
Sudah 3 hari setelah aku pulang dari rumah sakit. Selama tiga hari ini aku selalu dimanjakan oleh kak Alvin. Dia melarangku melakukan berbagai hal, bahkan aku disuruh libur kuliah.
Huff.... menyebalkan 🤭
Semua pekerjaan rumah diurus oleh pembantu rumah tangga yg pada hari aku pulang dari rumah sakit sudah mulai masuk kerja.
Pagi ini setelah Acara sarapan pagi,kak Alvin berangkat ke kantor. Dan aku hanya berdiam diri dirumah, tadinya aku sudah membujuk kak Alvin untuk membuatkan ku pergi kuliah namun dia tetap tidak mengizinkan nya.
Dan berakhirlah aku hanya bermalas-malasan di rumah. Terasa sangat membosankan
Agar mengisi waktu, aku minta diajarin masak sama bi narsih. Kami memasak berbagai macam masakan yg terlihat begitu enak.
Jam menunjukkan pukul setengah 12, akupun bersiap siap berangkat kekantor kak Alvin untuk mengantarkan makan siang yg sudah kumasak dengan bi narsih tadi.
Aku diantar oleh kang Cecep, Sesampainya di kantor. Aku langsung berjalan menuju ruangan kak Alvin.
Lagi' aku melihat kak Alvin berduaan dengan wanita yg kulihat sebelumnya. Wanita yg merupakan sekretaris kak Alvin.
Hufff....Aku menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.
"ok nazwah...dia itu cuman sekretaris nggak lebih" Yakiniku.
Aku memasuki ruangan dengan senyuman manis ku.
"Assalamualaikum kak" Ucapku.
"waalaikum salam" ucap kak Alvin dibarengi senyuman.
Aku berjalan menghampiri kak alvin yg sedang sibuk dengan laptop dan beberapa dokumen nya.
Aku melirik wanita itu sebentar lalu tersenyum ramah. Aku tidak boleh berburuk sangka
"Haii... kamu sekretaris nya kak Alvin yaa..." Ucapku ramah.
"iya..bu" jawabnya singkat.
"Kenalin nama aku nazwah, nama kamu siapa" ucapku.
"Thania bu" jawabnya.
"ohh... Thania. Nama yg bagus,hmm..jangan panggil saya bu dong, panggil nazwah aja" ucapku.
__ADS_1
dia hanya mengangguk lalu tersenyum tipis.
"Oh yaa kak...ini nazwah bawa makan siang, makan siang bareng yuk" ajakku kepada kak Alvin yg masih sibuk dengan pekerjaannya.
"tunggu bentar yaa sayang.." ucap kak Alvin lembut.
Aku memanyunkan bibirku lalu berjalan menuju sofa untuk duduk.
melihat Thania yg masih setia berdiri didepan meja kerja kak Alvin, aku berinisiatif untuk menyuruh nya duduk.
"Thania...ayo sini duduk dulu" ajakku.
"nggak usah bu. ehh... Nazwah" jawabnya polos.
Aku terkekeh melihat tingkahnya.
"udah nggak papa, kak Alvin pasti masih lama" bujukku.
Dia melirik kak alvin,dan kak alvin hanya mengangguk mengiyakan dengan mata yg masih terfokus ke dokumen yg ada dihadapannya.
Thania duduk disebelah ku,.Aku mulai menanyakan berbagai hal kepadanya. mulai dari tempat tinggal dan keluarganya.
"belum nazwah... emang kenapa, kamu punya calon" jawabnya bercanda.
Setelah tadi berbincang banyak, thania mulai terbuka dan Berbicara santai kepadaku. itu membuatku senang, Mungkin kami bisa jadi teman.
Aku terkekeh mendengar jawabannya.
"Ada...klw kamu mauu ada banyak, bahkan klw kamu mau ini ada no nya" ucapku.
"ehh...tadi aku cuman becanda" jawabnya polos
Aku tertawa melihat ekspresinya, padahal aku juga sedang bercanda. ehh dia anggap serius.
"ekhmmm.." dehem kak Alvin Karena aku tertawa sedikit keras.
Kami berdiri pun seketika diam dan menatap kak alvin yg sedang menatap kami.
Thania berdiri lalu mendekat kearah kak alvin.
"ini dokumennya, jika masih ada yg perlu ditandatangani nanti kamu taro aja dimeja saya" ucap kak Alvin datar.
__ADS_1
"baik pak" jawab Thania sopan
"kamu boleh pergi" suruh kak alvin.
"permisi pak" pamit Thania lalu berjalan keluar ruangan.
sebelumnya aku membalikan tanganku kearahnya yg dibalasnya dengan senyuman.
"Tinggu bentar, kakak sholat dulu yaa..." ucap kak alvin lembut yg kubalas dengan anggukan.
Setelah selesai sholat, kak alvin dan aku berjalan keluar dari ruangan menuju kantin kantor.
Sekarang Aku dan kak Alvin sedang duduk disalah satu kursi kantin. Suasananya sedikit ramai, Karena ini waktu jam makan siang.
Aku menghidangkan semua makanan diatas meja. Kak Alvin melongo melihat makanan yg begitu banyak.
"ini... kamu yg masak semua" tanya kak Alvin.
"nggak... tadi dibantu bi narsih" jawabku.
Kamipun mulai menyantap makanan dengan hikmat. Kami menjadi pusat perhatian karyawan yg sedang makan siang dikantin.
Terkadang aku sedikit risih dengan tatapan mereka, namun aku mencoba sebisa mungkin untuk bersikap biasa saja.
"Hmm....enak bangett.." puji kak alvin.
"hehe... siapa dulu dong yg masakk"banggaku
Setelah selesai makan, aku memutuskan untuk pamit pulang. kak Alvin tadi mau mengantar ku pulang namun aku menolaknya
Sekarang aku dalam perjalanan pulang, namun aku menyuruh kang Cecep untuk berhenti sebentar di salah satu toko kue, Aku hendak membeli kue.
Entah mengapa aku sangat ingin makan rainbow cake. jadi sekarang aku ingin membelinya.
Aku memasuki toko dan langsung melihat beberapa kue yg terpajang disana.
"wahh... semuanya terlihat enak..." gumamku.
"mba..saya pesen...'- " ucapanku terpotong karena..........
Hayoo penasaran kann....😁
__ADS_1