Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
Hari ulang tahun Alvin


__ADS_3

~ Nazwah POV


Pagi ini kak Alvin terlihat begitu ceria, setelah sholat Subuh tadi kak Alvin terus senyam-senyum sendiri.


Aku merasa aneh dengan nya, apa yang membuat nya seperti itu.


**Hari ini ternyata tamu bulanan ku udah pergi jadi tadi sholat subuh berjamaah dengan kak Alvin


Aku membantu bi narsih menyiapkan sarapan sedangkan kak alvin sedang bersiap untuk berangkat ke kantor.


Setelah selesai sarapan kak Alvin pamit berangkat. Namun sebelum ia meminta sesuatu yang aneh.


Yaa... bukan aneh sih sebenarnya. Namun ini baru pertama setelah kami menikah sudah hampir 2 Tahun.


Permintaan nya adalah....


"Kok kakak belum berangkat... katanya tadi mau berangkat.." tanyaku karena kak Alvin masih setia berdiri di depan pintu sambil senyum kearah ku.


"Morning kiss..." ucapnya sambil menunjuk bibirnya.


"whatt..." teriakku dalam hati.


(Dalam hati lohhh ✌️😂)


"Kakak apaan sihh... tumben banget.." ucapku malu'.


"Morning kiss dulu baru aku berangkat.." ucap kak Alvin.


Dengan ragu', aku lirik kiri kanan lalu mencium bibir nya sekilas.


Namun ia malah menarikku lagi lalu mencium ku dalam.


Dengan susah payah aku melepaskan diri.


"Udah sanaa..." usirku.


Kak Alvin tersenyum penuh kemenangan.


"Assalamualaikum.." ucap kak Alvin.


"waalaikum salam" jawabku.


Setelah mobil kak Alvin Meninggalkan pekarangan rumah,aku langsung masuk kedalam rumah.


Aku menghabiskan hari ini dengan membersihkan kamar.


Yaa... walaupun ada bi narsih. Namun kalau soal kamar, itu adalah pekerjaan ku. Kak Alvin sangat melarang keras pembantu rumah tangga masuk kedalam kamar.


Aku membersihkan setiap sudut ruangan yang cukup luas itu. Kalau dibandingkan kamarku yang ada di rumah sih... 5 kali lipat.


Tak lupa aku juga membersihkan kamar mandi.


Setelah semua selesai, Aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 11.45.


Jadi aku memutuskan untuk mandi. Aku berendam di bak mandi, Sambil mendengar kan alunan musik K-Pop kesukaan ku.


Aku terlarut dalam rendaman penuh busa itu hingga tak menyadari aku sudah 1 jam lebih berada disana. karena aku sempat tertidur tadi


Aku keluar dari bak untuk membersihkan tubuhku.


Aku keluar dari kamar mandi dengan wajah berseri. Rasanya sangat menyegarkan berendam dihari yang cukup panas begini.

__ADS_1


Setelah sholat zuhur, aku turun kebawah untuk makan siang.


Namun belum sempat aku melahap makanan ku. bell rumah berbunyi, dan menampakkan Mama dan papa.


"papa..mama..." Ucapku kaget. lalu menyalami mertua ku itu.


"lagi makan sayang... maaf yaa ganggu.." ucap mama.


"ahh.. nggak kok ma.. Ayo makan bareng sama nazwah.." ajakku.


"papa sama mama udah makan tadi dirumah, kamu makan saja yaa..." ucap papa.


"oh.. iyaa... nazwah jadi nggak enak.." ucapku.


"udah ayo kamu makan... Nanti kamu sakit lagi.." ujar mama.


"kalau gitu nazwah sambung makan dulu ya pa, ma.." ucapku.


Kedua orang itu tersenyum ramah.


Papa dan mama pergi ke ruang tamu, sedangkan aku melanjutkan makan ku yg tertunda tadi.


Setelah selesai, aku menghampiri papa dan mama yang asyik berbincang diruang tamu.


"Ayo sayang duduk disini..." ajak mama sambil mengisyaratkan agar aku duduk disampingnya.


Aku tersenyum dan menghampiri mama.


"Jadi bagaimana... apa rencananya.." tanya papa membuka perbincangan.


"Rencana apa pa.." tanyaku heran.


"Alvin ulang tahun hari ini... jadi gimana... apa rencana kejutan nya.." ucap mama.


"kok diam aja sayang.. rencananya apa nihh.." ucap mama


"hmm..." aku mencoba mencari ide jahil untuk membuat kak alvin terkejut bukan main dihari ultahnya ini.


