
.
.
.
Hari ini aku menunggu dosen yang sedikit telat masuk kelas. Aku memilih untuk pergi ke perpustakaan.
Oh yaa... mengenai mimpiku dimana aku pergi kemasa depan, aku sudah mengingat semuanya secara detail.
Namun ada beberapa yang sedikit berbeda, jika di mimpiku aku tidak bisa memasak hingga menyebabkan kak Alvin sakit perut dengan masakanku. Sekarang ini aku sudah sangatlah jago dalam hal memasak.
Entah mengapa setelah kejadian yang menimpaku dulu. Aku menjadi ingin melakukan semua hal. mulai dari ikut kegiatan sekolah yang sebelumnya aku tak pernah mengikuti nya. Sampai ikut bela diri dan belajar memasak dari bunda.
Sehingga aku bisa dengan lihai dalam hal memasak.
Aku sesekali menyeruput Green tea yang ada dihadapan ku. Membaca buku yang menurutku sangat menarik.
Hingga seseorang datang dan duduk dihadapan ku. awalnya aku hanya acuh hingga dia membuka suara.
"Hai... boleh kenalan.." ucapnya pelan karena ini perpustakaan.
Aku menatap orang itu dan ternyata dia..
"namaku Afif Farhan, nama kamu.." ucapnya.
"Afif..." benakku.
"ahhh...dia orang yang bersekongkol dengan kak Linda..." benakku.
"Nazwah.." jawabku singkat.
"nama yang cantik, sama seperti orangnya.." Ucapnya.
"Huff...dasar " benakku.
"Ahh..aku kan bisa minta kontak kak linda.." benakku.
"kamu kenal kak linda.." tanyaku.
"Kok kamu tau... ahhh.. kamu pengagum rahasia aku yaa.." ucapnya.
"dihhh... pede banget lo.." ucap ku.
"ahh...iya juga nggak papa kok.." ucapnya.
"Boleh minta no nya... penting soalnya.." ucapku to the point.
"boleh... no aku juga boleh kok..." ucapnya.
"Nggak perlu...simpan aja buat cewek lain" ucapku judes.
"Hehe... tapikan cewek itu kamu.." ucapnya.
"cepetan..." ucapku.
Dia memberikan handphone nya.
Aku menyalin no kak Linda ke handphone ku.
"emang ada perlu apa sih.." tanya nya.
__ADS_1
"Nggak usah kepo.." ucapku.
"Mungkin aja gue bisa bantu... kak Linda itu satu tempat kerja sama gue Dan hari ini kak linda katanya nggak masuk kerja karna sakit. Mungkin aja ada yang ingin disampaikan.." tawarnya.
"hmm... yaudah boleh dehh..." ucapku akhirnya.
"apa..bilang aja..." ucapnya.
"tolong anterin gue kerumah nya..." ucapku.
sebenarnya aku sedikit ragu namun apa salahnya percaya dengan orang ini. Mungkin saja semua yang dilakukannya di mimpiku itu bujukan dari kak Linda.
"ok siap...ayooo..." ucapnya.
"ehhh...nanti... gue masih ada kelas.." ucapku.
"ohh.. yaudah nanti aku tunggu di parkiran.." ucapnya lalu pergi Begitu saja.
"Dasar..." guamamku.
.
.
Kelas telah usai, aku pergi ke parkiran kampus untuk menemui laki'itu. entah dia sudah disana atau belum aku tidak tahu.
Kulihat dia berdiri didepan sebuah motor ninja hitam yang terparkir di sana. Dia tersenyum melihat kehadiran ku.
Aku menghampiri nya.
"Ayoo..." ajakku.
"ni..pake helm dulu..." ucapnya.
"Naik.." ucapnya yang sudah menyalakan mesin motor.
"Bismillah.." ucap ku dalam hati.
Kami sampai di depan sebuah kontrakan, yang kuyakini tempat tinggal kak Linda.
"disini..." ucapku yang sudah turun dari motor.
"iyaa..." ucapnya.
Dia mengetuk pintu dan seorang wanita membuka pintu.
"loo.. ngapain lo kesinii.." Ucap wanita tersebut yang tak lain adalah kak Linda.
"kakk... Aku ingin bicara sama kakak..." ucapku.
"Eits... Masuk dulu kali baru ngobrol...nggak enak sama tetangga..." ucap Afif.
"Ayo masuk..." ucap kak Linda.
