Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
BABY


__ADS_3

Sekarang aku begitu bosan, sesekali aku melirik kak alvin yang fokus ke jalanan yang sore ini begitu macet.


Hufff... ku hembuskan nafasku panjang.


Kak alvin melirikku sejenak. lalu tersenyum tipis.


"ihh macet banget sihhh" gumamku.


"klw nggak mau macet'an yaa tinggal terbang aja sono" ucap kak Alvin tiba'.


"Klw bisa sihhh udah dari tadii..." jawabku sebal.


kak alvin terkekeh.


"hmm...mendingan liat My oppa dulu biar nggak bosan" gumamku lalu merogoh tasku untuk mengambil handphone.


Aku membuka media sosial ku dan menstalking akun dari oppa' tamvan :v


"Wahh...masih sama ganteng nya kaya dulu" ucapku pelan.


Namun itu didengar oleh kak Alvin.


Jalanan mulai lancar dan lenggang.


Mobil sport hitam milik kak Alvin mulai memasuki pekarangan rumah.


Tanpa kusadari mobil sudah berhenti karena asyik dengan handphone ku.


"udah sampe...nggak mau turun" ucap kak Alvin sedikit keras.


"iyaa...nggak usah ngegas segala kali" jawabku lalu hendak keluar dengan tatapan ku masih terfokus pada handphone ku.


Tapi pintu nggak bisa terbuka, Aku melirik kak Alvin yg sedang menatapku tajam.


aku mengernyitkan keningku bingung.


"Ken'- " ucapanku terpotong


karna tiba' kak Alvin menciumku hingga aku bungkam karenanya.


aku mencoba melepaskan ciumannya namun nihil, tenaga kak alvin lebih besar.


Aku memukul dada bidang kak alvin karna aku mulai kehabisan oksigen. Dan akhirnya kak alvin melepaskannya.


"kak...kakak kenapa sihh" ucapku sebal.


"Itu hukuman buat kamu" ucap kak Alvin dengan wajah datarnya.


"haa...emang nazwah salah apa" tanyaku bingung.


"Karna nyuekin suami" jawabnya singkat lalu keluar dari mobil.


"Hah...cuman karna ituu...."ucapku lalu keluar dari mobil dan mengejar kak Alvin yg sudah mulai masuk kedalam rumah.


"Apa kak alvin cemburu...Ahh massa sihh cemburu sama handphone" benakku.


Aku berjalan mengekori kak Alvin yg berjalan menuju kamar.

__ADS_1


saat sudah berada didalam kamar tiba' kakak alvin berhenti sehingga aku menubruk punggungnya.


"ngapain ngekorin kaya gitu" ucapnya dingin.


"Nggak ada" ucapku polos.


Kak alvin berjalan mendekat kearahku. Aku mencoba menghindar dengan mundur beberapa langkah agar jarak kami tidak terlalu dekat. jika tidak jantung ku ini akan loncat' mulu.


"k..kakak mau ngapain" ucapku gelagapan sambil mundur.


Tatapan mata kak Alvin sekarang ini sungguh menakutkan. seakan sedang menunggu waktu untuk menerkam.


langkahku terhenti karena sudah mentok dengan tempat tidur.


Bumm... secepat kilat kak alvin mendorong ku hingga jatuh keatas tempat tidur dan posisi kak alvin berada diatas tubuhku.


Kak alvin menyeringai.


"k..kakak mau ngapain" ucapku gugup karna jarak kami yang sangat dekat hingga aku bisa merasakan hembusan nafasnya yg dengan lembut menerpa wajahku.


"Aku mau nurutin permintaan mama" bisiknya.


"e.. emang mama minta apaa" tanyaku masih gugup.


"Baby" ucap kak Alvin singkat lalu dia hendak memulai aksinya.


"Stopppp...." teriakku.


Namun kak alvin tidak menghiraukannya.


"Kak....Aku lagi Kedatangan tamu bulanan" ucapku sedikit berteriak.


Aku menelan Saliva ku susah.


Dengan cepat aku mendorong tubuh kak alvin lalu berlari menuju kamar mandi.


Hufff.... Aku menghela nafas lega.


Tok..tok..tokk.. suara kamar mandi digedor-gedor oleh kak Alvin.


