya.
"Gak apa-apa kok, cuma kangen aja sama kamu" Jawab Arion sambil mengulas senyum tipis.
"Ya udah kamu duduk bentar ya, aku mau bikinin minum dulu" Ucap Elmira hendak berlalu.
__ADS_1
"Eh, gak usah, lagian udah mau tutupkan?" Cegah Arion.
"Iya sih bentar lagi tutup, ya udah kamu tunggu aja disini, aku mau siap-siap tutup dulu"
Kemudian Elmira pun berlalu pergi.
"Ciee,,,yang di jemput pacarnya" Goda Kenzi.
"Kak Kenzii,,," Seru Elmira dengan wajah yang pura-pura cemberut.
Dan Kenzi pun hanya tertawa, dia sudah tahu jika Elmira adalah pacar Arion, karena sebelumnya pria itu juga sempat datang beberapakali ke cafe tersebut.
Tepat pukul sepuluh malam Twist Cafe pun tutup, lalu Elmira pun pulang dengan diantar oleh Arion.
Sepanjang jalan mereka ngobrol sambil sesekali tertawa, untuk sejenak Arion bisa melupakan kekesalan hatinya.
Tidak berapa lama kemudian Arion pun sampai di depan gang.
"Udah sampai"
"Makasih ya Rion udah jemput aku" Ucap Elmira sambil tersenyum.
"Iya, sama-sama" Balas Arion sambil mengusap rambut kekasihnya yang sudah mulai panjang.
Sesaat tatapan mereka bertemu, Arion yang tidak tahan melihat bibir kekasihnya yang merah merona secepat kilat menciumnya.
Elmira pun langsung membeku, walaupun ini bukan yang pertamakalinya tapi tetap saja, setiap Arion menciumnya pasti dia akan kaget.
Melihat Elmira terdiam, Arion pun kembali melanjutkan aksinya. Namun masih tetap dalam batasan yang wajar.
***
Jam sebelas kurang sepuluh menit, Arion baru sampai di mansionnya.
Setelah memasukkan mobilnya ke garasi dia pun langsung masuk ke dalam mansion, tapi alangkah kagetnya saat dia melihat papanya duduk di ruang tengah.
"Darimana kamu jam segini baru pulang?"Tanya Roger dengan tatapan tajam.
"Dari rumah temen" Jawab Arion acuh tak acuh.
"Kenapa kamu tadi bersikap seperti itu? kamu sadar gak kalau sudah mempermalukan papa?"Bentak Roger dengan mata berkilat.
"Lalu bagaimana dengan Papa sendiri? kenapa Papa seenaknya saja menjodohkanku dengan gadis itu?"Arion balas berteriak.
"Karena Papa tahu kalau hanya dia gadis yang cocok menjadi menantu dirumah ini, dan Papa tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mau di jodohkan dengan putrinya Danish" Ucap Roger tegas.
Arion menyunggingkan senyum sinis.
"Tapi maaf, sampai kapanpun aku tidak mau dijodohkan. Sama dia atau dengan gadis yang lainnya" Kata Arion tidak kalah tegas.
Kemudian tanpa menghiraukan kemarahan Papanya, Arion pergi menuju kamarnya dengan tangan terkepal menahan amarah.
"Arionn,,,,,Papa belum selesai bicara" Teriak Roger dari lantai satu.
Namun yang terdengar hanya suara pintu yang dibanting.
Roger pun menghela napas kasar, masih dengan sorot mata tajam dia berlalu menuju ruang kerjanya. Mungkin malam ini di akan tidur disana lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE,,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹
__ADS_1