Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
Bertengkar


__ADS_3

Saat kubuka pintu kamar, aku mendapati kak Alvin yang menatapku tajam. Aku tak memperdulikan nya, aku langsung berjalan menuju kamar mandi.


Aku mencoba tidak mengungkit hal itu agar tidak ada pertengkaran diantara kami. Biarlah aku mengalah kali ini.


~ Author POV


Alvin tak menyangka nazwah akan berperilaku seperti ini, Dia dengan jelas melihat nazwah pulang bersama laki'. Dan nazwah seharian ini keluar tanpa minta izin terlebih dahulu kepada nya.


Dan sekarang nazwah pulang tanpa menyapa alvin terlebih dahulu, dia malah merasa tidak bersalah sekalipun.


Alvin menunggu nazwah keluar dari kamar mandi.


Dia sudah tidak tahan untuk melontarkan berbagai macam pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.


Nazwah keluar dari kamar mandi Dengan masih menggunakan piama putih. Dia hendak berjalan menuju lemari pakaian.


Namun Alvin sudah tak sabar untuk menanyai nazwah.


Alvin menarik tangan nazwah hingga mereka berhadapan.


"Ada apa sihh..." ucap nazwah.


"ada apa dengannya, hingga dia bahkan tak memanggil ku dengan iming' kakak..." benak alvin.


Nazwah hendak membalikkan tubuhnya namun dengan cepat dibatalkan oleh alvin.


"Lepasin... nazwah mau pake baju..." ucap nazwah.


Namun bukannya mendengar kan ucapan nazwah, alvin malah tak mau melepaskan genggamannya pada lengan nazwah.


"Dia siapa..." tanya alvin dingin


"siapa..." tanya nazwah ulang


"laki' itu... Kenapa bisa dia bersama kamu malam' begini..." tanya alvin kembali dengan nada yang cukup dingin.


"Bukan urusan kakak..." jawab nazwah enteng lalu kembali mencoba melepaskan lengannya


"Bukan urusan ku gimana... Kamu itu istri aku, jadi aku berhak tahu siapa yang bersama mu.." bentak alvin emosi.


"ahh... istri yaa... Kalau begitu tolong jawab siapa yang bersama mu tadi di restoran... " ucap nazwah tak kalah kuat.


"maksud kamu apa sihh...." elak alvin


"nggak usah pura'nggak tahu... wanita itu pacar kakak kann..." teriak nazwah yang suaranya mulai parau menahan tangis


"Aku nggak ngerti apa yang kamu bilang... Dan aku tidak tahu wanita mana yang kau bicarakan..." Jelas alvin.


Nazwah berlari kearah kamar mandi, dan mengunci pintu nya.


Air matanya sudah meleleh, membanjiri pipinya. Hati nya terasa dicabik cabik.

__ADS_1


Sudah lebih dari 30 menit, nazwah belum juga keluar dari kamar mandi. Alvin sudah mencoba membujuk nazwah untuk keluar namun tak ada jawaban dari istrinya itu.


"nazwah... ayo keluar dulu... mari kita bicara kan baik'... pasti ada kesalahpahaman..." teriak alvin namun tak ada jawaban dari nazwah.


Alvin mulai khawatir dengan nazwah, dia takut terjadi sesuatu dengannya di dalam sana.


Alvin mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar mandi.


Prukkk.... Pintu pun terbuka.


Alvin menemukan sang istri terbaring pingsan dilantai. Wajahnya terlihat pucat dan ia belum mengganti bajunya. Ia masih menggunakan piama putih tadi.


Dengan cepat alvin menggendong nazwah dan meletakkan nya diatas tempat tidur. Alvin menghubungi dokter keluarga, yang tak lain adalah Randy.


Sekitar 15 menit kemudian Rendy sudah sampai dikediaman alvin dan nazwah. Ia langsung memeriksa keadaan nazwah, Wanita itu demam. Nazwah pingsan karena lemah belum makan.


Rendy menyuntikkan obat pada nazwah.


Sedangkan alvin sedari tadi terlihat begitu khawatir.


"Kita tunggu nazwah bangun, agar dia minum obat..." ucap Rendy.


"nazwah nggak papa kan..." tanya alvin cemas.


"nazwah hanya belum makan saja, Makanya dia sampe pingsan. Dan dia terlihat begitu banyak fikiran..." ujar Rendy.


