
.
.
.
"Assalamu'alaikum...." ucapku setelah sampai di depan rumah Zihan. Aku menekan bell rumah beberapa kali hingga seorang wanita membukakan pintu.
"waalaikum salam.... Mba Nazwah... Silahkan masuk.... saya panggil non Zihan nya sebentar ya..." ucap wanita itu yg tak lain adalah pembantu rumah keluarga Zihan.
Aku hanya mengangguk lalu masuk kedalam rumah.
Aku sering main kerumah Zihan, jadi orang rumah sudah mengenaliku.
"My chingguya....." teriak zihan dari jauh.
(***Chingguya\= Teman dalam bahasa Korea. Bagi para KPopers atau yang suka Drakor pasti tau takan....😉).
Aku menoleh ke sumber suara, lalu berlari menghampiri nya. Aku memeluk Zihan erat sehingga membuat nya merasa heran dengan tingkahku.
"Ada apa... Apa terjadi sesuatu..." tanya Zihan.
Aku terus memeluknya sambil menangis.
"Ayo... kekamar ku..." ucapnya, lalu menuntunku menuju kamarnya yang ada dilantai dua.
Sekarang kami sedang duduk di atas tempat tidur Zihan. Zihan menatapku sendu, mencoba mengerti dan menenangkan aku.
Hingga aku mulai tenang lalu menceritakan semuanya.
"Astagaa.... Gue nggak nyangka Kak Alvin sebrengsek itu...." ucap Zihan emosi.
"gimana bisa dia membentakmu didepan orang yang tidak dikenal... dan soal kejadian itu, cuman karena itu dia sampai ngambek kaya anak cewek yang baru puber. itu kan tidak sengaja..." Ucap Zihan.
Aku hanya terdiam.
"yasudah... Nggak udah dipikirin... nanti kamu sakit gara'nya...." ucap Zihan.
"Bunda udah tau belum..." tanya Zihan.
"belum... Lagian aku tadi buru' pergi hingga lupa membawa handphone dan dompet..." jawabku.
"lebih baik jangan beritahu dulu... Nanti bunda jadi khawatir..." sambungku.
"ohh... yasudah... kamu tinggal disini aja... Mokap sama nyokap gue lagi keluar negeri, bulan depan baru balik.... Cuman ada gue sama kak kenan dirumah..." jelas zihan.
(***Kenan adalah kakak kedua Zihan, udh dijelasin di prolog) Lanjuttttt.
###
Pagi ini aku merasa tidak bersemangat, Zihan terus menyuruh ku untuk makan. Namun aku tak punya selera untuk mengunyah makanan itu.
Kak Kenan datang bergabung dengan kami di meja makan.
"Ehh...ada nazwah..." ucap kak Kenan.
"Kak Kenan.... selamat pagi.." sapaku.
"Nazwah bakal tinggal disini beberapa waktu kedepan..." ucap Zihan.
"Kenapa.... lagi berantem yaa..." canda kak Kenan.
"Kak mendingan kakak cepetan makan, terus berangkat. Nanti telat loh..." ucap Zihan dengan mata tajam mengarah ke kak Kenan.
"Iya...iyaa..." jawab kak Kenan lalu duduk disebelah Zihan.
Fikiran ku terus tertuju pada kejadian semalam, entah mengapa itu terus berputar-putar di kepalaku.
Disela sela makan, Zihan dan kak kenan tak henti-hentinya melontarkan berbagai lelucon yang membuat keduanya tertawa.
Aku hanya tersenyum tipis sambil mengaduk aduk makanan ku.
"loh kok nggak dimakan..." tanya kak Kenan.
__ADS_1
"udah kenyang kak..." ucapku.
"Kamu baru makan dikit loh.... Kalau nanti sakit gimana.... Ayo makan lagi, apa perlu kakak siapin..." ucap kak Kenan bercanda.
"ehh...nggak udah kak..." jawabku.
"Hehe.... Kirain mau disuapin... kakak sih nggak keberatan, zihan juga kalau lagi sakit sering minta disuapin..." ucap kak Kenan.
"kapan..." tanya Zihan.
"Waktu kecil, kamu mana ingat..." ucap kak Kenan. lalu keduanya tertawa.
"Alvin emang gitu orangnya, suka cemburuan. Pasti bentar lagi juga bagikan... jadi nggak udah dipikirin...ok..." ucap kak Kenan.
"iya kak..." jawabku.
"kalau gitu, kakak berangkat dulu yaa... assalamualaikum..." ucap kak Kenan lalu berlalu pergi.
Kak Kenan bekerja mengurus perusahaan keluarga Zihan. Perusahaan mereka sudah memiliki cabang di berbagai kota bahkan di luar negeri.
Zihan disuruh oleh orangtuanya untuk mengurus salah satu kantor cabang, namun ia tak mau. Ia lebih memilih menjadi seorang penulis.
