Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
RENDY


__ADS_3

Badanku terasa begitu berat dan lemah, aku mengedarkan pandanganku. Hal yg kulihat adalah sebuah kamar bernuansa putih.


"Ahkk...aku pasti pingsan.tapi siapa yg bawa aku kerumah sakit yaa" benakku.


Yaa... sekarang ini aku sedang berada dirumah sakit.


Tiba' pintu ruangan terbuka menampakkan seorang suster dengan membawa nampan berisi makanan.


"Anda sudah sadar... tolong makanannya dimakan dan obatnya diminum" ucap suster tersebut dan aku hanya mengangguk patuh.


Suster tersebut memberikan nampan, aku mulai memakan bubur itu.


Yaa... walaupun sebenarnya aku tidak suka, tapi aku mencoba untuk memakannya.


"oh yaa sus, saya mau nanya yg bawa saya kemari siapa yaa" tangaku sesopan mungkin.


"ohh... itu dokter Randy, beliau dokter bedah syaraf di rumah sakit ini" jelas suster tersebut.


Dan aku hanya mangut' mengerti lalu kembali melahap buburku.


~Flashback on


Sekarang Rendy tidak bisa fokus dengan jalanan, ia selalu memikirkan nasib wanita tadi yg ia ketahui bernama nazwah tersebut.


"Arkhh..." Desah Rendy.


Ia kemudian memutar balik mobil nya dan mendapatkan nazwah telah tergeletak lemah di trotoar.


Langsung saja tanpa fikir panjang, Rendy membawa nazwah kedalam mobil nya. Ia dengan cepat melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat ia bekerja.


Yaitu Kingdom hospital. Yaa....Rendy adalah seorang dokter bedah syaraf.


~Flashback off


Tak berapa lama setelah aku meminum obat dan kembali istirahat. Rendy, ehh...dokter Rendy datang mengunjungi ku.


"ekhhmmm...." dehem Rendy.


Aku langsung melihat kearah suara, Rendy sudah berada disampingku.


"gimana....udah merasa baikan" ucapnya.


"udah" jawabku dengan senyuman.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu" ucapnya pelan namun aku masih bisa mendengarnya.


"Oh...yaa...ini tas kamu, ketinggalan di mobil" ucap nya Sambil memberikan tasku.


"ohh...makasih" ucapku.


"Oh yaa....tadi handphone mu berbunyi, dari no tak dikenal. Aku kira itu penting jadii...'- "


ucapannya kupotong.


"kamu angkat..." ucapku sedikit berteriak dan Randy hanya mengangguk.


Aku buru'memeriksa handphone ku dan betul saja itu no kak Alvin.


Memang sebelumnya aku menghapus semua kontak yg ada di handphone ku agar jika aku mati nanti tidak ada yg menelfon keluargaku.


"kamu nggak kasih tau aku disini kan" ucapku mengidentifikasi.


"hehe..." cengirannya.


"ahkk....mati akuu" gerutuku.


"emang laki' itu siapa sihh... pacar kamuuu" ucapnya.


"bukan siapa-siapa" jawabku.


"Nazwahh" teriak kak alvin lalu berlari kearahku.


Dia terlihat berantakan dan khawatir tapi aku tidak peduli. Dia itu jahatt....


"nazwahh.... kamu kemana aja sayang" ucap kak Alvin namun aku tidak peduli.


Aku melirik kearah bunda yg terlihat begitu khawatir. Aku tersenyum hangat untuk menandakan bahwa aku baik'saja.


bunda berjalan menghampiri ku lalu memelukku erat.


"kamu kemana aja sihh sayang...suami kamu cariin dari tadi malam, dia khawatir banget sama kamuu" ucap bunda


"Bohong" benakku.


"kamu disini sama alvin dulu yaa... soalnya bunda sama ayah mah pulang dulu, si Gibran tadi ditinggal sendirian dirumah" ucap bunda.


"tapi bunn..." elakku.

__ADS_1


"nanti ayah sama bunda balik lg kok" ucap ayah yg akhirnya kujawab anggukan


Ayah dan bunda sudah pulang, sekarang tinggal aku, kak Alvin dan Rendy yg ada di ruangan.


"klw gitu saya permisi dulu yaa pak" pamit Rendy yg dibalas anggukan oleh kak Alvin.


"sekali lagi terima kasih yaa Ren" ucap kak Alvin.


"santai ajaa ..." jawab Rendy lalu pergi meninggalkan ruangan.


kini tinggal ada aku dan kak Alvin.


"Nazz...kamu masih marahh" ucap kak alvin


aku tidak menjawab,aku lebih memilih diam daripada nanti aku malah jadi nangis.


"maafin kakak yaa...kamu itu salah faham, wanita itu sekretaris kakak. saat itu dia nggak sengaja numpahin kopi yg dibawanya kebaju kakak" jelas kak alvin.


Aku diam sejenak


"kenapa kakak mau dipegang sama dia, kenapa Nggak kakak sendiri aja yg bersihin" ucapku emosi.


"Kakak udah larang, tapi di dia tetap kekeh mau bersihin sendiri" ucap kak alvin.


"maafin kakak yaa" sambungnya lalu memelukku.


huff....aku menarik nafas panjang lalu mulai membalas pelukannya.


"kakak tau nggak, hati aku sakit banget ngeliat kakak berduaan sama wanita lain. Dasaku rasanya sesak kak" lirihku.


"maafin kakak yaa..." ucap kak alvin Sambil mengelus rambut ku.


"tapi jangan bikin nazwah cemburu lagi yaa" rengekku.


"jyaa...sayanggg" ucap kak alvin lalu mencium pucuk kepalaku.


*Ahhh....kan gini damai rasanya.


Entak kenapa hari ini aku begitu manja, sampai' kak alvin kewalahan menghadapi tingkahku itu. Tapi dia tetap sabar dan menuruti semua permintaan ku.


Hari ini kak Alvin tidak kekantor, dan baru saja tadi ayah dan bunda datang membawa makan siang untukku dan kak Alvin.


Setelah nya Bunda dan ayah kembali pamit pulang karena ada tetangga yg meninggal.

__ADS_1


Aku dan kak Alvin menyantap makan siang yg dibawa bunda dengan hikmat sambil sesekali ada candaan diantara kami.


Setelah kejadian itu,kak Alvin selalu bersikap manis kepadaku terkadang aku senang namun terkadang aku sedikit risih.


__ADS_2