"apa telah terjadi sesuatu.." tanya Rendy.


"Sebaiknya kalian selesaikan dengan baik, dan dengan kepala dingin. jangan sampai nazwah kabur kaya dulu..." ejek Rendy.


Alvin menatap Rendy tajam.


"kalau udah selesai, mending lo pulang deh..." usir alvin.


"dihh... iyaa...iyaa... nggak usah ngusir gitu juga kali..." Ucap Rendy sebal.


Alvin masih setia menunggu nazwah bangun, dia mencoba mengingat dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Siapa wanita yang dimaksud oleh nazwah, padahal seharian ini ia berada di kantor yg ada di kingdom hotel.


Seharian ini dia tidak pergi ke restoran.


Sekitar pukul 10 malam, nazwah terbangun. Alvin yang tadinya hampir tertidur kembali terbangun karena merasa ada pergerakan nazwah yg tadinya berbaring di sebelah nya.


Ia menatap nazwah yang sudah duduk menyender di kepala tempat tidur.


"kamu sudah bangun..." ucap alvin sendu.


nazwah tak menjawab ia memilih untuk diam membisu.


Alvin tergerak untuk mengambil makanan yang tadi sudah dia siapkan.

__ADS_1


"Ayo makan dulu... terus obatnya diminum..." turur alvin lembut.


Nazwah hanya diam


Melihat tak ada pergerakan dari nazwah, alvin memilih untuk menyuapi nazwah.


Awalnya nazwah tak ingin membuka mulutnya, namun setelah dibujuk keras oleh alvin akhirnya nazwah mau memakannya.


Alvin menyuapi nazwah dengan telaten lalu memberikan obat agar nazwah meminumnya


Setelah selesai nazwah kembali istirahat, namun matanya tak kunjung terpejam. Banyak hal yang mengganjal di hati nya sehingga membuat nya tak tenang.


Nazwah membuang jauh' egonya, dia mulai melontarkan pertanyaan kepada alvin.


Pertanyaan yang terus-menerus menghantui nya. Dan rasa penasaran akan semua hal.


"Kakak jujur aja... Siapa wanita itu... kalau dia pacar kakak... nazwah nggak bakal marah kok, nazwah ikhlas..." ucap nazwah mencoba setenang mungkin.


Mendengar ucapan nazwah tersebut, alvin yang tadinya memejamkan matanya sekarang menatap nazwah penuh keheranan.


"Kakak nggak tau wanita mana yang nazwah maksud... Dan kami bilang kakak sama wanita itu bertemu di restoran...?, seharian ini kakak ada di kantor. Kalau kamu nggak percaya, kamu boleh tanya Thania sekretaris kakak..." jelas alvin.


Nazwah mencoba mencerna perkataan alvin, jika sudah begini pasti alvin serius. Dia tidak mungkin bohong. Tapi siapa yaa yang dilihat oleh nazwah...


Padahal orangnya mirip banget dengan alvin, Apa mungkin itu kembaran alvin yaa....


Nazwah mencoba menerima penjelasan dari suaminya itu.


"baiklah... nazwah bakal percaya... " ucap nazwah pelan.


Alvin langsung sumringah mendengar ucapan istrinya itu.


Ia lalu memeluk tubuh nazwah lembut.


Tapi hanya sebentar, ia melepaskan pelukan itu dan menatap nazwah kembali.


"Terus laki'semalam itu siapa.." tanya alvin penasaran.


"Dia... Ahk... aku tidak tahu namanya. Dia salah satu petugas keamanan kingdom mall, Dia yang membantu ku saat aku terjatuh karena berlari setelah melihat laki' yang mirip dengan kakak di restoran. Dia mengantar nazwah sampe depan rumah..." jelas nazwah.


Alvin tersenyum senang, ia lega mendengar bahwa laki' itu bukan siapa'. Jika tidak mungkin hancur sudah kehidupan nya.


Alvin kembali memeluk tubuh nazwah dan nazwah pun membalas pelukannya.


Alvin mencium pucuk kepala nazwah.


"Ayo tidur... udah malam.." ucap alvin dan nazwah hanya mengangguk.


Mereka tidur Dengan posisi masih berpelukan.


Soal nazwah yang tadi saat pingsan masih menggunakan piama. Alvin mengganti baju nazwah terlebih dahulu, karena nazwah terlihat kedinginan.

__ADS_1


__ADS_2