"Naz... ke mall yuk.... ngilangin stress..." ajak Zihan.
"Yaudah... sekalian aku mau beli baju, aku nggak mau selalu memakai bajumu ini..." ucapku bercanda.
"widihh.... udah semangat nih..." ucap Zihan.
"benar katamu... Ngapain pusing' mikirin Orang yang belum tentu mikirin kita... Bikin kepala pusing aja..." ucapku. Namun sebenarnya dihatiku berkata lain. Bagaimana bisa aku melupakan nya semudah itu.
"Good.... Yaudah ayo....." ucap Zihan.
"sekarang..." tanya Zihan.
"Iya..." jawabku polos.
"masih pagi... Bentaran lagi dong..." ucap Zihan.
"nggak masalah.... nggak dibalikin juga nggak papa kok, apasih yang nggak kalau buat my chingguya..."ucap Zihan.
"aaaaa....aku terharu..." ucapku dramatis.
"Yaudah lanjutin makannya..." ucap Zihan.
"gue udah kenyang..." jawabku.
"Yaudah.... tapi awas yaa... kalau sampai lo bilang sakit magh mu kambuh..." ancam Zihan.
"iyaa...iyaa...ini gue makan..." ucapku lalu menyuapkan makanan kedalam mulutku.
"nahh...gitu dong..." ucap Zihan tersenyum penuh kemenangan.
🌸🌼💮
"Zii...buruan..." teriakku.
"iyaa..iyaa... sabar..." ucap zihan yang tengah menutup pintu mobil.
Kami sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota, mana lagi kalau bukan Kingdom mall.
Yang dikelolah oleh Alvin Nugraha Al-zafari.
Yapp.... suamiku yang sampai sekarang tidak mencari kabar mengenai istrinya yang pergi dari rumah. Lebih tepatnya istri yang ia usir.
"Kemana dulu nihh..." ucap Zihan.
"Sana...." tunjukku pada sebuah toko baju.
"Ok..." jawab zihan.
Kami masuk kedalam toko, lalu memilih beberapa baju dan membayarnya.
"kemana lagi nihh..." tanya Zihan.
__ADS_1
"Hmm..." ucapku lalu menarik zihan menuju tempat permainan anak.
"Siapa takut..." ucap zihan setelah kami sampai di salah satu item game yang ada disana.
Kami memulai permainan, hingga kami berhenti karena kelelahan.
"Es krim...." ucap Zihan.
"Kuy..." ucapku semangat.
Kami berjalan menuju cafe es krim.
"es krim vanillanya 1 dan strawberry 1...." ucap Zihan pada pelayan cafe.
"Ok kak... tunggu sebentar yaa.." ucap pelayan itu.
tak berapa lama, pesanan kami datang. langsung saja kami menyantap nya.
"Hmm... enak banget..." ucapku.
"iyaa...." ucap Zihan. Tiba' ia tersedak.
"ukhuk... ukhuk... naz... bukannya itu kak Alvin..." ucap Zihan Sambil menunjuk kearah luar cafe.
Benar, itu kak Alvin dengan para stafnya. mungkin mereka sedang berkeliling.
"Hmm..." jawabku acuh.
"Kok hmm..." tanya Zihan.
"terus gue harus gimana...." tanyaku balik.
"iya sihh... yaudah lah. Dia yang salah kok...." ucap Zihan.
"hmm...gimana kalau kita kerjain...." usul zihan
"maksudnya...." tanyaku bingung.
Zihan membisikkan rencananya, sedikit bodoh namun Boleh juga. Aku mengangguk mengiyakan.
"Mass.... sini..." panggil zihan pada pelayan cafe tadi.
langsung saja pelayan itu datang menghampiri kami.
"Hmm... mboleh minta tolong nggak...." tanya Zihan.
"boleh dong kak..." jawab pelayan itu.
"oh yaa... nama kamu siapa..." tanyaku.
"Erick kak..." jawabnya.
"Erick... kakak boleh minta tolong. Liat kan laki' disana..." ucap Zihan sambil menunjuk kearah kak Alvin.
"oh... itu bukannya CEO mall ini..." ucapnya.
"Yap...betul... Kakak yang ini istrinya..." ucap Zihan.
"ohh...yaa... Senang bertemu dengan kakak..." ucapnya sopan..
"Jadi... kakak ini mau kasih kejutan buat suaminya. Erick mau kan bantu kakak ini kasih kejutan buat pak Alvin..." ucap Zihan.
"Tentu saja kak.... dengan senang hati..." jawabnya.
"bagus dehh kalau begitu, jadi gini rencananya...." zihan mulai menjelaskan semuanya.
"Ok kak.... kalau gitu aku ganti baju dulu" ucapnya.
"ohh...tentu... terimakasih yaa..." ucap Zihan.
Erick tersenyum lalu pergi.
"liat aja... Kak Alvin pasti bakal cemburu..." Gumam zihan
__ADS_1