"Ada apa sihh kak...Nazwah mau mandii" teriakku.


"Masa sih... kamu datang bulan, kan tadi siang masih sholat Zuhur" ucap kak Alvin.


Degg... Seketika jantung ku seperti berhenti.


"Ahkk...bodoh banget sihh aku..." gumamku dalam hati.


"Ok...Nanti malam aku bakal nagih...ini pemerintah mama lohhh" ucap kak Alvin dengan nada menggoda.


Aku tidak menjawab, aku memilih untuk mandi.


Saat aku sudah keluar dari kamar mandi, aku tidak mendapati kak alvin didalam kamar.


Dengan cepat kilat aku langsung berlari menuju lemari pakaian karena tadi buru' ke kamar mandi jadinya aku lupa bawa baju ganti. Dan sekarang ini aku hanya menggunakan handuk yg melilit di tubuh mungil ku.


Belum sempat aku masuk lagi ke kamar mandi, kak Alvin sudah masuk kedalam kamar dengan laptop yg ada ditangannya.

__ADS_1


Ia menatapku intens dari atas kebawah.


"mau menggoda yaa..." ucap kak alvin dengan nada jahilnya.


"Apaan sih kak, tadi...nazwah lupa bawa baju ganti jadi keluar dulu ngambil baju" ucapku lalu masuk kedalam kamar mandi.


Aku bagaikan maling yang ketangkap basah. Jantungku berdegup kencang.


setelah selesai, aku keluar dari kamar mandi dan mendapati kak Alvin yg tertidur di sofa dengan Leptop yg masih menyala dipangkuan nya.


Aku mendekat kearahnya dan meletakkan laptop yg ada dipangkuan nya keatas meja.


"Ahh...wajahnya masih tamvan walaupun sedang tidur. malahan tambah tampan tuh muka" gumamku dalam hati.


Aku senyam-senyum menatap kak Alvin yg sedang tidur.


hingga tiba' mata yg tadinya terpejam, terbuka dengan cepat.


Wajah yg tadinya begitu damai dalam tidur, sekarang tersenyum jahil karna mendapati kubyg tertangkap basah memandangi wajah kak Alvin sambil senyam-senyum.


"Nahh... ketauan..." ucap kak alvin dengan nada seperti anak kecil yg sedang main petak umpet.


blusss...wajahku langsung memerah dengan cepat kilat aku memalingkan wajahku yg jika kak Alvin tau aku blusshing pasti dia mengejekku.


"H..hmm...kak buruan siap', kita sholat magrib" ucapku mengalihkan pembicaraan.


"tadi katanya lagi dateng bulann" ucap kak alvin.


" nggak jadi" jawabku singkat lalu berjalan menuju lemari untuk mengambil sajadah dan mukena.


"Emang bisa gitu yaa..." ucap kak alvin polos.


Lalu kak Alvin pergi mandi.


Setelah itu kami menjalankan sholat magrib berjamaah dengan hikmat.


Setelah selesai aku dan kak Alvin turun menuju meja makan. Sudah ada beberapa makanan yg terhidang dimeja makan.


"ahh...pasti kak Alvin lagi yg masak. Aku merasa nggak ada gunanya banget jadi istri" gumamku sedih dalam hati.


melihatku murung kak Alvin angkat suara.


"Kenapa murung gituu..." tanya kak alvin yg sudah duduk di kursi.


"nggak papa "jawabku singkat lalu mulai menyendok nasi kedalam piring beserta lauknya.


Makan malam kami berjalan dengan himat dan damai,tanpa ada perbincangan.


Setelah selesai makan, aku mengambil alih piring kotor sedangkan kak Alvin sedang asyik menonton tv.


Setelah selesai mencuci piring,aku menyusul kak alvin ke ruang keluarga yg bersebelahan dengan ruang makan.


Kududukkan tubuh ku disebelah kak alvin yg duduk di sofa.


Aku menatap kedepan dengan tatapan kosong.


Entah kenapa ada beberapa hal yang belum bisa ku terima saat ini. Aku sedikit khawatir dengan kehidupan ku dimasa lalu.

__ADS_1


namun sebuah ide terlihat di otakku.


"Nahhhh..." teriakku hingga membuat kak Alvin yg tadinya asyik menonton TV terlonjak kaget.


__ADS_2