Kami masuk kedalam rumah kontrakan yang hanya ditinggali kak Linda sendirian.
"mau ngomong apa.." ucap kak Linda ro the point.
"hmm... kak..aku kesini mau ngejelasin sesuatu sama kakak... supaya kakak nggak salah faham.." ucapku.
"langsung aja...nggak usah berbelit-belit.." ucap kak Linda.
__ADS_1
"huf... aku tau kak Alvin itu mantan pacar kakak... Dan aku tau kak Alvin masih blm bisa lupain kakak... Tapi semuanya sudah terjadi... ini juga bukan kehendak aku maupun kak Alvin, ini semua sudah kehendak Allah. Jadi aku harap kak Linda bisa mengikhlaskan semuanya..." jelasku.
"Asal lo tau...gue masih sayang sama dia... tapi lo malah rebut dia..." ucap kak Linda.
"Ini semua perjodohan... kami terpaksa menerima perjodohan ini demi orang tua kami. Namun, asal kak Linda tau... kakak Udah aku anggap sebagai kakak aku sendiri. Jadi semoga kakak bisa mengikhlaskan nya dan mencoba merelakan kak Alvin. Aku nggak mau cuman karena laki'... hubungan kita jadi korban... aku berharap lebih dengan kakak.." jelasku.
kak Linda hanya terdiam.
"kalau gitu aku permisi dulu... assalamualaikum..." ucapku lalu pergi.
Afif hendak ikut dengan ku namun aku menyuruh nya untuk tetap berada di sisi kak Linda. Mungkin dia perlu teman bicara saat ini.
Aku menunggu taxi lewat, hingga sekitar 5 menitan baru aku mendapat taxi.
Setelah sampai di rumah aku mandi, sholat,makan lalu mengerjakan tugas yang belum selesai tadi di kampus.
Hingga tanpa kusadari jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 sore.
"akhhh... aku belum sholat ashar..." ucapku lalu berlari menuju kamar mandi.
Setelah selesai sholat, aku turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam nanti. Sebenarnya sudah ada bi narsih tapi aku tidak ada kegiatan saat ini.
Sekitar pukul setengah enam, kak Alvin pulang dengan keadaan capek. Dia terlihat begitu lusuh, tadi pagi dia pergi dengan keadaan rapi, sekarang pulang dengan keadaan berantakan. Tapi dia masih terlihat tampan.
Dia langsung pergi kekamar untuk bersih-bersih. Setelah selesai dengan makanannya, aku pergi ke kamar untuk mengurus keperluan kak Alvin.
Ternyata dia sudah selesai mandi dan hendak keluar dan aku hendak masuk.
"Kakak.. mau keluar.." tanyaku gelagapan.
"iyaa...kenapa.." ucapnya dingin.
"N..nggak kenapa-napa.."jawabku lalu menepi
Kak Alvin keluar, lalu aku masuk kedalam kamar.
"huff...kenapa aku deg-degan gini yaa.." gumamku.
"Kenapa dia begitu cuek dan dingin...apa mungkin karena semalam tidak jadi... sehingga dia marah... ahkkk... diakan memang dingin seperti itu.." gerutu ku dalam hati.
Setelah selesai sholat magrib, aku dan kak Alvin makan malam. Seperti biasa semuanya berjalan dengan sunyi.
Setelah selesai aku membantu bi narsih membersihkan peralatan makan, sedangkan kak alvin sudah pergi ke lantai atas. mungkin ke kamar atau ruang kerjanya.
Setelah selesai, aku pergi ke kamar. namun tak mendapati kak Alvin disana. Aku pergi ke perpustakaan yang disana ada ruangan kerja rahasia kak Alvin.
Aku menekan tombol pada sudut pandang, rak' terbuka menampakkan kak Alvin yang duduk dikursi kerjanya dengan laptop yang ada dihadapan nya.
Dia menatapku penuh keheranan.
"kenapa kamu tau ruangan ini..." tanyanya.
"ahhh...aku lupaa... dia kan belum kasih tauu..." ucapku dalam hati.
"hmm..." aku mencoba mencari alasan.
"hmm...?" ulangnya.
"ahh...aku melihat nya di drakor yg pernah aku tonton" ucapku.
dia menatapku penuh intimidasi.
__ADS_1
Aku memasuki ruangan itu. semua terlihat sama. Dan sketsa ituu...