"nazwah punya ide..." teriakku.


"apa..." tanya papa dan mama serentak.


Aku tersenyum jahil lali mulai membisikkan rencananya.


~Author POV


Nazwah dan semua keluarga sudah siap pada posisinya masih'.


Mereka tinggal menunggu sasaran yang akan tiba beberapa menit lagi.


Semua lampu dimatikan, Dan orang yang ditunggu pun sudah tiba.


yapp... alvin.


Dia memasuki rumah yang gelap itu, awalnya dia merasa aneh kenapa lampu dimatikan seperti ini.


Dia menghidupka lampu dan matanya langsung mendapati nazwah yang tergeletak di lantai bersimbah darah.


Langsung saja alvin berlari kearah nazwah, dia mendapati sebuah pisau yang berlumuran darah berada disamping nazwah.


"sayangg... kamu.. kok inii bisa terjadi..." Isak Alvin.

__ADS_1


Ia menggenggam tangan nazwah yg penuh dengan darah itu.


"Sayang jangan tinggalin aku... Nazwah... bangun dong... jangan bikin aku khawatir gini..." isak Alvin.


Dia terlihat begitu sedih meratapi nazwah yang terbaring lemah disana.


"Nazwah... Aku bilang cepat bangun... kamu nggak boleh ngebantah aku... Aku suami kamu naz... " bentak alvin yang masih dalam isakan nya.


"Bangun nggakk.... Aku hitung sampe 3 klw kamu nggak bangun, aku nggak akan mau bicara sama kamu..." ucap alvin lirih.


"satu....dua...tiii...." hitungannya terpotong.


"Happy birthday to you... Happy birthday to you..."


Semua orang keluar dari persembunyiannya Masin. mereka menyanyikan lagu Happy birthday bersama sama. Dan nazwah bangun dari aktingnya.


Alvin masih terdiam, dia mencoba mencerna apa yang terjadi saat ini.


"ahkk... mereka mengerjai ku.." benak alvin.


Dia melirik kearah nazwah yang sedari tadi tersenyum penuh kemenangan.


"awas aja kamu yaa..." isyarat alvin pada nazwah.


Mama alvin yang tadinya membawa kue mendekat kearah alvin.


Alvin mencium kedua pipi mama nya itu lalu kemudian berganti ke papanya yang berada disamping mama nya.


"Ayo ditiup lilin nya.." perintah mama alvin.


Alvin memejamkan matanya, mengucapkan keinginan nya didalam hati.


Lalu ia meniup lilin itu, semua orang bertepuk tangan.


~ Nazwah POV


Setelah acar tiup lilin, dilanjutkan dengan acara makan malam. Yang datang hanya keluargaku dan kak Alvin saja ditambah zihan dan kak Rendy.


Walaupun begitu malam ini rumah sangat lah ramai. Semua terlihat menikmati pesta malam ini.


Setelah acara makan, rencananya akan ada acara karaoke di taman belakang.


Namun sebelum nya aku permisi untuk mengganti baju dulu. Berhubung dari tadi aku masih mengenakan baju yang berlumuran darah buatan.


Soal rencana ini sudah disiapkan matang', jadi sesuai rencana kak Alvin terlihat begitu kaget plus sedih bangett...


~ flashback on


"Jadi gini pa, ma rencananya... Nanti nazwah pura' mati bersimbah darah karena ditusuk pisau. Kita lihat bagaimana reaksi dari kak alvin. Apa dia akan tertipu... Dan mama, papa dan yg lainnya ngumpet ditempat paling aman. Jadi setelah kak Alvin cukup terlarut nanti baru semuanya keluar dari persembunyiannya..." jelasku panjang lebar.


Papa dan mama tersenyum bangga mendengar ide cemerlang ku itu.


Semua nya sudah tertata, dan tinggal menunggu target datang.


Dan drama pun dimulai, Awalnya aku tak menyangka kak Alvin akan sedramatis itu. Aku sudah tak tahan ingin tertawa mendengar ucapannya yg begitu konyol menurut ku.


Dan setelah drama dihentikan, Aku melihat ekspresi dari kak alvin yang begitu tak menyangka bahwa dia tertiup oleh kami semua.


Dapat kulihat dia mengisyaratkan sesuatu kepada ku namun aku tak memperdulikan nya.


~ Flashback off

__ADS_1


Aku berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaian, namun saat aku hendak masuk kedalam kamar mandi. Pintu kamar terdengar terbuka Aku langsung melihat siapa yang datang. Dan itu adalah....


__ADS_2