
Melihat Alvin yg diam mematung, Rendy semakin geram kepada sepupunya itu
"kenapa diam... masih belum sadar...." ucap Rendy sinis.
Alvin tak menggubrisnya dia buru' pergi meninggalkan Rendy di ruang inap nazwah.
"heiii...lo mau kemana...." teriak Rendy.
Alvin buru' kembali kerumahnya, dia ingin memeriksa rekaman cctv rumahnya.
sesampainya dirumah, dia langsung pergi keruang kerjanya. Dan sekarang dia sedang mencari rekaman pada waktu itu.
Video pun terbuka dan menampilkan rekaman kejadian yg sebenarnya terjadi.
"ahkkk....gue **** banget sihhh" ucap alvin frustrasi.
"kenapa gue lebih percaya mereka dibandingkan nazwah..." ucap alvin kesal.
Lalu dia buru' kembali kerumah sakit, dia berlari menuju kamar nazwah.
Ia melihat wanita nya itu masih terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit.
Ia langsung mendekat kearah nazwah dan memeluknya erat.
Nazwah yang merasa ada seseorang yg memeluknya pun kaget dan langsung melihat pelakunya.
Ia mendapati alvin yg terlihat begitu acak-acakan dan sedih.
"kak..." panggil nazwah.
Alvin langsung melepaskan pelukan lalu menatap nazwah yg memanggil nya.
"kakak minta maaf.... kakak emang bodoh" ucap alvin yg sudah mulai mengeluarkan air mata nya.
"n..nggak papa kok kak, nazwah ngerti kok. Kalau nazwah yg ada diposisi kakak juga pasti bakal gitu" jelas nazwah lemah.
Alvin tersenyum hangat lalu kembali memeluk nazwah.
"makasih...." bisik alvin.
Nazwah tidak menjawabnya, namun dia membalas pelukan alvin dengan hangat.
Setelah sekian lama berpelukan, nazwah melepaskan pelukan nya.
"kak...mau pulang" rengek nazwah.
Alvin tersenyum melihat tingkah nazwah.
__ADS_1
"tapi kamu masih sakit sayangg" jawab alvin lembut.
nazwah memanyunkan bibirnya.
" nggak mau... pokoknya Nazwah mau pulang" ucap nazwah.
Alvin terkekeh lalu mencubit hidung nazwah gemas.
"iyaa... nanti kakak bicara sama dokternya. ok" ucap alvin.
"yesss.... makasih kak...." teriak nazwah.
~ Nazwah POV
Akhirnya masa' sulit ini sudah berlalu dan sekarang kami sudah baikan.
Aku sudah diperbolehkan pulang asalkan teratur meminum obat.
Aku sangat senang, karena jujur saja aku sangat tidak suka berada di rumah sakit. Bukannya jadi sehat malahan aku tambah sakit mencium aroma khas dari rumah sakit.
Sekarang aku dan kak Alvin sudah sampai dirumah. Kak Alvin bersikap sangat manis kepadaku. sampai' tadi aku tidak diperbolehkan berjalan, kak Alvin menggendong ku sampai kekamar.
Aku sudah menolak namun kak alvin sangatlah keras kepala.
Kak alvin membaringkan ku diatas tempat tidur dengan lembut lalu melemparkan senyum manisnya yg bisa' membuatku diabetes 😂
kak Alvin nyengir kuda, lalu pergi mandii.
Selama kak Alvin mandi aku tertidur karena badanku rasanya sangat lemas.
Aku terbangun karena sebuah suara milik kak Alvin tertangkap oleh telinga ku.
aku membuka mataku perlahan dan melihat kak Alvin yg duduk disampingku. dia sudah terlihat segar karena baru mandi dan sekarang menggunakan baju santainya.
"Ayo kita makan dulu, terus nanti minum obat" ucap kak Alvin.
"tapi gendong...." rengekku.
kak Alvin tersenyum dan langsung menggendong tubuh mungilku keluar dari kamar menuju ruang makan.
Aku melihat beberapa makanan favorit ki sudah tersaji dimeja makan.
aki tersenyum sumringah.
"wahh...ini kakak yg masak..." tanyaku.
"hehe..nggak tadi delivery..." jawab kak Alvin.
__ADS_1
"hmm... kirain kakak yg masak" ucapku sambil memanyunkan bibirku.
"maaf dehh...nanti malam, kakak janji bakal masakin buat kamu" ucap kak alvin.
"janji yaa.." ucapku.
"janji" ulang kak Alvin.
Kami pun menikmati makanan dengan hikmat. setelah selesai makan aku disuruh minum obat. Sebenarnya aku sangat susah klw masalah minum obat. tapi entah mengapa klw kak Alvin yg suruh aku nurut terus.
Aku masih duduk diruang makan sambil memperhatikan kak Alvin yg mencuci piring di dapur.
"kak...jangan tinggalin nazwah lagi yaa....nazwah takutt..." ucapku dalam hati.
Setelan semua sudah beres, kak Alvin dan aku menghabiskan waktu kami di ruang keluarga. aku asyik menonton tv sedangkan kak Alvin asyik dengan laptopnya.
"Tidak terasa, aku sudah 1 minggu berada dimasa depan. Gimana yaa keadaan ku dimasa dulu." benakku.
"kenapa bengong gituu..." tanya kak Alvin yg berhasil mengembalikan ku dari alam khayal menuju alam semesta ini.
"eh..nggak papa kok kak, nazwah cuman lagi kangen sama bunda" bohongku.
"ohh...klw gitu besok kita pergi kerumah bunda" ucap kak Alvin.
"ehh.. nggak usah kak. kakak besok kan harus ke kantor..." ucapku.
" itu urusan belakangan.." ucap kak alvin.
"wahh... jadi kak Alvin lebih mengutamakan keluarga daripada bisnis. Masyaallah..." ucapku dalam hati.
"hmm..nggak usah deh kak. nazwah nggak mau klw bunda liat nazwah yg masih sakit. Jadi lain kali aja. Nanti kan nazwah masih bisa telpon bunda..." jelasku.
"hmm... baiklah "jawab kak Alvin lalu kembali memfokuskan diri ke laptop didepannya.
"hmm...ohh yaa kak. Kak Linda sekarang gimana..." tanyaku.
"dia udah dipenjara" jawab kak Alvin singkat.
"hahh...kok bisaa..." kagetku.
"kakak yg laporin sama laki' itu juga ikut dipenjara" ucap kak alvin.
"emang kak Alvin punya bukti " tanyaku.
"tuhh ada cctv" ucap kak alvin sambil menunjuk kearah cctv yg ada di sudut ruangan.
Memang letaknya cukup strategis, jadi tidak mudah orang mengetahui nya.
__ADS_1
Aku hanya ber oh ria. Aku sebenarnya sedih karena karena aku kak Linda sampai dipenjara. Tapi itu juga kesalahan nya, kenapa dia bisa berbuat hal sekeji itu.