
Linda berdiri di depan pintu menunggu Alvin datang. tak beberapa lama kemudian sebuah mobil hitam terparkir dihalaman. dan tampak alvin buru' masuk kedalam rumah.
"al...cepet...mereka masih dikamar" ucap Linda.
Mereka langsung berjalan menuju kamar, alvin menggedor-gedor pintu itu. Dan Pintu pun terbuka menampakkan seorang Afif yg berpura pura baru bangun tidur.
"Lo siapa hahh....kenapa lo disini an***g..." bentak alvin emosi.
"eitts... tenang dulu bro..." ucap Afif.
Alvin menyerobot masuk kedalam kamar dan mendapati nazwah yg sedang tertidur pulas diatas tempat tidur.
"astagaa...nazwahhh" teriak Linda.
Alvin hanya diam menatap nazwah dengan penuh kebencian dan kemarahan.
Nazwah yg mendengar keributan yg telah mengganggu tidurnya pun terbangun.
"Ada apa....kok pada ribut'..." ucap nazwah yg masih setengah bangun.
Setelah nazwah mulai tersadar, ia mentap alvin yg menatapnya penuh emosi.
"kakak udah pulang, kok nazwah nggak tau" ucap nazwah.
"Dasar... Sok polos banget lo ja***g" bentak alvin.
"ini ada apa sih kak..." tanya nazwah bingung.
"Nggak usah pura' deh lo naz, gue nggak nyangka yaa cewek sepolos lo bisa berbuat seperti ini" timpal Linda.
"Nazwah nggak ngerti apa yg kakak bilang, tolong jelasin ini ada apa sebenarnya..." ucap nazwah yg mulai takut dengan mereka.
"Mending lo pergi dari rumah ini, jangan pernah muncul lagi dihadapan gue..." bentak alvin.
"dan lo...bawa pacar lo ini, gue nggak mau liat muka kalian berduaa" ucap alvin tegas lalu menarik tangan nazwah kasar.
Nazwah mulai menangis, dia masih belum mengerti dengan apa yg terjadi.
"Kak tolong jelasin ini ada apa.." lirih nazwah kepada Linda.
"lo berduaan sama pacar lo dikamar kann... Udah sejak kapan kalian ada hubungan" ucap Linda sinis.
"hahh...akuu nggak pernah ada hubungan sama diaa... dan aku juga nggak kenal sama diaa..." isak nazwah.
"udahlah sayang, kita pergi aja dari rumah ini... " timpal Afif angkat bicara.
"nahh...denger tuh apa kata pacar lo...cepet...apa perlu gue panggil satpam" ucap alvin.
Afif Memapah nazwah dari duduknya.
"lepasin...." teriak nazwah menghempas tangan Afif.
nazwah menatap Alvin dengan penuh makna.
__ADS_1
"Ok...klw emang kakak sama sekali nggak percaya sama nazwah, nazwah bakal pergi. Tapi asal kak Alvin tau, ini semua adalah rencana busuk dua orang inii..." ucap nazwah sambil menunjuk kearah Afif dan Linda.
"rencana mereka buat misahin kita, aku kira kakak nggak akan pernah berburuk sangka sama aku, kakak akan percaya sama aku tapi dugaan aku salah. Kakak sama aja, sama' nggak bisa percaya sama istri sendiri" jelas naswah lalu pergi dari hadapan mereka semua dengan masih ada sedikit isakan.
Hatinya sudah hancur berkeping keping, seorang yg dicintai nya lebih memilih percaya kepada orang lain dari pada istrinya sendiri.
Tanpa meminta penjelasan terlebih dahulu dia langsung menarik kesimpulan dengan apa yg dilihatnya. Namun bisa saja apa yg dilihatnya semua nya adalah salah.
Nazwah meninggalkan rumah dengan masih menangis, dia berjalan menelusuri jalanan yang panas siang ini.
Dia tidak tahu harus kemana dan harus bagaimana. Semuanya terlalu berat untuk ditanggung sendiri, nazwah mencoba menghubungi Zihan, namun tak menjawab.
Entah sampai kapan, nazwah sekarang ini berada di taman kompleks.
Nazwah terlihat acak-acakan, dia mendudukkan dirinya di kursi taman.
~ Nazwah POV
Aku begitu menyedihkan, semua yang terjadi masih belum bisa ku percaya. Bagaimana bisa seorang Linda yg sudah kuanggap seperti kakak kandung ku sendiri berani menusuk ku dari belakang.
sekarang aku sedang merutuki nasibku, entah apa yg akan terjadi selanjutnya aku tidak tahu.
"nazwahh...." panggil seseorang tiba'
aku langsung menoleh ke sumber suara, dan mataku mendapati kak Rendy (dokter Rendy) yg sedang menatapku heran.
"kamu kenapa sendirian disini...dan kamu habis nangis yaa.." tanya kak rendy.
Aku tersenyum terpaksa, aku tidak mau terlihat lemah. Namun tanpa kusadari air mataku menetes.
"kamu ada masalah....sama alvinn..." tanya kak Randy.
"hiks...iyaa..kak .hiks" jawabku masih dengan tangisku
"kamu tenang dulu, coba ceritain semua. Mana tau aku bisa bantu" ucap kak Randy lembut.
Aku pun mengangguk dan mencoba menenangkan diriku.
setelah cukup tenang aku mulai menceritakan semuanya dari awal hingga akhirnya aku bisa disini.
Kak Randy mengangguk faham dengan masalah ku.
"Aku bakal bantu kamu, kamu tenang aja yaa... Alvin emang gitu orangnya, dari dulu nggak pernah berubah" ucap kak rendy menghibur ku.
**Oh...ya sebelumnya kak Alvin udah bilang sama aku kalau kak Alvin dan kak Rendy itu sepupuan.
Jadi papa nya kak Alvin itu tiga bersaudara, anak pertama papa nya kak Randy, yg kedua bibi maamnya kak Sindy dan yang ketiga papa nya kak Alvin.
Kakeknya kak Alvin itu adalah pemilik perusahaan kingdom group yang terdiri dari kingdom Hotel, kingdom hospital dan Kingdom mall.
Kingdom Hotel diwariskan kepada papa nya kak Alvin, kingdom hospital diwariskan kepada papa nya kak Randy dan kingdom mall diwariskan kepada Kingdom mall.
Kingdom hotel dipercayakan kepada kak Alvin dan Bibi mama nya kak Sindy juga mempercayakan kingdom mall kepada kak Alvin. Berhubung mereka tinggal diluar negeri karena mereka juga punya bisnis disana.
__ADS_1
Jadi kak Alvin memegang dua tanggung jawab secara bersamaan. Aku sebenarnya kaget mendengar itu. Jujur aku tidak membayangkan itu.
Pasti kak Alvin sangat capek mengurus dua gedung sekaligus.
Pantas saja kak Alvin banyak menerima penghargaan sebagai CEO termuda dan tersukses. ***
" Jadi kamu mau kemana sekarang.." tanya kak Randy.
"belum tau kak, aku nggak mau bunda sama ayah sampe tau masalah ini..." ucapku.
"hmm...kamu tinggal di apartemen kakak aja" sarannya
"jadi kakak tinggal dimana" tanyaku.
"kakak ada siff malam, jadi bakal dirumah sakit" jelas kak Randy dan aku hanya mengangguk.
"yaudah ayo biar kakak anter" ucap kak Rendy yg sudah berdiri dari duduknya.
Aku tersenyum kecil lalu mengikuti langkah kak Randy.
Sekitar 15 menit kami sampai di apartemen kak Randy. Dan sekarang kami sedang berada didalam lift, ap kak Randy ada dilantai 7.
Aku dan kak Randy sudah berada didalam apartemen kak Rendy. Begitu luas dari yg kuduga, dan begitu rapi. Ada banyak buku yg tersusun di rak'.
"anggap aja rumah sendiri...klw gitu aku permisi yaa... nggak baik berduaan lama'..." ucap kak Randy dengan nada bercanda.
Aki tersenyum simpul.
"makasih kak" ucapku.
"sama', klw ada perlu telfon kakak aja, ok.." ucap kak Randy lalu keluar dari apartemennya.
setelah kak Randy pergi aku mengelilingi setiap ruangan yg ada. Aku kagum dengan kak Randy, dia laki' yang bersih dan rapi.
Aku hendak mandi, badanku rasanya lengket sekali.
Sekarang aku hanya menggunakan handuk yg melilit di tubuh mungil. Aku tadi mencuci baju ku dan mengeringkannya agar nanti bisa kupakai.
Aku merasa lapar, memang aku belum makan siang dan sekarang sudah sore.
Aku berjalan menuju dapur untuk mencari sesuatu yg bisa dimakan atau dimasak dengan keadaan ku yg masih menggunakan handuk yg menutupi badanku.
Aku hanya mendapati mie instan di lemari dan beberapa telur di kulkas.
aku memasaknya dan saat sedang asyik memasak. tiba' kak Randy datang.
"nazwah ini..'- " ucapan kak Randy digantungnya karena dia buru' membalikkan tubuhnya.
"K.. kak kok balik lagi" ucapku malu.
yaa...malu banget, kak Rendy liat aki dengan keadaan begini.
"Hmm... aku tadi ingat klw kamu nggak bawa baju ganti. jadi ini aku tadi sempat beli" ucap kak Rendy sambil meletakkan piper bag dilantai dengan posisi tubuhnya yg masih membelakangi ku.
__ADS_1
"klw gitu aku pergi... oh yaa pintu dikunci aja dari dalam biar nggak ada masuk, sandinya 1236" ucap kak rendy lalu pergi dengan cepat.